Bab 15

Setelah mendapatkan telepon dari seseorang, William membuka ponselnya kembali melihat apa yang dikirimkan oleh orang tersebut.

Sebuah foto yang begitu v*lgar bahkan video berdurasi beberapa menit memperlihatkan dua orang insan yang sedang memadu kasih bahkan suara d*s*hannya memenuhi ruangan tersebut.

William tak dapat lagi melanjutkan tontonannya itu, hatinya begitu hancur melihat apa yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Rasanya dunianya seakan runtuh, perempuan yang selalu diagung-agungkan nya ternyata tak ubah hanya p*l*cur bahkan begitu menjijikkan.

Yah yang menelpon nya adalah orang suruhannya, kebetulan sedang berkunjung keluar negeri Berlin mengunjungi teman lama yang memang menetap disana. Suatu kebetulan bertemu dengan kekasih William yang memang pada saat itu berkunjung ke apartemen milik Louis saat itu lah kecurigaan muncul..

Prakkkk

Ponsel hancur berkeping-keping dilantai, pelakunya adalah William yang merasa dipermainkan selama ini, tak hanya ponsel yang hancur bahkan ruangan yang tadinya rapi sekarang seperti kapal pecah. Barang-barang bahkan sudah berserakan dimana-mana.

Rendy yang memang ingin masuk meminta tanda tangani tercengang melihat semua yang ada didepan matanya.

'Astaga ada apa lagi ini'. Gumam Rendy memegang dadanya.

Fokus Rendy ketika teralihkan mendengar suara isakan tangis diatas sofa, disana William sudah terduduk menangis entah apa yang ditangisinya pikir Rendy.

"Will..". Panggil Rendy berjalan menuju kearah laki-laki kekar yang sedang menangis itu.

"Ada apa bro, kenapa seperti ini". Tanya Rendy menepuk bahu William. Baru kali ini Rendy melihat seorang William Alexander menumpahkan air matanya.

"Siapkan sekarang juga tiket, aku ingin segera menuju ke Berlin dan juga ponsel baru". Rendy terkaget mendengar ucapan bos nya itu. Lagi-lagi benaknya bertanya untuk apa dia kesana ?. Tapi tak ingin memperkeruh Rendy hanya mengangguk dan melaksanakan perintah William.

wajahnya yang tadi menangis kini berubah menjadi datar bahkan tatapannya begitu tajam.

"Kenapa aku harus menangisi perempuan p*l*cur itu. Haaaa rasanya mustahil sekali". Ucapnya dengan tangan terkepal.

"Dasar s*alan!!. Tunggu saja intan, aku akan menghancurkan mu". Ucapnya tegas.

William kembali kekediamannya untuk membersihkan diri sebelum berangkat ke tempat tujuan. Bahkan sapaan mbok Darmi tak dia hiraukan sebab rasa amarah kini membuncah, mbok Darmi bisa merasakan aura kemarahan dari tuannya itu.

Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan William segera mengotak-atik ponselnya.

"Tunggu kedatangan ku disana, aku akan berangkat sekarang juga". Ucapnya meremas ponsel digenggamnya.

William segera turun kebawah, disana sudah ada Rendy yang menunggunya.

"Apa kamu sudah mengatakan pada Dena, jika sementara dia menghandel perusahaan ?". Ucap William tanpa melihat kearah Rendy.

"Sudah bos, aku juga sudah mengatakan apa-apa saja yang akan dia kerjakan kedepannya ketika kita tidak ada diperusahaan". William hanya mengangguk.

"Ayo kita berangkat". Rendy segera mengekori bosnya tanpa banyak protes sebab berada dimode senggol bacot.

Tanpa banyak drama akhirnya mereka sudah sampai di bandara, tak lama pesawat yang ditumpangi nya lepas landas, Butuh 15 jam 45 menit menuju ke negara tujuannya saat ini.

William tampak tak banyak bicara bahkan tak tidur sekalipun. Pikirannya kini tertuju pada intan yang tega mengkhianati cintanya.

Jika ada jalan lain seperti kantong pintu Doraemon mungkin William akan melakukan itu agar sampai secepatnya, tapi dia harus bersabar sedikit.

Dalam kemarahannya, kini ingatan mengarah kepada Zahra perempuan yang menggantikan kakaknya untuk menikah dengannya dan s*alnya dia selalu menghina perempuan itu, bahkan tak segan-segan menyiksanya karena pemikirannya yang sedikit dangkal gara-gara intan.

'aku akan meminta maaf jika kembali lagi keindonesia'. Batinnya bertekad.

"Tunggu aku Zahra, kita akan memulainya dari awal, ku harap kamu akan memaafkan aku". Gumamnya yang masih didengar oleh Rendy.

Haaaaaa

Helaan nafas keluar dari mulutnya, pikirannya terasa kalut, entah Zahra akan memaafkannya atau tidak mengingat semenjak menikah dengannya tidak ada kesan baik yang ditinggalkan kepada istrinya itu.

*

*

*

Setelah menempuh perjalanan diudara yang memakan waktu yang sangat lama, pesawat yang mereka tumpangi akhirnya mendarat.

Disana sudah ada anak buahnya yang menunggu sedari tadi.

"Selamat datang tuan". Ucap Arlan menunduk ketika William sudah dihadapannya.

"Dimana perempuan itu sekarang ?". Tanyanya dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.

"Saat ini nona in__".

"Jangan sebut dia begitu, perempuan m*rahan itu tidak pantas diperlakukan dengan baik. Panggil saja dia p*lacur". Tekan William dengan sorot mata tajam dibalik kacamatanya. Walaupun Arlan tak melihat itu tapi dia bisa merasakan betapa mencekamnya sekarang didalam mobil yang kini sedang melaju.

"Maaf tuan". Kata Arlan dengan cepat, karena masih sayang dengan nyawanya.

"Lanjutkan".

"P*lacur itu sekarang sedang ada pemotretan tuan dengan pemain film dewasa bernama Louis Rukan yang memang sudah lama berkecimpung didunia per-film-an dan juga model dewasa tuan.

Dan satu juga adalah indra juga model dewasa, menurut informasi beliau yang pertama kali datang kesini bersama dengan p*lacur itu ketika menjelang hari pernikahan anda".  Terang Arlan dengan informasi yang dari sumber terpercaya.

William mematik koreknya dengan r*kok yang sudah ada di mulutnya. Perlahan hembusan asap keluar mengepul didalam mobil itu.

"Apa p*lacur itu bermain dengan dua laki-laki ?". Tanya William yang masih mengeluarkan asap.

"Benar tuan, bahkan sampai saat ini indra tidak mengetahui kecurangan yang dilakukan p*lacur itu. Bahkan mereka masih saja melakukan hubungan b*dan". William hanya menganggukkan kepalanya.

"Apa mereka masih melakukan pemotretan ?".

"Mereka sudah ada diapartemen Louis tuan, teman saya barusan mengabari".

"Baik, kita akan kesana. Apa kamu sudah menyiapkan apa yang aku suruh".

"Sudah tuan".

Mobil melaju kencang menuju apartemen yang sekarang ditempati Louis. Setelah beberapa menit akhirnya mereka telah sampai ke apartemen elit.

Ketiga orang tersebut berjalan tergesa-gesa menuju ke lift sampai tiba didepan yang diduga adalah milik Louis.

"Buka sekarang juga dan persiapkan semuanya". Arlan segera melaksanakan perintah tuannya. Sedangkan Rendy masih melongo entah apa yang dipikirkan pemuda itu.

Pintu kamar apartemen terbuka terlihat kosong tapi terdengar suara d*s*han yang saling bersahutan didalam kamar. Arlan segera menuju kearah kamar tersebut untuk merekam mereka yang sedang memadu kasih. Sedangkan William duduk di sofa bersama Rendy.

"Apa kebiasaan mu begini Will ? Selalu merokok". Tanya Rendy menatap William, Rendy seakan tak mengenal William padahal lelaki itu tak pernah menyukai yang namanya rokok tapi semenjak pernikahannya gagal kini dia seakan berubah.

"Tidak juga, ini hanya penghilang stress buat ku". Katanya mengeluarkan asap tepat pada wajah Rendy.

Tak berselang lama, Arlan kembali datang dengan wajah tak menentu, bagaimana tidak selama berada disana menyaksikan dua insan yang sedang b*rd*sahan dia harus menahan hasratnya dengan sekuat tenaga.

"Sudah selesai tuan". Lapor Arlan.

"Panggil teman-teman mu yang sudah aku perintah kan. Sebelum itu lumpuhkan bajingan itu dulu dengan suntik ini". Perintah William.

"Baik tuan". Arlan segera keluar kedepan, disana sudah ada tiga orang yang berbadan kekar dengan banyak tato dibadannya. Mereka adalah pecandu narkoba yang selalu lolos dari buih dan juga memiliki penyakit hiperseks dan ada juga penyakit mematikan yaitu HIV.

"Mereka semua sudah ready tuan".

"Sekarang laksanakan tugas mu kembali Arlan". Ucap William tersenyum tipis.

"Apa yang ingin kamu lakukan dengan tiga orang ini Will ?". Tanya Rendy penasaran.

"Lihat saja nanti, kita akan mendapatkan tontonan gratis yang begitu menyenangkan". Jawabnya kembali tersenyum misterius membuat Rendy meremang merinding.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kartini Rotua Situmorang

Kartini Rotua Situmorang

arlan bukannya suaminya natasha y??

2025-02-15

1

Trisna

Trisna

disaat kamu kembali dari Berlin, Zahra telah pergi dari rumah mu

2024-12-07

0

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

rasain Lo Wil, lebih dosa dibanding pencuri karena mendoli istrinya

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!