Tergoda Lagi

Pernikahan Raksa dan Anne di Jakarta sudah usai, kini keduanya akan menggelar pesta kedua di Surabaya. Tepatnya di Deluxe Hotel—hotel milik Kendrick yang saat ini dipegang Raksa.

Acara yang mereka gelar sangat mewah. Tamu yang diundang banyak dari kalangan atas. Di antaranya rekan-rekan bisnis Nero yang dulu mengenal Raksa dengan baik. Sejauh ini memang tidak ada yang tahu konflik di antara mereka. Pernikahan Nero dengan Raina, juga Raksa dengan Anne, hanya menjadi tanda tanya besar. Masing-masing hanya bisa beropini, tetapi tak tahu bagaimana kebenarannya.

Nero memang pemain peran yang ulung. Dia tak pernah menunjukkan kebenciannya pada Raksa ke publik. Dia tetap bersikap baik, seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka. Bahkan, dengan tenang dia mengakui bahwa hubungannya dengan Anne sudah berakhir, jauh sebelum Anne berhubungan dengan Raksa. Sebuah pernyataan yang sama dengan yang ia katakan pada Raina—dulu.

Seperti halnya hari ini. Dia pulang dari kantor lebih awal dari biasanya, semata-mata untuk persiapan menghadiri pesta pernikahan Raksa dan Anne.

Baru jam tiga sore, Nero sudah tiba di rumah. Ia langsung menuju kamar, dan mendapati Raina sedang menonton TV di sana.

"Om—"

"Nanti pakai ini." Nero memotong ucapan Raina, seraya meletakkan papper bag di sampingnya.

Raina menatap paper bag tersebut, lantas beralih pada Nero. Sekilas saja karena lelaki itu sudah menjauh dan sibuk melepas jasnya.

Raina tak banyak bertanya, hanya mengangguk sambil berkata 'iya'. Dia sudah tahu bahwa nanti malam Nero akan mengajaknya ke pernikahan Raksa, setelah kemarin hanya mengucapkan 'selamat' lewat telepon, karena kesehatan belum memungkinkan untuk datang ke Jakarta. Terlebih lagi, Nero juga tak ada niatan untuk hadir di sana.

"Nanti ada MUA yang akan ke sini, merias kamu. Bersiaplah!" ujar Nero tanpa menoleh.

Berbeda dengan Raina yang terkejut dan sontak kembali menatap Nero, walau yang tampak hanya punggungnya.

"Harus dengan MUA? Aku—"

"Kenapa? Mau menolak?" Nero berbalik dan melayangkan tatapan tajam ke arah Raina. "Kamu ingin mengadu pada Raksa kalau aku tidak memperhatikan kamu, begitu?" sambungnya dengan sinis.

Raina menunduk seketika. "Maaf, maksudku nggak gitu. Aku hanya ... menganggap itu berlebihan."

"Kamu lupa siapa aku?"

Mendengar jawaban Nero yang lebih sinis, Raina memilih diam. Sekadar tangannya yang mencengkeram ujung rok dengan erat. Ya, harusnya dia sadar siapa Nero. Pebisnis besar yang pasti dikagumi banyak orang. Sebagai Nyonya Nero, memang tidak seharusnya dia tampil apa adanya. Nanti malah menodai citra Nero.

"Siapkan air hangat!" perintah Nero sesaat kemudian.

Lagi-lagi Raina menurut. Tanpa banyak protes, ia bangkit dan bergegas menuju kamar mandi.

Awalnya, semua berjalan normal. Raina tak keberatan. Sepanjang menyiapkan air hangat itu, tak sedikit pun dia mengeluh. Malah menurutnya itu lebih baik, dari pada berhadapan dengan Nero yang selalu menatap dingin dan tajam.

Namun, ketenangan Raina buyar ketika dirinya sudah selesai menyiapkan air hangat dan bersiap keluar. Pasalnya, saat itu pula Nero masuk ke kamar mandi dengan bertelan-jang dada, dan hanya melilitkan handuk di pinggang yang panjangnya berada di atas lutut.

Raina langsung menunduk, dengan pipi yang menghangat dan mungkin ... juga merah. Lantas ia mempercepat langkah agar secepatnya berjauhan dengan Nero. Namun sial, Nero justru memanggil dan memberikan perintah baru untuknya.

"Ambilkan shampoo-ku."

Tanpa menjawab atau sekadar mendongak, Raina kembali berbalik. Kemudian, mengambil shampoo milik Nero yang disimpan dalam lemari vanities.

"Ini," ujar Raina sambil menyerahkan shampoo tersebut.

Maksud hati menunduk karena ingin menghindari dada bidang Nero dan juga perut sixpack-nya, tetapi Raina justru dihadapkan pada simpul lilitan handuk yang tampak longgar. Sepertinya tak perlu dihentak, cukup dengan sentuhan pelan saja kain itu sudah melorot. Ahh tidak, bahkan hanya digunakan untuk melangkah pun pasti bisa lepas dengan sendirinya.

Raina jadi panas dingin karena itu. Meski belum pernah melihat seperti apa wujud 'sesuatu' yang ada di dalam sana, tetapi pikiran Raina sudah mampu membuat gambaran sendiri. Mungkin begini, mungkin begitu, dan itu membuat detak jantungnya berdegup kencang tanpa bisa dikendalikan. Bahkan ketika dirinya sudah keluar dan menutup pintu kamar mandi dengan rapat, perasaan itu masih juga ada.

"Sadar, Raina, dia hanya mau mandi, kamu jangan tergoda. Kamu harus ingat, yang dia cintai hanya Kak Anne, bukan kamu," batin Raina, memperingatkan dirinya sendiri.

Lantas, hal itu diperkuat dengan bayangan tentang malam lalu, di mana dirinya terbangun pagi hari dalam keadaan tidur di sofa, sendirian. Padahal, malamnya dia diminta Nero untuk menemaninya menonton televisi. Namun, lelaki itu pergi tanpa membangunkan dirinya.

Memang seperi itulah mereka. Meski tinggal satu kamar, tetapi Nero tak pernah tidur di sana. Dia selalu pindah ke kamar lain dan meninggalkan Raina seorang diri.

"Mending aku keluar aja, sebelum Om Nero selesai mandi," gumam Raina. Ia memutuskan untuk keluar kamar, dari pada terjebak pada situasi yang sama untuk ketiga kalinya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sokhibah El-Jannata

Sokhibah El-Jannata

Sesuatu yang anu ... wkwkwkwkw

2024-06-10

1

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

abaikan semua itu Raina. nero masih belum bucin

2024-06-07

4

ria

ria

semangaat raina😚😚

2024-03-18

1

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Sikap
2 Alat Untuk Membalas Dendam
3 Ava Ollivia
4 Alasan di Balik Dendam
5 Darah
6 Kenyataan di Luar Nalar
7 Sangkar Dendam
8 Drama Keguguran
9 Ciuman Pagi
10 Senyum Penuh Arti
11 Kau Milikku!
12 Rahasia Ava
13 Tergoda Lagi
14 Senyum Tipis Nero
15 Nomor Asing
16 Rencana Licik Ava
17 Sempat Curiga
18 Kerja Sama
19 Kenangan Kelam Nero
20 Kalung Untuk Raina
21 Setangkai Mawar Putih
22 Membawa Wanita
23 Menyerah
24 Kejutan Untuk Ava
25 Kehancuran Ava
26 IKTN 26
27 IKTN 27
28 IKTN 28
29 Sedikit Petunjuk
30 Mencintai Diri Sendiri
31 IKTN 31
32 IKTN 32
33 IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34 IKTN 34
35 IKTN 35
36 IKTN 36
37 IKTN 37
38 IKTN 38
39 IKTN 39
40 IKTN 40
41 IKTN 41
42 IKTN 42
43 IKTN 43
44 IKTN 44
45 IKTN 45
46 IKTN 46
47 IKTN 47
48 IKTN 48
49 IKTN 49
50 IKTN 50
51 IKTN 51
52 IKTN 52
53 IKTN 53
54 IKTN 54
55 IKTN 55
56 IKTN 56
57 IKTN 57
58 IKTN 58
59 IKTN 59
60 IKTN 60
61 IKTN 61
62 IKTN 62
63 IKTN 63
64 IKTN 64
65 IKTN 65
66 IKTN 66
67 IKTN 67
68 IKTN 68
69 IKTN 69
70 IKTN 70
71 IKTN 71
72 IKTN 72
73 IKTN 73
74 IKTN 74
75 IKTN 75
76 IKTN 76
77 IKTN 77
78 IKTN 78
79 IKTN 79
80 IKTN 80
81 IKTN 81
82 IKTN 82
83 IKTN 83
84 IKTN 84
85 IKTN 85
86 IKTN 86
87 IKTN 87
88 IKTN 88
89 IKTN 89
90 IKTN 90
91 IKTN 91
92 IKTN 92
93 IKTN 93
94 IKTN 94
95 IKTN 95
96 IKTN 96
97 IKTN 97
98 IKTN 98
99 IKTN 99
100 IKTN 100
101 IKTN 101
102 IKTN 102 (Happy Ending)
103 IKTN 103 (Bonus Chapter)
104 One Day In London
105 DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106 Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107 Promo Novel Baru—Fifty Days
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Perubahan Sikap
2
Alat Untuk Membalas Dendam
3
Ava Ollivia
4
Alasan di Balik Dendam
5
Darah
6
Kenyataan di Luar Nalar
7
Sangkar Dendam
8
Drama Keguguran
9
Ciuman Pagi
10
Senyum Penuh Arti
11
Kau Milikku!
12
Rahasia Ava
13
Tergoda Lagi
14
Senyum Tipis Nero
15
Nomor Asing
16
Rencana Licik Ava
17
Sempat Curiga
18
Kerja Sama
19
Kenangan Kelam Nero
20
Kalung Untuk Raina
21
Setangkai Mawar Putih
22
Membawa Wanita
23
Menyerah
24
Kejutan Untuk Ava
25
Kehancuran Ava
26
IKTN 26
27
IKTN 27
28
IKTN 28
29
Sedikit Petunjuk
30
Mencintai Diri Sendiri
31
IKTN 31
32
IKTN 32
33
IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34
IKTN 34
35
IKTN 35
36
IKTN 36
37
IKTN 37
38
IKTN 38
39
IKTN 39
40
IKTN 40
41
IKTN 41
42
IKTN 42
43
IKTN 43
44
IKTN 44
45
IKTN 45
46
IKTN 46
47
IKTN 47
48
IKTN 48
49
IKTN 49
50
IKTN 50
51
IKTN 51
52
IKTN 52
53
IKTN 53
54
IKTN 54
55
IKTN 55
56
IKTN 56
57
IKTN 57
58
IKTN 58
59
IKTN 59
60
IKTN 60
61
IKTN 61
62
IKTN 62
63
IKTN 63
64
IKTN 64
65
IKTN 65
66
IKTN 66
67
IKTN 67
68
IKTN 68
69
IKTN 69
70
IKTN 70
71
IKTN 71
72
IKTN 72
73
IKTN 73
74
IKTN 74
75
IKTN 75
76
IKTN 76
77
IKTN 77
78
IKTN 78
79
IKTN 79
80
IKTN 80
81
IKTN 81
82
IKTN 82
83
IKTN 83
84
IKTN 84
85
IKTN 85
86
IKTN 86
87
IKTN 87
88
IKTN 88
89
IKTN 89
90
IKTN 90
91
IKTN 91
92
IKTN 92
93
IKTN 93
94
IKTN 94
95
IKTN 95
96
IKTN 96
97
IKTN 97
98
IKTN 98
99
IKTN 99
100
IKTN 100
101
IKTN 101
102
IKTN 102 (Happy Ending)
103
IKTN 103 (Bonus Chapter)
104
One Day In London
105
DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106
Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107
Promo Novel Baru—Fifty Days

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!