Bab 3

Kini mereka sudah berkumpul diruang makan untuk sarapan pagi, termasuk Zahra yang memang sudah bangun pagi sekali untuk membantu memasak bi Inah yang ada di rumah mertuanya.

"Wah kok masakan bi Inah tambah enak yah". Kata Airin dengan wajah girang.

"Bukan saya yang masak Bu, tapi nona Zahra padahal bibi sudah melarangnya". Terang bi inah membuat William yang sedang menikmati makanan nya langsung tersedak mendengar jika Zahra yang memasak makanan yang sedang ia makan.

Uhuk... Uhuk..

Zahra dengan sigap memberi air minum kepada William.

"Astaga hati-hati Will, mami tau jika istrimu yang masak tak perlu buru-buru". Kekeh Airin melihat tingkah anaknya.

"He'em bener kata mami makanan hari ini beda lebih enak. Maaf yah bi bukannya masakan bibi tidak enak tetap enak kok". Kata Handoko membuat bi Inah hanya tersenyum menanggapi.

"Kamu pintar banget masaknya nak kayak direstoran". Puji Airin yang melahap makanan itu

"Terimakasih papi, mami. Ini juga dibantu sama bi Inah kok mi, Zahra ngga sendiri masaknya hehe". Kekeh Zahra yang merasa senang jika banyak yang menyukai masakannya.

Willi hanya terdiam sambil tetap mengunyah tanpa memuji istrinya.

"Kamu kok diam saja sih Will". Tegur Airin yang melihat anaknya hanya terdiam tanpa berkomentar apapun.

"Loh William memangnya harus ngapain mi". Ucap William yang masih mengunyah.

"Yah bicara dong jika makanannya enak supaya istrimu makin senang". Airin tak habis pikir dengan anak semata wayangnya ini, bisa-busanya hanya terdiam saja padahal makanya hampir ludes.

"Mau bicara apa sih, perasaan makanan ini biasa-biasa saja tuh. Lebih enakan masakan bi inah. Lain kali kalau nggak tau masak nggak usah masak". Zahra hanya terdiam ketika William mengatai masakan nya.

"Will, kamu kok ngomong begitu sama istri kamu. Apa kamu buta bilang tidak enak tapi makanya hampir habis". Kata Handoko memarahi putranya.

"Karena William lapar, kalau nggak mana mungkin William makan makanan sampah ini".

Sebenarnya William mengakui masakan Zahra yang enak tapi karena gengsi dan egonya akhirnya tak mau mengakui.

Ketika kunyahan terakhir William teringat sesuatu, Dulu intan sering membawakan makanan untuk nya yang katanya intan sendiri yang memasak makanan itu.

'tidak mungkin intan berbohong kan, atau perempuan ini yang belajar kepada intan tentang resep makanan seenak ini. Yahh pasti diajari intan ini'. Batin William.

"Papi, mami hari ini aku dan Zahra akan pindah kerumah ku". Kata William ketika selesai makan.

Zahra menatap lekat kearah suaminya, karena begitu cepat pindah.

'ini kah awal penderitaan hidupku tuhan'. Batin Zahra.

"Loh kok cepat banget, padahal kalian baru bermalam semalaman". Ucap Airin yang tak mau putra dan menantunya cepat pergi karena pasti akan kesepian.

"Soalnya besok aku sudah masuk kerja, biar dekat jaraknya". Handoko menghela nafasnya mendengar alasan putranya.

"Biarkan mereka mandiri mi, nanti kita bisa jenguk mereka jika rindu". Airin hanya mengangguk tapi sebenarnya tak rela.

***

Setelah membereskan pakaian, akhirnya mereka berpamitan kepada orang tuanya.

Mobil Aston Martin berwarna hitam melaju memecah jalanan di siang hari, dalam perjalanan Zahra hanya menatap keluar jendela sedangkan William fokus menyetir, tak ada perbincangan diantara mereka berdua.

Perjalanan memakan waktu satu jam akhirnya mereka sampai di depan rumah dua lantai dengan gaya kontemporer modern. Zahra berdecak kagum akan keindahan rumah itu.

Setela mobil terparkir sempurna William segera turun mengambil koper yang ada di bagasi.

"Bawa koper mu sendiri dan ikuti aku". Ucap William dengan wajah datar.

Zahra mengekor di belakang William, mata terus berputar melihat keindahan didalam rumah tersebut.

Tanpa sengaja ketika William berhenti ingin menunjukkan kamar Zahra, Zahra terhantup di punggung kekar William.

"Pake mata mu jika berjalan, apa kamu tak pernah melihat rumah semewah ini. Dasar kampungan". Kata William yang berbalik melihat Zahra.

"Iyah tidak pernah soalnya rumah mama dan papaku tidak semewah ini". Tanpa William duga ternyata Zahra menjawab.

"Sekarang mana kamar ku". Tanya Zahra menadahkan tangan minta kunci kamar.

"Jangan sok jadi nyonya dirumah ini, karena kamu akan ku jadikan pembantu jadi kamu harus tidur dikamar pembantu". Zahra hanya terbengong dengan ucap William.

Tiga detik kemudian dirinya tersadar "apa rumah sebagus ini kamu tidak punya pembantu bahkan yang uangmu banyak untuk menyewa pembantu dan itu tak membuatmu bangkrut bukan". William merasa geram karena Zahra selalu membalas ucapannya.

"Aku sengaja memecat mereka karena sudah ada kamu disini. Ingat yah kamu cuman pembantu disini hanya I-N-T-A-N yang akan jadi nyonya nantinya".

Zahra hanya menghela nafasnya karena tak ingin berdebat lagi dengan suaminya itu takutnya nanti berujung pada menyakiti dirinya.

Apalagi sakit yang ditimbulkan tadi malam masih berbekas di kepalanya saat William menyiksanya.

"Baiklah, tolong tunjukkan dimana kamar pembantu itu". Tanpa banyak kata lagi William berjalan menuju bagian belakang dimana tempat kamar pembantunya berada.

"Ini kamarnya dan ini kuncinya". William segera berlalu.

Zahra segera masuk dalam kamar itu "astaga begini kah kamar pembantu orang kaya, begitu nyaman seperti kamar tamu". Zahra begitu bersyukur karena bayangan jika kamar pembantu hanya ada kasur kecil yang hanya muat satu orang saja tapi ini berbeda. Begitu lengkap dan tertata rapi.

Malam telah tiba Kini William sudah membersihkan badannya kemudian berdiri diatas balkon sambil menyesap sebatang rokok.

Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata anak buahnya.

"Katakan". Ucap William to the poin.

"Maafkan kami tuan, kami sudah mencari nona intan dari kota ke kota Bahkan desa-desa kecil kami sudah mencarinya tapi tak ada titik terang". Ungkap Beni anak buahnya.

William langsung mematikan teleponnya kemudian membanting ponsel tersebut hingga hancur. Emosinya begitu tak stabil kali ini.

"Dimana sebenarnya kamu sayang, aku sangat merindukanmu. Apa kamu tak merindukan ku". Kata William pelan yang merasa tersiksa dengan rindunya itu.

Dilemparkan nya puntung rokok yang berada ditangannya ke sembarang arah kemudian keluar kamar tujuan nya sekarang kekamar Zahra.

Dog...

Dog..

Zahra yang selesai sholat terlonjak kaget degan gedoran pintu yang begitu kencang tanpa membuka terlebih dulu mukenanya segera membukakan pintu.

Mata William memicing membuat Zahra ketakutan.

"A-ada a-pa mas". Tanya Zahra terbata-bata.

William menarik mukena Zahra hingga terlepas, dij*mbaknya rambut lurus itu membuat sang pemilik kesakitan.

"Kamu memang selalu membuatku emosi HAAAA". teriak William memekik ditelinga Zahra.

"A-apa maksud m-mas William, sa-saya tidak menganggu sama se-kali". Jawab Zahra memegang rambutnya yang sakit.

"Siapa menyuruh mu memanggilku dengan sebutan kampungan itu, panggil aku tuan". Kata William penuh penekanan.

"Ku mohon lepaskan tuan". Mohon Zahra.

"Hahahaha memohon lah karena aku suka mendengar kamu memohon meminta ampun hahaha". Tawa William pecah melihat Zahra kesakitan.

Zahra tak bisa berbicara lagi sebab rasa sakit mengalahkan nya, hanya tangisan kepedihan yang berbicara, tapi lagi-lagi William begitu senang melihat itu. Melihat Zahra menangis adalah hiburan tersendiri nya.

Dih*mpasnya tubuh mungil Zahra kemudian m*n*ndang bokong nya membuat Zahra tersungkur tak lupa juga William menginjak tangan zahra.

"CEPAT KATAKAN DIMANA KAMU MENYEMBUNYIKAN INTAN S*ALAN!!". teriak William.

Zahra berteriak ketika kaki besar itu menginjak tangannya bahkan kaki itu memutar-mutar diatas sana.

"Ak-aku tidak ta-tahu tuan". Tangis Zahra.

"Jangan berbohong s*alan!!!. Kenapa kamu tidak jujur saja HAAAA!!. Apa kamu tidak capek disiksa".

"Tolong... Lepaskan tangan ku.... Aku benar-benar tidak tahu dimana... Mbak intan".

William semakin menghentakkan kakinya hingga tangan Zahra luka dan berdarah, tujuannya agar Zahra mengaku dimana wanita itu menyembunyikan calon istrinya.

Zahra yang sudah tak tahan akhirnya pingsan sebab tak bisa menahan sakit akibat ulah William yang meng*njaknya tak ada ampun.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Inooy

Inooy

punya suami sadis banget,,skalipun pernikahan nya terpaksa krn mempelai wanita nya kabur..semesti nya hargailah istri kamu..karena skali berucap, ucapan istri bisa menembus langit!!!

2025-01-23

1

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

lihat" aja nanti paling" William 💘sama zahra🤔 sabar Zahra pasti ada balasan yg tidak diduga

2024-11-16

0

Trisna

Trisna

kalau aku jadi intan aku akan kabur sampai dia menemukan kekasihnya

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!