Alan menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat, bagaimana bisa tagihan rumah sakit nya sebesar ini. Bukankah hanya melahirkan? Bagaimana bisa mencapai 50 juta.
"Pasti ada kesalahan." Jelas Alan.
"Tidak Pak, semuanya sudah sesuai."
Staf rumah sakit kembali menjelaskan setiap rincian yang ada di tagihan Alan, pria itu menghela nafas sejenak. Ia tidak menyangka jika ruang rawat VIP sangatlah mahal, di tambah lagi dengan biaya persalinan. Ia kira hanya akan menghabiskan uang sekitar 5 jutaan.
"Baik, aku akan bayar sebagian dulu."
Alan lebih memilih untuk membayar sekitar 20 jutaan, itupun uang tabungannya yang terakhir karena uangnya yang lain sudah habis untuk menyewa apartemen khusus untuk Intan.
Kini senyuman Alan tidak seceria tadi, ia mulai bingung dan pusing untuk melunasi biaya rumah sakit istrinya.
Alan lalu berjalan keluar dari rumah sakit, ia memilih untuk kembali ke rumah dan melihat kondisi Rosa.
Sesampainya di rumah, Alan kembali di sambut oleh ocehan dan makian Amanda. Wanita itu kesal karena Alan malah menghilang di saat Rosa sedang jatuh sakit, mendengar Rosa jatuh sakit membuat Alan sangat khawatir dan juga panik.
Ia segera melihat istri nya yang tengah terbaring di atas ranjang dengan wajah yang pucat, mata Rosa secara perlahan terbuka. Ia langsung di sambut oleh sosok pria yang kini sangat ia benci.
"Mau apa kau datang ke sini?" Tanya Rosa kesal, ia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Alan.
"Rosa, aku sudah meminta maaf. Apa kau tidak bisa memaafkan ku?" Tanya Alan yang langsung duduk di samping Rosa, ia memegang tangan wanita itu yang terasa sangat panas.
"Kau demam, sayang?" Tanya Alan dengan wajah yang khawatir.
"Singkirkan tangan busuk mu itu!" Maki Rosa yang langsung menghempaskan tangan Alan.
"Rosa aku harap Mama jangan sampai tahu masalah ini, biarkan ini menjadi urusan kita berdua." Pinta Alan, ia tidak ingin menjadi bahan makian Amanda. Apalagi Amanda memang sangat tidak menyukai Alan.
"Jika kau takut, kau harusnya jangan melakukan hal itu! Dan sebaiknya kau pergi dari sini, pergi dari rumah ku." Jelas Rosa dengan tatapan yang tajam, ia tidak terima dengan sikap Alan yang seperti ini.
Hatinya sudah terlalu hancur oleh pria di depannya, baginya tidak ada perselingkuhan yang bisa di maafkan.
Alan lagi-lagi menggelengkan kepalanya, ia kembali bersikap lembut. Dan berubah memeluk Rosa tapi Rosa tidak mau dan malah berteriak.
Teriakan Rosa membuat Amanda langsung datang, ia menatap tajam Alan yang berada di dekat Rosa.
"Ada apa ini?" Tanya Amanda.
"Tidak ada apa-apa, Ma." Jelas Alan, ia tidak ingin sampai Amanda mengetahui masalahnya dengan Rosa. Ia lalu meminta Amanda untuk keluar dari kamar nya.
"Kenapa kau takut?" Tanya Rosa dengan senyuman mengejek.
"Rosa, ini tidak lucu! Kau harusnya menjaga nama baik suami mu. Jika kau bersikap seperti ini, bagaimana orang-orang akan menilai ku. Mereka pasti bisa salah paham dengan ku." Jelas Alan yang mulai tidak menyukai sikap Rosa, baginya Sikap Rosa tidak selembut dan sehangat Intan.
"Sikap ku tergantung kau memperlakukan ku, kau berkhianat. Maka aku akan bersikap lebih buruk dari itu, apa kau pikir. Ketika kau selingkuh, aku harus menerima mu dengan senang hati?" Tanya Rosa dengan senyuman mengejek.
Alan tidak bisa menjawab perkataan Rosa, kedatangannya kesini adalah untuk meminjam uang kepada Rosa. Ia sangat membutuhkan uang untuk membayar sisa biaya rumah sakit Intan.
"Rosa, aku ke sini ingin meminjam uang kepada mu. Tidak banyak hanya sekitar 100 jutaan, aku yakin kau pasti punya." Ucap Alan dengan senyuman, ia tahu bagaimana besarnya gaji Rosa dan menghasilan wanita itu dari usaha yang lain.
Rosa tertawa saat mendengar hal itu, ia tidak menyangka jika suaminya adalah orang yang sangat tidak tahu malu. Setelah berselingkuh darinya, pria itu masih dengan berani meminjam uang.
"Untuk apa?" Tanya Rosa dengan senyuman di wajahnya.
"Jujur saja, ini untuk biaya rumah sakit Intan. Dan untuk anak ku, anak kita juga Rosa." Jelas Alan.
Rosa mengerutkan keningnya, "Anak itu bukan anak ku, dan aku sama sekali tidak peduli dengannya."
"Rosa, anak itu memang bukan lahir dari rahim mu. Tapi dia adalah benih ku, dan kita suami istri. Jadi anak itu adalah anakmu juga, kau juga harus menyayangi nya." Jelas Alan.
"Penjelasan mu tidak masuk akal, selagi itu bukan anak yang ku lahir kan. Maka itulah bukan anak ku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
clemira
kata gue teh lk² =Bego,tolol,bodoh,goblok,gila,g waras,kampret sma kt²buruk dia yg cocok untuk perlakuaannya ke rosa tp klo ke intan beda cerita lagi
2025-01-23
0
Wirda Wati
dasar gila,gendeng ,ngga tau malu 🤣🤣🤣🤣🤣
segala sumpah serapahku untuku Alan.....
hempaskannnn Rosa 🤣🤣🤣🤣
2025-02-01
0
Marina Tarigan
hahaaaa idiot ya Tendang saja dari rmhmu aneh bin ajaib
2025-02-23
0