Bab 14

21+ tolong bijak dalam membaca yah

Sreeek....

William yang sudah dilanda emosi langsung menarik piyama tidur Zahra sampai sobek memperlihatkan lengan mulusnya.

Dengan bruntal William menc*um nya secara paksa bahkan dengan kasar tanpa mempedulikan kesakitan Zahra. Perempuan itu kini menangis tanpa mampu berbicara sebab b*b*rnya dibungkam oleh b*b*r milik William.

Setelah dirasa Zahra sulit bernafas William menghentikan ci*mannya dan mengangkat Zahra ke tempat tidur dengan kasar. Zahra bahkan beberapa kali berontak tapi tenaganya seakan terbatas melawan sosok William yang begitu kuat apalagi sekarang laki-laki itu sedang tersulut emosi.

"Ini pantas untuk mu perempuan m*rahan. Aku akan menghukum mu karena dengan berani mengatakan kekasih ku sebagai p*l*cur". Ucap William menyeringai menatap Zahra yang berontak. Dirinya merasa tertantang dibuatnya.

"LEPASKAN S*ALAN!!!. JANGAN PERNAH MENYENTUHKU DENGAN BADAN KOTOR MU ITU. AKU TIDAK SUDI". sentak zahra dengan suara keras.

"Kenapa hmm ? Kita bahkan halal jika melakukannya. Bukan kah kita ini suami istri secara sah ? Tentu kita bisa berbuat lebih dari ini bukan". Bisik William m*r*mas kedua benda kenyal milik Zahra.

Tanpa banyak bicara lagi William melancarkan aksinya, bahkan keduanya kini sudah tak memakai pakaian sehelai pun. William merasa bertambah n*fsu melihat pemandangan didepannya. Tubuh yang sangat indah. Dapat William perkirakan bahkan tubuh Zahra lebih indah dibandingkan dengan kekasihnya walau belum pernah melihatnya sekalipun.

Zahra bahkan sudah menangis, seakan tak bertenaga lagi melawan laki-laki yang sebentar lagi akan mengambil k*s*ciannya untuk pertama kali. Walaupun dia adalah suaminya tapi rasanya enggan untuk memberikan sesuatu yang selama ini dijaganya dengan baik.

William tak henti menc*mbu setiap inci tubuh Zahra, seakan tak ingin terlewatkan sedikit pun, Rasanya begitu candu baginya.

"Ku mohon jangan lakukan itu hiks.. hiks..". Dengan sisa tenaga Zahra kembali memohon agar William tak m*n*dainya, tapi laki-laki itu tak mendengarkan apa kata Zahra karena sudah diliputi dengan nafsu yang menggebu-gebu.

Jleb

Setelah beberapa kali mencoba menerobos masuk kedalam milik Zahra akhirnya William bisa menembusnya juga dengan susah payah. Zahra beberapa kali meringis karena rasa sakit mendera.

'ternyata dia masih p*r*wan ?'. Batin William

Hiks... Hiks.. hiks..

Zahra tersedu-sedu menangis merasakan sakit dibagian bawa sana, William melakukannya dengan kasar tak memikirkan perasaan Zahra.

Setelah mendapatkan pelepasan akhirnya William tumbang disamping Zahra bahkan laki-laki itu sempat tersenyum beberapa kali merasa dia yang pertama kali mengambil k*s*cian istrinya. Padahal dia sendiri yang mengatakan jika Zahra perempuan m*rahan tapi setelah merasakannya, ucapannya seakan tidak benar.

Zahra segera bangun menuju kamar mandi dengan tertatih-tatih, akibat perih di bawah sana.

Dirinya kini berada dibawa shower menangisi nasibnya yang begitu s*al, harus terjebak dengan laki-laki k*jam sampai rusak seperti ini.

"Aku kotor sekarang hiks..". Kata Zahra menggosok badannya sampai memerah, seakan jijik atas apa yang terjadi barusan.

Sedangkan William segera menuju kamarnya dengan sempoyongan, rasanya begitu lelah dan saat ini tujuannya hanya untuk tidur bahkan tidak merasa bersalah sedikit pun atas apa yang dilakukannya.

*

*

*

Pagi hari menyambut tanpa sinar matahari sebab semalam turun hujan begitu lebat, langit seakan tahu kesedihan yang dialami Zahra, kesedihan yang tak akan terlupakan selama hidupnya.

Dalam kamar nan luas, seorang laki-laki masih meringkuk dibawah selimut, dengan malas bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Didalam bathtub laki-laki itu masih memikirkan kejadian semalam. Niat awal tidak ingin melakukan hal demikian tapi n*fsu sudah menguasai apalagi diikuti dengan emosi mampu membutakan matanya.

"Haaaa". Helaan nafas keluar dari mulutnya seakan menyesali perbuatan yang dilakukannya.

"Kenapa aku sampai lepas kontrol dan malah tergoda dengan tubuh perempuan m*rahan itu. Baru kali ini aku melakukannya bahkan bersama intan aku bisa menahannya". Kesalnya meremas rambut frustasi.

Dirinya kembali teringat kejadian itu, bahkan beberapa kali percobaan menerobos milik Zahra sangat susah.

"Apa aku salah selama ini. Dia bahkan masih suci dan aku pertama kali mengambilnya". Ucapnya lirih.

Bagaimana tidak ? Selama ini dirinya berspekulasi bahwa perempuan itu adalah wanita m*rahan, tak hanya itu bahkan dirinya selalu menghina jika Zahra perempuan yang paling menjijikkan yang dia temui dan sekarang terbukti bukan, jika tuduhannya selama ini salah besar.

Setelah badannya dirasa bersih, William segera memakai pakaian dan menuju kebawah. Didapur sudah ada mbok Darni sedang menyiapkan sarapan. Yah setelah mendapat ancaman dari maminya William langsung memanggil kembali orang-orang yang pernah bekerja di rumahnya.

"Pagi tuan". Sapa mbok Darmi yang hanya diangguki oleh William.

William sebenarnya merasa penasaran dengan Zahra tapi enggan menanyakan nya pada mbok Darmi.

"Kapan mbok datang ?". Tanya William yang sudah duduk di meja makan.

"Sedari subuh kami semua kembali dikediaman ini tuan. Setelah anda memanggil kami kembali, subuhnya kami bergegas kesini segera". William hanya mengangguk mengerti.

Setelah melahap sarapannya, William segera berangkan menuju ke perusahaannya. Mobil yang dikendarai nya melesat dengan cepat meninggalnya rumah nya.

Sedangkan kedua orang tua William sudah menuju kebandara.

"Mami sudah menghubungi William dengan Zahra mereka sudah ada dimana ?". Tanya Handoko.

"Ah hampir mami lupa, tunggu sebentar". Airin segera mengambil ponselnya dari tas dan menekan nomor Zahra. Beberapa kali Airin menelpon tapi ponsel Zahra tak aktif sama sekali.

"Nggak aktif Pi nomor Zahra". Ucap Airin, entah kenapa dirinya begitu gelisah memikirkan menantunya itu.

"Mami kenapa ?". Handoko sadar sedari tadi istrinya begitu gelisah duduknya.

"Entahlah Pi, mami hanya memikirkan Zahra. Perasaan mami tak karuan rasanya". Handoko segera menggenggam tangan istrinya mengelus pucuk kepalanya.

"Mungkin mami merasa sedih saja, karena selama menikah dengan William, kita tidak perna meninggalkan Zahra sejauh ini. Jadi mami positif thinking saja semoga Zahra baik-baik saja". Airin mengangguk menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.

Tak terasa akhirnya mereka sudah sampai di bandara ternyata tak ada anak dan menantunya disana.

"Loh mereka kemana sih Pi, bahkan nomor Zahra nggak aktif sama sekali". Khawatir Airin.

"Coba mami telpon William mereka sudah dimana". Dengan cepat Airin menuruti perintah sang suami.

Setelah telepon tersambung, Airin segera menanyakan keberadaan mereka.

"Kalian sudah dimana ?". Tanya Airin to the poin.

William terdiam mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan maminya.

"Maksud mami apaan sih, yah William di perusahaan lah".

"Astaga sedari tadi kamu mengkhawatirkan kalian, apa Zahra tidak mengatakan jika papi dan mami akan keluar negeri kerumah opa sama Oma mu ?". William terdiam kembali karena memang Zahra tak mengatakan hal demikian.

"Tidak ada, Zahra nggak ada bilang apa-apa sama William". Ucap William.

"Astaga. Yasudah mungkin Zahra lupa. Papi sama mami berangkat dulu soalnya sebentar lagi pesawat akan berangkat. Kamu jangan nyakitin Zahra yah awas saja mama pukul kamu". Airin langsung mematikan teleponnya tanpa mendengarkan kembali ucapan anaknya.

"Aishhh mami ini kebiasaan kalau ngambek selalu mematikan telponnya duluan".ucap William menghentakkan ponselnya diatas meja.

William terdiam cukup lama memikirkan Zahra yang tidak memberitahukan perihal orang tuanya, apa karena kejadian tadi malam membuat perempuan itu tidak berbicara apa-apa.

"Haaa menyebalkan". Gumam William.

Drtttt

Drtttt

Lamunan William buyar ketika ponselnya kembali berbunyi.

"APA!"....

Bersambung

Terpopuler

Comments

maryani

maryani

gemes banget

2025-03-08

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

kaburkah si zahra

2024-11-18

0

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

kasian zahra paling dia sakit badan deman perdarahan kaluan suaminya yg brutal

2024-11-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!