First Snow With You

Selamat Membaca :)

.

.

.

.

.

Zie sesekali bergetar dan meringis karena luka yang di obati oleh Alen. Setelah selesai perban tangan Zie,

"Antonio masih di bawah. Kamu mau balik sekarang?" Tanya Alen.

"Kakak minum kah?" Tanya balik Zie.

"Nggak. Mereka doang yang minum, aku bisa nyetir buat mereka. Kamu gimana? Tangan kamu kuat buat setir mobil? Karena yang satu memar yang satu lagi di perban." Ucap Alen.

"Bisa kok kak. Sekarang aja kak, udah jam setengah 12 malam." Sahut Zie.

"Yaudah kita turun sekarang." Ajak Alen.

Mereka pun turun. Saat di pintu keluar lagi dan lagi Antonio mencegat Zie untuk lewat, Kali ini Antonio tidak sendiri tapi membawa banyak bawahan seperti preman entah darimana. Alen langsung menarik Zie agar berada di belakang nya, Nero dan Reza siap di posisi nya.

"Kak, jangan pakai kekerasan ya. Ini negara orang, polisi gampang datang jangan sampai kakak kena masalah." Pinta Zie.

"Iya, kamu tetap di belakang aku." Tutur Alen.

"Zie, aku minta maaf. Kita baikan ya, damai. Aku salah selingkuh di belakang kamu." Ucap Antonio.

"Nggak." Jawab Tegas Zie.

"Heh! Mentang2 udah tidur sama anak orang kaya, lu nolak gua? Gua bisa bayar 5x lipat!" Teriak Antonio yang ternyata sudah mabuk berat.

"Lu iri ya tahu Zie makin bersinar setelah putus sama lu! Kemana aja lu selama ini? Cuman bisa menyakiti hati Zie doang! Dasar pengkhianat!" Kesal Helen.

"Lu..."

"Mau ngapain? Jangan jadi pecundanng lu beraninya sama perempuan!" Halang Nathan.

"Kak, udah abaikan aja. Gak ada ujung nya ngeladenin kayak gini, malah dia yang senang dapat perhatian. Apalagi dia lagi mabuk begitu, biarin aja." Pinta Zie.

Tiba-tiba salju turun untuk pertama kali nya buat Zie di California, Angin bertiup kencang. Zie dan Alen saling bertatapan sesaat kemudian Alen mengkode agar Reza dan Nero buka jalan ke mobil. Alen mengantar Zie ke mobil Helen dahulu,

"Kamu yakin bisa menyetir dalam keadaan seperti ini?" Tanya Alen.

"Aku bisa." Yakin Zie.

Alen memasangkan sabut pengaman untuk Zie kemudian melepas mantelnya dan menyelimuti pinggang hingga kaki jenjang Zie,

"Pakai saja, aku akan ikuti kamu dari belakang. Kita pelan-pelan saja ke asrama." Ucap Alen.

"Baik kak." Sahut Zie.

Gea Helen naik di bagian kursi belakang di pasangkan sabuk pengaman olehh Arka Nathan lalu mereka meninggalkan mantel juga untuk keduanya. Tak membutuhkan lama, Alen dan kedua nya naik ke mobil sementara Antonio masih berontak ingin menghampiri Zie di tengah hujan badai salju seperti ini. Setelah masing2 siap, Alen menyala matikan lampu mengisyaratkan Zie untuk jalan.

Zie menyetir dengan santai, zie harus memutar kampus karena hanya tinggal satu pintu yang di buka jika sudah jam 12 malam. Setelah mobil zie Alen agak menjauh, Nero Reza dan bawahan lainnya masuk ke mobil menyusul tuannya (Alen). Setelah sampai di parkiran,

"Girls, ayo turun. Hujan badai nya makin jadi ini." Pinta Zie.

Gea Helen pun dengan setengah kesadaran turun dari mobil sambil menggunakan mantel kebesaran milih Arka dan Nathan. Begitupun Zie,

"Kak makasih ya untuk malam ini, aku..."

"Zie kita dluan, dingin banget!" Teriak Gea di susul Helen.

"Len, kita duluan buruan ya masuk ntar lu sakit!" Teriak Arka di ikuti Nathan.

"Kamu masuklah, udara nya bisa sampai minus malam ini." Pinta Alen sambil meminta Zie lebih mengeratkan mantelnya.

"Makasih kak, ayo masuk." Jawab Zie gugup dengan perlakuan spontan Alen.

Ketika kedua nya berada di dalam gedung, detak jantung mereka saling berbalapan, kedua nya mengabaikan itu dan pergi ke kamar mereka masing2. Helen Gea kembali ke kamarnya, Zie menggantung mantel Alen di lemarinya.

Zie merutuki kebodohan lupa nya karena meninggalkan mantel di mobil Aksa, Zie mengecheck ponselnya ternyata Aksa sempat meneleponnya hampir 5x dan tidak satupun terjawab bahkan tidak ada respon juga di pesan.

"Pasti besok kak Aksa akan marah besar." Pikir Zie.

Zie menatap ponsel barunya kemudian memindai beberapa kontak penting, memasang alarm dan tidur. Apakah dirinya bisa tidur setelah mendapatkan sikap perhatian spontan dari seoran Alen? Baru 10 menit memejamkan mata, Zie membuka mata nya kembali karena teringat dengan perkataan mengancam Alen kepada Antonio.

"Zie lu harus tidur. Lu harus kekampus besok untuk membatalkan akses Antonio masuk ke perkarangan Asrama. Tidur!" Gumam pada dirinya sendiri.

Semtara Alen juga masih merasa gusar dengan perilaki refleks nya tadi terhadap Zie, Apa dia sudah lama tidak ada yang mengisi hatinya? Bukankah dirinya baru saja putus kemarin?

"Oh Alen, tidur lah!" Kesal alen pada dirinya sendiri.

Akhirnya kedua nya benar2 tidur berhasil memasuki alam mimpi. Keesokan harinya, Zie terbangun dan melihat keluar jendela dan kagum bahwa taman di belakang asrama tertutup dengan salju semalam dan salju masih turun namun tidak lebat. Zie turun dari tempat tidur nya kemudian bebersih diri lalu memakai matelnya dan keluar dari kamar, namun belum sampai memegang gagang pintu. Ponselnya berdering, panggilan masuk dari Aksa.

[Ya kak?] - Zie

[Masih ingat punya kakak?] - Aksa

[Maaf kak, semalam aku benar-benar lelah. Kak, aku harus ke kampus sekarang sebelum mengantri panjang.] - Zie

[Kamu tidak melihat berita? Kamu berada di paling atas sebagai pelakor di hubungan Alen dan mantannya, lalu...] - Aksa

[Kakak tahu kan bagaimana aslinya?] - Zie

[Tentu saja. Pria itu yang berselingkuh dari kamu, kakak percaya tapi...] - Aksa

[Yasudah tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tidak ada guna nya meng klarifikasi tetang apa yang tidak kita lakukan, kakak sendiri yang mengatakan itu.] - Zie

[I Know baby. Tapi sekarang di luar perkarangan asrama kamu sudah banyak wartawan bahkan fans fanatik dari mantan Alen, kamu yakin bisa menghadapi caci maki mereka?] - Aksa

Zie terdiam.

[Minta di temani Alen.] - Aksa

[Tidak mau.] - Zie

[Kenapa?] - Aksa

[Jika aku keluar dengan kak Alen malah akan menambah keruh keadaan kakak, tidak mungkin.] - Zie

[Tapi hanya dengan cara ini kamu bisa aman.] - Zie

[Aku akan memikirkan jalannya sendiri, kakak tidak perlu khawatir. Aku juga akan mengantar kakak ke bandara nanti sore, oke kak, bye!] - Zie

[Halo... hei...] - Aksa

Zie duduk di kasur kembali dan memikirkan cara nya,

"Apakah ada cara untuk membatalkan akses asrama secara online? Ah, kenapa tidak terpikirkan oleh ku." Gumam Zie.

Zie mencari aturan di buku peraturan asrama dan ketemu. Zie langsung membuka link itu dan mengisi semua data nya, Belum berhasil. Akhirnya Zie bertekad tetap keluar tepat jam 9 pagi hari ini,

"Eh! Lu mau kemana?" Tahan Gea.

"Gua mau ngurus pembatalan akses Antonio." Kata Zie.

"Di depan gedung kita banyak orang, lu yakin tetap mau keluar?" Tanya Helen.

"Gua udah coba pembatalan pake link malah di tolak, jadi gua gak ada pilihan lain." Ujar Zie.

"Yaudah, kita bantu buat mengalihkan orang2 di luar. Lu keluar lewat pintu belakang, okay?" Rencana Gea Helen.

"Okay!" Sahut Zie.

Helen Gea Turun tangga melewati Lift sedangkan Zie lewat tangga, karena tangga lebih dekat dengan pintu belakang. Helen menutupi Gea seakan-akan dia melindungi Zie dari camera yang mereka gunakan, setelah semua keluar dari lantai dasar Zie pun keluar dari pintu belakang.

Zie tidak menyangka jika di belakang Asrama juga sudah ada beberapa wartawan, saat dia menyadari berpapasan mata dengan salah satu wartawan tiba-tiba ada yang menutup mulutnya dan menarik Ziie untuk bersembunyi.

"Eh! Disana-sana... Dia pergi kesana!" Teriak salah satu wartawan.

.

.

.

.

.

Bersambung

.

.

.

.

.

Terimakasih sudah membaca :)

Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Memergoki Perselingkuhan
3 Membatalkan Pertunangan
4 Tersesat
5 Kembali Ke Asrama Kampus
6 Pengumuman pameran seni
7 Kericuhan di Pameran
8 Pembuat Onar
9 Menyerang Psikis
10 Evakuasi menuju makan siang
11 Lunch With Idola
12 Cerita Masa Lalu, Benarkah?
13 Kenyataan yang pahit
14 Mulai merasakan
15 Pengganggu
16 Dinner With Second Family
17 Second Family
18 Club Bar
19 First Snow With You
20 Usaha Pertama, Gagal!
21 Mendadak Pindah
22 Mengatur Kerja sampingan
23 Rencana Bocor
24 Berkeliling Masion Alen
25 Ruang Rahasia
26 Belanja Oleh-Oleh
27 Perjalanan Ke Bandara
28 Usaha kedua, gagal?
29 Terbongkarnya perselingkuhan
30 Penculikan dalam Taksi
31 Menjauh Darinya
32 Tetap dengan Kecurigaan
33 Kerusuhan Di Kampus
34 Rumah Sakit
35 Keluarga Baru
36 Rencana Mendadakan
37 Rencana A Gagal
38 Semakin Dekat
39 Ungkapan Hati, Kita Pacaran?
40 Peresmian Keluarga Baru
41 New Couple
42 Introgasi di Pagi hari
43 Mengundang tamu tak diundang
44 Mengupas masa lalu
45 Tanpa Aba-Aba
46 Tidur Siang
47 Perjanjian Kita
48 Pertanyaan masa lalu
49 Rasa Gengsi
50 Hotpot di California
51 Kecurigaan
52 Masa Lalu 1
53 Masa Lalu 2
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Memergoki Perselingkuhan
3
Membatalkan Pertunangan
4
Tersesat
5
Kembali Ke Asrama Kampus
6
Pengumuman pameran seni
7
Kericuhan di Pameran
8
Pembuat Onar
9
Menyerang Psikis
10
Evakuasi menuju makan siang
11
Lunch With Idola
12
Cerita Masa Lalu, Benarkah?
13
Kenyataan yang pahit
14
Mulai merasakan
15
Pengganggu
16
Dinner With Second Family
17
Second Family
18
Club Bar
19
First Snow With You
20
Usaha Pertama, Gagal!
21
Mendadak Pindah
22
Mengatur Kerja sampingan
23
Rencana Bocor
24
Berkeliling Masion Alen
25
Ruang Rahasia
26
Belanja Oleh-Oleh
27
Perjalanan Ke Bandara
28
Usaha kedua, gagal?
29
Terbongkarnya perselingkuhan
30
Penculikan dalam Taksi
31
Menjauh Darinya
32
Tetap dengan Kecurigaan
33
Kerusuhan Di Kampus
34
Rumah Sakit
35
Keluarga Baru
36
Rencana Mendadakan
37
Rencana A Gagal
38
Semakin Dekat
39
Ungkapan Hati, Kita Pacaran?
40
Peresmian Keluarga Baru
41
New Couple
42
Introgasi di Pagi hari
43
Mengundang tamu tak diundang
44
Mengupas masa lalu
45
Tanpa Aba-Aba
46
Tidur Siang
47
Perjanjian Kita
48
Pertanyaan masa lalu
49
Rasa Gengsi
50
Hotpot di California
51
Kecurigaan
52
Masa Lalu 1
53
Masa Lalu 2
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!