Bab 17

"Zahra.... Zahra...". Teriak William keluar dari kamar yang selama ini istrinya tempati. Disana sudah tidak terdapat jejak Zahra sama sekali, jangankan jejak bahkan bau nya sudah tak ada.

William kelimpungan mencari adanya Zahra, semenjak kejadia malam itu memang William tak lagi melihatnya.

Mbok Darmi terpogoh-pogoh mendatangi tuannya yang sedari berteriak memanggil nama seseorang.

"Tuan ada apa ? Siapa yang anda cari ?". Tanya mbok Darmi mengatur nafas. Ternyata bukan hanya mbok Darmi, tapi pekerja yang lainnya mengekori dibelakang.

"Apa diantara kalian ada yang melihat istri saya ?". Tanya nya dengan mata memerah.

Mbok Darmi dan yang lainnya hanya terdiam, mereka tak tau harus menjawab apa. Pertanyaan bermunculan dikepalanya masing-masing.

'sejak kapan tuan menikah ?'.

'dimana istrinya'.

'seperti apa wajah istrinya'.

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain seakan mencari jawaban sendiri.

Heran ? Itulah yang dirasakan oleh para pembantu dirumah itu, setelah diberi libur beberapa hari dan kembali lagi kerumah itu karena suruhan tuannya sendiri, belum pernah mereka melihat seperti apa wajah istri tuannya bahkan foto pernikahan tak ada terpajang dirumah ini.

"Ka-kami tidak tahu tuan". Ucap mbok Darmi mewakili yang lain.

"BAGAIMANA KALIAN TIDA TAHU HAAA!!!. BAHKAN KALIAN TINGGAL SERUMAH KENAPA KALIAN TIDAK TAHU DIMANA ISTRIKU". teriaknya dengan tangan mengepal kuat.

Para pembantu dirumah itu merasa ketakutan, baru kali ini melihat tuannya marah bahkan berteriak. Selama bekerja di kediaman William memang laki-laki tampan itu tak pernah memarahi mereka.

"Ta-tapi kami betul tidak tahu tuan, bahkan kami belum pernah melihat wajah istri tuan William". William menarik rambutnya frustasi, entah kemana istrinya pergi kali ini.

"Siapa yang menempati kamar yang disana ?"

Tunjuk nya pada kamar belakang.

Seorang perempuan muda bernama Lilis maju dengan wajah takut.

"Sa-saya tuan". Jawabnya dengan gemetar.

"Katakan". Ucap William membuat Lilis tidak mengerti arah pembicaraan tuannya.

"A-ampun t-uan saya benar-benar tidak tahu, saat masuk kamar itu memang sudah kosong". Kini Lilis sudah berderai air mata tak sanggup melihat tatapan tajam William.

"BAGAIMANA BISA KOSONG, ISTRI SAYA MENEMPATI KAMAR ITU". Lilis luruh dibawah ketika bentakan menggema di telinganya.

"A-ampun t-uan saya Berani bersumpah jika kamar itu sebelumnya kosong". Ujarnya menunduk seraya memohon.

"Mohon maaf tuan, memang kami belum pernah melihat istri tuan semenjak kami balik kerumah ini lagi. Benar apa yang dikatakan oleh Lilis memang kamar itu sudah kosong ketika kami berada dirumah ini. Bahkan saya yang menemani Lilis membereskan barang-barang bawaannya dikamar itu". Terang mbok Darmi, apalagi melihat Lilis begitu menyedihkan.

William berlalu tanpa sepatah katapun menuju ke garasi mobil untuk mencari keberadaan istrinya, pikirannya begitu kacau. Bahkan dirinya belum istirahat sama sekali setelah sampai di Indonesia. Hanya Zahra yang ada dibenaknya, ternyata yang diharapkan kini pergi meninggalkannya.

"Dimana kamu Zahra, tolong jangan siksa aku seperti ini. Aku minta maaf.. maaf kan aku Zahra". Rancau nya sepanjang jalan, tujuannya kini kerumah mertuanya dimana tempat Zahra dibesarkan disana.

Setelah menempuh jarak empat puluh lima menit akhirnya William sampai kekediaman orang tua angkat Zahra.

"Zahra... Dimana kamu". Teriak William penghuni rumah itu.

Bahkan tanpa permisi William langsung menerobos masuk sampai ruang makan, terlihat Hartono dan Darlina yang sedang sarapan pagi.

"Dimana Zahra ?". Tanya nya dengan wajah dingin.

Kedua orang itu terdiam, mencerna ucapan sang menantu, Hartono segera berdiri menghampiri nya yang sedari tadi mata tajamnya melirik kesana kemari mencari keberadaan Zahra.

"Duduklah dulu nak". Ajak Hartono yang langsung diikuti oleh William.

"Jadi bagaimana, kenapa nak William mencari Zahra kesini". Tanya Hartono yang sabar menghadapi sang menantu.

"Zahra tidak ada dirumah saya artinya pasti dia berada disini".

"Zahra tidak ada disini, kalaupun dia pulang disini pasti saya akan mengusir anak itu. Karena kami sudah lepas tangan semenjak menikah dengan mu". William menatap tajam Darlina setelah mendengar apa yang dilontarkan olehnya.

"Jangan ucapan anda nyonya Darlina". Katanya dengan rahang mengeras.

"Kenapa harus menjaga ucapan saya toh memang kenyataannya bukan. Dia itu bukan anak kami jadi wajar dong kami tidak menerimanya lagi. Dan kamu William ingat kalau Zahra itu hanya pengganti setelah anak kandungku kembali, segera ceraikan anak tak tau diri itu dan nikahi anak saya". Tunjuk Darlina pada William.

"DARLINA!!!..jaga ucapan mu, tidak baik mengatakan seperti itu". Bentak Hartono tak terima dengan ucapan sang istri. Walaupun Zahra hanya anak angkat mereka, tapi Hartono begitu menyayangi nya bahkan menganggap nya seperti anak kandung sendiri.

"Apaan sih pah, memang kenyataannya seperti itu kan, Zahra itu hanya pengganti. Anak kandung kita itu yang seharusnya berada di posisi Zahra. Pokonya mama tidak mau tahu setelah intan kembali maka William harus menikahinya, toh mereka saling mencintai kok". Sanggah Darlina tak terima jika nanti anaknya tidak dinikahi oleh William, apalagi kekayaan William tak akan habis tujuh turunan bahkan lebih.

"Hahahaha, jangan pernah berharap saya akan menikahi anak p*l*cur mu itu. Dia bagaikan sampah yang menjijikkan". Kedua orang tua intan terperangah dengan ucapan William.

"Tutup mulut mu, intan ku bukan p*l*cur". Darlina menatap tajam laki-laki yang kini duduk didepannya.

"Begitu kah ? Jika saya membuktikan jika anak kalian itu lebih hina dibandingkan p*lacur. Ahh tapi tidak sekarang, nanti kalian akan syok dan struk mendadak melihat kelakuan menjijikan anak kalian.

Dan ingat kata-kata saya, bahwa William Alexander tak akan pernah menikahi anak kalian karena hanya Zahra yang mampu bersanding dengan ku". William beranjak dari sana meninggalkan dua orang yang masih terdiam memikirkan ucapan sang menantu.

"Apa benar yang dikatakan William mah". Tanya Hartono memegang dadanya mengatur nafas yang sudah sesak sedangkan Darlina masih terdiam bahkan tidak menghiraukan suaminya yang kesusahan bernafas.

Darlina memang sudah mengetahui dimana keberadaan anaknya itu, intan menghubungi nya setelah beberapa hari kabur. Tak hanya itu bahkan pekerjaan anaknya pun dia sudah tahu tapi dia menyembunyikan semua itu karena takut suaminya murka, sebab intan hampir mempermalukan keluarga mereka karena kabur tepat dihari pernikahan nya.

Lamunannya tersentak ketika melihat Hartono yang sudah terjatuh pingsan dilantai.

"Papa....". Teriak Darlina dengan derai air mata.

sedangkan William kini mengendarai mobilnya entah keman lagi arah tujuan nya, dia tidak tahu banyak tentang istrinya nomor ponselnya pun tidak ada sama sekali. Laki-laki itu mengerang frustasi karena kebodohannya yang selalu tak pernah percaya akan ucapan sang istri bahkan sampai menuduh sudah menculik intan. Penyesalan hanya tinggal penyesalan, setelah melihat kelakuan intan cinta pertamanya yang tega berkhianat selama ini.

"Cari dimana istri saya berada, sore ini temukan dia jika tidak saya akan memb*nuh kalian semua". Perintah William pada anak buah melalui sambungan telepon. Setelah sambungan telpon putus William segera mengirimkan foto sang istri pada anak buahnya itu.

*

"Ini sudah terbaik untuk mu Zahra, jangan pernah pikirkan laki-laki s*alan itu. Mungkin dia akan tertawa senang jika tidak melihat mu dirumahnya".

"Selamat tinggal masa lalu yang suram".

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Emak

Emak

rumah orang kaya gak ada cctvnya

2024-12-03

0

Mely Ktp

Mely Ktp

karma mu tlah tiba Wiliam

2024-11-11

0

Ibelmizzel

Ibelmizzel

laki2 tak tau malu jilat air liur sendiri.

2024-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!