Bab 15

**Masih REVISI**

Rafael berdiri kaku menatap segerombolan dokter dan perawat masuk ke dalam kamar rawat inap sang oma, tepatnya dia menatap seorang wanita yang sudah sangat lama dia rindukan berada dalam barisan dokter tersebut.

"Permisi." ujar salah seorang dokter, saat memasuki kamar tersebut.

"Aaa.... S-silahkan dok." gagap papa Raka dua juga tidak bisa berkedip melihat sang menantu berada di dalam ruangan tersebut.

Alisa mati matian menahan gugupnya, dia berusaha tenang dan seolah olah tidak terjadi apa apa, dia berusaha bersikap profesional sebagai seorang dokter.

"Ini dok, pasiennya, dan ini rekap medisnya." tutur seorang dokter memberikan rekap medis Oma Prita ketangan Alisa.

"Terimakasih, maaf saya lihat dulu." ucap Alisa tersenyum ramah, dan membaca riwayat penyakit sang oma.

Sementara Rafael, Raffi dan Amora, papa Raka dan Kakek Sean tidak sekalipun melepas pandangannya dari Alisa.

Mereka menatap Alisa penuh kerinduan dan mereka juga bersyukur Alisa hidup baik baik saja di luar sana, terlihat dengan tubuhnya yang sedikit berisi dan wajah lebih dewasa namun semakin menawan, wajah yang berseri, walau memakai gamis dan hijab panjang, sama sekali tidak memudarkan kecantikan Alisa.

Alisa yang di tatap sedang fokus membaca rekam medis oma Prita setelahnya Alisa memerika oma prita dengan teliti.

"Kita lakukan operasinya besok jam 10." terang Alisa.

"Baik dok." ujar dokter pendamping Alisa.

"Tuan, kenalkan ini dokter yang sengaja kami panggil dari kota xx untuk membantu merawat nyonya Prita, dia adalah dokter dari rumah sakit Mulyo." terang dokter Rafly.

"Dia cucu saya dok, cucu yang menghilang 8th silam." ujar opa Sean menatap Alisa penuh kerinduan.

"Haa.....Oalah, kalau begitu silahkan melepas rindu, kami keluar dulu." ucap sang dokter. yang tidak bisa berkata kata lagi, melihat pemandangan penuh arti dari mata mata orang di dalam sana seperti ada yang harus mereka selesaikan, dan dokter Rafly yang cukup peka dengan keadaan lansung mengajak timnya keluar dan meninggalka Alisa di ruang rawat Oma Prita.

"Kemana saja kamu sayang." ujar sang opa berkaca kaca, tangannya terbuka lebar dan Alisa tau itu, sang opa ingin dia memeluk opa Sean, tanpa di suruh dua kali, Alisa lansung memeluk opa Sean.

"Opa, maafkan Alisa." isak Alisa memeluk opa Sean begitu kuat.

"Tidak nak, kamu tidak salah, cucu opa saja yang bodoh, sehingga kami kehilangan kamu." ucap Opa Sean mengusap usap punggung Alisa yang masih terisak di dalam pelukan opa Sean.

"Apa kamu hidup dengan baik di luar sana hmm..." tanya opa Sean menangkup ke dua pipi Alisa dengan tangan keriputnya.

"Seperti yang opa lihat." ucap Alisa melepaskan pelukannya dari sang opa, dan menatap dalam laki laki tua itu dengan tatapan sendu dan juga rasa rindu yang begitu dalam.

Puk....

puk....

"Jahat banget, Pergi ngak bilang bilang sama aku, dan pintar sekali bersembunyi, sehingga kami tidak bisa menemukan mu." kesal Amora memukul pundak Alisa berkali kali dengan wajah sudah basah dengan air mata, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Alisa sang kakak ipar dan sekaligus sahabatnya itu.

"Namanya juga menghilang, klau izin dulu bukan menghilang namanya." kekeh Alisa memeluk Amora dengan sangat erat.

"Gue rindu Sa, rindu banget." gumam Amora lirih dalam pelukan Alisa.

"Sama, aku juga." tutur Alisa.

sret.....

Tanpa basa basi Rafael menarik sang istri dari pelukan sang adik, sungguh dia sudah tidak sabar untuk melepas rindunya dan banyak kata maaf yang ingin dia ucapkan dan ingin memeluk tubuh sang istri yang sudah sangat lama dia rindukan.

"Ehhh... Ehhh... Apa apaan sih, main tarik tarik aja." kesal Amora, namun tidak di hiraukan oleh Rafael dia lebih fokus kepada istri yang dia rindukan itu.

"Kemana saja kamu selama ini sayang, mas mencarimu kemana mana tapi tidak bisa menemukan dirimu, begitu bencinya kau sama mas, sampai sampai bersembunyi dengan sangat baik, kau tidak tau betapa hancur hidup mas setelah kepergian mu, apa kah kau tau betapa berat hidup yang mas jalani selama ini, sakit sayang, sakit." isak Rafael memeluk erat sang istri seolah olah takut kehilangan istrinya itu.

"Mas, lepas." berontak Alisa, namun tidak di hiraukan oleh Rafael, dia terus mendekap tubuh istri cantiknya itu, dia menghirup dalam dalam aroma tubuh istri cantiknya itu.

"Maaf maafkan kebodohan mas saat itu, mas hanya bingung saat itu, mas tidak tau harus bicara apa, karena wanita itu mas kehilangan kamu bertahun tahun lamanya, mas menyesal sayang, tolong jangan pergi lagi, mas sudah tidak sanggup lagi sayang, mas mohon jangan tinggalkan mas lagi." isak Rafael yang tidak sedikitpun mau melepaskan Alisa dari pelukannya.

"Mas, jangan begini, kita sudah bercerai." ujar Alisa, yang Alisa tau dirinya sudah bercerai dari Rafael, jadi tidak pantas rasanya mereka berpelukan seperti ini, nanti akan membuat istri Rafael salah paham, pikir Alisa.

"Kata siapa kita sudah bercerai, kapan mas menceraikan kamu hu..., kamu ini masih istri mas Alisa, dan selamanya akan seperti itu, tidak ada perceraian di antara kita." geram Rafael, sungguh istrinya ini bikin dia gemes setengah mati, bisa bisanya mikir mereka sudah bercerai, tidak tau kah istrinya itu, betapa gilanya dia mencari keberadaan istrinya itu selama ini.

"Lah, aku ngak mau di poligami loh mas, aku ngak mau punya madu, pokoknya ceraikan aku, aku ngak sudi di madu." dengus Alisa, mana mungkin suaminya itu belun menikah, secara calon istrinya sudah kembali, tidak mungkin Rafael akan menyia nyiakan kesempatan itu bersama Anita, apa lagi dirinya pun sudah menandatangani surat permohonan cerai saat itu.

Tuk...

"Sembarangan klau ngomong, siapa yang akan memberi kamu madu, pikirannya itu terlalu jauh, hanya kamu satu satunya istri mas, tidak perduli mas harus menunggu kamu lebih lama lagi." omel Rafael kesal mendengar ocehan istri cantiknya itu.

"Iiiss.... Baru bertemu sudah main kdrt." sungut Alisa mengusap usap dahinya yang memerah ulah sentilan Rafael.

"Maaf maaf sayang, lagian kamu bikin mas kesal saja, baru juga ketemu malah bahas bahas cerai lah, madu lah." kesal Rafael sambil mengusap usap dahi sang istri yang memerah dan ada rasa bersalah juga Rafael melihat dahi sang istri memerah seperti itu.

"Lah, kan cinta sejati mas sudah kembali, aku ini apa lah apa lah." oceh Alisa.

"Haii.... Bisa ngak, ngak usah bahas orang lain saat ini, banyak hal yang mau mas tanyakan sama kamu, jadi tolong bahas orang lain dulu." mohon Rafael menatap Alisa dengan sendu.

"Dih, apa lah, aku ke sini mau merawat oma ya, bukan mengurus yang lain." sewot Alisa.

"Ok ok, sekarang mas kasih waktu kamu mengurus oma, tapi... Setelah itu baru mengurus urusan kita, ohh... Iya, kamu tinggal dimana, pindah ke rumah ayah sama ibu saja, mas juga tinggal di sana semenjak kamu pergi." cerocos Rafael.

"Tidak usah tau, dimana aku tinggal, itu bukan urusan mas." ketus Alisa.

"Semua tentang mu adalah urusan mas, sayang." sahut Rafael tegas.

"Tidak, itu bukan urusan mas lagi, kita sudah berpisah sangat lama, dan itu tandanya kita sudah bercerai." oceh Alisa.

"Tidak akan ada perceraian di antara kita, sayang. kamu hanya milik mas satu satunya, tidak ada yang boleh memiliki kamu selain mas." geram Rafael, dari tadi istrinya itu terus saja membahas cerai cerai saja, membuat dia kesal.

"Terserah, tapi aku mau cerai." kesal Alisa.

"Dan itu tidak akan pernah terjadi." tegas Rafael.

"Ihh... Egois, bukannya mas sudah ketemu sama kekasih mas, kenapa masih menahan aku sih." kesal Alisa.

"Dia masa lalu mas, dia bukan siapa siapa mas lagi, hanya kamu istri mas satu satunya dan selamanya, tolong mengerti lah, sayang. Dengan cara apa lagi mas meyakin kan kamu hmm..." frustasi Rafael.

Alisa hanya mengangkat bahu acuh, tanpa mau memandang Rafael, jujur saja dia pun sangat merindukan suaminya itu, namun dia harus menjaga gengsinya.

Tok....

Tok....

"Permisi... Boleh kami masuk, soalnya kami sudah terlalu lama berdiri di luar, kaki kami sangat pegal."

"Haaa......"

Bersambung......

Haiii..... Jangan lupa like komen dan vote ya....

Mohon maaf ya mamak masih revisi beberapa bab lagi dan membuat kalian bingung🙏🙏

Terpopuler

Comments

Dayu Mayun

Dayu Mayun

alisa beri maaf sm rafael

2025-03-03

1

Nur Hidayah

Nur Hidayah

bocil

2025-01-23

0

Rukayah J

Rukayah J

semoga berdamai

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 54
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 63
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 108
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1
2
Bab
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 54
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 63
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 108
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!