Bab 9

"Gimana?" kamu suka sayang, rumahnya baguskan, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, dan di samping lansung ada toko, apa lagi rumah sakit tempat kamu kerja dekat dari sini, jaraknya cuma 10 menit dan kampus kamu jaraknya lebih kurang 15 sampai 20 menit." Terang Pak Rian.

"Aku suka Yah." sahut Alisa yang memang lansung naksir dengan rumah sederhana tersebut, karena ada halaman yang di tumbuhi rumput jepang dan beberapa bunga di depanya, rumah itu terlihat sangat asri dan yang membuat Alisa suka, karena tempat kerja dan juga kampus jaraknya sangat dekat dari rumah.

"Ya sudah, kita temui yang punya rumah." ajak pak Rian kepada istri dan anaknya.

"Gimana pak, apa kalian suka." tanya yang punya rumah penuh harap, karena dia benar benar ingin jual cepat rumah tersebut, karena mau pindah ke kota lain, mengikuti anaknya.

"Klau rumah dan tokonya kami sangat suka, pak. Cuma harganya kan belum tau." kekeh pak Rian.

"Saya lepas 400 juta, klau kalian mau, sebenarnya ini bisa lebih mahal, karena tempatnya sangat strategis, cuma berhubung saya harus menjual secepatnya, saya lepas dengan harga segitu." ucap sang bapak.

"Ngak bisa kurang sedikit lag, pak." tawar Alisa.

"Ini sudah murah neng, apa lagi nanti butuh biaya balik nama, biar bapak sekalian yang urus, neng tinggal beres." ucap sang pemilik rumah.

"Baiklah, klau gitu kami ambil pak, bapak mau bayar tunai, atau transfer?" tanya Alisa.

"Transfer aja neng." ucap si pemilik dengan berbinar, akhirnya rumahnya laku juga, sudah banyak orang yang minat rumah itu, cuma tidak cocok dengan harganya, mentang mentang tau rumah itu di jual cepat, malah minta harga tidak di masuk akal.

"Baiklah pak, saya bayar separoh dulu, sisanya setelah surat surat selesai." sahut Alisa, merogoh hpnya.

"Kapan kalian akan pindah?" tanya su pemilik rumah.

"Secepatnya pak, kami bersihkan rumahnya terlebih dahulu, baru pindah." ucap bu Lastri.

"Rumahnya sudah rapi kok bu, paling tinggal sapu sapu dan pel sedikit, karena debu." ucap si pemilik, memang rumah itu selalu di rawat oleh si pemilik rumah dan bahkan catnya pun masih baru.

Alisa dan ke dua orang tuanya begitu lega, karena sudah mendapatkan rumah yang mereka mau, sementara itu di kota yang berbeda, Rafael berkeliling kota mencari keberadaan sang istri, menyinggahi tempat tempat favorit sang istri, mulai dari taman hingga pantai.

"Kamu dimana sayang, sebegitu marahnya sama mas, hingga kamu tidak ingin melihat mas, mas rindu sayang, pulang lah, mas mohon." desah frustasi Rafael.

"Kemana kamu pergi sayang, tolong kasih tau mas, bagaimana kabar kamu dan calon anak kita." isak Rafael di dalam mobil, sungguh semenjak kehilangan sang istri, Rafael menjadi cengeng, sering menangis, dan suka terlambat makan, bahkan wajah tampan itu sudah tidak terurus lagi, rambut yang dulu selalu tertata rapi, dan jambang yang tidak pernah tumbuh di rahangnya, kini sudah tumbuh memenuhi pipinya, baju yang acak acakan, tidak terlihat lagi klau Rafael adalah seorang direktur, yang ada seperti gembel, dengan sorot mata sayu.

"Mau apa lagi kau ke rumah ini ha.... Belum puas kau menghancurkan hidup cucu saya!" bentak Oma Prita, melihat kedatangan Anita kerumah besarnya itu.

"Oma...." sendu Anita penuh sesal.

"Berhenti sok bersalah Anita, pergilah, dulu saya bisa menerima kamu karena cucu saya menyukai kamu, tapi tidak dengan sekarang! saya tidak suka kamu datang kerumah ini lagi, pergi kamu!" usir sang oma dengan garang menatap tajam Anita.

"Tapi... Saya mencintai Rafael oma, saya memang salah, telah meninggalkan rafael waktu itu, tapi kan saya punya alasan oma, sekarang saya sudah kebali, saya akan menepati janji saya, saya siap menjadi istri Rafael sekarang oma." ucap Anita dengan pedenya.

"Jangan bermimpi di siang bolong kau Anita, jangan jadi murahan, menggatal sama suami orang." sinis oma Prita.

"Tapi Rafael milik saya oma, wanita itu hanya penganti pengganti saja, Rafael tidak mencintai istrinya oma, Rafael hanya mencintai saya." ujar Anita tanpa rasa malu.

"Cih... Pede sekali kau, saat tau kau menghilang di hari pernikahan kalian, apa Rafael terlihat frustasi, apa dia berusaha mencari kau, tidak sama sekali. Justru dia menerima Alisa menjadi istrinya, dan mereka hidup bahagia, lihat lah sekarang, klau Rafael masih mencintai kamu, sudah pasti saat ini Rafael bersama kamu, namun apa yang terjadi, dia justru sedang mencari istri tercintanya, tanpa kenal lelah." cibir sang oma.

Tangan Anita terkepal menahan emosi, ucapan wanit tua itu, sungguh membuat dia emosi, ingin sekali rasanya Anita menyingkirkan wanita tua itu, namun belum saatnya dia lakukan, dia harus mendapatkan Rafael dulu, baru memikirkan cara untuk menyingkirkan si oma yang menyebalkan itu, urusan Alisa dia tidak perlu bersusah susah menyingkirkannya, cukup calon mertuanya saja yang turun tangan, sudah membuat wanita itu keluar dari rumah ini tanpa perlawanan.

"Ma... Kenapa ribut ribut, biarkan saja Anita di sini, toh Alisa juga sudah pergi dari rumah ini." ucap bu Sarah tanpa perasaan.

"Diam kau Sarah, kau pikir saya suka dengan kamu, klau saja saya egois, saya akan menyuruh Raka untuk menikahi gadis pilihan saya waktu itu, yang lebih sepadan dengan kami, bukan wanita kacang lupa kulit seperti kamu." sinis sang oma.

Deg.....

Nyali bu Sarah lansung menciut, baru kali ini mertuanya yang berbicara kasar kepadanya, dia fikir karena sudah menjadi istri Raka, oma tidak berani meninggikan suaranya, dan tidak pernah melarang apa pun urusannya, karena Raka mencintainya dan mertuanya menerima keberadaannya, dan selama ini sang mertuanya itu, tidak pernah menyinggung soal perjodohan sang suami dengan wanita lain di masa lalu, dan itu baru terbongkar sekarang, membuat hati bu Sarah sakit.

"M-maksud mama apa?" gagap bu Sarah.

"Kamu pikir hanya kamu yang menginginkan menantu pilihan untuk anak mu, saya pun sama, saya juga mempunyai kriteria tersendiri untuk anak saya, apa kau pikir aku juga mau mempunyai menantu pelayan cafe, kau pikir kau sederajat dengan kami, kau lupa dari mana asal mu, aku pun sudah menyiapkan menantu idaman ku, berpendidikan tinggi, dan sederajat dengan kami, namun saya tidak egois seperti kau, yang tega menghancurkan kebahagian anaknya, ck. sudahlah terlahir dari keluarga broken home, pendidikan cuma SMA, bisanya hanya foya foya, lagumu terlalu tinggi, tidak sadar diri, di bandingkan dengan cucu menantuku kau bukan apa apa, dia seorang dokter, dan kerjaannya tidak menghabiskan uang suami saja." sinis sang mertua.

Jleb....

Kata kata mertuanya sangat menyakiti hati bu Sarah, namun dia tidak bisa membantah, dan bibirnya serasa kelu, mendengar setiap hinaan dan cacian dari mertuanya itu.

"Sekali lagi kau membela wanita itu, dan juga masih memaksa cucuku menikah dengan wanita itu." tunjuk sang oma kepada Anita "aku pastikan kau angkat kaki dari rumah ini, hidup menggembel lah di luar sana, dan akan ku pastikan juga Raka menikah lagi dengan wanita pilahan saya!" amuk sang oma.

Duar.....

Bagai petir menyambar di siang hari menghantam tubuh bu Sarah, dia tidak menyangka ibu mertuanya bisa setegas dan sekejam itu juga.

"Keluar kau dari rumahku wanita mu rahan! jangan pernah lagi menginjakan kaki kotormu itu di rumah ini!" bentak oma Prita menatap nyalang Anita, membuat nyali Anita menciut, dan pergi dari rumah itu dengan menahan kesal.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

antha mom

antha mom

wooow keren kamu Oma,, mengingatkan Sarah dari mana asal usul nya mana tau dia lupa kan Oma,
menantu Oma (Sarah), punya kriteria calon mantu yg pantas untuk Rafael tapi dia lupa dari mana asal usul nya tapi oma nggak mempermasalah kan itu,,aku suka caramu menegur Sarah Oma 👍👍

2025-03-27

1

Larasati

Larasati

lah kemarin mana untuk membela Alisa semua nya diam tidak ada yg mencegah Alisa pergi sekarang setelah Alisa pergi semua Nya mencari keberadaan nya keluarga aneh

2025-02-06

0

Nurdaidah

Nurdaidah

setelah cucu nenantu pergi. semua bisa bicara. knpa tdk dr awal menantu diusir. dadar novel oon tdk masuk akal

2025-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 54
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 63
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 108
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1
2
Bab
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 54
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 63
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 108
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!