Bab 20

“Iya, benar itu orangnya. Kerja yang sangat bagus!” puji Nayla, setelah menerima dan melihat beberapa lembar foto, dari seorang lelaki bertubuh kekar, dalam ruangan kerjanya.

“Edit menjadi video seperti yang pernah saya sampaikan, lalu sebarkan ke media sosial mengenai berita ini,” pintanya, lalu menyuruh anak buahnya itu untuk keluar.

Sementara itu, Keenan yang berada di ruangan kerjanya, tampak fokus sedang bicara berdua dengan Andre.

“Kalau saya resign dari sini, dan membuat perusahaan saya sendiri, apa kamu mau ikut? Tapi, tentu gajimu tak akan sebesar sekarang. Saya tidak memaksa, ikuti saja kata hatimu,” ujar Keenan santai, pada Andre yang tampak berpikir.

Keenan memang telah menceritakan  pada asistennya itu mengenai rencananya untuk segera pergi dari perusahaan milik ayahnya, dan akan membangun usahanya sendiri, dalam bidang yang sama.

“Tentu ayah akan kembali mengambil alih perusahaan ini, dan mulai membiasakan Rio yang memimpinnya. Jadi, sudah pasti kalau kamu dipakai lagi, Rio yang akan jadi bosmu,” lanjut Keenan.

Mengawalinya dengan kata maaf, Andre lalu berbicara lirih pada bosnya itu, mengenai jawabannya.

“Baik kalau itu keputusanmu. Saya hargai,” ujar Keenan tetap tenang, lalu bergegas keluar ruangannya, menemui sang ayah di rumah.

***

“Ternyata kamu masih saja mengingatnya, padahal hidupmu sudah enak. Kamu juga punya keluarga sendiri. Papa benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirmu. Apa yang bisa diharapkan dari seorang wanita seperti dia?” protes Pak Basuki yang tak terima ketika Keenan mengutarakan keinginannya untuk kembali bersama Jihan dan anaknya.

Mencoba sabar dan tetap tenang, Keenan menjelaskan bahwa tak seharusnya mereka masih bergantung pada keluarga Nayla. Sebab selama Keenan memimpin perusahaan ayahnya, ia sudah mendapat hingga 3 klien besar yang memasok produk dari perusahaan farmasinya. Sehingga, jika pun papa Nayla mengancam akan menghentikan kerja samanya, mereka hanya akan mengalami penurunan laba sekian persen.

Tak setuju dengan pendapat Keenan, sang ayah kembali menolak, dengan alasan kerja sama antara dirinya dengan papa Nayla bukan terbatas pada urusan pekerjaan, melainkan sudah menjadi keluarga dan hubungan mereka yang terjalin sangat baik selama ini.

Tak takut, Keenan menegaskan bahwa ia tak mempermasalahkan jika sang ayah akan mencabut hak warisnya, juga jabatannya. “Kita lihat saja, kalau perusahaan ada di bawah kepemimpinan Rio, apakah tetap bisa berjalan baik bahkan mendulang keuntungan saat Keenan yang memimpinnya, atau justru bangkrut? Itu kalau memang ayah ingin Rio yang menggantikan Keenan, hanya karena Keenan ingin bercerai dengan Nayla.”

“Cukup, Keenan! Jangan mencoba mengancam ayah hanya demi perempuan itu! Kamu pikir kamu sehebat itu? Jaga bicaramu, jangan asal mengucap perceraian, jangan mempermainkan pernikahan! Perempuan itu tak ada artinya bagi kita!” bentak Pak Basuki.

Tak terima, Keenan membalikkan fakta pada ayahnya, bahwa pria di hadapannya itu lah yang lebih dulu mempermainkan pernikahannya. “Ayah tahu Keenan telah menikah dengan Jihan, tapi Ayah minta Keenan tetap menikahi Nayla, apa itu tidak mempermainkan akad? Satu lagi, penjualan produk terbaru kita yang sangat signifikan, itu karena kehebatan anak Keenan dengan Jihan dalam menyampikan pesan dalam iklan.”

Keenan lalu bergegas pergi meninggalkan ayahnya.

Ibu sambung Keenan, Bu Sinta kemudian menghampiri dan menenangkan suaminya yang terlihat sedang mengatur nafas.

"Sudah lah, Yah, kalau Keenan sudah tak bisa diharapkan, jangan mau terus mempertahankannya apalagi sampai memohon. Yang ada, hal itu akan membuat dia besar kepala. Kamu itu kepala keluarga, harus lebih tegas dan bijaksana. Kenapa tidak mau coba memberikan training pada Rio, biar dia belajar menjadi pemimpin, dia 'kan juga sama-sama kamu sekolahkan ke luar negeri seperti Keenan. Yah, Rio ‘kan anakmu juga, kamu sendiri yang bilang sudah menganggapnya seperti anak kandungmu sendiri. Jadi, dia juga berhak diberi kesempatan,” ujar Bu Sinta.

Sedikit tak setuju dengan istrinya, Pak Basuki menganggap Rio belum sepenuhnya berkompeten untuk menjadi Presiden Direktur, seperti Keenan. Tapi, ia akan tetap memberikan kesempatan pada anak tirinya itu. Bagaimana pun, kinerja Rio saat memimpin pabrik lumayan mengagumkan.

“Ini bukan soal status, Keenan dan Rio sama-sama anakku. Dari mereka kecil, aku yang mengasuh dan menafkahi mereka. Tapi, ini hanya soal waktu dan jam terbang,” lanjut Pak Basuki.

***

Sementara itu, di warehouse milik Inka, tampak beberapa karyawan sedang heboh membicarakan berita viral yang baru saja mereka tahu dari media sosial.

“Jihan, Jihan, kamu sudah lihat berita yang sedang viral di Tiktik? Aku lihat kalian,” lapor Inka panik, menghampiri Jihan yang baru saja datang.

Jihan yang tak paham akan maksud bosnya itu, hanya bisa menggeleng santai, karena ia tak begitu tertarik pada berita-berita semacam itu.

Inka lalu menunjukkan video pada ponselnya. Terlihat dalam sebuah video pendek itu yang menceritakan kisah pernikahan seseorang, yang diduga retak karena kehadiran seorang pelakor. Dalam video itu menjelaskan bahwa pihak suami telah berselingkuh hingga memiliki anak dari selingkuhannya. Yang membuat mereka heboh adalah, pihak suami dan selingkuhan itu tak lain adalah Keenan dan Jihan.

“Meski mereka tak tahu siapa kamu dan hanya tahu wajahmu, tapi aku tidak terima dengan komentar para netizen kepadamu, Jihan!” tegas Inka mengamuk.

Jihan yang mulai kepikiran, membaca satu per satu komentar hujatan dari para pengguna sosial media.

"Sudah punya istri cantik, wanita karir, badannya bagus, malah selingkuh dengan Upik Abu!"

"Padahal istrinya anak konglomerat, jadi kepala rumah sakit pula, tapi kenapa masih tergoda dengan pulu-pulu?"

"Zaman sekarang untuk menggoda suami orang bukan lagi dengan tampang, tapi dengan goyangan."

"Tidak perlu cantik untuk menjadi pelakor, hanya butuh tidak tahu diri dan tak tahu malu saja."

"Heran ya, wanita berjilbab kelakuannya begitu."

"Wahai para warga Tiktik, tahu 'kan apa yang harus kita lakukan?"

"Ada yang tahu akun media sosial si pelakor? Mau silaturahmi."

...****************...

Terpopuler

Comments

Siti Nur Janah

Siti Nur Janah

Keenan kamu harus tegas dan siap untuk melakukan sesuatu tentang berita yg tersebar di tiktik agar para nitizen tak menghujat jihan yg lebih parah

2025-02-05

1

Siti Nur Janah

Siti Nur Janah

tuhkan benar

2025-02-05

1

Putri rahmaniah

Putri rahmaniah

Keenan harus tegas sekarang sma istri keduanya..kalau perlu bongkar aja siapa pelakor sesungguhnya,,sekalian bukti nikah kontrak dengan istri kedua..

2024-03-14

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!