Bab 12

**Revisi**

Haiii... Para readers kesayangan mamak, maaf ya, bab ini sedang di revisi, mohon maaf membuat kalian bingung.

"Daniel, apa kamu tau pergi kemana Alisa dan orang tuanya?" tanya oma Prita, mendatangi tempat kerja sang anak.

"Saya tidak tau ma, Alisa tidak bilang mau pergi kemana saat mengundurkan diri dari rumah sakit ini." bohong dokter Daniel, sebenarnya dia tidak tega berbohong dengan mamanya itu, namun dia tidak punya pilihan lain selain berbohong, karena anak angkatnya itu yang tidak mau keluarganya tau dia berada dimana, dia sudah berjanji kepada Alisa, tidak akan memberi tahu siapa pun dimana keberadaannya, sekalipun itu ke dua orangnya, dokter Daniel tidak ingin Alisa menghilang dari pantauannya, apa lagi saat ini Alisa sedang mengandung pewaris Keluarga Kalandra tersebut.

"Haa.... Mama sangat merindukannya, apa lagi mama baru tau cucu mama itu sedang mengandung." ucap sendu bu Prita.

"Jangan terlalu di pikirankan, ma. Suatu saat nanti pasti Alisa akan bertemu kita." ujar dokter Daniel mengelus punggung tangan sang mama, sungguh dia tidak tega melihat wajah sedih mamanya itu, namun dia tidak bisa berbuat apa apa.

"Mama takut dia hidup tidak baik baik saja di luar sana Niel. Apa kah dia tinggal di tempat yang layak, makan makanan bergizi, mama khawatir, anak itu sama sekali tidak membawa uang pemberian Rafael, dan bahkan Alisa memulangkan semua kartu yang di berikan oleh Rafael, orang tuanya pun mengembalikan rumah dan juga usaha yang Rafael berikan, bahkan orang tuanya memberikan tabungan keuntungan dari toko yang mereka kelola." Keluh oma Prita.

* Anakku memang hebat, dia tidak silau dengan harta, menyesal lah kau keponakan kesayanganku, akibat kebodohan mu, kamu kehilangan istri baikmu itu, yang jauh lebih baik dari mantan tunangan kau itu* gumam dokter Daniel.

"Ya sudah lah, klau gitu mama pulang dulu, klau ada kabar tentang Alisa jangan lupa kabarin mama." ujar bu Prita berdiri dari duduknya.

"Nanti saya kabari klau saya menemukannya, mari saya antar ke parkiran." ucap dokter Daniel.

"Tidak usah, mama bisa jalan sendiri, urus saja pekerjaan mu itu." tolak oma Prita.

”Mama lebih penting dari pada pekerjaan saya, ma." oceh dokter Daniel merangkul bahu sang mama.

"Ck, kau berlebihan sekali." gerutu oma Prita.

Dokter Daniel hanya terkekeh kecil mendengar ocehan sang mama.

"Bagaimana keadaan menantu mama?" tanya oma Prita menanyakan keadaan dokter Tuti sang menantu.

"Alhamdulillah baik ma." sahut dokter Daniel.

"Syukurlah klau begitu, jangan sekali kali kamu menyakiti hatinya, nak. Walau pun dia tidak mampu memberikan kamu keturunan, bukan bearti kamu seenak hati bermain hati dengan wanita lain, di dalam hati kecilnya pun menginginkan mempunyai keturunan, mama sangat tau dia sangat terluka karena dia tidak mampu melahirkan buah hati untuk dirimu, kalian bisa mempunyai anak, walau bukan anak kandung sendiri, kalian bisa mengadopsi anak dari panti asuhan." ucap Oma panjang lebar.

"Terimakasih mama, mama bisa menerima kekurangan istri saya, mama tidak mendesak saya untuk memiliki keturunan, terimakasih. Mama menerima segala kelebihan dan kekurangan istri saya, dan saya tidak mungkin akan menghianati istri saya ma, mana mungkin itu terjadi, mama tau bukan, saya bisa bangkit dari keterpurukan saya karena siapa, saya bisa berdiri tegak seperti ini karena dukungan istri saya ma, mana mungkin saya bisa menduakan istri saya, mungkin banyak wanita cantik di luar sana mau bersama saya saat ini, apakah mungkin bisa menerima keadaan saya yang lumpuh saat itu, jawabanya pasti tidak, hanya istri saya lah perempuan baik hati yang menerima kekurangan saya, apa lagi saat itu saya sangat sangat egois dan pemarah, karena tidak bisa menerima takdir saya saat itu, namun dengan kesabaran dan ketekunan istri saya, saya bisa bangkit seperti ini, dan satu lagi, belum tentu istri saya yang tidak subur, bisa saja saya yang tidak subur, karena kecalakaan waktu itu, karena sampai saat ini saya belum melakukan tes kesuburan, karena istri saya tidak ingin melakukan hal itu, dia bilang ikuti saja alur cerita dari Tuhan, kita nikmati saja hidup ini dengan santai, jangan pernah dengarkan omongan orang, itu lah yang selalu istri saya bilang." ucap dokter Daniel berkaca kaca.

"Syukurlah, klau kamu sadar tentang itu, nak." ucap bu Prita merangkul lengan sang anak.

Sementara di balik tembok ada seorang wanita paruh baya, yang menangis tergugu mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.

"Terimakasih mama, andai bukan mama yang menjadi mertua ku, bisa saja saat ini saya sudah menjadi janda karena tidak bisa memberi keturunan untuk putra mama, namun mama tidak melakukan hal itu kepada saya, saya sangat bersyukur di pertemukan dengan mama, maafkan saya ma, karena saya tidak bisa memberi tau hal yang sebenar nya, saya takut Mas Daniel kembali terluka, dan tidak percaya diri, tapi... Mama tenang saja, kami telah mengangkat anak, dia adalah cucu menantu mama sendiri, mama pasti akan senang suatu saat nanti." gumam dokter Tuti menatap penuh haru punggung mama mertua dan juga suaminya yang semakin menjauh darinya.

"Nak, kamu yakin tidak ingin memberi tau oma dan opa tentang keadaan kamu, kasian dia sayang, dia sangat menyanyangi kamu dari dulu." ucap sang ibu.

"Nanti saja bu, aku takut klau memberi kabar kepada oma, dan mas Rafael tau, bukan tidak mungkin dia akan datang ke sini, dan mengambil anak ku, aku tidak mau bu, aku tidak ingin kehilangan anakku." sahut Alisa sendu, sejujurnya dia pun sangat merindukan sang oma, tangannya gatal ingin mengirim pesan kepada oma, bertanya apakah oma sudah makan apa belum, sudah minum vitamin, apakah selalu kontrol kesehatan, tapi... Semua itu urung dia lakukan, karena takut Rafael akan tau keberadaannya.

Bu Lastri hanya mengangguk tanda mengerti, apa yang di ucapkan sang anak memang ada benarnya juga.

"Bagaimana usaha ayah dan ibu?" tanya Alisa, ayahnya memang kembali membuka toko sembako walau tidak sebesar toko yang dulu dia kelola.

"Alhamdulillah... Makin hari makin ramai, karena toko kita walau kecil tapi semuanya lengkap, dan harganya lebih murah dari toko toko lainnya, di tambah jarak toko sembako di sini lumayan jauh juga, rencananya ayah mau jualan on line gitu, sekarang kan ibu ibu males keluar rumah, dan lebih suka belanja on line, dan di antar ke rumah, ayah mu rencananya mau buka seperti itu." tutur bu Lastri.

"Wahhh.... Bagus itu ide ayah, klau gitu ayah harus punya karyawan laki laki satu lagi." sahut Alisa senang, sungguh dia tidak menyangka ayahnya punya ide cemerlang seperti itu.

"Sudah ada kok, anak tetangga yang baru lulus tahun ini, dia kemaren ngelamar kerjaan sama ayah, dan kebetulan anaknya bisa bawa motor juga." ujar bu Lastri.

"Bagus klau gitu bu." sahut Alisa menganguk anggukan kepalanya.

Hari berganti bulan berganti, kandungan Alisa sudah memasuki bulan lahirnya, namun Alisa tidak pernah pantang menyerah, dia terus bekerja belum mengambil cuti lahiran, katanya "cutinya nanti saja, saat hari lahiran saja, agar lama menghabiskan masa cuti dengan anak anaknya nanti", di tambah klau mau lahiran dia tidak akan repot repot untuk keluar dari tempat kerjanya, karena dia akan lahiran di rumah sakit itu sendiri.

" Sa, lu yakin ngak mau memberitahu suami kamu, klau saat ini kamu mau lahiran? " tanya Alina.

"Tidak, buat apa? akun yakin dia sudah hidup bahagia bersama istri barunya, wanita yang sangat dia cintai dari dulu." tutur Alisa.

"Kamu yakin dia sudah menikah? kan kamu belum menerima surat cerai darinya." ujar Alina.

"Haa... Biarkan saja, toh walau akun belum di cerai sama mas Rafael, aku tidak akan mau dimadu, aku lebih memilih mundur, aku bukan wanita yang haus belaian laki laki, toh sebentar lagi aku akan memiliki anak anak yang lucu, waktuku akan banyak tersita untuk anak anakku." ujar Alisa dengan mengelus sayang perut buncitnya, ada getir yang dia rasa di relung hatinya, lain di hati, lain di mulut yang Alisa ucapkan.

Bagi wanita hamil sepertinya pasti merindukan belaian suami, ada ngidam yang dia inginkan di lakukan oleh suaminya, namun egonya lebih tinggi, dan memilih menghalau rasa rindu dan ngidamnya, tanpa dia tau Rafael pun ikut merasakan ngidam tak kesampaian Alisa itu.

Hampir setiap hari Rafael ingin makan ini dan itu, belum lagi dia mual muntah dan badan terasa lemah, namun tak ada keluarganya yang perduli, karena rasa kecewa mereka terlalu besar kepada Rafael, sungguh Rafael sangat mengenaskan.

"Aww... Awww..." pekik Alisa merasakan mules yang begitu kuat, memang dari semalam dia sudah merasakan mules, namun Alisa memilih diam, dan masih bekerja untuk menghindari pikiran pikiran tegangnya.

"Sa, kamu kenapa? mau lahiran ya? ayo, kita ke IGD." pekik Alina sedikit panik.

"Alisa kenapa?" tanya Wildan ikut panik.

"Kayanya mau lahiran. " sahut Alina.

"Tunggu sebentar, aku cari kursi roda dulu." gegas Wildan mencari kursi roda.

"Ayo." ujar Wilda memapah Alisa naik ke atas kursi roda.

"Terimakasih, Wil." gumam Alisa menahan sakit di pinggang dan perutnya.

"Al, tolong ambilkan tas perlengkapan melahirkan di dalam mobil ku." pinta Alisa.

"Iya, nanti ku ambilkan, sekarang kita ke IGD dulu." sahut Alina.

"Yang, kamu ke resepsionis aja, dan telpon orang tua Alisa." tukas Wilda yang pada akhirnya mereka jadian bahkan mau bertunangan.

"Baiklah." patuh Alina.

Beberapa saat berlalu, dengan penuh perjuangan, Akhirnya Alisa berhasil melahirkan sepasang anak kembar yang sangat tampan dan cantik secara normal.

"Uuuhhh.... Kamu kenapa sangat mirip dengan ayah mu, hmm... Bagaimana bunda bisa melupakannya kalau kaya gini." gumam Alisa.

Sementara di tempat lain, Rafael sangat gelisah, pikirannya tertuju kepada sang istri, apakah istrinya sudah lahiran atau saat ini sedang berjuang untuk melahirkan anaknya.

"Sayang, bagaimana kabarmu, mas merindukan mu, tolong hubungi mas, sayang. Mas ingin menemani hari harimu dan anak kita." gumam Rafael memandang jauh kedepan dengan tatapan kosong dan mata berkaca kaca.

Sungguh berat hari hari yang di lalui oleh Rafael, semenjak kepergian Alisa, apa lagi dia tau saat istrinya pergi sedang mengandung buah hati yang sudah sangat lama dia inginkan

Bersambung.....

Hallo.... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘

Terpopuler

Comments

Mumu Muyanah

Mumu Muyanah

ceritanya bagus sangat menusuk hati ,,

2024-11-10

2

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabat

2024-11-08

0

C2nunik987

C2nunik987

loe kaya raya bnr bnr ga bisa nyari Alisa sewa bodyguard sewa hacker 😂😂😂

2024-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 54
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 63
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 108
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1
2
Bab
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 54
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 63
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 108
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!