Selamat Membaca :)
.
.
.
.
.
Nero pergi melaksanakan tugas nya, Alen mengirim pesan kepada Aksa.
(Kak, aku izin mengawasi kalian dengan pengawal bayangan dari jarak yang aman. Aku sudah dengar tentang yang terjadi di Asrama barusan, Group Martin yang membebaskan Antonio tanpa syarat. Ada penyusup di kantor polisi itu dari keluarga Martin, sisa nya serahkan padaku.) - Alen
Aksa yang sedang makan, melihat ada notif pesan dari Alen langsung teralihkan dan membacanya.
(Terimakasih, maaf merepotkanmu. Aku akan meminta kak Rendra untuk mengirim beberapa bawahan terpercaya unntuk menjaga zie juga disini, besok aku akan kembali ke indonesia.) - Aksa
(Mohon kerja sama nya ya kak.) - Alen
(Tentu, aku juga begitu.) - Aksa
Aksa masuk ke sebuah ruangan untuk mandi dan bersiap-siap sebelum kedua sahabatnya datang, Ya di dalam ruang kerja kantor Alen ada sebuah kamar tersembunyi hanya Alen dan Nero yang tahu. Diluar ruangan kerja Alen, Nero menerima telepon dari Nathan.
[Ada apa Nero?] - Nathan
[Tadi Antonio mendatangi asrama perempuan kampus, itu karena masih belum di non-aktifkan akses nya oleh Nona Zie.] - Nero
Nathan yang sedang menyetir baru maju sedikit dari tempat parkir langsung menginjak Rem membuat Arka terkejut juga.
[Ok. Gua bantu periksa sekitar asrama, Bilang sama Alen gua sama Arka sedikit terlambat] - Nathan
[Baik tuan. Hati-hati. Tuan Alen juga baru memulai mandi.] - Nero.
[Sejak kapan di dalam kantor Alen ada kamar mandi?] - Nathan bingung
[Ada ruang rahasia yang hanya di ketahui oleh tuan Alen saja.] - Nero
[Baiklah, terus kabari aku tentang apa saja yang terjadi.] - Nathan
[Baik tuan Nathan] - Nero
Mobil_Nathan
"Lu kenapa dah? Gua dah nata rambut rapi mau ketemu cwe2 di club bar, jadi berantakan lagi nih." Kesal Arka.
"Antonio di bebaskan sama Group Martin, tadi dia sempet datangin asrama perempuan buat ketemu sama Zie." Ujar Nathan.
"Hah? Kok bisa? Berarti kecolongan dong kita selama ini mempekerjakan orang Group Martin." Menyesal Arka.
"Yang gua pikirkan sekarang, Helen gimana? Kalau ada Zie berarti ada helen dan Gea juga kan, mereka dalam bahaya? Apa gimana..."
Arka langsung turun dari mobil tanpa mendengarkan perkataan Nathan sampai selesai. Arka pergi ke depan gedung asrama perempuan, tak lama saat ingin menaiki tangga. Gea Helen membuka pintu utama Asrama dan terkejut melihat Arka dibawah.
"Kak Arka?" Panggil Gea bingung.
Gea Helen segera turun menghampiri Arka, tak lama itu muncul Nathan dengan mobilnya.
"Kalian kenapa?" Tanya Helen bingung.
"Kalian gak bareng sama Zie?" Tanya balik Arka.
"Nggak kak, Zie udah pergi duluan setengah jam yang lalu sama kak Aksa. Kenapa?" Ujar Gea.
"Kalian belum tahu kalau Antonio terbebaskan tak bersyarat gegara ada petugas yang kerja itu dari group Martin? Jadi, Zie sama antonio apa sama kak Aksa?" Bingung Nathan.
"Hah? Antonio?" Terkejut Gea Helen.
Tak lama itu, ibu pengawas turun mendekati mereka.
"Ada apa? Apa kalian kehilangan sesuatu?" Tanya ibu pengawas asrama.
"Bu, tadi Zie keluar asrama dengan siapa dia pergi?" Tanya Helen.
"Oh itu. Sebelum Zie keluar dari pintu dia melihat ada mantan pacarnya diluar, Ibu kira mereka akan dinner bareng ternyata dia akan dinner sama kakak nya. Ibu sempat lihat bahwa pria itu bersikap kasar ke Zie, tapi tak lama itu kakak nya datang dengan mobil dan pria itu kabur begitu saja." Jelas Ibu pengawas.
Masing2 sahabat Alen Zie merasa tenang mendengar bahwa Zie pergi ddengan Aksa.
"Terimakasih bu atas infformasinya." Jawab Gea.
Ibu pengawas Asrama itu kembali memasuki gedung asrama.
"Terus kalian mau kemana?" Tanya Nathan.
"Kita mau cari makan malam kak." Sahut Helen.
"Mau gabung gak? Tapi kita pergi jemput Alen dulu di kantor." Tawar Arka.
"Gak deh kak, Kita udah ada rencana sendiri." Tolak Gea.
"Yaudah, kalau gitu kita duluan ya. Kalau ada apa-apa telepon aja, gak perlu sungkan." Ucap Nathan.
"Ok kak." Sahut Gea Helen.
Nathan Arka pergi meninggalkan perkarangan Asrama kampus. Sementara Gea Helen menuju parkiran untuk ke mobil, Mereka ke club bar dengan mengemudi. Kembali...
Restoran
"Kak, siapa yang kirim pesan?" Tanya Zie.
"Clien. Biasa mau menawarkan investasi gitu, tapi kakak lihat dari profil perusahaannya kurang menarik dan tidak menguntungkan sesama perusahaan." Jawab Aksa.
"Aneh. Kok tidak saling menguntungkan mengajukan kerja sama." Ujar Zie.
"Ya namanya juga karena pengaruh Group Xavier dek. Kalo Ada mereka kan apapun di untungkan, tapi sayang nya kurang menguntungkan buat kita." Jelas Aksa.
Tiba-tiba ponsel Zie berdering ada panggilan video dari Mama
(Sayang, apa kabar? Lama banget angkat teleponnya. Mama ganggu ya?) - Mama
(No. Nggak sama sekali mah, aku lagi dinner aja sama pria tampan sih katanya...) - Zie
(Wah! Kamu baru putus udah jalin hubungan sama orang lagi? Ngapain sih dek, kakak2 kamu aja masih menjomblo. Jangan cepet-cepet kali.) - Rendra.
(Wah! Dalam rangka apa nih tumbenan banget kak Rendra pulang ke rumah mama, gitu ya giliran aku all timee di rumah mama gak ada tuh kak Aksa sama kak Rendra ke rumah. Pada sibuk sama dunia nya masing-masing.) - Zie
(Kalo bukan karena Adek kamu nangis, kakak mu ini gak akan datang. Siapa yang tega biarin Karla nangis, Apalagi tinggal hitungan hari ulang tahunnya. Dia aja masih maksa Aksa buat pulang tapi dia juga gak tega minta Aksa ninggalin kamu sendiri disana.) - Mama.
(Mah, tanyain. Itu dia dinner sama siapa? Katanya pria tampan mah. Omelin tuh kasih tahu.) - Rendra.
(Kakak! Kok kakak makin cantik sih disana.) - Karla
(Mau nitip apa? Nanti sebelum kak Aksa pulang kakak titip deh.) - Zie
(Kakak beneran gak bisa pulang? Kan Karla kangen banget.) - Karla
(Maaf ya sayang, Kakak gak bisa gabung untuk ulang tahu kamu besok. Kakak janji setelah nanti kekumpul libur pasti langsung ke indonesia buat ketemu kamu, secepatnya. Jangan nangis ya, kakak bingung harus ngapain kalo kamu nangis nanti.) - Zie
(Janji ya kak?) - Karla.
(Janji sayang.) - Zie
(Kakak lagi dimana? Kok gak ada kak Gea sama kak Helen?) - Karla
(Omelin dek, lagi dinner bareng pria ganteng itu. Teriakin, jangan deket-deket kak Zie gitu.) - Rendra.
(Diam kak Rendra.) - Zie
(Wah! Dibelain. Gitu ya sekarang, berani ya bela orang lain daripada keluarga nya sendiri. Yah, tuh yah anak nya pacaran mulu. Mentang-mentang disana banyak bule.) - Rendra
(Mau tahu gak kak, disini kak Aksa juga lagi deketin cewe.) - Zie
Aksa yang berada tepat di depannya langsung terbatuk-batuk dan melototi Zie yang dibalas dengan menjulurkan lidah tanda meledek.
(Wah, beneran sama cowo kamu dek? Putar kamera nya.) - Rendra
(Gak ah.) - Zie
(Kakak telepon Aksa ya.) - Rendra
(Telepon aja. Hp nya di aku, tadi pas cewe nya datang di kira aku pacarnya terus langsung pergi gitu aja. Di depan aku orang yang berbeda, aku gak jadi dinner sama kak Aksa.) - Zie
(Dek, buat kebaikan kamu lho.) - Rendra
(Yaudah. Tapi janji ya yang di omelin kak Aksa bukan aku, kan kak Aksa yang ninggalin aku sendiri.) - Zie
(Ya.) - Rendra
Zie senyum kemenangan mengerjai kedua kakak nya, Mama dan Ayah sudah tahu bahwa Zie mengerjai kakak2 nya. Saat ponsel nya di putar, muncul lah Aksa di layar. Zie tertawa diikuti mama dan Ayah.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments