Bab 6

Kini Zahra masih terbaring lemah diatas tempat tidur ditemani oleh Natasha sejak tadi. Ingin rasanya Natasha membawa Zahra ke rumah sakit tapi dengan keras William melarang takut orang tuanya mengetahui yang sebenarnya.

"Kalian pulanglah, sebentar lagi perempuan itu pasti akan sadar. Dia hanya bersandiwara, kalian tak perlu mencemaskan nya". Ucap William membuat Natasha menatap tajam kearah nya.

"Aku akan menunggu sampai Zahra sadar. Jika kamu tidak mau menunggunya keluar saja dari kamar ini". Kata Natasha begitu geram.

Arnan dengan sigap menyuruh William keluar agar tak mengganggu istirahat Zahra "keluarlah Will, biarlah Zahra istirahat dengan baik agar cepat siuman. kamu juga melarang Kami membawa Zahra ke rumah sakit, jadi biarlah Natasha menunggunya sampai Zahra baik-baik saja".

Tanpa banyak bicara akhirnya William keluar dari kamar Zahra diikuti oleh Arnan karena tak ada lagi urusan disana.

"A..air". Kata Zahra terbata ketika mulai sadar.

Natasha yang melihat itu dengan sigap mengambilkan air diatas meja kemudian membantu Zahra untuk meminumnya.

"Berbaringlah dulu aku akan memeriksa mu kembali". Kata Natasha langsung memeriksa Zahra.

Zahra hanya menatap Natasha dengan intens membuat sang empu merasa agak gugup.

"Na..Natasha". Kata Zahra mengenali temannya.

Natasha hanya terdiam karena masih fokus memerika Zahra. Itulah yang lebih penting baginya.

"Apakah masih sakit Ra ?" Tanya Natasha menggoyangkan dagu Zahra.

Zahra hanya menggeleng kepala, sebenarnya masih begitu sakit tapi Zahra tak mau merepotkan orang lain apalagi dirinya melihat teman lamanya waktu duduk di bangku SMA.

"Kamu jangan bohong, aku tahu kamu nggak enakan. katakan saja jika masih sakit agar aku tahu".

Yah Zahra terkenal dengan sosok bak lembut dan tak enakan terhadap orang. Makanya setiap ada yang meminta bantuan maka dirinya pasti lakukan walaupun harus mengorbankan impiannya seperti yang dilakukannya saat ini dinikahi pria yang begitu arogan.

Hiks

Hiks

Zahra tiba-tiba menangis pilu ketika mengingat semua perlakuan William yang begitu k*jam bahkan sekarang hampir membuat nyawanya melayang.

Natasha langsung memeluk teman lamanya itu dan menepuk punggung nya agar bisa tenang.

"Menangis lah Ra, aku tahu pasti hidup mu sekarang begitu berat". Kata Natasha dengan suara seraknya.

Zahra menangis hampir tiga puluh menit lamanya , dirinya meluapkan kesedihannya dengan menangis dipelukan Natasha.

Setelah dirasanya puas, Zahra mulai tenang dan merasa begitu lega. Ditatapnya Natasha kembali dengan saksama.

"Kapan kamu kembali sha, dan kenapa kamu bisa ada disini ? Tanya Zahra menatap Natasha yang juga menatapnya.

"Sudah lama aku kembali Ra, sekarang kini aku sudah menikah. Aku kesini bersama suamiku karena kebetulan dia adalah saudara sepupu dari suami mu". Zahra memalingkan muka ketika Natasha menyebut kata 'suami'.

"Aku sudah mengetahui kisahmu dari suami ku Ra, kenapa kamu menerima pernikahan s*alan ini Ra ?".

Zahra terdiam beberapa saat hanya helaan nafas terdengan disana. "Aku tak punya pilihan lain sha, kamu tahu kan orang tua angkat ku bagaimana sifatnya. Bahkan mereka beranggapan bahwa ini balas budiku kepada mereka karena telah mengangkat ku jadi anaknya".

Natasha memang begitu tahu bagaimana orang tua angkat Zahra selama ini, Zahra diperlakukan sebagai pembantu dirumah besar itu.

"Aku akan membantu mu berpisah dengan William, agar kamu bebas dari siksaannya selama ini". Kata Natasha menggenggam tangan Zahra.

Lagi-lagi Zahra hanya menghela nafas "bagaimana caranya sha, kamu tahukan bagiamana watak William. Dia tak akan melepaskan jika tidak mencapai tujuannya. Sedangkan aku juga tidak tahu dimana keberadaan mbak intan".

"Kamu tenang saja, aku akan menyuruh kakak ku membantumu". Ucapnya dengan pasti.

Zahra hanya tersenyum mendengar ucapan Natasha, apakah bisa dirinya bebas dari sini.

Setelah mengobrol lama akhirnya Natasha dan Arnan berpamitan karena harus kembali kerumah sakit.

Setelah kepergian mereka berdua, kini William beralih menatap Zahra yang hanya menatap lurus kedepan.

"Apa yang kamu rencanakan bersama Natasha, apa kamu berencana ingin balas dendam mencelakai ku ?" Tanyanya mengintimidasi.

"Itu bukan urusan anda, silahkan keluar karena saya ingin beristirahat". Jawab Zahra tanpa menatap William yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.

"Dan buang pikiran buruk anda jauh-jauh mengenai saya. Saya bukan seperti anda yang selalu berpikiran buruk, Saya bukan orang jahat yang membalas perbuatan orang lain dengan kejahatan, karena itu bukan tipe saya sama sekali". Tegas Zahra menatap tajam William.

"Cih, dasar ular. Pandai sekali kamu bersilat lidah, jangan harap kamu bisa balas dendam kepadaku kalau sampai itu terjadi maka aku tak segan-segan akan memb*nuh mu". Ancam William.

"Ancaman anda begitu basi".

"Kam_

"Kenapa ? Mau memb*nuh saya sekarang ? Bahkan ketika anda mencengkram saya hingga hampir mati tapi sedikitpun saya tidak pernah menyerah bukan ? Jadi b*nuh lah saya sesuai apa yang anda katakan setiap kali mengancam". Ucap Zahra cepat meotong ucapan William.

"Kamu semakin berani ternyata, aku pikir setelah semua siksaan yang kamu terima membuat mu takut tapi ternyata aku salah. Kamu bahkan semakin sering melawan".

William tampak menatap Zahra yang juga menatapnya tanpa mengedipkan mata. Perempuan yang ada dihadapannya ini ternyata bukan perempuan lemah.

"Kalau sudah tak ada yang ingin anda katakan silahkan keluar". Kata Zahra yang mulai berdiri dengan lutut bergetar.

"Ck, apa kamu tak sadar diri mengusirku bahkan aku pemilik rumah ini dan kamu hanya perempuan s*alan yang menumpang hidup disini, kamu itu ku anggap bukan istriku jadi jangan berlagak ratu di rumah ku ini dan satu lagi yang paling penting aku tidak akan menafkahi mu". Tegas William.

"Anda tenang saja tuan, sepeserpun saya takkan pernah Sudi meminta uang anda. Saya sadar diri siapa diriku dan siapa anda".

"Bagus jika kamu mengerti akan perkataan ku jadi tak perlu aku menjelaskan panjang lebar". Ucap William meninggalkan Zahra yang masih berdiri.

"Huuuufhhh, entah sampai kapan aku hidup di dunia ini". gumam Zahra kembali berbaring karena memang masih butuh istirahat.

***

Sedangkan dikediaman Arnan dan juga Natasha disana mereka tampak duduk saling diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.

"Mas". Kata Natasha memanggil suaminya.

"Iya sayang". Ucap Arnan merapat duduknya didekat Natasha.

"Apa sebaiknya kita bantu Zahra untuk lepas dari William ?".

"Apa Zahra mau dibantu sayang ?".

"Entahlah mas, Zahra hanya bilang jika sulit lepas dari William sebelum mencapai tujuannya yaitu menemukan calon istrinya. Kata Zahra sepupu mu itu menuduh Zahra jika terlibat dalam hilangnya intan. Aneh sekali William itu".  Ucap Natasha panjang lebar.

"Entahlah sayang, William itu begitu keras dan juga cukup berkuasa".

Mereka kembali terdiam larut dalam pikiran mereka.

"Aku akan meminta bantuan pada kak Nalen. Mungkin saja dia bisa membantu". Usul Natasha yang diangguki oleh suaminya. Karena sejatinya Arnan juga merasa kasihan kepada Zahra.

"Aku akan menelpon nya dulu kapan balik ke Indonesia". Ucap Natasha sambil mengotak-atik handphone nya.

Tut

Tut

Tut

"Iya dek". Jawab Nalen diseberang telepon dengan lembut.

"Kakak kapang pulang ke Indonesia ?". tanya Natasha memastikan.

"Sekitaran satu mingguan, kenapa memangnya ?".

"Aku ingin meminta bantuan kakak". Natasha melirik suaminya yang setia duduk disampingnya.

"Bantuan apasih ? Katakan saja kakak akan selalu siap membantu".

"Nanti saja aku mengatakannya soalnya ceritanya panjang tak baik rasanya berbicara lewat telepon".

"Seperti nya serius. Baiklah secepatnya kakak akan menyelesaikan pekerjaan disini". Natasha mengiyakan ucapan kakaknya kemudian sambungan telepon di matikan.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

pasti akan menghasilkan apayg dituwainya

2024-11-16

0

Sa Piah

Sa Piah

berkuasa tapi tidak dapat nenemukan intan

2024-11-11

0

Sleepyhead

Sleepyhead

Begitu berkuasa tapi mengapa untuk urusan melacak wanita penampung suprema saja tak sanggup, itu hal yang receh pun bagi orang yang punya power dan berkuasa. Hingga mengorbankan seseorang yang tulus dan baik menjadi kelinci percobaan setiap hari.

2024-10-22

11

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!