Kerja Sama

Hari menjelang sore ketika Nero tiba di hotel tempatnya menginap. Itu pun dia tak punya waktu lama, sekadar cukup untuk membersihkan diri. Ada pertemuan penting yang tak bisa ditunda, karena orang yang akan ia temui juga sibuk dan sulit meluangkan waktu. Jadi, Nero tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada.

Sepuluh menit dari waktu yang telah dijanjikan, Nero sudah rapi dalam balutan pakaian formal. Sejenak ia mematut pantulan dirinya di depan cermin. Seolah mendapat kepuasan, ia pun tersenyum miring. Entah ia tujukan pada siapa senyum itu, tetapi cermin tempatnya berkaca pun tahu bahwa ada hal buruk yang tersirat di dalamnya.

Setelah merasa cukup dengan persiapannya, Nero keluar kamar dan bergegas turun. Tujuannya adalah restoran mewah yang tak jauh dari hotel tersebut.

"Silakan, Tuan. Teman Anda sudah menunggu di dalam," ujar pelayan ketika menyambut Nero.

Desa-han napas kasar keluar dari bibir Nero. Sedikit menyesal karena seseorang yang dia temui datang lebih dulu, padahal dirinya sudah berusaha secepat mungkin dalam bersiap. Nero khawatir keterlambatannya akan berpengaruh pada keputusan Barnard—pria yang akan ia temui di private room saat ini.

"Terlambat tiga menit. Kau sudah membuang waktuku." Pria berambut cokelat itu bicara tanpa menatap kedatangan Nero. Pandangannya justru terarah pada batang rokok yang terselip di jemarinya.

"Maaf, tadi ada sedikit kendala." Nero menjawab sembari duduk di depan Barnard.

Dalam sesaat, Barnard menatap Nero, yang kala itu mulai mengambil sebatang rokok dan menyulutnya.

"Waktuku tidak banyak. Katakan apa yang kau inginkan dariku?" tanya Barnard tanpa basa-basi.

Nero tersenyum. "Saya tertarik untuk membeli saham Anda di Kai Group."

Barnard mengernyitkan kening. Kai Group adalah perusahaan milik Kaisar—adik tirinya. Perusahaan yang saat ini menjalin kolaborasi produk dengan N&M milik Nero. Lantas, menginginkan saham miliknya, yang jumlahnya tak lebih dari 3 persen.

"Anda pernah menjadi orang penting di Kai Group. Seharusnya tidak sulit juga membujuk pemilik saham kecil lainnya untuk menjual sahamnya kepada saya," lanjut Nero, membuat Barnard makin merasa heran.

"Sebenarnya apa maumu? Kurasa kau tahu aku adalah orang hukum, dan masih berani memintaku berbuat curang?" ucap Barnard sesaat kemudian.

Nero menarik napas panjang. "Ini bukan kecurangan, hanya transaksi jual beli biasa. Menjual atau membeli saham bukan sesuatu yang melanggar hukum, kan?"

"Memang bukan. Tapi, aku tahu niatmu lebih dari itu. Kau ingin mengkhianati Kai Group?" Barnard bertanya dengan tatapan sinis.

"Bukan saya yang berkhianat. Tapi ... bisa saja mereka yang berkhianat. Bukankah dulu mereka juga mengkhianati Anda?"

Mendengar jawaban Nero, Barnard langsung membuang pandangan ke samping. Entah dari mana Nero tahu semua itu, yang jelas memang benar dirinya pernah dikhianati Kaisar dan Kai Group. Bahkan, saham yang kini masih dia pegang pun sebenarnya bukan sesuatu yang dia anggap berharga.

"Saya punya sesuatu untuk Anda," ujar Nero ketika Barnard masih diam.

Barnard kembali mengernyitkan kening, lalu mengambil alih sebuah amplop yang disodorkan Nero. Bukan uang, melainkan sebuah petunjuk dari kasus besar. Barnard sampai melihat berulang kali, demi memastikan kebenarannya.

"Jabatan Anda bisa naik jika berhasil menangani kasus itu," ucap Nero dengan tenang.

"Kau ... mendapatkan ini dari mana?"

"Dari sumber yang sangat akurat. Saya punya banyak bukti, dan jika Anda mau ... saya akan memberikannya untuk Anda," jawab Nero.

"Tapi, kau meminta imbalan? Ini yang katamu tidak curang?"

Nero menjentikkan abu rokoknya dengan santai. Lantas, menatap Barnard sekilas. "Ini kerja sama. Saling menguntungkan. Lagi pula ... mana mungkin orang sekelas Anda mengharap sesuatu yang gratis?"

Barnard tersenyum miring. "Keberanianmu sangat gila. Kau tidak takut aku justru memperkarakan sikapmu ini?"

"Menangkapku tidak sebanding dengan menangkap kasus besar itu. Jadi, apa gunanya menangkap saya?"

"Tapi dengan menangkapmu, aku bisa mendapatkan bukti dari kasus besar ini tanpa menuruti permintaanmu," ucap Barnard dengan tegas. Namun, Nero masih tetap tenang.

"Begitukah? Tapi, bagaimana kalau tawaran ini juga sampai ke rekan Anda dan mereka menerima dengan baik. Anda kehilangan kesempatan untuk naik jabatan. Sementara saya, tentu ada yang menjamin untuk bebas dari segala perkara. Bagaimana?" jawab Nero.

Barnard terkekeh-kekeh. "Kau memang licik. Tapi, baiklah, beri aku waktu dua minggu. Kau akan mendapat apa yang kau mau."

"Terima kasih, saya tunggu kabar baiknya." Nero mengangguk hormat, sedikit lega karena ternyata Barnard cukup mudah untuk diajak bekerja sama.

Dengan beban yang agak berkurang, Nero beranjak dan pergi meninggalkan ruangan itu.

Masih di tempat semula, Barnard memandangi kepergian Nero. Matanya memicing dan senyumnya terukir miring.

"Kaisar, aku sudah bisa menebak apa niatmu berkolaborasi dengan N&M. Tapi, sepertinya kau salah sasaran. Perusahaan yang mungkin kau anggap belum sebanding dengan Kai Group, ternyata seperti duri yang akan menusukmu dari dalam," gumam Barnard.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

nero merencanakan sesuatu.

2024-06-08

2

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

jadi tambah penasaran sama kelanjutan ceritanya kakak 🙏
ada apa sebenarnya yang terjadi , Nero menyembunyikan sesuatu

2024-03-24

2

Iges Satria

Iges Satria

makin seru, lanjut thor

2024-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Sikap
2 Alat Untuk Membalas Dendam
3 Ava Ollivia
4 Alasan di Balik Dendam
5 Darah
6 Kenyataan di Luar Nalar
7 Sangkar Dendam
8 Drama Keguguran
9 Ciuman Pagi
10 Senyum Penuh Arti
11 Kau Milikku!
12 Rahasia Ava
13 Tergoda Lagi
14 Senyum Tipis Nero
15 Nomor Asing
16 Rencana Licik Ava
17 Sempat Curiga
18 Kerja Sama
19 Kenangan Kelam Nero
20 Kalung Untuk Raina
21 Setangkai Mawar Putih
22 Membawa Wanita
23 Menyerah
24 Kejutan Untuk Ava
25 Kehancuran Ava
26 IKTN 26
27 IKTN 27
28 IKTN 28
29 Sedikit Petunjuk
30 Mencintai Diri Sendiri
31 IKTN 31
32 IKTN 32
33 IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34 IKTN 34
35 IKTN 35
36 IKTN 36
37 IKTN 37
38 IKTN 38
39 IKTN 39
40 IKTN 40
41 IKTN 41
42 IKTN 42
43 IKTN 43
44 IKTN 44
45 IKTN 45
46 IKTN 46
47 IKTN 47
48 IKTN 48
49 IKTN 49
50 IKTN 50
51 IKTN 51
52 IKTN 52
53 IKTN 53
54 IKTN 54
55 IKTN 55
56 IKTN 56
57 IKTN 57
58 IKTN 58
59 IKTN 59
60 IKTN 60
61 IKTN 61
62 IKTN 62
63 IKTN 63
64 IKTN 64
65 IKTN 65
66 IKTN 66
67 IKTN 67
68 IKTN 68
69 IKTN 69
70 IKTN 70
71 IKTN 71
72 IKTN 72
73 IKTN 73
74 IKTN 74
75 IKTN 75
76 IKTN 76
77 IKTN 77
78 IKTN 78
79 IKTN 79
80 IKTN 80
81 IKTN 81
82 IKTN 82
83 IKTN 83
84 IKTN 84
85 IKTN 85
86 IKTN 86
87 IKTN 87
88 IKTN 88
89 IKTN 89
90 IKTN 90
91 IKTN 91
92 IKTN 92
93 IKTN 93
94 IKTN 94
95 IKTN 95
96 IKTN 96
97 IKTN 97
98 IKTN 98
99 IKTN 99
100 IKTN 100
101 IKTN 101
102 IKTN 102 (Happy Ending)
103 IKTN 103 (Bonus Chapter)
104 One Day In London
105 DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106 Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107 Promo Novel Baru—Fifty Days
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Perubahan Sikap
2
Alat Untuk Membalas Dendam
3
Ava Ollivia
4
Alasan di Balik Dendam
5
Darah
6
Kenyataan di Luar Nalar
7
Sangkar Dendam
8
Drama Keguguran
9
Ciuman Pagi
10
Senyum Penuh Arti
11
Kau Milikku!
12
Rahasia Ava
13
Tergoda Lagi
14
Senyum Tipis Nero
15
Nomor Asing
16
Rencana Licik Ava
17
Sempat Curiga
18
Kerja Sama
19
Kenangan Kelam Nero
20
Kalung Untuk Raina
21
Setangkai Mawar Putih
22
Membawa Wanita
23
Menyerah
24
Kejutan Untuk Ava
25
Kehancuran Ava
26
IKTN 26
27
IKTN 27
28
IKTN 28
29
Sedikit Petunjuk
30
Mencintai Diri Sendiri
31
IKTN 31
32
IKTN 32
33
IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34
IKTN 34
35
IKTN 35
36
IKTN 36
37
IKTN 37
38
IKTN 38
39
IKTN 39
40
IKTN 40
41
IKTN 41
42
IKTN 42
43
IKTN 43
44
IKTN 44
45
IKTN 45
46
IKTN 46
47
IKTN 47
48
IKTN 48
49
IKTN 49
50
IKTN 50
51
IKTN 51
52
IKTN 52
53
IKTN 53
54
IKTN 54
55
IKTN 55
56
IKTN 56
57
IKTN 57
58
IKTN 58
59
IKTN 59
60
IKTN 60
61
IKTN 61
62
IKTN 62
63
IKTN 63
64
IKTN 64
65
IKTN 65
66
IKTN 66
67
IKTN 67
68
IKTN 68
69
IKTN 69
70
IKTN 70
71
IKTN 71
72
IKTN 72
73
IKTN 73
74
IKTN 74
75
IKTN 75
76
IKTN 76
77
IKTN 77
78
IKTN 78
79
IKTN 79
80
IKTN 80
81
IKTN 81
82
IKTN 82
83
IKTN 83
84
IKTN 84
85
IKTN 85
86
IKTN 86
87
IKTN 87
88
IKTN 88
89
IKTN 89
90
IKTN 90
91
IKTN 91
92
IKTN 92
93
IKTN 93
94
IKTN 94
95
IKTN 95
96
IKTN 96
97
IKTN 97
98
IKTN 98
99
IKTN 99
100
IKTN 100
101
IKTN 101
102
IKTN 102 (Happy Ending)
103
IKTN 103 (Bonus Chapter)
104
One Day In London
105
DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106
Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107
Promo Novel Baru—Fifty Days

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!