"Itu adik tiri nya, nama aslinya Cyta Marcus. Keluarga marcus adalah marga sesungguhnya, gak perlu heranlah kalo di era sekarang gampang meng claim marga yang lebih kaya." Tutur Alen.
"Wa! Lu udah menggali informasi sedalam itu dalam waktu yang bener-benar singkat, Hebat! Jadi, kesimpulannya lu tertarik kah?" Goda Nathan.
"Belum. Nggak tahu nanti, gua belum tahu lebih dalam lagi tentang dia. Gua nggak mau main-main lagi sekarang, buat saat ini gua mau fokus selesaikan magister gua dulu di kampus." Gumam Alen.
"Tapi, gua dapat informasi sekilas gua dengar entah benar atau salah. Zie bakal mengundurkan diri dari program beasiswa ini, mungkin dia bakal mengajukan itu setelah diskusi sama orang tua nya dan kedua kakak nya." Kata Arka.
"Hah? Kok cabut? Karena masalah ini? maksudnya masalah cowok itu?" Bingung Nathan.
Arka hanya mengangkat bahu tidak tahu. Karena itu hanya kabar simpang siur saja yang ia dengar beberapa hari kebelakang ini. Alen setelah meneguk gelas kelima akhirnya memutuskan untuk pulang, Leta dan Antonio sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu. Pikir mereka kedua nya benar-benar sudah pergi ternyata Leta masih menunggu di tempat parkir mobil tepatnya di depan mobil Alen terparkir.
"Alen." Panggil Leta.
Alen berjalan sambil di topangi oleh Arka hanya menoleh sekilas lalu membuka pintu bagian belakang dan masuk begitu saja mengabaikan Leta. Saat Arka ingin menutup pintu mobilnya, di tahan oleh Leta.
"Alen, maafin aku. Aku janji nggak akan mengulangi kesalahan yang sama, Aku mengaku salah. Maafin aku." Mohon Leta.
"Dengar baik-baik, selingkuh di tambah mengkhianat itu adalah penyakit. Sekali melakukan itu, pasti akan melakukannya lagi di masa depan. Lu sama cowok itu aja, gua nggak butuh lu lagi. Ini terakhir kali nya gua berharap lu datangin gua, kedepannya anggap aja kita nggak pernah saling kenal satu sama lain." Peringatan Alen lalu mendorong Leta agar dirinya bisa menutup pintu.
"Bro, disini susah dapat taksi online. Lu yakin mau ninggalin dia disini sendiri?" Tanya Nathan.
Alen segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang,
"Reza, Suruh satu orang buat antar Leta pulang ke tempatnya. Kedepannya nggak perlu awasin dia lagi, di bukan calon nona muda Alister." Perintah Alen.
"Baik tuan." Sahut pria yang bernama Reza yang berada di seberang telepon.
Alen memutuskan teleponnya dan meminta agar Nathan segera menjalankan mobilnya. Mereka pergi meninggalkan Leta terduduk di parkiran mobil. Di tengah perjalanan, ada sebuah mobil berhenti di tepi jalan sebuah taman. Ada dua perempuan seperti terlihat kebingungan, tiba-tiba Alen meminta untuk menghentikan mobilnya.
"Kenapa?" Tanya Nathan.
"Itu mobil yang bareng sama Zie, coba lu check dong. Mereka kayak kebingungan gitu, kayak nya ada masalah deh. Gua nggak mungkin turun, walaupun gua sadar tapi aslinya gua teler banget ini." Pinta Alen.
"Okay, tunggu bentar." Sahut Nathan yang turun dari mobil.
Nathan menghampiri dua perempuan yang terlihat kebingungan.
"Permsi, ada masalah sama mobilnya? Perlu bantuan kah?" Tanya Nathan.
"Eh! Kak Nathan juga di sini? Oh, ini kak. Zie udah setengah jam minta sendirian di taman buat nenangin diri katanya bakal balik gak lama gitu, tapi pas di telepon atau di telusuri seluruh taman gak ada orang nya." Jawab Helen.
"Helen, lihat! Tas nya aja di tinggal gimana kita bisa telepon Zie coba, duh kalo terjadi apa-apa sama dia gimana ini. Mana udah malam banget lagi, belum genap setahun tapi udah jauh banget mainnya kalo di culik gimana?" Takut Gea.
"Lu jangan nakut-nakutin gua gitu dong. Lu kan tahu tadi sebelum datangin tuh cowok brengsek dia minum beer dulu..."
"Pingsan?" Ucap Helen Gea berbarengan.
"Eh, kalian tenang dulu. Kan kalian yang udah kenal banget sama Zie, coba kalian pikirin kira-kira dia kemana kalo lagi badmood begini. Kalau nggak salah di sekitar taman ini ada danau gitu, kalian udah periksa kesana belum?" Ujar Nathan membuat kedua nya lebih tenang.
"Ah! Belum kak, kita nggak tahu apa-apa di daerah sini." Sahut Helen.
"Yaudah, kita bareng aja deh kesana. Kalian perempuan semua, apalagi ini Zie pergi sendirian. Untung disini nggak begitu rawan penculikan, mau di susulin sekarang? Aku bilang dulu sama Alen dan Arka di mobil." Tawar Nathan.
"Nggak deh kak, ngerepotin aja. Kita berdua aja nggak apa kak, lagian nanti ada kak Aksa datang tadi dia juga khawatir sama Zie kebetulan lagi ada disini buat beberapa hari kedepan." Jawab Gea.
"Tunggu bentar ya." Pinta Nathan langsung ke mobil Alen.
Nathan menceritakan kejadian yang di alami oleh Gea juga Helen. Alen langsung mengeluarkan penghilang pengar kobam dari kotak obat di bawah kursi samping supir lalu meminnum air putih yang banyak, kemudian turun dari mobil sambil membawa dua senter dan air putih yang sudah di campur obat pengar penghilang kobam. Kedua nya bingung dan terus meneriaki nama Alen, namun tak di pedulikan. Tiba-tiba, Helen dan Gea menghampiri Nathan juga Arka untuk menanyakan situasi.
"Ish! Gua lupa, kita ada di perbatasan wilayah keekuasaan sama keluarga Martin. Pantesan aja Alen langsung kabur." Ujar Arka menepuk pundak Nathan dan menepuk kening nya.
"Kita harus susul mereka sih, Kita bagi dua tim aja, Helen sama gua di mobil Alen dan lu sama Gea bawa mobil mereka, banyak jebakan disini." Perintah Nathan.
Gea juga Helen hanya melihat satu sama lain karena tidak mengerti maksud perkataan kedua nya.
"Mereka ngomongin apa sih? Siapa Martin?" Bingung Gea.
"Gua juga nggak paham, lho eh mobil lu kok di naikin dia?" Tanya Helen.
"Helen ayo naik, Gea lu masuk mobil itu. Kita ketemu di danau, komunikasi jangan putus. Untung aja Alen bawa talkie-walkie." Ucap Nathan.
Gea Helen hanya menuruti apa yang di perintahkan oleh Nathan. Di perjalanan, Nathan dan Arka menjelaskan kepada Helen Gea bagaimana situasi saat ini. Kedua nya sangat terkejut karena mereka tidak tahu menahu soal itu sama sekali. Tiba-tiba ponsel Gea berbunyi,
[Ya ka?] - Gea
[Kalian dimana? Aku udah hampir sampai ke lokasi nih.] - Seorang pria.
[Kak Aksa langsung ke danau dari taman itu aja, kita ketemu disana kak. Tadi aku sama Helen udah telusuri taman tapi nggak ada tanda-tanda keberadaan Zie sama sekali terus juga tas beserta ponselnya di tinggal gitu aja.] - Gea
[Okay, kita ketemu disana. Oh ya, kalau kak Rendra ada hubungin kalian jangan kasih tahu situasi ini dulu. Biar aku aja yang jelasin situasi ini.] - Aksa
Gea mengakhiri panggilan teleponnya.
"Aksa sama Rendra siapa? Pacar kalian?" Tanya Arka.
"Bukan kak, mereka kakak nya Zie. Kak Aksa kebetulan lagi ada tugas di sini buat mengembangkan perusahaan cabang disini, tapi belum dapat kesepakatan jadi susah. Kalo kak Rendra dia yang megang pusat kantor nya ada di indonesia, mereka lagi coba buat buka disini juga biar bisa lindungin Zie kalo mereka besar di indonesia doang kan gak bisa berbuat apa-apa nanti." Jelas Gea.
"Group Carrington maksud kamu?" Tanya Arka.
"Iya kak, kok kakak tahu?" Bingung Gea.
"Nanti aja kapan-kapan aku ceritain, kita udah sampai. Fokus cari Zie dulu." Ujar Arka lalu turun dari mobil.
Gea Helen Arka Nathan dan Aksa sudah berkumpul di satu titik yang lebih dekat dengan danau sementara itu di tempat Zie,
"Ah, aku sudah terlalu lama dan jauh dari taman. Pasti mereka khawatir, duh kepala ku pusing lagi. Oh iya belum makan nasi." Gumam Zie.
Zie duduk di sebuah bangku yang mengarah ke sebuah danau, tiba-tiba ada lima orang menghampiri Zie.
"Apa yang kamu lakukan disini nona? Apakah anda tersesat?" Tanya pria-pria itu.
"Tidak paman. Aku baik-baik saja, aku akan kembali ke taman." Jawab Zie sambil berdiri dan mulai menjauh dari mereka namun di tahan oleh salah satu pria itu.
"Nona, tempat ini kalau malam tidak bisa sembarang orang memasuki nya. Nona lagi butuh hiburan kah? Kita bisa lho temenin." Goda Pria-pria itu mulai menyentuh Zie secara tidak senonoh sampai akhirnya Zie hampir jatuh kalau tidak ada Alen yang menopangnya.
"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Alen.
"Nggak apa." Sahut Zie setelah menegaskan penglihatannya.
Zie ingat pernah di perlihatkan foto Alen oleh kedua sahabatnya, jadi ia tidak mungkin salah mengenali orang.
"Siapa kamu? Berani masuk-masuk daerah sini, asal kalian tahu ini sudah masuk wilayah Martin." Kesal Pria itu.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments