Mulai merasakan

Selamat Membaca

.

.

.

.

.

Alen pura-pura tidak terjadi apa-apa, padahal dirinya salah tingkah.

"Jiah, dia pura-pura. Kita tahu kok lu berusaha buat jaga jarak, tapi jangan kelihatan banget kali cemburu nya. Santai aja." Goda Lanjut Nathan.

"Jalan, balik ke kantor." Perintah Alen.

"Baik tuan." Sahut supir Alen.

"Eh... kita nggak jadi jalan ke bar? Alen? Yah!" Kata Arka sambil kembali ke dalam mobil dan menyusul Alen kembali ke kantor dii susul Nathan juga.

Di kamar Zie,

"Lu tadi ngapain aja sama kak Alen. Ngobrol nya serius banget sampe berjam-jam di restoran, kalian tidak melakukan sesuatu..."

"Pikiran tuh ya bener-bener deh. Nggak mungkin gua ngelakuin hal tidak senonoh begitu, apalagi ini kak Alen bisa jadi mangsa penggemarnya gua pas datang ke kampus nanti. Entah, gua jjuga nggak tahu kenapa gua nyaman ngobrol sama kak Alen kayak ngalir aja gitu gak mikirin harus cari topik pembicaraan atau takut jawabannya pendek." Bingung Zie.

"Hati-hati lho. Yang awalnya nyaman bisa timbul cinta." Ujar Helen.

"Ngaco. Gua baru putus belum ada sehari, nggak mungkin gua langsung ambil hati yang ada gua jadiin pelarian tuh kak Alenn." Protes Zie.

"Lu sadar gakk sih kalau lu sebenernya udah gak ada rasa cinta sama sekali sejak lu datang kesini sama Antonio?" Ungkap Gea.

"Bener Zie. Lu tuh dari awal datang kesini udah kayak nggak nuntut dia harus selalu ada dan turutin mau lu, malah gua perhatiin lu yang manut-manut aja. Kayak udah pasrah dan bodo amat sama hubungan yang lu jalanin sama Antonio." Lanjut Helen.

"Kalian bener juga sih, kalian kan tahu sendiri gimana dulu gua yang selalu harus nempel kemanapun gua pergi harus ada dia. Disini, gua malah nyaman sendiri dan bodo amat dia mau kemana dan dimana. Jangan-jangan udah sejak saat itu gua gak ada rasa lagi sama Antonio tapi gua pertahanin, Gila gua buang-buang waktu banget ngelakuin hal begitu." Gumam Zie.

"Nah itu, jadi kurang lebih hampir setahun juga lu bisa lepasin dia yang nggak selalu nempel. Jadi, wajar kan kalau tiba-tiba lu udah timbul rasa nyaman sama orang lain notaben itu adalah kak Alen. Lagian kak Alen baik banget lho jagain lu tentang kejadian semalam di danau, hari ini di pameran seni dan bahkan dengerin cerita lu." Kata Helen

"Kalian benar,tapi untuk posisi kak Alen itu adalah salah. Walaupun kita sama-sama putus hubungan di saat yang sama. Tapi, gak ada yang tahu sejak kapan rasa yang kak Alen miliki terhadap kak Leta hilang." Jelas Zie.

"Lu tanya dong, jangan lu sia-sia kan kesempatan ini." Ide Gea.

"Sudah, sudah sudah jangan di pikirkan lagi. Rasanya kepala gua mau pecah tahu nggak ngomongin beginian, gua mau tidur bentar kalian bangunin gua jam 5 sore yak." Pinta Zie.

"Ya Ampun tanggung amat tidur sejam doang, bilang aja sama kak Aksa makan malam nya jam 8 malam. Lagian llu kan single gak akan ada yang cariin." Ujar Helen.

"Yaudah, nih gua kabarin kak Aksa jemput nya jam 7 aja jadi sekarang gua bisa tidur 2 jam. Kalian bener-bener bangunin gua ya jam 6 sore." Pinta Zie.

Zie mengirimkan pesan kepada kakak nya,

(Kak, nanti jemput buat makan malam jam 7 aja ya. Aku mau tidur dulu sebentar.) - Zie

(Are you okay?) - Aksa

(I'm Okay kak. Kakak fokus aja ke masalah kantor nanti jam 7 jemput aku di asrama, aku udah di asrama mau tidur dulu.) - Zie.

(Okay!) - Aksa

Zie pun membersihkan make up tipis di wajahnya dan berganti baju. Gea Helen baru menyadari sesuatu saat Zie hendak menaiki kasur untuk tidur.

"Zie, lu balik kok baju nya beda? Gaun lu kemana?" Tanya Helen.

"Oh itu, tadi sebelum masuk ke restorant hotel. Di minta ganti gaun sama kak Alen, soalnya kena darah gua dan ada yang robek kan nggak sopan ketemu Oma Leonard pake baju begitu." Jelas Zie.

Helen Gea saling tatap kemudian tersenyum jahil.

"Belanja bareng kan lu?" Tebak Gea sambil senggol Zie.

"No. Gua cuman nunggu di salah satu ruangan gitu, tiba-tiba datang tuh banyak gaun ada 2 deret gantungan sama tata rias. Jadilah gua tadi pas pulang." Ujar Zie.

"Emm... Kirain lu belanja bareng berdua ke mall." Kata Helen.

"Nggak. Yaudah, gua tidur ya guys. Terserah kalian mau ngapain disini, anggaplah seperti kamar kalian sendiri." Ucap Zie.

Kedua sahabatnya mengangguk dan membiarkan Zie beristirahat. Sementara itu, di tempat Leta lebih tepatnya markas Keluarga Martin.

Sementara itu, di tempat Leta lebih tepatnya markas Keluarga Martin.

Leta langsung duduk di sofa ruang tamu tidak menyadari bahwa sang kakak ada di ruangan kerja nya.

"Kakak tidak ada kan?" Tanya Leta.

"Ada nona, Di ruang kerja." Sahut pelayan di markas itu.

"Tumben sekali sudah pulang, Ini belum waktu jam pulang kerja." Gumam Leta.

Tak lama itu, kakak Leta keluar dari ruang kerja dan sedikit terkejut adik nya sudah pulang.

"Kok kamu sudah pulang? Bukankah kamu bilang akan dinner bareng Alen?" Tanya Kakak nya Leta bingung.

"Nggak jadi." Jawab singkat Leta.

"Kenapa?" Tanya Kakak nya Leta penasaran.

"Emm... tidak apa." Sahut Leta.

Tiba-tiba 5 pengawal memasuki markas dalam keadaan wajah babak belur. Kakak nya Leta terkejut dan menanyakannya.

"Apa yang terjadi pada kalian? Kalian habis darimana?" Tanya Kakak nya Leta.

"Kami... Kami dari..."

Anak buah itu sambil melirik-lirik takut ke arah Leta,

"Jawab dengan benar!" Tegas Kakak nya Leta.

"Kak, Tidak perlu berteriak, mereka ikut dengan ku. Mereka melakukan sesuatu yang aku perintahkan, Walaupun tidak berhasil membuat perempuan asing itu mundur setidaknya dia harus merasakan sakit itu." Kata Leta.

"Apa maksud kamu? Oh ya, kenapa kamu masuk berita paling atas? Tentang sebuah pameran seni, apa kamu membuat ulah disana?" Tebak Kakak nya Leta.

Leta diam tidak mengatakan apapun.

"Kamu akan bungkam? Tidak ingin mengatakan apapun pada kakak?" Tanya Kakak nya Leta.

"Kak Elvan, diamlah. Aku sedang memikirkan caranya agar perempuan itu menjauh dari Alen. Aku tidak ingin kehilangan Alen." Gerutu Leta.

"Perempuan? Alen berselingkuh?" Tanya Kakak nya Leta yang bernama Elvan.

Lagi-lagi Leta diam tak menjawab.

"Dek, kata kan padaku. Siapa perempuan yang kamu maksud dan apakah Alen berselingkuh darimu?" Tanya Elvan.

"Aku... em..."

"Kalian berlima katakan sesuatu padaku, Apa yang terjadi?" Tanya ELvan kepada bawahannyya.

"Nona mendatangi pameran seni dan meminta kami untuk menghancurkan salah satu Karya dari panelis. Kemudian bukan tuan Alen yang berselingkuh tapi...."

"Kamu berselingkuh? Dengan siapa?" Tanya Elvan sudah mulai marah.

"Namanya Antonio. Ternyata dia adalah pacar dari perempuan itu yang sekarang dekat dengan Alen, Kemudian ternyata Alen adalah cucu dari Oma Leonard Seniman terkenal di dunia. Aku tidak tahu bagaimana Alen bisa mengetahui tentang aku dan pria ini." Jelas Leta.

"Apakah kamu bodoh? Bagaimana kamu tidak mengetahui jika Alen adalah cucu dari Oma Leonard? Dari nama panjang nya saja seharusnya kamu sadar bahwa dia anak darii perusahaan terkenal mendunia. Kamu mendekatinya benar-benar karena jatuh cinta padanya pada sejak awal? Leta, aku kan sudah bilang jaga dengan baik hubungan mu dengan Alen untuk meningkatkan perusahaan kita. Kamu... masuk ke kamar dan jangan meninggalkan markas!" Kesal Elvan.

Dengan wajah yang cemberut dan sedikit marah Leta pergi ke lantai 2 dimana kamarnya berada. Elvan menjatuhkan diri di sofa sambil memijit kening yang sedikit pusing.

"Bawakan air madu hangat untukku." Pinta Elvan.

"Baik tuan." Sahut pelayan itu.

Tak lama pelayan itu kembali sambil membawa minuman yang di minta Elvan.

"Kalian kembalilah ke kamar, sudahi pekerjaan kalian lebih cepat. Kosongkan rumah markas ini dan tetap menjaga di luar, laporkan padaku." Perintah Elvan.

"Baik tuan." Jawab pelayan dan pengawal bawahan Elvan serempak.

Dikamar Leta, Leta mondar mandir di dalam kamar nya kemudian memutuskan untuk meminta pertolongan kepada Antonio agar bisa keluar dari markas ini.

.

.

.

.

.

Bersambung

.

.

.

.

.

Terimakasih sudah membaca :)

Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Memergoki Perselingkuhan
3 Membatalkan Pertunangan
4 Tersesat
5 Kembali Ke Asrama Kampus
6 Pengumuman pameran seni
7 Kericuhan di Pameran
8 Pembuat Onar
9 Menyerang Psikis
10 Evakuasi menuju makan siang
11 Lunch With Idola
12 Cerita Masa Lalu, Benarkah?
13 Kenyataan yang pahit
14 Mulai merasakan
15 Pengganggu
16 Dinner With Second Family
17 Second Family
18 Club Bar
19 First Snow With You
20 Usaha Pertama, Gagal!
21 Mendadak Pindah
22 Mengatur Kerja sampingan
23 Rencana Bocor
24 Berkeliling Masion Alen
25 Ruang Rahasia
26 Belanja Oleh-Oleh
27 Perjalanan Ke Bandara
28 Usaha kedua, gagal?
29 Terbongkarnya perselingkuhan
30 Penculikan dalam Taksi
31 Menjauh Darinya
32 Tetap dengan Kecurigaan
33 Kerusuhan Di Kampus
34 Rumah Sakit
35 Keluarga Baru
36 Rencana Mendadakan
37 Rencana A Gagal
38 Semakin Dekat
39 Ungkapan Hati, Kita Pacaran?
40 Peresmian Keluarga Baru
41 New Couple
42 Introgasi di Pagi hari
43 Mengundang tamu tak diundang
44 Mengupas masa lalu
45 Tanpa Aba-Aba
46 Tidur Siang
47 Perjanjian Kita
48 Pertanyaan masa lalu
49 Rasa Gengsi
50 Hotpot di California
51 Kecurigaan
52 Masa Lalu 1
53 Masa Lalu 2
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Memergoki Perselingkuhan
3
Membatalkan Pertunangan
4
Tersesat
5
Kembali Ke Asrama Kampus
6
Pengumuman pameran seni
7
Kericuhan di Pameran
8
Pembuat Onar
9
Menyerang Psikis
10
Evakuasi menuju makan siang
11
Lunch With Idola
12
Cerita Masa Lalu, Benarkah?
13
Kenyataan yang pahit
14
Mulai merasakan
15
Pengganggu
16
Dinner With Second Family
17
Second Family
18
Club Bar
19
First Snow With You
20
Usaha Pertama, Gagal!
21
Mendadak Pindah
22
Mengatur Kerja sampingan
23
Rencana Bocor
24
Berkeliling Masion Alen
25
Ruang Rahasia
26
Belanja Oleh-Oleh
27
Perjalanan Ke Bandara
28
Usaha kedua, gagal?
29
Terbongkarnya perselingkuhan
30
Penculikan dalam Taksi
31
Menjauh Darinya
32
Tetap dengan Kecurigaan
33
Kerusuhan Di Kampus
34
Rumah Sakit
35
Keluarga Baru
36
Rencana Mendadakan
37
Rencana A Gagal
38
Semakin Dekat
39
Ungkapan Hati, Kita Pacaran?
40
Peresmian Keluarga Baru
41
New Couple
42
Introgasi di Pagi hari
43
Mengundang tamu tak diundang
44
Mengupas masa lalu
45
Tanpa Aba-Aba
46
Tidur Siang
47
Perjanjian Kita
48
Pertanyaan masa lalu
49
Rasa Gengsi
50
Hotpot di California
51
Kecurigaan
52
Masa Lalu 1
53
Masa Lalu 2
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!