7 : Hubungan Rahasia yang Mulai Terendus

Sepanjang hari ini, mas Abdul Khodir tak kunjung bertemu sang ibu tiri. Ia yang sengaja bekerja di dalam rumah menjadi berpikir, jika adanya dirinya di sana, malah membuat sang ibu tiri tak akan pernah keluar dari kamar.

“Coba aku pura-pura pulang, tapi sebenarnya aku ngumpet pantau dari rumah tetangga!” pikir mas Abdul Khodir tak lama setelah ia menghabiskan sisa kopi hitamnya di cangkir.

Demi membuktikan kecurigaannya, mas Abdul Khodir sengaja pamit ke mbok Sipon. Mbok Sipon segera keluar dari belakang untuk membukakan pintu.

Seperti yang mas Abdul Khodir khawatirkan, sang ibu tiri dan juga Prasetyo sungguh sudah jaga-jaga di dalam kamar. Karena keduanya sudah dikabari oleh mbok Sipon.

Prasetyo maupun ibu Retno sudah memakai pakaian lengkap. Mbok Sipon sudah langsung mengabarkan kepulangan mas Abdul Khodir.

“Dia pulang lebih awal,” lirih ibu Retno.

Ibu Retno sadar, dirinya bisa terancam tidak mendapatkan warisan, andai hubungannya dengan Prasetyo terbongkar. Hanya saja, ibu Retno sudah cinta hidup kepada Prasetyo. Jadi apa pun yang terjadi, ibu Retno akan melakukan segala cara agar dirinya tetap bisa mendapatkan warisan maupun lelaki pujaannya.

Hanya saja, kenyataan Prasetyo yang memiliki istri sangat cantik menjadi alasan utama ibu Retno ingin mengikat Prasetyo dalam pernikahan. Bahkan meski pernikahan tersebut terancam hanya menjadi pernikahan rahasia. Asal ibu Retno bisa menggeser dan bila bisa menyingkirkan Dewi dari kehidupan Prasetyo, ibu Retno akan menghalalkan segala cara untuk bisa di titik itu.

Dewi dengan segala kesederhanaannya memang membuat ibu Retno was-was. Karena tanpa dandan saja, Dewi sudah sangat cantik. Apa kabar jika Dewi sampai dandan atau setidaknya diperhatikan oleh Prasetyo? Ditambah lagi, Dewi juga sudah memberi Prasetyo sepasang anak. Sementara sampai sekarang, meski selama dua tahun mereka berhubungan juga tanpa pengaman, ibu Retno tetap belum hamil.

“Jangan pulang!” rengek ibu Retno yang masih memakai gaun malam mini hanya agar Prasetyo tetap tergoda kepadanya.

Ibu Retno masih mendekap manja Prasetyo yang sedang memakai celana levis panjangnya. Prasetyo nyaris rapi dan memang siap pergi meninggalkannya.

“Aku janji nanti malam, aku datang lagi. Ini aku harus cari Dewi karena Dewi belum pulang!” ucap Prasetyo yang memang buru-buru. Apalagi kini, memang sudah pukul setengah tiga sore. Perutnya memang sudah kenyang dan kebutuhan batinnya juga jangan ditanya karena ibu Retno selalu memuaskannya.

“Perhatian banget ya, ... si Dewi belum pulang saja, mau dicari!” sebal ibu Retno yang sebenarnya tahu, Dewi baru melahirkan dan sejak itu, Dewi belum pulang. Karena ibu Retno juga yang sengaja membuat Prasetyo meninggalkan Dewi ketika akan melahirkan. Momen di mana seorang wanita sangat butuh dukungan sekaligus kehadiran suaminya.

Ibu Retno memang sengaja melukai mental Dewi dengan membuat Dewi kesepian dan kekurangan kasih sayang seorang suami. Karena memang hanya dengan cara begitu, wanita penggo.da sepertinya mendapatkan laki-laki yang diinginkan. Cara tersebut juga yang membuatnya melampia.skan kecemburuannya kepada Dewi yang masih saja diperhatikan oleh Prasetyo.

“Dewi pasti belum pulang dari kemarin. Kemarin kan dia lahiran,” ucap Prasetyo.

“Memangnya lahirin anak, bisa kasih kamu duit? Memangnya, Dewi bisa kasih kamu mobil? Jangan ngada-ngada deh!” sergah ibu Retno benar-benar emosi.

Mendapati itu, Prasetyo yang sadar bahwa ibu Retno sangat cemburu, sengaja menenangkannya. Prasetyo menahan kedua lengan ibu Retno yang terbilang nyaris kekar, menggunakan kedua tangannya. Namun, ibu Retno langsung ngambek-ngambek manja. Ibu Retno buru-buru memberinya punggung. Hanya saja, Prasetyo sudah paham apa yang harus ia lakukan. Ibu Dewi yang begitu haus sentuhan sekaligus perhatiannya itu, ingin dimanjakan lebih dari sebelumnya.

Setelah mendekap hangat tubuh ibu Retno dari belakang, Prasetyo berkata, “Nanti malam aku ke sini lagi. Ini aku mau bawa Dewi pulang, biar dia bisa urus keluargaku loh Sayangku! Kalau Dewi sudah urus keluargaku, kan kita bisa bersenang-senang dengan leluasa!”

“Lama-lama, aku malah pengin bun.uh Dewi sama anak-anak kalian. Biar kita enggak ada batu sandungan lagi!” batin ibu Retno yang sebenarnya sudah sangat ingin melakukan keinginannya itu—membu.nuh Dewi dan anak-anak Prasetyo.

“Kamu enggak usah cemburu lah. Aku dan Dewi enggak mungkin berhubungan in.tim karena Dewi saja, baru nifas,” yakin Prasetyo.

“Tapi banyak yang bilang, wanita habis melahirkan sengaja dikasih kecantikan bidadari. Wanita baru melahirkan biasanya jadi makin cantik karena ibaratnya itu hadiah buat mereka, tapi godaan untuk para suami!” manja ibu Retno masih belum mau ditinggal oleh Prasetyo.

Dalam diamnya, untuk anggapan ibu Retno yang kali ini, Prasetyo setuju. Karena jangankan setelah melahirkan, saat masih hamil saja, Dewi tetap cantik.

Di luar rumah ibu Retno yang pekarangan luasnya sampai dipagar tinggi menggunakan tembok, mas Abdul Khodir masih mengawasi. Namun, sepeda mas Abdul Khodir sengaja dimasukkan ke dalam rumah rumah joglo di depan rumah ibu Retno.

“Sampai sekarang, si Pras masih ada di dalam, loh, Mas. Dan itu sering,” ucap pak Fuad, sang pemilik rumah.

“Sebenarnya beberapa warga juga sudah merasa risi. Masalahnya kami tidak punya bukti. Apalagi, Pras memang kerja ke ibu Retno.”

“Sedangkan kami enggak mungkin dapat bukti karena rumah ibu Retno saja, dibenteng tinggi pakai tembok kokoh. Andai mau greb.ek pun, ya pasti sudah rapi!”

“Kenapa Pakde baru cerita ke saya sih?” ucap mas Abdul Khodir menyesalkan keadaan.

Belum sempat mendapat balasan, gerbang rumah sudah dibuka. Mbok Sipon mendorong gerbangnya, sementara Prasetyo yang sudah tampil rapi, melangkah gagah menuju salah satu mobil yang terparkir di samping rumah.

“Nah, kan ... orangnya masih di dalam!” ucap pak Fuad.

“Rapi banget ya penampilannya. Andai di dalam dia kerja jadi tukang kebun, apa benerin tembok sama genteng yang bocor, harusnya enggak serapi gagah itu,” pikir mas Abdul Khodir.

Sepanjang menyetir mobil, Prasetyo merasa sangat bahagia. Apalagi ketika ia melihat kantong keresek hitam yang ia bawa, berisi segepok uang. Sampai-sampai, Prasetyo tidak sadar, dirinya diikuti mas Abdul Khodir.

Menggunakan Ojek, mas Abdul Khodir mengikuti Prasetyo. “Ini aku wajib mengamankan mbok Sipon. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa cari bukti. Apalagi gara-gara mbak Retno, hidup ibu dan keluarga kami, susah setengah mati!” batin mas Abdul Khodir.

Karena jangankan mobil yang jumlahnya memang banyak di rumah alm. bapaknya. Sekadar motor saja, mas Abdul Khodir dan saudaranya tidak diberi. Bekerja pun, mas Abdul Khodir hanya karyawan biasa. Karena memang sejak dari awal, mas Abdul Khodir yang mengurus segala usahanya. Sementara ibu Retno tak mungkin sepenuhnya turun tangan. Sebab baca, tulis, dan menghitung saja, ibu Retno tidak bisa.

Mobil yang Prasetyo bawa, langsung menuju kediaman ibu Aminah. Sebab Prasetyo tahu, sang istri ada di sana.

“Aku harus terus pantau, biar aku bisa gerebe.k mbak Retno dan supirnya, andai kecurigaanku benar!” batin mas Abdul Khodir yang masih memantau Prasetyo.

Terpopuler

Comments

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Jangan mau pulang Dewi kalau cuma dijadikan babu dan tulang punggung oleh keluarga dakjal suami

2024-05-03

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

astaghfirullah apa nanti pa abdul kawin sm janda nya s Pras

2024-04-06

0

🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳☠ᵏᵋᶜᶟ♋ɳҼCђαηᏦ͢ᮉ᳟ᶥⁱᵒⁿ

🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳☠ᵏᵋᶜᶟ♋ɳҼCђαηᏦ͢ᮉ᳟ᶥⁱᵒⁿ

semoga cepat kebongkar

2024-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dewi yang Malang
2 2 : Hubungan Terl.arang Prasetyo dan Ibu Retno
3 3 : Korban Perceraian Orang Tua
4 4 : Tak Mau Menunggu Lagi
5 5 : Selalu Disalahkan
6 6 : Syarat Agar Ibu Retno Mendapatkan Warisan Utuh
7 7 : Hubungan Rahasia yang Mulai Terendus
8 8 : Tak Terima
9 9 : Lebih Baik Kita Bercerai
10 10 : Digerebeg
11 11 : Belum Mengetahui Kebenaran
12 12 : Tukang Ojek
13 13 : Kabar Pernikahan Prasetyo
14 14 : Maksud Ibu Aminah
15 15 : Mendadak Diusir
16 16 : Melangkah Tanpa Tujuan
17 17 : Menerima Tawaran
18 18 : Mulai Menyesal
19 19 : Takdir yang Mulai Terbalik
20 20 : Mendadak Nelangsa
21 21 : Keluarga Mas Abdul
22 22 : Perhatian Mas Abdul
23 23 : Calonnya Mas Abdul
24 Dua Puluh Empat
25 Dua Puluh Lima
26 Dua Puluh Enam
27 Dua Puluh Tujuh
28 Beri Aku Alamatmu!
29 Jangan Pernah Menyentuh Wanitaku!
30 Wanita Sangat Tangguh
31 Tak Lagi Membutuhkan Laki-Laki
32 Sumpah Pocong
33 Tanda-Tanda yang Mulai Muncul
34 Bapaknya Anak-Anak?
35 Rencana Usaha yang Makin Besar
36 Kabar Terbaru Warti
37 Ajakan Menikah
38 Mantan Tak Tahu Diri
39 Amarah Dewi
40 Alif : “Mama Jangan Menangis!”
41 Mas Abdul : “Banyak Jalan Menuju Surga!”
42 Harus Bahagia, Atau Malah Merasa Berdosa?
43 Alasan Kenapa Harus Menikah
44 Berurusan Dengan Polisi
45 Alhamdullilah
46 Wajan Penyok Dan Pashmina Warna Kuning Kunyit
47 Di Dini Hari yang Sunyi
48 Kabar Penangkapan Dewi
49 Keadilan Untuk Dewi
50 50 : Hikmah Di Balik Musibah
51 Nasib Prasetyo Sekeluarga
52 Mirip Keluarga Sesungguhnya
53 53 : Dimudahkan
54 54 : Kita Hadapi Semuanya Bersama!
55 55 : Transmigrasi
56 56 : Dijebak Dan Berusaha Menjebak
57 57 : Istriku Serba Bisa!
58 58 : Potret Keluarga Bahagia
59 59 : Dua Bulan Telah Berlalu
60 60. Mas Abdul : “Kita Pasti Bisa!”
61 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
62 61 : Dewi yang Sekarang
63 62 : Kabar Ibu Safangah
64 63 : Mimpi Dikejar-Kejar Ular
65 64 : Mei ...
66 65 : Kebersamaan yang Penuh Cinta
67 66 : Doa yang Menjadi Alasan
68 67 : Tong Sampa.h dan Suami Sampa.h
69 68. Saling Menguatkan
70 69. Mimpi dan Petunjuk
71 70. Kronologinya....
72 71. Belum Final
73 72. Mulai Bertemu
74 73. Rencana yang Berubah
75 74. MEGA
76 75. Pelarian yang Gagal
77 76. Pulang Ke Jawa
78 77. Keuarga—Adik Kakak
79 78. Masya Allah
80 79. Perubahan Demi Perubahan
81 80. Papa
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Yang Makin Cantik Sudah Jadi Istri Orang
85 Nasib Mega Dan Keluarga Dewi
86 Kisah yang Tak Akan Pernah Terlupakan
87 Kisah Cinta Hunairah
88 Kemenangan Bagi Para Pejuang
89 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
Episodes

Updated 89 Episodes

1
1 : Dewi yang Malang
2
2 : Hubungan Terl.arang Prasetyo dan Ibu Retno
3
3 : Korban Perceraian Orang Tua
4
4 : Tak Mau Menunggu Lagi
5
5 : Selalu Disalahkan
6
6 : Syarat Agar Ibu Retno Mendapatkan Warisan Utuh
7
7 : Hubungan Rahasia yang Mulai Terendus
8
8 : Tak Terima
9
9 : Lebih Baik Kita Bercerai
10
10 : Digerebeg
11
11 : Belum Mengetahui Kebenaran
12
12 : Tukang Ojek
13
13 : Kabar Pernikahan Prasetyo
14
14 : Maksud Ibu Aminah
15
15 : Mendadak Diusir
16
16 : Melangkah Tanpa Tujuan
17
17 : Menerima Tawaran
18
18 : Mulai Menyesal
19
19 : Takdir yang Mulai Terbalik
20
20 : Mendadak Nelangsa
21
21 : Keluarga Mas Abdul
22
22 : Perhatian Mas Abdul
23
23 : Calonnya Mas Abdul
24
Dua Puluh Empat
25
Dua Puluh Lima
26
Dua Puluh Enam
27
Dua Puluh Tujuh
28
Beri Aku Alamatmu!
29
Jangan Pernah Menyentuh Wanitaku!
30
Wanita Sangat Tangguh
31
Tak Lagi Membutuhkan Laki-Laki
32
Sumpah Pocong
33
Tanda-Tanda yang Mulai Muncul
34
Bapaknya Anak-Anak?
35
Rencana Usaha yang Makin Besar
36
Kabar Terbaru Warti
37
Ajakan Menikah
38
Mantan Tak Tahu Diri
39
Amarah Dewi
40
Alif : “Mama Jangan Menangis!”
41
Mas Abdul : “Banyak Jalan Menuju Surga!”
42
Harus Bahagia, Atau Malah Merasa Berdosa?
43
Alasan Kenapa Harus Menikah
44
Berurusan Dengan Polisi
45
Alhamdullilah
46
Wajan Penyok Dan Pashmina Warna Kuning Kunyit
47
Di Dini Hari yang Sunyi
48
Kabar Penangkapan Dewi
49
Keadilan Untuk Dewi
50
50 : Hikmah Di Balik Musibah
51
Nasib Prasetyo Sekeluarga
52
Mirip Keluarga Sesungguhnya
53
53 : Dimudahkan
54
54 : Kita Hadapi Semuanya Bersama!
55
55 : Transmigrasi
56
56 : Dijebak Dan Berusaha Menjebak
57
57 : Istriku Serba Bisa!
58
58 : Potret Keluarga Bahagia
59
59 : Dua Bulan Telah Berlalu
60
60. Mas Abdul : “Kita Pasti Bisa!”
61
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
62
61 : Dewi yang Sekarang
63
62 : Kabar Ibu Safangah
64
63 : Mimpi Dikejar-Kejar Ular
65
64 : Mei ...
66
65 : Kebersamaan yang Penuh Cinta
67
66 : Doa yang Menjadi Alasan
68
67 : Tong Sampa.h dan Suami Sampa.h
69
68. Saling Menguatkan
70
69. Mimpi dan Petunjuk
71
70. Kronologinya....
72
71. Belum Final
73
72. Mulai Bertemu
74
73. Rencana yang Berubah
75
74. MEGA
76
75. Pelarian yang Gagal
77
76. Pulang Ke Jawa
78
77. Keuarga—Adik Kakak
79
78. Masya Allah
80
79. Perubahan Demi Perubahan
81
80. Papa
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Yang Makin Cantik Sudah Jadi Istri Orang
85
Nasib Mega Dan Keluarga Dewi
86
Kisah yang Tak Akan Pernah Terlupakan
87
Kisah Cinta Hunairah
88
Kemenangan Bagi Para Pejuang
89
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!