Bab. 3 Meminta Yan Sing untuk tinggal bersama

"Kenapa dia masih di penjara?" Ling nana sedikit bingung.

"Bukannya dia di hukum 20 pukulan dan kurungan selama seminggu? Ini sudah lewat dari waktu yang di tentukan. Dia harus di bebaskan, jangan sampai saya memberitahu paman saya bahwa pihak putra mahkota sudah melanggar hukuman. Dan kalian juga tahu bukan? Bahwa aku tidak pernah mendorong selir utama."

Ucap Ling Nana tegas, Selir utama dan putri mahkota membuat trik bersama -sama, padahal selir utama hanya berpura - pura hamil agar putra mahkota menikahinya, dan untuk menutupi kebohongannya dia membuat kebohongan lain, sungguh tercela.

Tapi aku tidak perduli sekarang, aku tidak butuh mereka semua. Biarkan mereka dengan ambisinya, aku akan hidup di pengasingan ini.

"katakan kepada Putri mahkota, lepaskan pelayanku dan selanjutnya kalian tidak perlu mengantar makanan lagi ke dalam istana dingin ini. Dan kalian serta semua orang tidak perlu masuk untuk melihat kami hidup ataupun mati, Tutup gerbang dan kunci."

Ucapnya dengan aura yang menyeramkan, sehingga pelayan itu pun menciut dan begidik ngeri.

"Baik nyonya, saya akan sampaikan."

Dengan tergesa - gesa dia turun dari lantai atas menuju pintu keluar di lantai dasar. Dia merasa takut, sekaligus senang. Karena dia tidak perlu datang lagi ke istana menyeramkan ini.

Istana dingin tidak terlalu besar, tetapi memiliki dua lantai, dan hanya berisi 2 kamar di atas dan 2 kamar di bawah. Ada dapur kecil, hanya saja tidak ada bahan makanan.

Peralatan di dapur kecil minim sekali, memasak menggunakan kayu bakar. Hanya ada sepasang piring, sepasang mangkuk, begitu juga dengan sendok dan lainnya.

Sedangkan pengorengan dan periuk berbentuk kecil hanya bisa muat satu liter air. Tapi dalam hati Nana, itu bisa di gunakan nanti.

Dia hanya perlu menunggu pelayannya datang dan melihat bagaimana keadaannya.

Dia sangat mengkuatirkannya, pelayan ini dia bawa dari rumah orangtuanya untuk menemaninya.

Tentu saja dia mengkuatirkan orang yang sudah bersamanya sedari kecil. Dia sudah menganggapnya saudara karena mereka sama - sama anak yatim piatu dan beranjak remaja bersama.

Kedua orang tua mereka sama - sama meninggal saat pulang dari perbatasan dan di sergap di tengah jalan. Dan kini pamannya yang menggantikan ayahnya sebagai Jendral sekaligus menjadi pengganti orang tuannya juga.

Orang tua pelayannya ini adalah pelayan orang tua Ling Nana dulunya, dan sekarang sesama anak yang di tinggal, mereka harus tetap bersama - sama selamanya.

Tak berapa lama, dua orang penjaga masuk dengan membawa Yan Sing pelayan Ling Nana yang dalam keadaan pingsan.

Dia di gandeng dengan lengan tangan sebalah kanan dan kirinya dia pegang penjaga lelaki. Dengan kakinya yang terseret, mereka membawa pelayan iti memasuki istana dingin.

Sesampai di dalam mereka dengan sembarangan meletakkan tubuh Yan sing di lantai. Menurutnya perlakuan penjaga ini sangat buruk, bukankah mereka sama- sama hanya sebagai pekerja? Tapi mengapa memperlakukannya dengan sangat kasar begitu.

Ling Nana menjerit melihat keadaan pelayannya itu.

"Yan sing! Bertahanlah, jangan tinggalkan aku" ucap Ling Nana dengan berlinang air mata.

Kedua pengawal itu bergegas keluar setelah meletakkan pelayan Ling Nana dan ketika mereka di gerbang pintu mereka menoleh ke pintu istana dingin tersebut. Mereka menarik nafas dan mulai menutup gerbang dan menguncinya dari luar, dan mereka berjaga di depan gerbang tersebut.

"Mungkin sebentar lagi kita akan mengangkat mayat mereka keluar." ucap salah satu pengawal itu.

Ya, mereka sudah tahu bahwa makanan tidak akan di masukkan lagi ke dalam istana dingin ini, hanya sampai di gerbang untuk mereka berdua.

Ling Nana membawa pelayannya ke kamar yang ada di lantai dasar itu. Dia tidak ingin membiarkan Yan Sing kedinginan di atas lantai itu. Dengan sekuat tenaga dia membawa tubuh pelayannya itu kekamar.

karena, saat ini diapun masih dalam keadaan lemas karena sudah beberapa hari tidak makan.

Dia sangat tercengang melihat luka - luka yang ada di sekujur tubuh pelayannya itu.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

eng ing eng. mulailahhh di ujiiii

2025-03-21

1

Patria Riani Panawar

Patria Riani Panawar

parah pengawalnya tega sekali walaupun dia pelayan dia kan manusia juga miris sekali

2025-03-19

0

Adek Ar

Adek Ar

kehidupan istana gk didunia maya gk didunia nyata sama² manipulatif,penuh trik dan intrik..

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Mati tertabrak mobil
2 Bab. 2 Hidup di dunia lain sebagai Selir
3 Bab. 3 Meminta Yan Sing untuk tinggal bersama
4 Bab. 4 Ruang Portble terbuka.
5 Bab. 5 Yan Sing sadar
6 Bab. 6
7 Bab. 7 Rencana membuat lahan pertanian
8 Bab. 8 Memiliki Dua Misi
9 Bab. 9 Mulai bertani
10 Bab. 10 Menyelesaikan satu Misi
11 Bab. 11
12 Bab. 12 Daging bakar pertama di istana dingin
13 Bab. 13 Bertemu Macan Kumbang
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16 Macan Kumbang akhirnya mati.
17 Bab. 17 Penasaran
18 Bab. 18 Penyesalan Putra Mahkota
19 Bab. 19 Mencari Tabib Lu
20 Bab. 20
21 Bab. 21 Sidang 1
22 Bab. 22
23 Bab. 23 Saksi terakhir
24 Bab. 24 Kebohongan Selir Tang terbongkar.
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27 Menolak menceraikan Selir Ling
28 Bab. 28 Bercerai.
29 Bab. 29 Panen
30 Bab. 30 Luka gigitan terinfeksi
31 Bab. 31 Sungguh tragis nasib adikku
32 Bab. 32 Kekacauan di kamar Ling Nana
33 Bab. 33 Ling Nana sadar
34 Bab. 34 Dekrit Kaisar
35 Bab. 35 Ingin mengetahui rahasia tersembunyi
36 Bab. 36 Mencari pria untuk masa depan
37 Bab. 37 Rencana Jendral kembali ke perbatasan.
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63 Mengoperasi mata penatua He
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81 Pemberian Nama kepada pengawal pribadi Ling Nana
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85 Membebaskan para sandera (1)
86 Bab. 86 Pembebasan para sandera (2)
87 Bab. 87 Membinasakan penyihir di desa kunli
88 Bab. 88 Anak-anak korban sekapan, pertama kali menikmati matahari
89 Bab. 89 Kembali ke utara (1)
90 Bab. 90 Kembali ke utara (2)
91 Bab. 91 Pembuatan jalan baru menuju bendungan.
92 Bab. 92 Membeli tanah di desa Kunli
93 Bab. 93 Kembali ke ibu kota (1)
94 Bab. 94 Kembali ke ibu kota (2)
95 Bab. 95 Mengapa permaisuri sangat menyebalkan.
96 Bab. 96 Surat dari perbatasan
97 Bab. 97 Kemarahan permaisuri atas kepergian Ling Nana ke perbatasan.
98 Bab. 98 Melihat luka paman Ling
99 Bab. 99 Mengoperasi Jendral Ling
100 Bab. 100 Keberuntungan di keluarga
101 Bab. 101 Rencana melengserkan Putra Mahkota
102 Bab. 102 Rencana ikut perang
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Bab. 1 Mati tertabrak mobil
2
Bab. 2 Hidup di dunia lain sebagai Selir
3
Bab. 3 Meminta Yan Sing untuk tinggal bersama
4
Bab. 4 Ruang Portble terbuka.
5
Bab. 5 Yan Sing sadar
6
Bab. 6
7
Bab. 7 Rencana membuat lahan pertanian
8
Bab. 8 Memiliki Dua Misi
9
Bab. 9 Mulai bertani
10
Bab. 10 Menyelesaikan satu Misi
11
Bab. 11
12
Bab. 12 Daging bakar pertama di istana dingin
13
Bab. 13 Bertemu Macan Kumbang
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16 Macan Kumbang akhirnya mati.
17
Bab. 17 Penasaran
18
Bab. 18 Penyesalan Putra Mahkota
19
Bab. 19 Mencari Tabib Lu
20
Bab. 20
21
Bab. 21 Sidang 1
22
Bab. 22
23
Bab. 23 Saksi terakhir
24
Bab. 24 Kebohongan Selir Tang terbongkar.
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27 Menolak menceraikan Selir Ling
28
Bab. 28 Bercerai.
29
Bab. 29 Panen
30
Bab. 30 Luka gigitan terinfeksi
31
Bab. 31 Sungguh tragis nasib adikku
32
Bab. 32 Kekacauan di kamar Ling Nana
33
Bab. 33 Ling Nana sadar
34
Bab. 34 Dekrit Kaisar
35
Bab. 35 Ingin mengetahui rahasia tersembunyi
36
Bab. 36 Mencari pria untuk masa depan
37
Bab. 37 Rencana Jendral kembali ke perbatasan.
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63 Mengoperasi mata penatua He
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81 Pemberian Nama kepada pengawal pribadi Ling Nana
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85 Membebaskan para sandera (1)
86
Bab. 86 Pembebasan para sandera (2)
87
Bab. 87 Membinasakan penyihir di desa kunli
88
Bab. 88 Anak-anak korban sekapan, pertama kali menikmati matahari
89
Bab. 89 Kembali ke utara (1)
90
Bab. 90 Kembali ke utara (2)
91
Bab. 91 Pembuatan jalan baru menuju bendungan.
92
Bab. 92 Membeli tanah di desa Kunli
93
Bab. 93 Kembali ke ibu kota (1)
94
Bab. 94 Kembali ke ibu kota (2)
95
Bab. 95 Mengapa permaisuri sangat menyebalkan.
96
Bab. 96 Surat dari perbatasan
97
Bab. 97 Kemarahan permaisuri atas kepergian Ling Nana ke perbatasan.
98
Bab. 98 Melihat luka paman Ling
99
Bab. 99 Mengoperasi Jendral Ling
100
Bab. 100 Keberuntungan di keluarga
101
Bab. 101 Rencana melengserkan Putra Mahkota
102
Bab. 102 Rencana ikut perang
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!