Selamat Membaca :)
.
.
.
.
.
"Aku masih kenyang kak, cukup minuman saja. Hem! Sebenarnya sih, tadi telepon dari papa ku em tidak. Lebih tepatnya keluarga papa ku." Sahut Zie.
"Bukankah seharusnya kamu bahagia mendapatkan telepon dari papa kamu? Berarti ada mama kamu dan..."
"Kedua orang tua ku bercerai kak, sebelum berangkat kuliah disini aku memutuskan untuk bergabung dengan keluarga dari mama. Ya, mama ku sudah menikah lagi dengan sahabatnya yang sudah aku kenal saat mama dan papa menikah. Kemudian papa ku juga di jebak untuk bertanggung jawab, padahal ia tahu bahwa itu bukan darah daging nya tapi dia mencintai ibu." Cerita Zie.
"Maaf, aku tidak bermaksud membuat kamu membuka luka lama seperti ini. Lanjutkan lain kali saja saat suasana hati kamu sudah lebihh baik." Ucap Alen.
"Tidak apa kak. Aku tidak keberatan untuk hal itu, lagi pula aku bukan bagian di kartu keluarga papa lagi. Aku memiliki satu adik tiri yang di bawa ibu, Beda umur kami satu tahun dan aku lebih tua dari dia. Selama bersekolah dia hanya tahu bagaimana cara nya membolos dan membuang-buang uang. Sedangkan aku di paksa untuk harus memenuhi kebutuhanku sendiri yang akhirnya aku memutuskan untuk berkerja, tak berhenti disitu. Ternyata penghasilan yang aku dapatkan lebih besar dari papa ku, Alhasil mereka meminta dari penghasilan yang aku dapatkan setengah untuk mereka. Aku selalu mendapatkan bonus karena bisa membuat para pelanggan sangat puas dengan pelayanan yang aku berikan, oh ya aku bekerja di sebuah cafe terkenal pusat kota jakarta. Harusnya aku mendapatkan 3,5 juta tapi karena setiap hari cafe itu selalu ramai jadi pemilik cafe memberiku bonus total gaji ku sebulan adalah 4,5 juta. Kakak tahu berapa yang mereka ambil dari gaji yang aku hasilkan sendiri?" Tutur Zie.
"2 Juta? 1,5 juta?" Tebak Alen.
Zie menggelengkan kepala nya. Tak lama itu pesanan minuman Zie datang, zie meminumnya.
"Ini akan sangat panjang ceritanya, aku harap kak Alen nggak bosan dengarnya. Mereka ambil 3 Juta dari setiap gaji yang aku dapatkan, 2 Juta untuk Cyta pergi bersama teman-teman nya mendatangi sebuah Bar yang ternyata adalah Bar milik temanku untungnya Cyta tidak tahu hal itu. Kemudian 1 Juta lagi untuk Ibu entah beli apa, ah aku juga mendapatkan beeasiswa disini tidak semudah yang kakak bayangkan." Jelas Zie.
"Bukankah kampus mengirimkan sebuah email dan kamu hanya perlu menerima nya saja? Dulu seingatku begitu." Ucap Zie.
"Memang seperti itu, namun kakak tahu kan bahwa aku membutuhkan waktu untuk menerima itu. Karena harus mengecheck ke valid an dari email itu takut kalau email tersebut mengatasnamakan perusahaan, itu bisa saja terjadi. Karena aku terlalu lama berpikir sampai akhirnya satu hari saat aku duduk di bangku belakang mengecheck dengan laptop kecilku dan ponsel aku letakkan di meja menyala email dari kampus terbuka. Cyta mengambilnya dan mengadu pada Ibu, mereka menghapus email itu begitu saja. Itu pertama kali nya, kedua kali nya email yang sama datang aku tidak memerlukan waktu untuk berpikir. Aku langsung meminta restu atau izin dari papa untuk menerima kuliah dengan full beasiswa disini. Namun ternyata, papa bilang bahwa itu hanya penipuan dan papa menghapusnya tanpa mendengar penjelasan dariku." Jelas panjang Zie.
"Itu benar-benar jahat. Kamu melewati itu sendiriian?" Tanya khawatir Alen.
"Awalnya aku bertiga dengan kak Reendra dan kak Aksa. Namun, karena mereka harus membuka perusahaan yang mereka impikan dan sama, mereka sulit mendapatkan izin dari papa untuk memulai hal baru jadi mereka memutuskan untuk keluar dari kartu keluarga papa. Kebetulan, mama mengetahui itu dan meminta Ayah untuk membantu anak-anak laki-laki nya sedikit. Hingga akhirnya bisa berdiri dan bahkan sudah menyebar hampir di seluruh kota indonesia. Mereka tidak meninggalkanku sendirian, mereka mengajakku namun karena aku tidak percaya bahwa papa sekejam itu memperlakukan anak dari darah daging nya sendiri. Jadi seperti itu lah yang terjadi." Jawab Zie.
"Lalu apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa sampai disini?" Tanya Alen.
"Aku meminta bantuan Ayah dan kedua kakak ku untuk mengurus keluar nya aku dari kartu keluarga papa. Tidak membutuhkan waktu lama, aku bisa keluar dari sana. Seharusnya uang gaji ku bisa utuh kan setelah keluar darisana? Tapi ini nggak, karena setiap sebulan sekali kalau tidak bertemu dengan Cyta secara kebetulan dan di paksa memberikannya uang. Aku berurusan dengan kreditur keluarga papa, ternyata selama ini papa berhutang hampir 20 juta. Tadinya kedua kakak ku dan Ayah sangat ingin membantu tapi aku bilang jangan, biar aku sendiri yang mengurusnya. Jadi aku berhasil melunasi hutang di kreditur selama kurang lebih 7-8 bulan saat itu aku kelas 2 SMA, Sebenarnya saat itu aku masih kurang 5 juta lagi karena sudah di batas ambang akhirnya kedua kakak ku memberikan masing-masing 2 juta dan temanku yang memiliki Bar meminjami 1 juta. Awalnya aku menolak dengan tegas, namun saat itu aku di rawat di rumah sakit karena kerja extra." Cerita panjang Zie.
"Lalu apa yang terjadi, seharusnya sudah kamu lunasi dengan bunga-bunga nya kan? Berarti tidak ada masalah lagi? Kemudian kampus apakah mengirimkan kamu email untuk ketiga kali nya?" Tanya len yang semakin penasaran.
"Aku berhasil melunasi itu semua. Namun, tidak berhenti sampai disitu Cyta setiap bulan meneror aku agar mengirimkan uang karena aku masih merasa kasihan dengan papa yang harus menjadi tulang punggung untuk 2 perempuan rakus akan harta jadi aku memberikannya. Bahkan pernah dua kali, Cyta meminta gaji awalku secara langsung kepada bos cafe. Untungnya bos cafe tidak memberikannya, saat itu lah aku kenal dengan Gea juga Helen. Kembali ke kampus, setelah kejadian Cyta melakukan meminta gaji di awal itu aku memutuskan untuk berhenti dan tinggal di apartemen murah satu gedung apartemen dengan kakak-kakak ku hanya berbeda lantai saja. Dari situ, aku cerita semua yang terjadi yang belum aku ceritakan ke kakak-kakak ku. Mereka sangat marah mengetahui aku di perlakukan seperti itu, bahkan mereka langsung mengajakku ke rumah mama dan menceritakan hal itu kepada mama juga Ayah. Mama menangis dan merasa gagal menjadi orang tua untuk ketiga anaknya, namun aku dan kedua kakak ku mengatakan bahwa itu tidak benar" Kata Zie.
Zie meminum minumannya. Alen menatapnya dengan tatapan khawatir sedih marah semua jadi satu, ia tidak menyangka jika zie melewati masa sulit itu dengan sangat tabah dan sabar. Bagaimana bisa?
'Benarkah yang dia ceritakan kisah aslinya? Jadi dia juga saat itu mengalami kecelakaan?' Bathin Alen.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments