Bab 5

Zahra keluar dari kamarnya sangat pagi sekali, karena kata William tidak ada pembantu di rumah ini maka ia harus mengerjakan semuanya seorang diri.

Dengan tangan yang diperban Zahra mengerjakan pekerjaan rumah walau sedikit kesakitan dan kesusahan.

Kini Zahra sedang masak didapur hingga dirinya terlonjak kaget mendengar teriakan dari arah kamarnya.

"Zahraaaaaaaa". Teriak William begitu kencang.

Zahra hanya menghela nafas berat kala suara itu seakan memekik ditelinga padahal rumah ini begitu besar tapi suara William masih didengar begitu jelas.

"Ada apa lagi dia berteriak memanggilku". Kata Zahra berlari kecil kearah sumber suara.

Disana sudah ada William yang mondar mandir mencarinya.

"Ada apa tuan manggil saya, bahkan suara anda sampai menembus gendang telinga". Kata Zahra santai.

Zahra begitu muak akan sikap kasar yang ditunjukkan William, maka dari itu dia harus melawan agar tidak ditindas terus.

"Berani sekali kamu berkata seperti itu, apa nyalimu begitu tinggi". Ucap William berjalan kearah Zahra berdiri.

"Apa saya harus diam ketika anda berbicara ? Ketika saya diam anda akan marah setelah saya menjawab anda juga marah. Saya ini punya mulut tuan". Balas Zahra dengan keberanian walaupun kini dalam hatinya begitu takut.

"Hahahaha, kamu sudah berani rupanya, kini aku sudah melihat sifat aslimu bahwa betapa rend*hnya dirimu. Sudah berapa banyak laki-laki yang kamu jerat diluar sana untuk menjajakan tubuh murahan mu itu". Hina William yang menatap jijik kepada Zahra seakan Zahra adalah seorang p*lacur dimata nya.

"Terserah apa kata anda tuan, jika anda mengatakan saya m*rahan maka tenggelam lah dalam pikiran anda sendiri. Sekalipun saya membela diri pasti anda tidak akan mempercayai saya. Buktinya anda bahkan menuduh saya menculik calon istri anda yang jelas adalah mbak saya sendiri.

Sungguh saya begitu menyesal menerima pernikahan ini karena anda tak ubahnya adalah iblis yang berwujud manusia". Zahra balik memaki William.

Zahra sudah muak sekali dengan laki-laki yang kini berdiri dihadapannya, bagaimana tidak Zahra selalu dihina bahkan dituduh yang tidak dirinya perbuat bukan cuman itu bahkan Zahra harus menerima siksaan dari William yang begitu sadis.

Willim menatap tajam kearah Zahra begitupun Zahra menantang balik tatapan itu tak kalah tajamnya.

Plak

Plak

dua tamparan keras mendarat di pipi Zahra hingga membuatnya tersungkur dengan ujung bibir yang berd*rah.

"Jangan pernah kamu mem*kiku dengan mulut rend*han mu itu. Jika aku mendengar lagi maka kamu tidak akan melihat dunia lagi perempuan murahan". Tunjuk William tepat di wajah Zahra.

Zahra tersenyum dan mengusap darah dibibirnya mendengar ucapan William "kenapa ? Silahkan b*nuh saya, biar anda puas tuan William Alexander. Bahkan saya sudah siap jika anda ingin memb*nuh saya. Dengan begitu saya tidak akan lagi melihat wajah anda yang seperti iblis itu".

Tangan William langsung mencengkram dagu Zahra begitu kuat "iblis seperti ini yang kamu maksud HAAA!!!". Teriak William dihadapan Zahra membuat Zahra memejamkan mata sesaat, nafasnya kini tersengal.

"Hahahah, berteriak lah perempuan m*rahan. Aku adalah iblis yang akan membuat hidup mu menderita hingga kamu m*ninggal secara perlahan-lahan HAHAHA". Tawa William menggema diruangan dapur tersebut.

Zahra hanya bisa pasrah sekarang, sebab cengkraman William saat ini begitu kuat bahkan Zahra begitu sulit bernafas.

'yaAllah jika ini akhir hidup ku, aku ikhlas yaAllah. Tapi ketika hamba meninggal nanti hamba ingin laki-laki ini menyesal atas perbuatannya karena telah menyiksaku'. Batin Zahra.

"ASTAGA WILL APA YANG KAMU LAKUKAN HAAAAA!!!". teriak seorang perempuan yang kini masuk dalam rumah itu ditemani dengan suaminya yang juga tak kalah kaget nya.

Natasha, istri dari Arnan berlari kencang kearah William yang masih mencengkram dagu Zahra, begitu juga Arnan mengikuti istrinya.

Kedatangan sepasang suami istri tersebut tak membuat William melepaskan cengkraman nya Bahkan kini Zahra sudah tak sadarkan diri.

Tangan William dihempas kuat oleh Arnan hingga cengkraman tersebut terlepas, lalu Natasha dengan sigap menolong Zahra.

"Mas, cepat angkat Zahra kekamar nya". Teriak Natasha panik karena tubuh Zahra sudah pucat.

Dengan sigap Arnan mengangkat Zahra menuju kamar pembantu "kenapa dibawa kekamar belakang mas!!!!". Teriaknya lagi.

"Disanalah kamar nya sayang, sudah kita tak punya banyak waktu". Kata Arnan yang terus berjalan menggendong tubuh pucat Zahra.

Natasha menatap tajam kearah William yang kini mematung melihat Arnan yang mengangkat istrinya.

"Jika terjadi apa-apa dengan adik ipar, aku tidak akan segan-segan menghajar mu". Ancam Natasha kemudian berlalu dengan cepat menuju kamar Zahra.

Kini Zahra diperiksa oleh Natasha "apakah dia masih hidup sayang". Tanya Arnan suami Natasha.

"Entahlah mas, aku tak merasakan nadinya lagi". Jawab Natasha begitu panik.

"Lihatlah jari-jari nya bergerak sayang, cepat periksa kembali". Ucap Arnan melihat tangan Zahra sedikit bergerak.

Dengan cepat Natasha memeriksa kembali dan bernafas lega karena Zahra masih hidup "Alhamdulillah mas, Zahra masih hidup".

Arnan mengucap syukur mendengar ucapan istrinya, dirinya kemudian pamit untuk keluar menemui William. Sedangkan Natasha mengantikan perban tangan Zahra yang sudah berdarah.

"Kasihan kamu Zahra, harus menanggung penderitaan ini. Padahal kamu tidak salah apa-apa". Ucap Natasha membuka perban tangan Zahra.

Zahra seakan mendengar ucapan Natasha, dirinya meneteskan air mata walau matanya terpejam.

Sedangkan diluar, William Kini berdiri didepan kolam renang dengan menghisap rokok nya bahkan kedatangan Arnan tak digubris nya.

"Aku tidak habis fikir dengan mu, apa yang ada dalam pikiran kamu hingga hampir memb*nuh istrimu sendiri meninggal" kata Arnan berdiri tepat disamping William.

"Bahkan Zahra rela meninggalkan impian nya demi mengantikan kakaknya yang hilang begitu saja. Apa kamu tak tahu caranya berterima kasih hingga menyiksanya seperti itu ?". Ucap kembali Arnan menatap lurus begitu pun William

"Itu bukan urusan mu, jadi jangan ikut campur dalam rumah tanggaku". Balas William tanpa menatap Arnan.

Arnan tersenyum dengan jawaban sepupunya itu "ini memang rumah tanggamu, tapi kamu sudah keterlaluan menjadi manusia bahkan kamu menyiksa istrimu sendiri begitu sadis. Mungkin hati nurani mu tertutup sekarang".

Batang rokok yang tinggal sedikit dibuang kesembarang arah "kamu tidak tahu akar permasalahannya, jadi tidak usah ikut campur".

"Permasalahannya apa yang tidak aku ketahui, apa kamu tidak pernah kasihan kepadanya rela menerima pernikahan ini dengan terpaksa ?". Tanya Arnan.

"Dia terlibat dalam hilangnya kekasihku. Jika kamu diposisiku apakah kamu akan diam saja ketika perempuan sok lugu itu menyembunyikan calon istrimu ? Bukannya menjawab tapi William memberi pertanyaan kembali.

Arnan menghela nafas berat "apa kamu sudah menyelidikinya jika Zahra terlibat dalam hilangnya calon istrimu ? Aku bahkan bisa menjamin jika Zahra tidak tahu apa-apa mengenai hilangnya intan. Kamu tahukan jika Natasha dan Zahra teman yang begitu dekat sejak duduk di bangku SMA. Tapi sayangnya nasibnya begitu jauh berbeda".

William terdiam dengan ucapan Arnan, memang benar apa yang diucapkan sepupunya itu bahwa dirinya tak pernah mencari tahu apakah istrinya terlibat atau tidak. William hanya mengikuti pikirannya yang tertuju pada Zahra.

"Kamu mempunyai banyak koneksi bukan, cobalah untuk mencari tahu sebelum kamu menyesal karena telah menyiksanya". Ucap Arnan segera berlalu meninggalkan William dengan segala pemikiran nya.

'tidak mungkin intan kabur dengan sendirinya pasti perempuan mur*han itu terlibat juga. Yah pasti dia dibalik hilangnya intan'. Gumam William.

Karena egonya dan kebenciannya yang sudah mendalam maka William tetap menyalahkan Zahra.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nurhalimah Siregar

Nurhalimah Siregar

laki"egois ,kejam ,ntar Lo tahu siapa kekasih yg begitu kau cintai ...nyesel lo

2024-11-11

0

Lastri Mufidah

Lastri Mufidah

dasar gak punya hati.. nanti kan jatuh hati

2024-12-03

0

Siti Aminah

Siti Aminah

aku gk sabar nunggu karma dtng ke William

2024-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!