Xena yang mendengar hal itu hanya tertawa. Zeana sangat heran melihat Xena tertawa."Hai kenapa kah tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Zean sambil mengerutkan dahinya.
Xena menghela napas panjang. "Saya tertawa karena anda sungguh lucu! Bagaimana mungkin saya Alexa cucu anda, bukankah dia sudah anda siksa dan anda buang ke pinggir jurang?"
zeana mengerutkan dahinya dan bertanya tanya dalam hati bagaimana bisa Xena tau tentang hal itu. "kamu pasti Alexa, kalau tidak bagaimana mungkin kamu tau tentang hal itu" ucapnya begitu yakin.
xena menghela napas panjang, ia sangat bingung ketika melihat Zeana begitu ngotot mengatakan bahwa Xena adalah Alexa. Namun benar bahwa Xena adalh Alexa, tapi Xena tidak ingin ada keluarga Ivandra yang tau akan identitasnya yang sebenarnya.
"Nyonya Zeana kenapa anda begitu yakin bahwa saya adalah cucu anda?" tanya Xena. "Dan satu lagi saya tau tentang Alexa karena dulu saya adalah sahabat masa kecilnya. Dia dan saya berteman sangat baik walaupun kami tidak sering bertemu" bohong xena.
Zeana terdiam sebentar, karena ia begitu yakin bahwa Xena sebenarnya adalah Alexa. Sebetulnya ia sangat berharap bahwa Xena itu adalah Alexa, karena Zeana sangat ingin menguasai harta milik Xena.
"Silahkan nyonya keluar dari kantor saya" usir Xena secara tidak langsung, namun hal ini membuat Nyonya Zeana sangat kesal. Nyonya Zeana menghentakan kakinya lalu pergi dari kantor Xena dengan langkah besar.
Xena memijat dahinya yang pusing, ia begitu heran bagaimana bisa Zeana tau bahwa dirinya adalah Alexa? Xena tiba tiba teringat bahwa tadi pagi ada orang asing yang meneleponnya dan mengungkapkan indetitas Xena yang sebenarnya.
Xena langsung mengambil handphonenya untuk menelepon Sandy. Tak berapa lama Sandy mengangkat telepon dari Alexa.
"Halo, ada apa?" tanya Sandy dari seberang telepon.
"San, gue mau minta bantuan sama lo" ujar Xena dengan nada khawatir.
"Bantuan apa? Tumben lo minta bantuan sama gue sebnarnya ada apa?!" Tanya sandy dengan sanga penasaran.
Alexa pun menceritakan apa yang terjadi mulai dari ada orang misterius yang meneleponnya hingga Zeana datang ke kantornya dan bertanya tentang identitas Xena yang sebenarnya.
Sandy yqng mendengar penjelasan dari Alexa langsung mebulatkan matanya, karena ia begitu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Alexa.
Sandy menarik napas panjang. "Alexa ayo kita makan siang bersama di cafe gue yang dekat dengan Ivandra Group. Gue kesana sekarang!" ucap Sandy langsung menutup telepon secara sepihak.
Xena pun segera pergi ke cafe yang di katakan oleh Sandy. Entah mengapa hari ini cafe milik Sandy begitu sepi tidak seperti biasanya yang ramai dengan pengunjung, Xena segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk dia berbicara hal serius dengan Sandy.
20 menit berlalu akhirnya Sandy sampai, Sandy pun sampai, ia pun segera menghampiri Xena. "maaf gue terlambat" ucap Sandy yang merasa tidak enak hati, karena membuat Xena menunggu agak lama.
"It's okay, gue juga bisa sekalian lihat laporan yang di kirim oleh Indra sama gue. Jadi lo gak usah gak enak gitu sama gue!" Saut Xena.
"Jadi gimana? Apa yang bakal lo lakuin? Apa lo mau mulai bals dendam?!" Tanya Sandy dengan senyum sinisnya.
Alexa dengan hanya mengangguk. Sandy sangat puas akhirnya Alexa akan mulai melakukan balas dendam. "Bagus muali dari mana lo akan melakukannya?" tanya Sandy yang sangat penasaran.
Xena menghela napas panjang. "Gue mau ngungkapin identitas gue dulu, baru setelah itu gue mulai rencana balas dendamnya. Oh ya, penjara di markas utama ada yang masih kosong?" tanya Xena sambil mengangkat satu alisnya.
"Tenang saja masih banyak yang kosong, oh ya ayo makan dulu baru setelah itu kita makan!" Ajak Sandy lalu memanggil satu pelayan untuk memesan.
"Lo mau pesan apa?"
"Gue mau steak dan minum jus jeruk!" saut Xena.
Sandy pun memesan makanan untuk dirinya dan Alexa. Tak selang berala lama akhirnya makanan mereka pun datang, Alexa sangat menik mati makanannya.
Setelah makan merekapun kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Tiba tiba Xena mendapatkan pesan dari Indra, Indra mengirim informasi tentang orang yang misterius yang meneleponnya tadi pagi.
Xena begitu terkejut karena orang yang meneleponnya ternyata adalah Rico pamannya sendiri. Xena terdiam membisu karena is tidak menyangka jika orang yang paling ia percaya ternyata berani mengancamnya.
Sandy sangat penasaran kenapa Xena terus menatap hp nya tampa memalingkan matanya dari hp. "Xena, kenapa lo diam?!" tanya Sandy namun Xena tidak mendengarnya.
"Woi Xena" panggil Sandy sekali lagi sambil menjentikkkan jari ke arah Xena. Xena sadar lalu balik bertanya "Iya ada apa?"
"Seharusnya gue yang nanya lo kenapa? Kok lo diam sambil lihat hp gitu? Apa jangan jangan lo lagi patah hati?" tanya Sandy panjang lebar dengan jiwa yang sangat kepo.
"Ternyata orang misterius tadi pagi adalah paman gue sendiri" Saut Xena dengan nada pelan, Xena berpikir Sandy akan terkejut namun ternyata ekspresinya hanya datar. Seperti ia sudah mengetahui semuanya.
Xena yang melihat ekspresi Sandy lantas sangat heran. "Kenapa ekspresi lo datar banget? Apa jangan jangan selama ini lo udah tau semuanya?" tanya Xena.
Sandy menghela napas pelan. "Ya, gue udah tau semuanya, gue udah menyelidiki semuanya dari siapa yang mebuat orang tua lo kecelakaan" saut Sandy yang membuat Xena sangat terkejut. Karena selama ini Xena berpikir bahwa kematian orang tuanya adalah murni ke celakaan namun ternyata semua itu telah di rencanakan.
Sandy menghela napas panjang. "Kecelakaan orang tua lo hari itu adalah ulah Rico, dia yang nyuruh seseorang untuk mengotak atik mobil orang tua lo. Dan dia sebenarnya ingin lo mati juga, tapi dia tidak tega karena lo masih kecil. Dan lagi semua harta milik orang tua lo atas nama lo, jadi mau tidak mau ia berpura pura baik di depan lo untuk menarik simpati lo. Tapi bodohnya Rico dia tidak menghapus jejak kejahatannya, dia benar benar bodoh." jelas Sandy yang mebuat Xena sangat geram dengan orang yang selam ini dia anggap baik.
"Tapi kenapa dia tega lakuin hal ini?" tanya Xena sambil mengangkat satu alisnya.
"sebenarnya ayah lo itu bukan anak kandung dari keluarga Ivandra, paman Kevin di adopsi oleh nyonya Zeana untuk di jadikan babu. Paman Kevin di paksa untuk sukses, tapi semua hartanya harus di simpan oleh nyonya Ivandra" jelas Sandy.
"Sandy gue mau lo tangkap Zeana, Rico, dan Karla. Bawa mereka ke markas, gue mau nyiksa mereka sepuas gue untuk balas dendam" ujar Xena dengan sorot mata yang sangat benci.
Sandy hanya menanggapinya dengan senyum tipis. "Sebenarnya sekarang mereka sudah berada di markas, ayo ikut aku ke markas!" ajak Sandy lalu bangun dari tempat duduknya.
Segera mereka pergi kemarkas dengan mobil di kemudikan oleh Sandy, mobil melaju dengan sangat cepat hingga tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di markas. Yang sebenarnya membutuhkan waktu setengah jam lebih untuk sampai ke sana dengan mobil melaju kecepatan rata rata.
Sesampai di markas Sandy dan Xena langsung pergi ke sebua ruangan eksekusi yang ternyata di ruangan itu sudah ada Rico, Zena, dan Karla. Namun merka tidak sadarkan diri.
Sandy menyuruh seorang pengawa untuk menyiram air kepada mereka bertiga.Merak pun bangun dan betapa terkejutnya melihat dirinya di tangkap oleh Alexa dan Sandy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments