Terungkap

"Dok, sebenarnya apa yang terjadi pada anak saya? Mengapa dia bisa seperti itu?" Tanya Mami Rachel kepada sang dokter yang menangani anaknya.

"Berdasarkan hasil tes, anak ibu tak memiliki masalah apapun. Kondisinya normal. Sampai saat ini kami masih melakukan pengetesan, untuk memastikan semuanya," jelas sang dokter.

Dokter belum bisa memastikan penyakit apa yang diderita Alex saat ini. Dia harus melakukan beberapa tahap pemeriksaan. Penyakit yang diderita Alex, bisa dikatakan sangatlah langka.

Perlahan Alex membuka matanya. Dia terlihat lemas, tak berdaya. Wajahnya terlihat pucat.

"Mi, apa yang terjadi padaku?" Tanya Alex kepada sang mami.

"Kamu mengalami sakit perut yang luar biasa. Sampai akhirnya kamu jatuh pingsan. Apa sekarang perut kamu masih terasa sakit?" Jelas Mami Rachel.

Keesokan harinya, dokter datang memeriksa Alex kembali. Kondisi Alex sudah membaik. Tak ada lagi yang dia rasakan.

"Apa Anda sudah menikah?" Dokter yang menangani Alex bertanya.

"Belum Dok. Memangnya, ada apa? Apa hubungannya dengan penyakit anak saya?" Tanya Mami Rachel dengan wajah penuh tanda tanya.

"Apa yang dialami anak Anda, serupa dengan apa yang terjadi pada wanita yang akan melahirkan pada umumnya. Maka dari itu, saya bertanya kepadanya. Apa pasien sudah menikah? Bisa saja ini terjadi, karena istri pasien akan melahirkan," jelas sang dokter.

Membuat Alex tersentak kaget, sama halnya dengan sang mami yang terlihat bingung dengan maksud ucapan dokter tersebut. Dia begitu terkejut mendengarnya.

Alex tampak menundukkan kepalanya, tak berani menatap sang mami. Terlebih tatapan maminya kini mengarah kepadanya. Seakan sang mami meminta penjelasan dari Alex. Wajah Alex pucat pasi.

"Mami minta penjelasan dari kamu! Pasti kamu tahu, jawaban apa dari pertanyaan dokter kamu tadi. Mami yakin, kalau kamu mencoba menutupinya. Apa wanita itu Alea? Pantas saja dia memaksa ingin segera menikah denganmu. Bilang tak suka. Ternyata di belakang mami, kamu menaruh benih di rahimnya," ucap Mami Rachel ketus.

Dia salah sangka. Dia mengira, kalau wanita yang dokter maksud adalah Alea. Selama ini, dia hanya tahu sang anak dekat dengan Alea. Alex terlihat hanya diam. Nyalinya menciut. Padahal sebelumnya, dia sudah berniat ingin mengungkapnya.

"Mengapa kamu diam? Apa kamu seorang pecundang yang tak berani mengakui kesalahanmu?" Sindir sang mami.

"Bukan Alea. Tapi, wanita lain," jawab Alex sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.

Mata Mami Rachel membulat seketika. Satu tamparan mendarat di wajah sang anak. Dia terlihat begitu marah.

"Siapa wanita itu? Jawab!" Pekik Mami Rachel.

"Aku tak tahu. Malam itu, aku dijebak Alea. Dia menaruh obat perang*sang, agar aku tidur dengannya. Alih-alih ingin terlepas darinya, aku justru terjebak malam panas dengan seorang wanita yang aku tak kenal. Saat itu, kami sama-sama sedang dalam pengaruh obat perang*sang. Saat pagi menjelang, aku langsung pergi meninggalkan dia begitu saja yang saat itu masih tertidur nyenyak. Mungkin, saat ini dia sedang mengandung anakku," jelas Alex kepada maminya.

Mami Rachel memegangi dadanya yang terasa sakit. Dia begitu syok mendengar penuturan anaknya. Dia tak menyangka putra semata wayangnya, akan berbuat seperti itu.

"Maafkan Alex. Andai saja malam itu Alea tak menjebakku. Hal buruk itu tak akan pernah terjadi. Sejak kejadian itu, aku merasa bersalah dengan wanita itu. Aku tak bisa menikahi Alea, aku tak mencintai dia. Mami sudah tahu 'kan sekarang? Betapa liciknya dia," timpal Alex.

"Mungkin, dia lakukan karena tak ingin kehilangan kamu. Lupakan saja, wanita tak jelas itu! Semua itu, tak sepenuhnya kesalahan kamu. Bisa saja dia bukan wanita baik-baik. Makanya, dia seperti itu. Mami ingin, kamu tetap menikah dengan Alea. Lagipula, belum tentu juga wanita itu hamil," ucap Mami Rachel.

Alex terdiam. Sungguh, bukan ini yang dia inginkan. Dia masih berharap, bisa bertemu dengan Bella.

"Bagaimana, jika nanti aku bertemu dengan wanita itu, dan dia meminta pertanggungjawaban dariku karena mengandung anakku? Aku tak bisa meneruskan pernikahan ini. Aku ingin, semuanya jelas dulu. Sampai aku tahu, kalau dia sedang tidak hamil," Alex berkata.

"Iya, tapi sampai kapan? Pernikahan kalian semakin dekat. Kasihan Alea, dia sudah sangat berharap menikah denganmu," Mami Rachel masih saja membela Alea, membuat Alex merasa geram. Sudah jelas-jelas, Alea bukan wanita yang baik.

Kondisi Bella sudah membaik, dokter sudah memperbolehkan dia pulang. Dokter meminta dia untuk tidak terlalu cape. Bukan hal yang mudah, dia melewati masa kehamilan ini. Banyak keluhan yang dia rasa. Namun, dia berusaha melewati semuanya dengan penuh kesabaran.

"Terima kasih Tuhan, akhirnya aku sudah diperbolehkan pulang."

Bella takut, jika dirinya sampai harus di rawat. Bisa-bisa uang tabungannya akan terkuras, untuk biaya rawatnya. Padahal, dia sedang mengumpulkan pundi-pundi uang untuk biaya persalinannya. Kemungkinan besar, dia akan melahirkan secara sesar. Mengingat dirinya saat ini sedang hamil anak kembar. Dia khawatir, tak sanggup melahirkan secara normal.

"Kalian harus kuat, Sayang! Mommy, masih membutuhkan banyak uang untuk biaya persalinan. Semoga, hal ini tak akan terjadi lagi. Mommy menyayangi kalian berdua," Bella berkata kepada anak dalam kandungannya.

Hari demi hari Bella lalui. Perutnya semakin membesar. Usia kandungan dia sudah menginjak delapan bulan. Sesuai perhitungan dokter, bulan depan dia akan melahirkan. Dia akan mulai melakukan persiapan membeli semua perlengkapan kembar.

Dia tampak sedang mengusap perutnya dengan penuh kelembutan. Dia terlihat melamun, menatap bintang-bintang. Semenjak maminya meninggal, kehidupannya berubah. Dia merasa seperti hidup sendiri. Papinya tak pernah peduli padanya.

Dia bertekad akan merebut apa yang menjadi miliknya. Boleh saja saat ini dia lemah tak bisa melakukan apapun. Tapi dia pastikan, suatu saat dia bisa melakukannya. Saat ini, dia hanya ingin fokus pada persalinannya.

Di tempat berbeda, Alex terlihat gelisah. Sejak tadi dia berpikir untuk mencari cara membatalkan pernikahannya dengan Alea. Pernikahannya dengan Alea hanya menghitung hari saja. Namun, dia tak menginginkan pernikahan ini. Berkali-kali Alex mencoba bicara pada maminya. Tetapi sang mami, masih saja bersikeras dengan keputusannya.

"Ya Tuhan, aku mohon bantulah aku! Aku tak menginginkan pernikahan ini. Bantulah aku untuk bisa terlepas dari Alea. Pertemukan aku dengan wanita itu!"

Dia berharap, Tuhan akan mengabulkan permintaannya. Doanya terkabul. Keesokan harinya, dia terlihat begitu marah. Rahangnya terlihat mengeras, dan wajahnya memerah.

"Dasar wanita jala*ng! Ini kesempatan untukku membongkar kebusukan kamu. Bahkan Tuhan tak mendukung aku denganmu," ucap Alex. Dia terlihat mengepalkan tangannya.

Alex hendak berbicara dengan maminya. Bukti perselingkuhan Alea terbongkar. Terlihat jelas, kalau Alea berselingkuh dengan pria lain. Alex baru saja mendapatkan foto mesra Alea dengan seorang laki-laki di sebuah Mall.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!