Rencana Licik Ava

Nero kembali menginjakkan kaki di Kota London. Ia juga kembali menyewa hotel yang dulu menjadi pilihannya untuk menginap. Entah akan berapa lama kali ini, ia sendiri belum bisa memastikan. Karena bukan hanya Ava alasannya ke kota itu, melainkan juga urusan bisnis dengan Kaisar.

Pertama kali memasuki kamar yang ia booking, Nero langsung membersihkan diri. Lantas, duduk bersandar di sofa dan melihat ponselnya. Ada banyak pesan dan riwayat panggilan masuk, salah satunya dari Raina.

'Hati-hati di jalan, Om. Semoga lancar sampai tujuan.'

Nero tersenyum simpul. Namun, tidak sedikit pun terniat dalam hatinya untuk membalas pesan tersebut, apalagi melakukan panggilan ulang. Ah, sangat tidak mungkin. Nero justru lebih memilih menghubungi Norman, lelaki yang ia percaya untuk menjaga rumah sekaligus ... menjaga Raina.

Usai berbincang dengan Norman, Nero kembali mengenakan pakaian rapi dan keluar dari hotel. Dia ada pertemuan dengan Kaisar, guna membahas kolaborasi produk yang kini sudah mulai berjalan.

Karena cukup banyak yang dibahas, sampai waktu berganti malam barulah Nero bisa meninggalkan tempat. Itu pun tidak langsung kembali ke hotel, tetapi lebih dulu singgah di restoran yang tak jauh dari pusat perbelanjaan. Bukan tanpa alasan, melainkan karena ada janji dengan Ava. Wanita cantik itu sudah menunggu di sana untuk berbelanja dengan Nero—menyiapkan gaun dan kemeja untuk dikenakan dalam pesta esok hari.

"Nero, akhirnya kita bertemu lagi. Kau terlalu lama di Indo. Tidak merasa kalau aku merindukanmu, hmm?" sambut Ava ketika Nero tiba di hadapannya. Bukan hanya kalimat itu yang ia suguhkan, melainkan juga senyum manis dan pelukan hangat—andai Nero tidak menghindar.

"Aku berkeringat, Ava. Tadi dari tempat Tuan Kaisar, aku langsung ke sini," tolak Nero dengan halus.

"Kau terlalu hati-hati, Nero. Padahal, aku tidak keberatan dengan bau keringatmu. Kita bukan orang lain, kan?" Ava mengerling nakal.

Dalam hatinya sedikit kesal karena Nero belum juga tertarik melakukan kontak fisik yang lebih jauh dengannya. Padahal, malam ini dia sudah dandan secantik dan seanggun mungkin. Namun, tetap saja, Nero masih pada prinsip kolotnya.

"Justru karena kita bukan orang lain, makanya aku menghindar. Ya, anggap saja aku sedang jaga image, Ava. Wajar kan, berusaha menunjukkan sikap terbaik di depan orang yang kita anggap istimewa?"

Ava tersenyum senang. Entah serius atau sekadar merayu, tetapi tak dipungkiri, Ava sempat bangga dengan jawaban Nero. Dianggap istimewa katanya, apa itu berarti Nero lebih menganggap penting dirinya, dibanding wanita yang bergelar istri di Indonesia sana?

Ya, mungkin saja begitu.

Usai berbincang sambil melontarkan rayuan dan sanjungan secara tersirat, Nero dan Ava meninggalkan restoran. Keduanya mulai belanja baju untuk acara besok malam. Gaun panjang merah tanpa lengan, dengan bagian punggung yang terbuka bebas. Itulah yang menjadi pilihan Ava, lengkap dengan high heels warna senada.

"Kita lihat besok, Nero. Sampai sejauh mana pertahananmu," batin Ava sambil tersenyum puas. Gaun pilihannya tidak hanya mengekspos bagian punggung, melainkan juga betis dan paha. Karena meski panjang, tetapi belahannya sampai ke atas lutut.

Ava sudah bertekad, selain menyelesaikan misi dari sang ayah, dia juga harus menjalankan misinya sendiri. Tak akan ia biarkan lelaki semenarik Nero lepas begitu saja, tanpa mencicip malam panjang dengannya.

_______

Sesuai dengan rencana yang telah dibahas dari beberapa hari lalu, malam ini Nero menepati janjinya, yakni menemani Ava menghadiri pesta pernikahan rekannya.

Dalam balutan gaun yang dipilih semalam, Ava tampak cantik dam sexy. Benar saja, belahan gaun itu sampai jauh di atas lutut, sehingga paha mulus Ava terpampang dengan jelas. Belum lagi rambut panjangnya sengaja digulung ke atas. Leher jenjang dan punggungnya pun terbuka tanpa terhalang apa pun. Bukan itu saja, Ava juga mengenakan parfum dengan wangi sensual, seakan-akan malam ini tubuhnya memang ditujukan untuk menggoda Nero.

"Bagaimana penampilanku malam ini? Bagus tidak?" pancing Ava ketika keduanya melangkah bersama memasuki area pesta.

Meski dari tadi ia menggamit lengan Nero, tetapi tak sedikit pun lelaki itu menunjukkan sikap tergoda. Mencuri pandang atau memuji dengan sedikit vulgar misalnya. Nyatanya tidak. Sikap Nero tetap seperti kemarin malam.

"Bagus." Jawaban Nero cukup singkat, itu pun hanya menoleh sekilas, seolah Ava bukanlah objek yang bisa memanjakan matanya.

Tanpa sepengetahuan Nero, Ava memutar bola mata dengan malas. Lantas membatin, "Benar kata Papa, kau memang angkuh, Nero. Memangnya prinsip apa yang kau pegang, sampai tidak tergoda dengan penampilanku yang menawan. Tapi, lihat saja malam ini. Masih bisakah mempertahankan prinsip dan keangkuhanmu itu. Ahh, tapi bersedia ataupun tidak, pada akhirnya kamu juga tidak akan bisa menolak ranjangku, Nero."

"Ava, terima kasih untuk kehadirannya. Kau cantik sekali malam ini," sambut sang mempelai ketika Ava dan Nero memberikan ucapan selamat pada mereka.

Lantas dalam beberapa waktu, keduanya terlibat obrolan ringan dengan mereka, pun dengan tamu lain yang juga mengenal Ava. Bahkan, keduanya juga sempat turun ke lantai dansa dan ikut menari di sana.

Sampai kemudian, Ava membisikkan sesuatu di telinga Nero, "Bagaimana kalau kita minum sebentar? Rekanku menyediakan banyak minuman spesial untuk acara malam ini. Bukankah sayang jika kita melewatkannya?"

"Aku ikut saja. Jika kau ingin minum, ayo!" jawab Nero, setuju dengan tawaran Ava.

Tentu saja hal itu membuat Ava merasa senang. Kemenangan seolah sudah di depan matanya. Bagaimana tidak, rencana yang ia susun berjalan mulus tanpa kendala sedikit pun. Ternyata, Nero cukup mudah diperdaya. Kecerdikannya tidak sepadan dengan penampilan luar.

Setelah keluar dari lantai dansa, Ava mengajak Nero untuk duduk di meja yang paling ujung. Satu-satunya meja kosong di antara meja yang lain.

Tak lama setelah keduanya duduk, seorang pelayan datang mengantar dua botol wine.

"Silakan, Tuan, Nona."

"Terima kasih," jawab Ava. Lalu ia beralih menatap Nero. "Ini adalah wine yang paling banyak dicari di kota ini. Harganya fantastis, makanya ... sayang kalau kita lewatkan," ucapnya sambil tertawa renyah.

"Kau benar."

"Mau kubantu menuangkan?" tawar Ava, yang kemudian ditanggapi dengan anggukan.

Dengan senang hati, Ava melakukan itu untuk Nero, karena memang itulah yang dia harapkan.

"Tidak peduli sekuat kemampuanmu minum. Malam ini ... kau tidak akan berdaya, Nero," batin Ava sembari menuangkan wine ke dalam gelas Nero.

"Terima kasih," ucap Nero.

Dia meraih gelas itu dan mulai meneguknya tanpa ragu.

Di hadapan Nero, Ava bersorak dalam hati. Musuh sudah masuk perangkap, pikirnya.

Namun tanpa Ava sadari, Nero diam-diam tersenyum miring. Bahkan, dia juga melirik tajam meski hanya sekilas.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

yuiwnye

yuiwnye

sama² mau menjebak 😆

2024-12-16

1

yellya

yellya

kadal di kadalin 😁

2024-06-09

1

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

nero tak seperti yang kau kira, ava.

2024-06-08

2

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Sikap
2 Alat Untuk Membalas Dendam
3 Ava Ollivia
4 Alasan di Balik Dendam
5 Darah
6 Kenyataan di Luar Nalar
7 Sangkar Dendam
8 Drama Keguguran
9 Ciuman Pagi
10 Senyum Penuh Arti
11 Kau Milikku!
12 Rahasia Ava
13 Tergoda Lagi
14 Senyum Tipis Nero
15 Nomor Asing
16 Rencana Licik Ava
17 Sempat Curiga
18 Kerja Sama
19 Kenangan Kelam Nero
20 Kalung Untuk Raina
21 Setangkai Mawar Putih
22 Membawa Wanita
23 Menyerah
24 Kejutan Untuk Ava
25 Kehancuran Ava
26 IKTN 26
27 IKTN 27
28 IKTN 28
29 Sedikit Petunjuk
30 Mencintai Diri Sendiri
31 IKTN 31
32 IKTN 32
33 IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34 IKTN 34
35 IKTN 35
36 IKTN 36
37 IKTN 37
38 IKTN 38
39 IKTN 39
40 IKTN 40
41 IKTN 41
42 IKTN 42
43 IKTN 43
44 IKTN 44
45 IKTN 45
46 IKTN 46
47 IKTN 47
48 IKTN 48
49 IKTN 49
50 IKTN 50
51 IKTN 51
52 IKTN 52
53 IKTN 53
54 IKTN 54
55 IKTN 55
56 IKTN 56
57 IKTN 57
58 IKTN 58
59 IKTN 59
60 IKTN 60
61 IKTN 61
62 IKTN 62
63 IKTN 63
64 IKTN 64
65 IKTN 65
66 IKTN 66
67 IKTN 67
68 IKTN 68
69 IKTN 69
70 IKTN 70
71 IKTN 71
72 IKTN 72
73 IKTN 73
74 IKTN 74
75 IKTN 75
76 IKTN 76
77 IKTN 77
78 IKTN 78
79 IKTN 79
80 IKTN 80
81 IKTN 81
82 IKTN 82
83 IKTN 83
84 IKTN 84
85 IKTN 85
86 IKTN 86
87 IKTN 87
88 IKTN 88
89 IKTN 89
90 IKTN 90
91 IKTN 91
92 IKTN 92
93 IKTN 93
94 IKTN 94
95 IKTN 95
96 IKTN 96
97 IKTN 97
98 IKTN 98
99 IKTN 99
100 IKTN 100
101 IKTN 101
102 IKTN 102 (Happy Ending)
103 IKTN 103 (Bonus Chapter)
104 One Day In London
105 DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106 Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107 Promo Novel Baru—Fifty Days
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Perubahan Sikap
2
Alat Untuk Membalas Dendam
3
Ava Ollivia
4
Alasan di Balik Dendam
5
Darah
6
Kenyataan di Luar Nalar
7
Sangkar Dendam
8
Drama Keguguran
9
Ciuman Pagi
10
Senyum Penuh Arti
11
Kau Milikku!
12
Rahasia Ava
13
Tergoda Lagi
14
Senyum Tipis Nero
15
Nomor Asing
16
Rencana Licik Ava
17
Sempat Curiga
18
Kerja Sama
19
Kenangan Kelam Nero
20
Kalung Untuk Raina
21
Setangkai Mawar Putih
22
Membawa Wanita
23
Menyerah
24
Kejutan Untuk Ava
25
Kehancuran Ava
26
IKTN 26
27
IKTN 27
28
IKTN 28
29
Sedikit Petunjuk
30
Mencintai Diri Sendiri
31
IKTN 31
32
IKTN 32
33
IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34
IKTN 34
35
IKTN 35
36
IKTN 36
37
IKTN 37
38
IKTN 38
39
IKTN 39
40
IKTN 40
41
IKTN 41
42
IKTN 42
43
IKTN 43
44
IKTN 44
45
IKTN 45
46
IKTN 46
47
IKTN 47
48
IKTN 48
49
IKTN 49
50
IKTN 50
51
IKTN 51
52
IKTN 52
53
IKTN 53
54
IKTN 54
55
IKTN 55
56
IKTN 56
57
IKTN 57
58
IKTN 58
59
IKTN 59
60
IKTN 60
61
IKTN 61
62
IKTN 62
63
IKTN 63
64
IKTN 64
65
IKTN 65
66
IKTN 66
67
IKTN 67
68
IKTN 68
69
IKTN 69
70
IKTN 70
71
IKTN 71
72
IKTN 72
73
IKTN 73
74
IKTN 74
75
IKTN 75
76
IKTN 76
77
IKTN 77
78
IKTN 78
79
IKTN 79
80
IKTN 80
81
IKTN 81
82
IKTN 82
83
IKTN 83
84
IKTN 84
85
IKTN 85
86
IKTN 86
87
IKTN 87
88
IKTN 88
89
IKTN 89
90
IKTN 90
91
IKTN 91
92
IKTN 92
93
IKTN 93
94
IKTN 94
95
IKTN 95
96
IKTN 96
97
IKTN 97
98
IKTN 98
99
IKTN 99
100
IKTN 100
101
IKTN 101
102
IKTN 102 (Happy Ending)
103
IKTN 103 (Bonus Chapter)
104
One Day In London
105
DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106
Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107
Promo Novel Baru—Fifty Days

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!