Alexa yang melihat Sandy tidur langsung segera mengambil handphonenya dan menelepon Indra untuk membatalkan semua jadwalnya hari ini. Setelah membatalkan semua jadwalnya, Alexa ingin bangun dari tempat tidurnya untuk olah raga namun tidak bisa, karena Sandy terlalu kuat memeluk Alexa.
*Mungkin hari ini gue cuma bisa di kasur temanin ini bocah tidur! Aaaa masalahnya gue laper!!* gerutunya dalam hati sambil menghela napas kasar.
3 jam berlalu akhirnya Alexa dapat bebas dari pelukan Sandy.Ia langsung pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi Alexa langsung turun ke bawah untuk makan siang, karena jam sudah menujukkan pukul 13 siang.
Saat sampai di pintu masuk dapur, Alexa melihat Laura dan Anitya sedang makan siang. Hatinya merasa tidak enak dengan mereka, karena ia telat bangun. Namun perutnya sudah sangat lapar, hingga membuatnya untuk tetap ikut makan dengan perasaan malu.
"Siang ma, Laura. Maaf aku telat bangun" ucapnya sambil duduk.
"Iya gak papa, ibu tahu kami pasti telat bangun karena Sandy kan?" cekik Anitya dengan tersenyum.
"I-iya ma. Tadi aku gak bisa bangun karena temanin Sandy tidur" ucapnya dengan canggung.
Saat sedang makan tiba tiba pandangan Alexa tertuju ke pada wajah Laura yang nampak lesu dan murung. Alexa merasa aneh dengan Laura karena Laura biasanya adalah gadis yang ceria meskipun mereka baru kenal, namun Alexa tau bahwa Laura sedang ada masalah.
"Laura apa kamu sedang ada masalah?" tanya Alexa dengan penasaran.
"T-tidak ada kak! Aku tidak ada masalah!" saut Laura dengan gugup, seperti sedang menutupi sesuatu.
Alexa yang merasa bahwa Laura berbohong ingin sekali tau masalah apa yang sedang Alexa hadapi, namun ia tidak ingin bertanya lagi karena menurutnya tidak bagus untuk terlalu mencampuri masalah hidup orang lain.
Setelah selesai makan Alexa pergi keruang kerjanya untuk memeriksa data perusahaan yang baru ia beli. Namun baru saja ia membuka laptop, tiba tiba ia mendapat telepon dari Laura yang meminta tolong kepadanya dengan suara ketakutan. Namun telepon mereka terputus ketika Alexa mendengar teriakan dari Laura.
Alexa yang melihat teleponnya dengan Laura terputus langsung melacak Laura, karena ia takut terjadi sesuatu dengan Laura. setelah 1 menit akhirnya Alexa tau bahwa Laura sedang berada di sebuah gudang bekas tempat pembuangan limbah yang berada di ujung kota.
Alexa langsung menelepon Indra untuk menyiapkan mobil dan beberapa pengawal untuk mengikutinya, karena ia tidak ingin terlalu mengambil resiko.
Saat Alexa sampai di gudang itu ia tidak menemukan apa apa, ia hanya menemukan sebuah tas milik Laura yang tadi Laura gunakan untuk bertemu dengan teman temannya.
"Semuanya segera cari dan temukan nona muda keluarga Lauren, dan tangkap semua orang yang hendak menyakiti nona muda Lauren!!" titah Alexa kepada seluruh pengawalnya dengan kejam.
"Baik" Saut semua pengawal dengan serentak dan mulai mecari keberadaan Laura.
*Sial!! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Laura aku berjanji akan membuat semua orang yang menyakiti Laura dan keluarganya jatuh ke neraka!!* Ucap dalam hati dengan sangat takut.
Alexa dan Indra sudah memeriksa semua tempat di gudang itu namun ia tidak menemukannya. Namun ia teringat masih ada satu tempat yang belum ia periksa yaitu atap gudang itu.
"Indra kamu dan 4 pengawal ikut saya untuk mencari Laura di atap!" Ucap Alexa sambil menaiki tangga ke arah atap.
"Baik" saut Indra sambil mengikuti Alexa dari belakang dan ada beberapa pengawal lainnya.
Benar saja Laura berada di atap, dengan keadaan yang sangat menyedihkan dan di sampingnya di kelilingi oleh 4 cowok brengsek dan satu cewek.
"BAJINGAN!! APA YANG KALIAN LAKUKAN KEPADA LAURA?!!" upat Alexa dengan nada sangat emosi.
Ke empat pria itu langsung menoleh ke arah Alexa ketika mendengar upatan Alexa.
"Lo siapa? Apa hubungannya lo dengan wanita murahan ini?!" cekik salah satu pria.
"Gue adalah kakak iparnya! Sekarang kalian lepasin dia atau kalian akan pergi ke neraka hari ini bersama dengan keluarga kalian!" cekik Alexa dengan penuh emosi ketika melihat perlakuan mereka terhadap Laura.
"Oh lo pikir gue takut sama lo? Kenalin gue Aera Ganendra! Gue anak dari pengusaha terkaya di kota ini, jadi lo gak usah macem macem sama gue" Ucap Aera dengang bangga.
"Gue gak peduli lo anak siapa! Mau lo anak orang terkaya, termiskin gue gak peduli! Yang penting cepat lepasin Laura!!" pekik Alexa dengan murka.
"kalau gue gak mah gimana?" cekik Aera dengan sombong.
Alexa yang melihat hal itu langsung mengisyaratkan pengawalnya untuk menangkap mereka berlima. Para pengawal langsung paham, lalu tak berselang lama mereka berhasil menangkap para baningan itu.
Alexa langsung menutupi tubuh Laura dengan baju jas yang ia kenakan.
"Percuma kalau lo tutupin tubuhnya, karena sekarang dia bukan lagi wanita suci!" teriak Andrean dengan nada menjijikan.
Alexa yang jengkel mendengar ucapan itu langsung menyuruh para pengawal untuk membawa mereka berlima ke tempat biasa ia menyiksa orang orang jahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments