Part 13 ~ Kisah kita adalah skenario Tuhan

"Andi ngga bawa mobil?" tanya Pras ketika waktu telah bergulir ke senja, berjalan berdua menikmati indahnya lanud di sore hari. Rasanya itu serrr---serrr di hati, entah kalo Dina, apakah gadis itu merasakan hal yang sama dengan Pras atau tidak.

Dina menggeleng, "tadi ke cafe dijemput Zee sama Cle." langkah Dina cukup santai hingga dapat menendang-nendang udara dan beberapa batu kerikil yang beberapanya berserakan di jalanan beraspal lanud, "kesini pun diculik mereka." cibirnya setengah mendumel, Prasasti terkekeh, "jadi harus diculik dulu baru mau datang ke kantor?"

Dina mengangguk jujur.

"Ambil hikmahnya aja, jadi ditraktir es jeruk sama mie instan kan?" sahut Pras yang mendapatkan delikan sinis dari si andi manis ini sepaket tonjokan pelannya di bahu, seragam yang mengetat di bagian otot lengan dan badan tak serta merta membuat Dina terpukau. Ia sudah sering bertemu dengan pria berbadan sixpack dan survei membuktikan kesemuanya cukup breng sek.

Angin yang mulai bertiup kencang, mengibaskan bendera negri begitu kencang hingga bersuara mengepak di sisa cahaya mentari bersama langit biru berhiaskan kumpulan awan putih yang tersisa, "lusa----" ucap Dina ragu, namun Pras paham apa yang akan disampaikan Dina meski hanya melihat dari gelagat serba salah Dina, "abang paham kalo andi tak bisa. Ngga apa-apa, biar nanti abang ijinkan sama keluarga. Mereka pasti mengerti."

Dina mengangguk, "maaf. Dina harus ngurusin dulu urusan kampus, harusnya hari ini Dina sudah berada di Singa putih..next, kalo om pulang, Dina ikut." Dina berujar sendu. Untuk kesekian kalinya ia harus mengundurkan diri dari kampus dan pindah ke universitas dalam negri, atas kesepakatan semuanya termasuk dirinya.

Pras menggeleng, kini ia yang merasa tak enak hati pada Dina, karenanya kini Dina harus mengubur impiannya menjadi sarjana lulusan luar negri, kuliahnya di singa putih terpaksa terhenti dan pindah ke dalam negri, "abang yang minta maaf. Karena tindakan abang ini yang bikin kamu harus pindah kampus. Mengubur semua impian kamu untuk menjadi sarjana di LN. Iya, next setelah statusmu berubah jadi mantu bapak sama ibu."

Langkah mereka terhenti di depan lapang, lapang yang sama saat Dina mengambil foto, hanya saja tempat mereka berdiri sekarang berada di sayap kanan dari lapang, dimana sebuah replika jet tempur loreng biru menjadi tugu tersendiri yang menghiasi lapang sebagai ciri khas angkatan militer disini.

"Abang antar andi pulang, tapi pakai motor, kalo gitu mau tunggu disini atau ikut ke asrama?"

"Ikut."

Mereka berbalik menuju asrama tempat dimana Pras tinggal.

"Woy bang !" sapa beberapa perwira rekan bertugas Prasasti dengan senyuman geli mereka melihat kini Prasasti sudah tak lagi berjalan sendirian.

"Ndan!"

"Bang Pras?" seorang prajurit wanita menyapa langkah keduanya dengan wajah sumringahnya.

"Ri," angguk Pras.

Dina melihat keduanya bergantian, terlebih gerakan so manis itu...ahhh! Gerakan pamungkas wanita jika sedang tersipu malu, senyuman Pras dan wanita yang disapa 'Ri' itu berbeda dari senyum sapa pada umumnya, oke lelaki sama saja!

"Pulang bang?"

Berangkat....gitu aja pake nanya, Dina memutar bola matanya, jadi cewek naif bener!

"Iya. Risa baru pulang juga? Kalau gitu saya duluan..." balasnya pamit, Pras meng'ayokan pada Dina untuk melanjutkan langkah.

"Iya, silahkan bang."

"Pacar?" tembak Dina saat keduanya telah berlalu, "atau cem-ceman om?"

Pras hanya mendengus geli, "kalau pacar, saat ini mungkin saya sudah melamar dia, bukan andi...." jawabnya, "andi ngga usah cemburu."

Dina memasang tampang gelinya sambil menggeleng, "engga gitu. Dina cuma nanya doang...soalnya senyumannya itu beda, pernah suka?" tembaknya lagi bertanya, tak taukah Dina jika pertanyaannya itu sedikit mengusik jiwa lelakinya.

Namun Pras berusaha tenang saja menanggapinya ingin tau reaksi Dina, "dulu. Sempat dekat...tapi karena dulu saya keburu nugas di timur negri dianya keburu diambil orang."

Dina berohria, seolah mengobok-obok urusan privasi masa lalu Pras itu menarik untuknya, "sayang banget. Kenapa ngga gercep? Jadinya keburu diserempet orang," tanya Dina kepo terkesan seperti sebuah keluhan, membuat Pras sontak menoleh padanya horor tak habis pikir dengan pernyataan Dina barusan yang terkesan mendorong-dorongnya untuk kembali pada pelukan Risa, cih dasar bocil ngga ada akhlak! Ngga ada cemburu-cemburunya!

"Kepo. Bocil ngga boleh tau, pamali..." tunjuknya penuh emosi jiwa di kening Dina seketika memancing mulut manyun dari Dina.

Lagian kalaupun nantinya saya gercep dapetin Risa, terus kisah kita ngga akan jadi skenario Allah, cil !

"Enak aja, gini-gini Dina udah pengalaman dalam urusan cinta..." sengaknya tak mau kalah.

"Oh ya? Pengalaman disakitin maksudnya?" tawa renyah Pras, niat hati usil saja namun rupanya selorohan itu terlalu bar-bar untuk hati Dina yang sedang sensitif, "jahat ih...ya udah sii kalo ngga boleh tau, tapi ngga usah ngehina juga kaleee...."

Kan, jadinya inget lagi sama masalah lalu! Dina menghentak kaki dan melangkah cepat meninggalkan Pras dengan wajah keruhnya.

"Salah lagi, ck!" decak Pras menggumam di tempatnya, wanita memang sulit dimengerti apalagi bocil, ia menggeleng, "andiii! Andi maniisss!" kejarnya.

"Oke, sorry ndii! Maafin abang..."

"Dasar om-om reseee ih! Nyebelin banget astagaaa!" gerutunya justru duluan melangkah menuju asrama Pras meninggalkan si empunya rumah.

Dina melakukan zoom meeting bersama pihak kampus, sempat ia kena marah dan amukan dekan. Namun akhirnya dengan uang pula ia dapat memperoleh surat kepindahan meskipun ia harus mengambilnya langsung ke kampus bersama sisa barang dari kost'an.

Jemari lentiknya menscroll tabel harga dan tiket perjalanan maskapai penerbangan menuju negri singa putih. Malam ini juga ia berangkat menuju negri kecil namun maju itu, negri dimana dulunya merupakan pelabuhan tempat transitnya berbagai pedagang dari negri lain.

Sementara Pras pulang kampung demi memberitahukan kabar pernikahan keduanya, Dina akan terbang mengurus pendidikannya.

Seharian tanpa melihat wajah cantik Dina yang terkadang memasang wajah usil dan keruh manyun, membuat Pras dilanda resah.

"Maaf bu, Pras ndak bisa lama-lama, karena cuma cuti hari ini saja demi bisa memberitahu kabar..."

Senyum lebar yang membuat kulitnya melipat-lipat dan mengkerut itu begitu hangat sampai ke hati, "ndak apa-apa le, lalu bagaimana teknisnya nanti?"

"Mas, calon bojomu kok ngga ikut tah?" tanya seorang gadis SMA, dialah Pratiwi, adik dari Prasasti.

"Dia harus urus kepindahannya dulu ke tanah air...." jawabnya.

"Loh, emangnya calonmu bule to mas?"

Pras menggeleng, "orang lokal, hanya saja kuliah di luar negri...."

Bapak bergabung seraya membawa segelas kopi pahitnya, mendengar kata luar negri yang terbayang oleh bapak adalah siapa calon dan keluarga calon istri putranya itu.

"Anak orang kaya to, le?"

Pras diam sejenak, ada rasa ketidakpercayaan di dirinya, namun ia mengangguk mantap demi mengiyakan, "insya Allah keluarganya baik pak."

Ada lengu han berat saat bapak menyesap lintingan bakau miliknya, "katakan kondisi kita yang sebenarnya pada mereka, jangan sampai nanti mereka menyesal memilihmu..."

Pras menggeleng, "insyaAllah pak, insyaAllah..."

"Orang mana cah wedok, le?" tanya ibu lagi.

"Angin mamiri, bu."

Seketika bapak tersedak kopinya, "gundulmu!" umpatnya.

"Kenapa to pak?!" Pratiwi ikut terkejut.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lalisa

Lalisa

namanya juga bocil om 🤣🤣🤣

2024-11-14

1

Humay Uum

Humay Uum

klu udh ketemu cel,Zen SMA Dina SMA iyang ancuur kesatuan militeeer🤣🤣🤣🤣

2024-07-04

2

Riezca Juri

Riezca Juri

somplak dari awal baca,smpe bab ini ngajak aja🤣🤣🤣💌🤦

2024-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1~ Milk Bun Rasa Thai tea
2 Part 2 ~ Gagal move on
3 Part 3 ~ Bartender untukmu
4 Part 4 ~ Ngga kenal
5 Part 5~ Titip Separuh hati
6 Part 6 ~ Hati yang terluka
7 Part 7 ~ Keputusan besar
8 Part 8 ~ Terkejut-kejut
9 Part 9 ~ Masa lalu vs masa depan
10 Part 10 ~ Drama Cinderella ngambek
11 Part 11 ~ Sebentar cinta sebentar kesal
12 Part 12 ~ Meyakinkan hati
13 Part 13 ~ Kisah kita adalah skenario Tuhan
14 Part 14 ~ Bunga puteku (Bunga putihku)
15 Part 15 ~ Soto susu
16 Part 16 ~ Touching
17 Part 17 ~ Beban dunia akhirat
18 Part 18 ~ Pemanasan
19 Part 19~ 'Meramaikan'
20 Part 20 ~ Bukti Cinta Prasasti
21 Part 21 ~ Menyadarkan jiwa yang telah lelah
22 Part 22~ A lot of change
23 Part 23~ Benih-benih bersemi
24 Part 24 ~ See you again
25 Part 25 ~ Hey hati, apa kamu baik-baik saja?
26 Part 26 ~ Kasmaran
27 Part 27~ Kasmaran 2
28 Part 28 ~ Proyek Cahaya Senja
29 Part 29 ~ Rendrayasa Jennar
30 Part 30 ~ Menyayangi dengan caranya
31 Part 31 ~ Perwira sayang istri
32 Part 32 ~ Bittersweet 1
33 Part 33 ~ Kesetiaan sampai akhir (bittersweet 2)
34 Part 34 ~ Getirnya hidup (Bittersweet 3)
35 Part 35 ~ Rayuan maut
36 Part 36~ Candu
37 Part 37~ Judul kisah kita
38 Part 38 ~ Takut Hamil
39 Part 39~ Teror
40 Part 40~ Saksi kunci
41 Part 41 ~ Cahaya yang menuntunku untuk pulang
42 Part 42~ Snow White
43 Part 43~ Membaik
44 Part 44~ Bertemu
45 Part 45~ More than anything
46 Part 46~ Melanglangbuana bersamamu
47 Part 47 ~ Kerja bakti
48 Part 48~ Menghemat pasokan minyak bumi
49 Part 49~ Surprise
50 Part 50 ~ Lebih menyeramkan
51 Part 51~ Penampakan
52 Part 52 ~ Si Jahil
53 Part 53~ Sensitif
54 Part 54~ Sekarang, esok dan seterusnya
55 Beda jalur otak
56 Part 56~ Show the world
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Part 1~ Milk Bun Rasa Thai tea
2
Part 2 ~ Gagal move on
3
Part 3 ~ Bartender untukmu
4
Part 4 ~ Ngga kenal
5
Part 5~ Titip Separuh hati
6
Part 6 ~ Hati yang terluka
7
Part 7 ~ Keputusan besar
8
Part 8 ~ Terkejut-kejut
9
Part 9 ~ Masa lalu vs masa depan
10
Part 10 ~ Drama Cinderella ngambek
11
Part 11 ~ Sebentar cinta sebentar kesal
12
Part 12 ~ Meyakinkan hati
13
Part 13 ~ Kisah kita adalah skenario Tuhan
14
Part 14 ~ Bunga puteku (Bunga putihku)
15
Part 15 ~ Soto susu
16
Part 16 ~ Touching
17
Part 17 ~ Beban dunia akhirat
18
Part 18 ~ Pemanasan
19
Part 19~ 'Meramaikan'
20
Part 20 ~ Bukti Cinta Prasasti
21
Part 21 ~ Menyadarkan jiwa yang telah lelah
22
Part 22~ A lot of change
23
Part 23~ Benih-benih bersemi
24
Part 24 ~ See you again
25
Part 25 ~ Hey hati, apa kamu baik-baik saja?
26
Part 26 ~ Kasmaran
27
Part 27~ Kasmaran 2
28
Part 28 ~ Proyek Cahaya Senja
29
Part 29 ~ Rendrayasa Jennar
30
Part 30 ~ Menyayangi dengan caranya
31
Part 31 ~ Perwira sayang istri
32
Part 32 ~ Bittersweet 1
33
Part 33 ~ Kesetiaan sampai akhir (bittersweet 2)
34
Part 34 ~ Getirnya hidup (Bittersweet 3)
35
Part 35 ~ Rayuan maut
36
Part 36~ Candu
37
Part 37~ Judul kisah kita
38
Part 38 ~ Takut Hamil
39
Part 39~ Teror
40
Part 40~ Saksi kunci
41
Part 41 ~ Cahaya yang menuntunku untuk pulang
42
Part 42~ Snow White
43
Part 43~ Membaik
44
Part 44~ Bertemu
45
Part 45~ More than anything
46
Part 46~ Melanglangbuana bersamamu
47
Part 47 ~ Kerja bakti
48
Part 48~ Menghemat pasokan minyak bumi
49
Part 49~ Surprise
50
Part 50 ~ Lebih menyeramkan
51
Part 51~ Penampakan
52
Part 52 ~ Si Jahil
53
Part 53~ Sensitif
54
Part 54~ Sekarang, esok dan seterusnya
55
Beda jalur otak
56
Part 56~ Show the world

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!