Andre yang mendengar perkataan Xena lantas bukannya takut tapi melainkan dia tertawa, karena menurutnya tidak mungkin perusahaan Grabiellia akan mengakusisi perusahaan yang kecil ini.
"Hahaha, apakah kamu sedang bercanda? Gak mungkin perusahaan sebesar milik nona Xena itu mau mengakusisi perusahaan kecil ini? Dan lagi siapa kamu?!" tanya Andre dengan percaya diri.
Xena yang mendengar pertanyaan Andre hanya tersenyum kecil lalu berkata "Aku? aku siapa? Aku XENA GRABIELLIA pemilik perusahaan Grabiellia! Jadi apa sudah jelas?!"
"Kamu nona Xena itu?"
"Iya, kenapa?
"Hahaha, kamu pikir kamu bisa menepiku? Aku tidak bodoh, bagaimana bisa seorang Xena mau datang ke perusahaan kecil ini?"
"Kalian para wanita rendahan sangat suka berhayal. Kalian para wanita seharusnya hanya perlu duduk di rumah dan memuaskan hasrat kami para lelaki!"
Tak selang beberapa detik, tiba tiba pintu ruangan itu di buka oleh Indra yang membawa sebuah cangkir kopi. Andre yang melihat Indra langsung mendekati Indra dengan sangat ramah.
"Tuan Indra mengapa kamu di sini? Apakah kamu ada perlu sesuatu yang bisa aku bantu?!" Jilat Andre dengan ramah.
"Tuang Indra silahkan duduk, hei kamu anak baru yang berpura pura menjadi nona Xena, cepat bawakan dua gelas cangkir kopi ke sini!!" Pita Andre dengan tidak tau diri.
Andre yang melihat itu sangat terkejut, karena orang yang berada di depannya tidak tau kalau perempuan yang duduk di kursi itu adalah benar benar nona Xena. "Kamu siapa? Kenapa kamu berani memerintah dia?!" tanya Indra dengan menatap tajam ke arah Andre.
Andre yang melihat Indra marah merasa bingung "Tuang Indra saya adalah menejer utama di sini, dan perempuan jalang itu adalah orang yang tidak tau malu, dia mengaku ngaku sebagai nona Xena"
'PLAK'
Suara tamparan Indra untuk Andre, Indra sangat marah ketika Xena di sebut sebagai jalang. "Apa kamu tau kalau wanita yang kamu sebut jalang adalah nona Xena? Apa kamu tau itu?!"
Andre yang mendengar itu lantas sangat terkejut dan ketakutan, bahkan kakinya seketika lemas dan bergetar karena begitu ketakutan. Ia tidak menyangka bahwa ia sudah menyinggung seorang wanita paling berpengaruh di negara itu.
"N-nona Xena saya mohon maaf. Mohon maaf mata saya yang buta ini karena tidak tau kalau ini adalah anda, saya benar benar minta maaf!!" ujar Andre dengan gemetaran dan ketakutan.
"Apa kamu begitu memandang rendah seorang wanita? Apa kamu berpikir bahwa jika kamu memiliki pangkat maka kamu bisa berbuat seenaknya?" tanya Xena dengan menatap tajam kearah Andre.
"kenapa kamu diam? Apakah anjing seperti kamu tidak memiliki mulut?!"
Andre yang mendengar pertanyaan dari Xena hanya diam membisu tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Indra periksa semua karyawan di kantor ini! Dan pecat semua karyawan yang memiliki kinerja paling buruk, dan pertahankan kinerja karyawan bagus!" Pita Xena dengan tegas, karena ia tidak mau kalau perusahaan ini hancur karena perbuatan orang orang yang tidak tanggung jawab.
"Baik saya laksanakan!" saut Indra dengan cepat. Ketika Indra melangkah pergi seketika langkahnya terhenti ketika melihat ada sebuah tato berbentuk sayap sebelah kiri di leher Andre.
Xena yang melihat hal itu merasa bingung, karena ia tidak pernah melihat Indra berhenti hanya karena melihat ke arah seseorang, kecuali orang itu adalah orang bermasalah.
"Indra kenapa kamu berhenti? Apakah ada sesuatu dengan lelaki busuk ini?!" Tanya Xena dengan menatap tajam.
"Nona Xena izinkan saya untuk menangkap orang ini!" ucap Indra.
Xena yang mendengar itu merasa sangat heran, karena ini baru pertama kalinya Indra mau menangkap orang lain tanpa di perintah olehnya, Xena sangat ingin tau ada apa sebenarnya, namun ia tidak ingin ikut campur tentang hal itu.
"Terserah kamu saja!" ucap Xena singkat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments