Eps. 13: Adipati Sudah Lari

Jing Fu baru saja mengirimkan sarapan untuk Ning Ziyu. Dia melihat sang adipati sedang memijat kepalanya sendiri. Wajahnya tidak tampak segar, tidak seperti biasanya.

“Tuanku, apakah kamu tidak tidur nyenyak semalam?” tanyanya.

“Bukan itu masalahnya. Kepalaku sakit karena wanita itu terus menggangguku, berkata ingin punya anak dariku setiap saat.”

Jing Fu mengulum senyumnya ke dalam hatinya. Sejak Putri Wanxin dan Jenderal Agung Xian Zhou meninggal, dia jarang melihat Ning Ziyu mengeluhkan seseorang.

Ia biasanya menahannya atau bertindak langsung darinya. Tidak dekat dengan wanita, juga tidak mau menjalin hubungan.

Sekarang dia dibuat pusing oleh Putri Danyang. Jing Fu jadi merasa Ning Ziyu benar-benar seperti orang hidup.

Putri Danyang baru beberapa hari tinggal di sini, tapi dia sudah mampu membuat Adipati Ning pusing tujuh keliling. Sepertinya tidak lama lagi kediaman ini akan menjadi sangat ramai dan berwarna.

“Lalu mengapa Tuan tidak mengabulkannya? Jika Tuan menyetujui permintaannya, Putri mungkin akan berhenti mengganggumu.”

“Kamu pikir semudah itu? Lalu mengapa tidak kamu saja yang melakukannya?”

“Aiya, Tuan, jangan bercanda tentang itu.”

Jing Fu masih agak trauma dengan tindakan pembalasan sang putri tempo hari. Dia bukan orang yang bisa dihadapi dengan enteng, terutama karena Jing Fu sama sekali tidak tahu menahu soal Cheng Yao. Dia hanya tahu berdasarkan rumor, yang semuanya ternyata salah besar.

“Kalau begitu jangan membicarakannya lagi. Siapkan pakaian dan perbekalan, aku akan pergi ke Kota Luo hari ini.”

“Ah? Tuan, racunmu baru saja dikendalikan. Bagaimana jika tiba-tiba kambuh seperti bulan lalu?”

Ning Ziyu menjawab pertanyaan Jing Fu dengan tatapan tajam.

Jing Fu tahu dirinya tidak bisa menahan Ning Ziyu. Tuannya keras kepala, ketika memutuskan pergi, maka dia akan pergi.

Jing Fu sungguh khawatir tuannya akan mengalami kesulitan jika tiba-tiba racun bunga Hongluo kambuh lagi. Saat ini, racun itu sudah seringkali muncul tidak beraturan.

“Baik. Aku akan menyiapkannya,” ucap Jing Fu kemudian.

Siang harinya, Ning Ziyu meninggalkan Kota Feng bersama Ling Yun. Ling Ren tidak ikut bersamanya karena dia ditugaskan mengurusi hal lain.

Ketika kuda mereka bergerak meninggalkan gerbang kota, awan di langit menjadi gelap. Suara petir menyambar dari atas langit, seakan ingin berteriak menghentikan Ning Ziyu. Namun, pria itu tetap memilih melanjutkan perjalanan.

Di kediaman adipati, ketika Cheng Yao mengetahui Ning Ziyu sudah meninggalkan Kota Feng tanpa memberitahunya, dia marah besar.

Dia menghukum Jing Fu yang terlambat memberitahunya, menyuruhnya berlutut di tengah guyuran hujan deras. Cheng Yao juga menyuruh pengurus itu memegang kendi berisi air dan mengangkatnya di udara sampai kemarahannya mereda.

“Beraninya dia melarikan diri!” kesal Cheng Yao. Xiuli mencoba menenangkannya, namun sia-sia.

Cheng Yao beberapa kali mengumpat lagi. Ning Ziyu benar-benar pengecut. Mengapa dia malah pergi ke Kota Luo di saat pembicaraan mereka soal anak belum selesai?

Cheng Yao bahkan tidak pernah mengira seorang adipati seperti Ning Ziyu yang digilai para gadis akan menjadi pengecut.

“Putri, Tuan Adipati mungkin benar-benar memiliki urusan penting untuk diselesaikan. Dia mana mungkin melarikan diri,” ucap Xiuli.

“Sekarang kamu membelanya? Xiuli, sejak kapan kamu berpihak pada Ning Ziyu?”

Xiuli langsung menciut. “Putri, aku selalu setia kepadamu. Aku mengatakannya karena tidak ingin Putri terus marah sampai merusak kesehatan.”

“Mulutmu sungguh pandai bicara.”

Cheng Yao merebahkan dirinya di sofa, menarik napas pelan-pelan untuk menenangkan diri. “Sabar, Cheng Yao, kamu harus sabar jika ingin mendapatkan hasil yang baik,” ucapnya pada diri sendiri. “Kapan Jun Heng akan kembali?”

“Tidak tahu. Tapi, pos cabang paviliun mengirimkan informasi yang Putri minta siang tadi.”

“Berikan padaku.”

Xiuli kemudian memberikan berkas berisi informasi mendetail mengenai racun bunga Hongluo. Racun itu berasal dari wilayah selatan Negara Jin, bersifat korosif jika bertahan di dalam tubuh terlalu lama.

Selain menyebabkan kelumpuhan dan kebutaan yang berulang di setiap bulan, racunnya bisa menjadi sangat masif jika bercampur dengan beberapa bahan obat yang punya sifat bertentangan.

Tidak ada keterangan mengenai penawarnya dalam berkas tersebut. Katanya, racun ini dibuat oleh master racun yang tidak bisa ditemui hanya karena ingin.

Selain para master racun di wilayah selatan Negara Jin, tidak ada orang lain yang tahu mengenai cara menawarkan racunnya.

Cheng Yao mengangguk-angguk kecil. Kalau begitu, masuk akal bila Ning Ziyu tidak dapat disembuhkan meski sudah lewat lima tahun lamanya. Jangankan Ning Ziyu, bahkan Kaisar pun belum tentu bisa menawarkan racunnya.

Apakah ini adalah alasan mengapa Ning Ziyu tidak memberitahu Kaisar soal penyakitnya?

“Aku tidak percaya racunnya tidak dapat ditawarkan. Tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati. Xiuli, kirim surat ke pos cabang paviliun, cari penawarnya bagaimanapun caranya.”

“Baik, Putri.”

Xiuli belum beranjak. Dia malah menyerahkan sebuah surat undangan berwarna merah yang dibubuhi bubuk parfum kepada Cheng Yao.

Di dalamnya tertulis tentang pesta teh yang merupakan acara rutin yang diadakan khusus sebagai pertemuan para gadis bangsawan terhormat di Kota Feng.

“Untuk apa mereka mengundangku?” tanya Cheng Yao.

“Sebelumnya, tidak ada wanita di kediaman adipati, jadi tidak ada undangan yang dikirim. Kalau pun ada, Tuan Adipati tidak pernah menghadirinya. Tapi, sekarang sudah berbeda. Karena Putri sudah menikah dengan Adipati Ning, maka tidak ada alasan undangan ini tidak dikirim,” jawab Xiuli.

“Putri, apakah kamu akan datang?”

Cheng Yao menggeleng malas. “Tidak mau. Aku paling malas bertemu dengan wanita bangsawan.”

Jangankan pertemuan gadis bangsawan Kota Feng, bahkan perjamuan para putri dan selir atau Permaisuri di istana saja Cheng Yao malas menghadirinya. Jika tidak terpaksa, dia tidak akan pergi.

Lebih baik menghabiskan waktu dengan makan dan tidur daripada harus membuang waktu dengan bercengkrama bersama sekumpulan orang yang bermuka dua.

Tidak ada gunanya. Cheng Yao hanya akan mendapat lebih banyak masalah jika datang ke pertemuan semacam itu.

“Putri, Adipati menolakmu mungkin karena dia berpikir kamu tidak punya kualifikasi untuk menjadi wanitanya. Tetapi, jika Putri berusaha menjaga nama baik Adipati, siapa tahu dia bisa berubah pikiran?”

“Maksudmu, ini adalah kesempatanku?”

Xiuli mengangguk cepat. Cheng Yao mengernyit, matanya penuh selidik. Tapi kemudian, dia menggelengkan kepalanya lagi.

“Tidak mau. Aku tidak peduli pada reputasi Adipati Ning.”

“Putri, cobalah satu kali saja.”

“Heh, siapa yang tidak tahu kalau pesta teh hanya sebuah kedok untuk mengujiku?” Cheng Yao mencibir.

Para gadis bangsawan itu sudah jelas ingin menguji apakah Putri Danyang benar-benar bodoh dan tidak berguna. Dengan begitu, mereka bisa kembali memimpikan Ning Ziyu.

“Aku baru menikah dengannya kurang dari dua minggu, tapi mereka sudah sangat tidak sabar.”

“Kalau begitu gunakan saja kesempatan ini untuk membungkam mulut mereka yang ingin merendahkanmu.”

Perkataan Xiuli sangat masuk akal. Saat ini, rumor buruk mengenai dirinya sudah menyebar sangat luas dan dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh banyak orang.

Kecuali yang hadir dan melihatnya secara langsung di pernikahan saat itu, sisanya masih tidak tahu tentang seperti apa Putri Danyang yang sebenarnya.

Haruskah dia pergi? Atau, abaikan saja?

Terpopuler

Comments

dori

dori

abaikan

2024-12-02

0

INdah🌹

INdah🌹

171

2024-05-18

1

Hasna 💙

Hasna 💙

makin seru nih , di tunggu kelanjutan nya kk

2024-03-18

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Ditipu Kaisar
2 Eps. 2: Idola Kaum Muda
3 Eps. 3: Tidak Ada Penyambutan
4 Eps. 4: Putri dalam Rumor
5 Eps. 5: Si Buta yang Tampan
6 Eps. 6: Silsilah Kelahiran Adipati Ning
7 Eps. 7: Jangan Bicara Soal Orang Lain
8 Eps. 8: Pernikahan Adipati dan Sang Putri
9 Eps. 9: Harus Mendapatkan Malam Pertama!
10 Eps. 10: Pemuda Flamboyan adalah Tuan Putri!
11 Eps. 11: Tidak Bisa Memaklumi
12 Eps. 12: Kunci Kelemahan Masing-Masing
13 Eps. 13: Adipati Sudah Lari
14 Eps. 14: Kursi Panas
15 Eps. 15: Bicara dengan Kenyataan
16 Eps. 16: Berhenti Pura-Pura
17 Eps. 17: Informasi Payah
18 Eps. 18: Paman Kecil, Mari Bersepakat Denganku!
19 Eps. 19: Perjanjian
20 Eps. 20: Sekarat
21 Eps. 21: Menawar Racun
22 Eps. 22: Ingkar Janji
23 Eps. 23: Melampiaskan Amarah
24 Eps. 24: Ambisi Tersembunyi
25 Eps. 25: Festival Perahu Naga
26 Eps. 26: Menjadi Umpan Meriam
27 Eps. 27: Penjelasan
28 Eps. 28: Mencari Tahu Rencana
29 Eps. 29: Akan Berkunjung
30 Eps. 30: Gagal
31 Eps. 31: Gangguan
32 Eps. 32: Titah Pengawalan
33 Eps. 33: Kebencian
34 Eps. 34: Pemberangkatan
35 Eps. 35: Sebuah Alasan
36 Eps. 36: Pembunuh Utusan
37 Eps. 37: Menuju Ibukota Jin
38 Eps. 38: Ada Orang Lain
39 Eps. 39: Ramah Tamah Ibukota Jin
40 Eps. 40: Jamuan Penyambutan
41 Eps. 41: Tidak Bisa Dibandingkan
42 Eps. 42: Hadiah Pertemuan
43 Eps. 43: Menjadi Sempurna
44 Eps. 44: Kekuatan untuk Chengjia
45 Eps. 45: Penculikan
46 Eps. 46: Pembakaran
47 Eps. 47: Pertolongan
48 Eps. 48: Tidak Mudah Ditindas
49 Eps. 49: Rindu
50 Eps. 50: Panggilan Mendadak
51 Eps. 51: Niat yang Sesungguhnya
52 Eps. 52: Sengaja Masuk Jebakan
53 Eps. 53: Pertemuan
54 Eps. 54: Tangan Jahat
55 Eps. 55: Apakah Kamu Ingin Menjadi Kaisar?
56 Eps. 56: Rencana demi Rencana
57 Eps. 57: Mengadu Siasat
58 Eps. 58: Menghajar Orang Sombong
59 Eps. 59: Menenangkan Istri
60 Eps. 60: Bermain Air
61 Eps. 61: Memulai Rencana
62 Eps. 62: Keagungan yang Jatuh
63 Eps. 63: Tempat Penahanan
64 Eps. 64: Bayangan
65 Eps. 65: Induk Serangga!
66 Eps. 66: Surat Kesepakatan
67 Eps. 67: Menjadi Pemberontak
68 Eps. 68: Memberi Makan
69 Eps. 69: Bagi Tugas
70 Eps. 70: Menangkap Imigran Asing
71 Eps. 71: Khawatir
72 Eps. 72: Memaksakan Takhta
73 Eps. 73: Pemberontak Harus Mati
74 Eps. 74: Pemikiran Lain
75 Eps. 75: Pulih
76 Eps. 76: Rencana Penebusan
77 Eps. 77: Dendam Kesumat
78 Eps. 78: Penundaan
79 Eps. 79: Gelagat Aneh
80 Eps. 80: Bertemu Kaisar Dayan
81 Eps. 81: Kediaman Baru
82 Eps. 82: Pembawa Kabar
83 Eps. 83: Keputusan Kaisar
84 Eps. 84: Perjalanan Kembali
85 Eps. 85: Arogan
86 Eps. 86: Secercah Cahaya Matahari
87 Eps. 87: Tak Tahan Rindu
88 Eps. 88: Kabar dari Perbatasan
89 Eps. 89: Bantuan Paviliun Zhanbai
90 Eps. 90: Kesal
91 Eps. 91: Penghinaan Besar
92 Eps. 92: Kabar untuk Istana
93 Eps. 93: Hadiah
94 Eps. 94: Puncak Pertarungan
95 Eps. 95: Sampai Akhir
96 Eps. 96: Pertanda
97 Eps. 97: Mencari Kabar
98 Eps. 98: Orang yang Kembali dari Kematian
99 Eps. 99: Kesulitan
100 Eps. 100: Keberuntungan
101 Eps. 101: Sayang Anak
102 Eps. 102: Menanyakan Pilihan
103 Eps. 103: Membayar Harga
104 Eps. 104: Mewariskan Takhta
105 Eps. 105: Persinggahan Terakhir
106 Episode Spesial 1: Warisan
107 Episode Spesial 2: Pulang
108 Episode Spesial 3: Keturunan
109 Pemberitahuan Karya Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Eps. 1: Ditipu Kaisar
2
Eps. 2: Idola Kaum Muda
3
Eps. 3: Tidak Ada Penyambutan
4
Eps. 4: Putri dalam Rumor
5
Eps. 5: Si Buta yang Tampan
6
Eps. 6: Silsilah Kelahiran Adipati Ning
7
Eps. 7: Jangan Bicara Soal Orang Lain
8
Eps. 8: Pernikahan Adipati dan Sang Putri
9
Eps. 9: Harus Mendapatkan Malam Pertama!
10
Eps. 10: Pemuda Flamboyan adalah Tuan Putri!
11
Eps. 11: Tidak Bisa Memaklumi
12
Eps. 12: Kunci Kelemahan Masing-Masing
13
Eps. 13: Adipati Sudah Lari
14
Eps. 14: Kursi Panas
15
Eps. 15: Bicara dengan Kenyataan
16
Eps. 16: Berhenti Pura-Pura
17
Eps. 17: Informasi Payah
18
Eps. 18: Paman Kecil, Mari Bersepakat Denganku!
19
Eps. 19: Perjanjian
20
Eps. 20: Sekarat
21
Eps. 21: Menawar Racun
22
Eps. 22: Ingkar Janji
23
Eps. 23: Melampiaskan Amarah
24
Eps. 24: Ambisi Tersembunyi
25
Eps. 25: Festival Perahu Naga
26
Eps. 26: Menjadi Umpan Meriam
27
Eps. 27: Penjelasan
28
Eps. 28: Mencari Tahu Rencana
29
Eps. 29: Akan Berkunjung
30
Eps. 30: Gagal
31
Eps. 31: Gangguan
32
Eps. 32: Titah Pengawalan
33
Eps. 33: Kebencian
34
Eps. 34: Pemberangkatan
35
Eps. 35: Sebuah Alasan
36
Eps. 36: Pembunuh Utusan
37
Eps. 37: Menuju Ibukota Jin
38
Eps. 38: Ada Orang Lain
39
Eps. 39: Ramah Tamah Ibukota Jin
40
Eps. 40: Jamuan Penyambutan
41
Eps. 41: Tidak Bisa Dibandingkan
42
Eps. 42: Hadiah Pertemuan
43
Eps. 43: Menjadi Sempurna
44
Eps. 44: Kekuatan untuk Chengjia
45
Eps. 45: Penculikan
46
Eps. 46: Pembakaran
47
Eps. 47: Pertolongan
48
Eps. 48: Tidak Mudah Ditindas
49
Eps. 49: Rindu
50
Eps. 50: Panggilan Mendadak
51
Eps. 51: Niat yang Sesungguhnya
52
Eps. 52: Sengaja Masuk Jebakan
53
Eps. 53: Pertemuan
54
Eps. 54: Tangan Jahat
55
Eps. 55: Apakah Kamu Ingin Menjadi Kaisar?
56
Eps. 56: Rencana demi Rencana
57
Eps. 57: Mengadu Siasat
58
Eps. 58: Menghajar Orang Sombong
59
Eps. 59: Menenangkan Istri
60
Eps. 60: Bermain Air
61
Eps. 61: Memulai Rencana
62
Eps. 62: Keagungan yang Jatuh
63
Eps. 63: Tempat Penahanan
64
Eps. 64: Bayangan
65
Eps. 65: Induk Serangga!
66
Eps. 66: Surat Kesepakatan
67
Eps. 67: Menjadi Pemberontak
68
Eps. 68: Memberi Makan
69
Eps. 69: Bagi Tugas
70
Eps. 70: Menangkap Imigran Asing
71
Eps. 71: Khawatir
72
Eps. 72: Memaksakan Takhta
73
Eps. 73: Pemberontak Harus Mati
74
Eps. 74: Pemikiran Lain
75
Eps. 75: Pulih
76
Eps. 76: Rencana Penebusan
77
Eps. 77: Dendam Kesumat
78
Eps. 78: Penundaan
79
Eps. 79: Gelagat Aneh
80
Eps. 80: Bertemu Kaisar Dayan
81
Eps. 81: Kediaman Baru
82
Eps. 82: Pembawa Kabar
83
Eps. 83: Keputusan Kaisar
84
Eps. 84: Perjalanan Kembali
85
Eps. 85: Arogan
86
Eps. 86: Secercah Cahaya Matahari
87
Eps. 87: Tak Tahan Rindu
88
Eps. 88: Kabar dari Perbatasan
89
Eps. 89: Bantuan Paviliun Zhanbai
90
Eps. 90: Kesal
91
Eps. 91: Penghinaan Besar
92
Eps. 92: Kabar untuk Istana
93
Eps. 93: Hadiah
94
Eps. 94: Puncak Pertarungan
95
Eps. 95: Sampai Akhir
96
Eps. 96: Pertanda
97
Eps. 97: Mencari Kabar
98
Eps. 98: Orang yang Kembali dari Kematian
99
Eps. 99: Kesulitan
100
Eps. 100: Keberuntungan
101
Eps. 101: Sayang Anak
102
Eps. 102: Menanyakan Pilihan
103
Eps. 103: Membayar Harga
104
Eps. 104: Mewariskan Takhta
105
Eps. 105: Persinggahan Terakhir
106
Episode Spesial 1: Warisan
107
Episode Spesial 2: Pulang
108
Episode Spesial 3: Keturunan
109
Pemberitahuan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!