MAT 13 Perubahan Sikap Kenan

Menjaga Amanah Terakhir (13)

Sudah lima hari Kenan dan Laras ada di pulau Dewata. Tinggal dua hari yang tersisa. Karena rencana mereka memang honeymoon selama satu Minggu disana.

" Sayang, kita akan pulang hari ini," ucap Kenan tiba-tiba dengan wajah tegang.

" Kan masih dua hari lagi. Kenapa malah pulang lebih cepat?," ada perasaan tak rela di hati Laras.

" Ada masalah di hotel dan keberadaanku disana sangat di butuhkan saat ini," jawab Kenan.

Laras hanya mendengus. Sekalipun ia tahu laki-laki yang kini berstatus suaminya itu punya tanggung jawab besar tas hotel miliknya, namun tetap saja. Meninggalkan liburan yang sangat ia harapkan sangat menyebalkan.

" Aku ganti dengan uang ya. Kamu bisa jalan-jalan ke mall atau kemanapun di sana nanti," bujuk Kenan. Ia merasa bersalah karena harus mempersingkat agenda mereka.

Mendengar bujukan Kenan, Laras langsung tersenyum.

" Ok," jawabnya.

Moodnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat.

Kenan sempat tertegun. Laras ternyata sangat begitu mudah di bujuk dengan uang. Sementara Anin justru sering menolak pemberiannya yang ingin mengganti semua kelalaiannya dan ketidakadilan sikapnya dengan uang.

Singkat kata, Kenan dan Laras sudah kembali ke ibu kota. Kenan langsung sibuk dengan masalah yang ada di hotel.

Sementara Laras, keesokan harinya setelah sampai ia mulai shoping di temani dua sahabatnya.

" Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi," pinta Kenan pada Samudera yang sudah ada di ruangannya.

" Berita Bun*h d1ri di salah satu kamar membuat banyak pengunjung mempersingkat rencana menginap mereka. Bahkan banyak juga yang membatalkan untuk menginap di hotel. Padahal mereka sudah membooking jauh-jauh hari,"

" Apa kasusnya belum selesai?," tanya Kenan Frustasi.

" Sebenarnya, sudah. Hanya saja efeknya ini sepertinya tidak akan berhenti begitu saja. Karena banyak rumor yang entah berawal dari mana yang mengatakan ada yang melihat sosok satu keluarga itu berkeliaran.

Padahal, di Cctv tidak tertangkap apapun yang aneh setelah kami selidiki,"

" Memang yang begitu akan selalu tertangkap kamera?," gumam Kenan

Samudera yang di tanya hanya menggaruk alisnya. Baru sadar jika bisa saja semua itu akan luput dari kamera CCTV. Entahlah, siapa yang bisa mengertilah masalah yang ghaib begini.

" Kita harus segera mencari jalan keluarnya," Kenan memijit pelipisnya.

" Ya, kami sedang berusaha,"

" Aku tidak ingin hotel ini bangkrut karena tidak ada yang mau menginap disini" tegas Kenan.

Baru beberapa hari terjadi, tapi sudah membuat keadaan hotelnya goyah.

Saat larut, Kenan langsung pulang ke rumah yang ditempati Anin.

Seperti janjinya, hari Minggu pertama ia akan tinggal di tempat istri pertamanya.

Ceklek

Pintu langsung terbuka saat Kenan baru keluar dari mobil miliknya.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan Anin masih terjaga.

" Assalamu'alaikum,"

" wa'alaikumsalam." Anin mencium tangan Kenan dengan takzim dan mengambil alih tas kerja milik suaminya.

" Kamu belum tidur,An?," tanya Kenan saat melihat Anin.

" Anin barusan akan mengambil minum saat mendengar mobil mas masuk," jawab Anin tidak sepenuhnya berbohong.

Walaupun kenyataannya, ia bukan terbangun karena haus melainkan sengaja menunggu suaminya yang ia ketahui akan pulang ke tempatnya dan saat mobil Kenan masuk ke halaman, Anin sedang mengambil air minum.

" Mau Anin buatkan minum?,"

" Tolong teh jahe saja ya. Bawa ke kamar," pinta Kenan.

Ia merasa sangat lelah. Fisiknya bahkan pikirannya.

Anin mengangguk. Mereka pun berpisah di tangga menuju ke lantai atas karena Anin berbelok ke arah dapur.

Kenan langsung membersihkan tubuhnya. Anin yang membawa minum pesanan suaminya dan menyadari suaminya sedang membersihkan diri, langsung menyiapkan pakaian untuk Kenan.

Pakaian baru ia letakkan di atas kasur saat pintu kamar mandi terbuka..

" Mau kemana?," tanya Kenan yang sebenarnya tahu apa yang akan dilakukan istrinya.

Anin selalu keluar kamar saat ia memakai pakaiannya di dalam kamar.

" Anin akan menunggu mas diluar sampai mas selesai berpakaian," jawab Anin yang sebelumnya cukup heran dengan pertanyaan Kenan. Bukankah Kenan seharusnya tahu apa yang akan ia lakukan?

" Sudah malam. Istirahatlah. Aku tidak masalah kamu ada di kamar ini saat aku berpakaian,"

Anin mengerutkan keningnya. Ia sebenarnya heran dengan permintaan Kenan. Karena sebelumnya Kenan sendiri yang meminta Anin untuk menunggu di luar saat ia berpakaian.

" Ah, maaf atas sikapku selama ini. Mulai saat ini, tetaplah berada di kamar ini apapun yang aku lakukan. Aku sudah berjanji untuk adil pada kamu dan Laras," Kenan sadar jika Anin sedang bingung atas sikapnya yang tiba-tiba.

Anin pun mengangguk. Ia kini paham maksud dari permintaan suaminya.

Anin pun naik ke atas ranjang dan tidur dalam posisi miring membelakangi Kenan.

Kenan langsung meminum teh jahe buatan Anin. Setelahnya, ia langsung merebahkan tubuhnya di samping Anin.

Kini, keduanya tidur saling berhadapan. Biasanya Anin tidur menghadap ke kamar mandi karena jika menghadap ke arah pintu kamar, ia akan berhadapan dengan Kenan. Namun, karena tadi ia menghindari Kenan yang sedang berpakaian, jadilah ia menghadap pintu masuk.

Tangan Kenan mengusap pipi Anin yang ia rasa sudah terlelap.

" Maaf," ucapnya pelan.

Ia selalu di hantui rasa bersalah. Apalagi akhir-akhir ini almarhumah ibunya selalu datang ke mimpinya dengan menangis.

Rasanya Kenan merasa sesak saat melihat ibunya menangis. Sang ibu hanya diam saat bertanya alasannya menangis. Namun, di mimpi terakhir, ibunya menunjukkan sebuah foto dimana itu adalah foto pernikahannya dengan Laras.

Kini, ia sadar bahwa ibunya menangis karena ia telah menyakiti wanita pilihannya.

Perlahan, Kenan memasukkan lengannya di leher Anin sehingga Anin tidur dengan berbantalkan lengan Kenan. Lalu, Kenan menarik perlahan tubuh Anin ke dalam dekapannya.

Hangat. Nyaman. Ia merasa tenang saat berada dekat dengan Anin tanpa jarak. Namun, merasa sesak bersamaan. Bagaimana ia bisa melukai hati wanita sebaik Anin. Yang bahkan merelakan ia menikahi wanita lain.

" Maaf, telah menyakitimu terlalu dalam. Aku baru sadar jika aku tidak bisa melihatmu di damba laki-laki lain. Kamu milikku. Aku akan mempertahankanmu bagaimana pun caranya.

Maaf, telat menyadari perasaan ini. Jika benar apa yang aku rasakan adalah cinta, ku harap cinta ini tidak datang terlambat. Maaf kalau serakah karena aku mempertahankan kalian berdua," bisik Kenan di sertai kecupan di kepala Anin yang kini posisinya ada tepat di dadanya.

Rasa bersalah pada sang ibu tak bisa membuatnya serta merta berpisah dengan Laras. Ia sudah membuat keputusan. Pernikahan pun bukanlah mainan.

Karena itu, selama tidak ada hal yang membuat ia harus melepaskan Laras, ia akan mempertahankan Laras. Sementara Anin, baginya tidak ada pikiran melepaskan apapun yang terjadi.

"Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Kenan langsung terlelap mengikuti Anin.

Beberapa jam kemudian, Anin terbangun karena mendengar isakan tangis dan juga merasakan hembusan nafas yang sangat panas di atas kepalanya.

Deg

Anin terkejut saat kini posisinya ada di dalam dekapan Kenan.

"Maafkan aku, Bu. Maaf ..." lirih Kenan menangis dalam tidurnya.

Ucapan Kenan membuat Anin sadar kembali atas keterkejutannya.

" Mas, bangun!!. Mas, Bangun!!," Anin menggoyangkan tubuh Kenan setelah sedikit menjaga jarak dengan suaminya hingga pelukan tangan Kenan terlepas.

" Panas," Anin terkejut saat merasakan suhu tubuh suaminya begitu panas.

TBC

...####################...

Oh ya, author ingin mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim

Mohon maaf lahir dan batin

Terpopuler

Comments

Beatrys Abbas

Beatrys Abbas

pisahkan mereka dgn baik2..buat kinan merasa sakit yg dlm

2024-11-02

0

Ketawang

Ketawang

Lelaki yg berpoligami emang lelaki yg serakah...
bguslah klo kamu sadar diri kenan😠

2024-08-09

2

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

Km menyesal menyakiti Anin dan Ibumu Ken g pernah di sakiti dan terluka terlalu dalam jd enak2 aja menyakiti hati Anin dan ibumu

2024-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 MAT 1 Orang Ketiga Itu Aku
2 MAT 2 Rencana Menikah
3 MAT 3 Sudah Sah Menikah
4 MAT 4 Mempersiapkan Resepsi
5 MAT 5 Bersikap Adil
6 MAT 6 Memberi Sesuatu Yang Sama
7 MAT 7 Pembagian Hari
8 MAT 8 Ambisi Laras
9 MAT 9 Terlanjur Kecewa
10 MAT 10 Cemburu
11 MAT 11 Dulu dan Sekarang
12 MAT 12 Misi Masing-masing
13 MAT 13 Perubahan Sikap Kenan
14 MAT 14 Perubahan Sikap Kenan (2)
15 MAT 15 Menjalani Pernikahan Sebagaimana Mestinya
16 MAT 16 Permintaan Anin
17 MAT 17 Kecurigaan Kenan
18 Mohon Dukungannya
19 MAT 18 Pengkhianatan
20 MAT 19 Istikharah Cinta
21 MAT 20 Yang Kita Butuhkan atau Inginkan?
22 MAT 21 Kamar Spesial Untuk Malam Spesial
23 MAT 22 Rencana Mengejutkan
24 MAT 23 Botol Obat
25 Give Away
26 MAT 24 Masih Mencintainya
27 MAT 25 Ziarah
28 MAT 26 Menyesal
29 MAT 27 Tidak Tertarik
30 MAT 28 Dua Cincin
31 MAT 29 Mulai Terkuak
32 MAT 30 Keputusan Laras
33 MAT 31 Istri Ketiga
34 MAT 32 Hasil Pemeriksaan
35 MAT 33 Kedatangan Sahabat (1)
36 MAT 34 Kedatangan Sahabat (2)
37 MAT 35 Makan Siang Di Hotel
38 MAT 36 Baru Dugaan
39 MAT 37 Balas Dendam
40 MAT 38 Pertemuan Tidak Terduga
41 MAT 39 Punya Rencana Buruk
42 MAT 40 Memberi Hukuman
43 MAT 41 Kecelakaan
44 MAT 42 Rekaman
45 MAT 43 Amnesia?
46 MAT 44 Pengkhianat Yang Dikhianati
47 MAT 45 Keadaan Yang Buruk
48 MAT 46 Mencari Solusi
49 MAT 47 Pengacara Untuk Laras
50 Mat 48 Foto Di Dinding
51 MAT 49 Mirip Mantan Sekretaris
52 MAT 50 Pertemuan Ayah dan Anak
53 MAT 51 Pengorbanan dan Tanggung jawab
54 MAT 52 Dua Bumil
55 MAT 53 Bertemu Kembali
56 MAT 54 Hadiah dari Ayah (Revisi)
57 MAT 55 Foto Keluarga (Revisi)
58 MAT 56 Meminta Bantuan (Revisi)
59 MAT 57 Akan Melahirkan (Revisi)
60 MAT 58 Mundur Dari Kesepakatan (Revisi)
61 MAT 59 Penggelapan Uang (Revisi)
62 MAT 60 Keanehan Sesil ( Revisi)
63 MAT 61 Bahaya ( Revisi)
64 MAT 62 Manipulatif
65 MAT 63 Diculik
66 MAT 64 Titik Lokasi
67 MAT 65 Bekerja Sama
68 MAT 66 Tertangkap
69 MAT 67 Bertanggung jawab
70 MAT 68 Kebenarannya
71 MAT 69 Pantas Mendapatkan Hukuman
72 MAT 70 Mau Adik Kembar
73 MAT 71 Meminta Maaf Dengan Benar
74 MAT 72 Bertemu
75 MAT 73 Sudah Berubah
76 MAT 74 Melamar Mantan Napi
77 MAT 75 Seperti Ayah
78 MAT 76 Kecewa
79 MAT 77 Calon Menantu
80 MAT 78 Ingin Mandiri
81 MAT 79 Perpisahan Kembali
82 MAT 80 Menjaga Amanat Terakhir ( The End)
83 Give Away
Episodes

Updated 83 Episodes

1
MAT 1 Orang Ketiga Itu Aku
2
MAT 2 Rencana Menikah
3
MAT 3 Sudah Sah Menikah
4
MAT 4 Mempersiapkan Resepsi
5
MAT 5 Bersikap Adil
6
MAT 6 Memberi Sesuatu Yang Sama
7
MAT 7 Pembagian Hari
8
MAT 8 Ambisi Laras
9
MAT 9 Terlanjur Kecewa
10
MAT 10 Cemburu
11
MAT 11 Dulu dan Sekarang
12
MAT 12 Misi Masing-masing
13
MAT 13 Perubahan Sikap Kenan
14
MAT 14 Perubahan Sikap Kenan (2)
15
MAT 15 Menjalani Pernikahan Sebagaimana Mestinya
16
MAT 16 Permintaan Anin
17
MAT 17 Kecurigaan Kenan
18
Mohon Dukungannya
19
MAT 18 Pengkhianatan
20
MAT 19 Istikharah Cinta
21
MAT 20 Yang Kita Butuhkan atau Inginkan?
22
MAT 21 Kamar Spesial Untuk Malam Spesial
23
MAT 22 Rencana Mengejutkan
24
MAT 23 Botol Obat
25
Give Away
26
MAT 24 Masih Mencintainya
27
MAT 25 Ziarah
28
MAT 26 Menyesal
29
MAT 27 Tidak Tertarik
30
MAT 28 Dua Cincin
31
MAT 29 Mulai Terkuak
32
MAT 30 Keputusan Laras
33
MAT 31 Istri Ketiga
34
MAT 32 Hasil Pemeriksaan
35
MAT 33 Kedatangan Sahabat (1)
36
MAT 34 Kedatangan Sahabat (2)
37
MAT 35 Makan Siang Di Hotel
38
MAT 36 Baru Dugaan
39
MAT 37 Balas Dendam
40
MAT 38 Pertemuan Tidak Terduga
41
MAT 39 Punya Rencana Buruk
42
MAT 40 Memberi Hukuman
43
MAT 41 Kecelakaan
44
MAT 42 Rekaman
45
MAT 43 Amnesia?
46
MAT 44 Pengkhianat Yang Dikhianati
47
MAT 45 Keadaan Yang Buruk
48
MAT 46 Mencari Solusi
49
MAT 47 Pengacara Untuk Laras
50
Mat 48 Foto Di Dinding
51
MAT 49 Mirip Mantan Sekretaris
52
MAT 50 Pertemuan Ayah dan Anak
53
MAT 51 Pengorbanan dan Tanggung jawab
54
MAT 52 Dua Bumil
55
MAT 53 Bertemu Kembali
56
MAT 54 Hadiah dari Ayah (Revisi)
57
MAT 55 Foto Keluarga (Revisi)
58
MAT 56 Meminta Bantuan (Revisi)
59
MAT 57 Akan Melahirkan (Revisi)
60
MAT 58 Mundur Dari Kesepakatan (Revisi)
61
MAT 59 Penggelapan Uang (Revisi)
62
MAT 60 Keanehan Sesil ( Revisi)
63
MAT 61 Bahaya ( Revisi)
64
MAT 62 Manipulatif
65
MAT 63 Diculik
66
MAT 64 Titik Lokasi
67
MAT 65 Bekerja Sama
68
MAT 66 Tertangkap
69
MAT 67 Bertanggung jawab
70
MAT 68 Kebenarannya
71
MAT 69 Pantas Mendapatkan Hukuman
72
MAT 70 Mau Adik Kembar
73
MAT 71 Meminta Maaf Dengan Benar
74
MAT 72 Bertemu
75
MAT 73 Sudah Berubah
76
MAT 74 Melamar Mantan Napi
77
MAT 75 Seperti Ayah
78
MAT 76 Kecewa
79
MAT 77 Calon Menantu
80
MAT 78 Ingin Mandiri
81
MAT 79 Perpisahan Kembali
82
MAT 80 Menjaga Amanat Terakhir ( The End)
83
Give Away

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!