Sangkar Dendam

"Merebut wanita," batin Raina dengan perasaan yang hancur berantakan.

Pernyataan tersebut mengingatkannya pada nasihat Raksa tempo hari. Yang mengatakan bahwa Nero hanya mempermainkan, sekadar membalas dendam karena Raksa pernah selingkuh dengan Anne.

Dulu Raina kira Raksa hanya terlalu khawatir, makanya Raina lebih percaya pada Nero, yang mengatakan bahwa perpisahannya dengan Anne karena wanita itu terlalu sibuk dengan pekerjaan. Katanya, mereka sudah lama putus, jauh sebelum Raksa menjalin hubungan dengan Anne. Ternyata ... dirinya yang sangat bodoh, mudah tertipu oleh kata-kata manis Nero.

"Kenapa? Tidak percaya dengan kebodohan sendiri?" Nero berkata sinis, matanya memandang rendah ke arah Raina. "Mau kutunjukkan lagi kebodohanmu yang lain, hmm?" sambungnya.

Raina masih diam. Bahkan saat Nero melepaskan cengkeraman dan menjauh darinya, Raina hanya bisa mematung di tempat. Jangankan mengucap kata, menghela napas saja rasanya sangat sulit.

"Selagi kamu bersikeras mau menikah denganku, di belakangmu Raksa melakukan banyak hal agar kita tidak menikah. Dia sampai membayar Norman dan Bryan, tangan kananku di kantor, untuk mengawasi keseriusanku." Nero kembali mendekati Raina seraya menunjukkan bukti pesan dari Norman dan Bryan, terkait rencana Raksa.

"Aku sengaja diam agar Raksa percaya bahwa Norman dan Bryan sudah ada dalam kendalinya. Dia terlalu meninggikan diri. Memang sehebat apa dia, sampai bisa mengalihkan kepercayaan orang-orangku. Terlalu lama menjadi tangan kananku membuat dia lupa diri. Merasa paling hebat sampai berani melakukan skandal dengan wanitaku, lantas berani mengancamku. Heh, sangat konyol," lanjut Nero, dan sontak membuat Raina meneteskan banyak air mata.

Dirinya memang bodoh, sangat bodoh!

"Raina, kamu pasti paham kan sebesar apa bisnis dan kekuasaan yang kupunya? Menurutmu ... apa Raksa sebanding denganku? Meski jabatannya sebagai direktur utama, tetapi dia hanya bekerja pada orang. Dia tidak punya bisnis pribadi. Menurutmu apa sulit bagiku untuk menghancurkan dia?" Nero bicara lagi sambil menyibakkan rambut Raina yang berantakan di sekitar wajah. Membuat wajah sendu dan air mata itu terlihat jelas di mata Nero.

"Jangan sakiti Kak Raksa, kumohon," bisik Raina.

Nero tertawa sumbang.

"Aku akan menyuruh Kak Raksa melepaskan Kak Anne jika itu yang Om mau," lanjut Raina.

"Melepaskan? Sekarang? Ketika pernikahan sudah di depan mata. Apa itu ada gunanya?"

Raina memejam. Tak tahu harus negoisasi dengan cara apa lagi.

"Aku menantikan hari di mana karier Raksa hancur, lalu Anne meninggalkan dia, dan ... pada saat yang paling terpuruk, aku akan menunjukkan pada dia bagaimana caraku memperlakukan kamu. Aku akan menginjak-injak harga dirinya, seperti dia menginjak-injak harga diriku dulu." Ucapan Nero sangat tegas, seolah tak ada keraguan sedikit pun dalam setiap kata yang ia lontarkan.

"Kumohon, jangan. Maafkan kakakku, jangan hancurkan karier dia." Raina kembali memohon dengan air mata yang kian berderai.

Nero tidak menjawab, hanya matanya yang terus menatap Raina.

Sampai kemudian, tubuh Raina luruh ke lantai. Dalam keadaan duduk menunduk, Raina kembali memohon.

"Aku mohon, jangan sakiti Kak Raksa. Katakan apa yang harus aku lakukan agar Om Nero bisa memaafkan Kak Raksa."

Nero tersenyum miring. Kemudian berjongkok dan menjajari Raina.

Dengan santai tangan kekar itu kembali meraih dagu Raina dan membuatnya mendongak.

"Jadilah wanita yang penurut dan patuh. Jangan membantah dengan semua keinginanku, apa pun itu. Nanti aku akan mempertimbangkan lagi. Bagaimana?" ujar Nero.

Raina mengangguk samar. Jujur, dia takut dengan tawaran Nero barusan. Namun, mau bagaimana lagi? Jika itu bisa menyelamatkan Raksa, sesulit apa pun akan ia lakukan.

"Bagus." Nero tersenyum licik, kemudian melepaskan dagu Raina dengan sedikit kasar. Lantas, bangkit dan meninggalkan Raina sendirian di kamar itu.

_______

Sudah beberapa jam Nero pergi, tetapi Raina belum beranjak dari tempatnya. Ia tetap duduk di lantai, memeluk lutut sambil membenamkan wajahnya di sana. Menangis. Entah sudah berapa banyak air mata yang dia tumpahkan, ujung dress yang dia kenakan sampai basah karenanya.

'Andai aku mendengarkan ucapan Kak Raksa.'

'Andai aku tidak terbuai dengan sikap dan janji-janji manisnya.'

'Andai aku tidak luluh dengan cinta yang dia gaungkan.'

Begitu banyak andai-andai dalam pikiran Raina. Penyesalan atas segala kedobohan yang terlalu lugu dalam menyambut sikap Nero. Sampai dirinya kehilangan pendidikan dan mungkin juga masa depan.

Sekarang ... entah bagaimana menggambarkan perasaan dalam hatinya. Dia sangat mencintai Nero. Bahkan karena Nero, dia nyaris tidak menyesali keperawanan yang hilang sebelum waktunya, juga anak yang hadir lebih awal dari seharusnya.

Kini, tidak ada keperawanan yang hilang, pun tak ada anak yang hadir. Akan tetapi, tak ada pula Nero yang lembut dan manis penuh kasih. Tersisa Nero yang kejam dan angkuh, penuh kebencian dan dendam. Sialnya hal itu tidak mampu menghapus rasa cinta yang telanjur tumbuh dalam hati Raina, sehingga kini tak terkira lagi luka dan sakit yang diterima.

Di tengah pikiran yang kian kalut, perut Raina kembali melilit sakit. Bahkan, sakitnya jauh lebih parah dari beberapa jam yang lalu.

"Ahhh." Raina merintih sembari memegangi perutnya. Lantas, dengan susah payah bangkit dan berniat ke kamar mandi.

Namun, belum sempat ia berdiri sempurna, kepalanya tiba-tiba pusing dan pandangan berkunang-kunang. Raina terhuyung dan akhirnya hilang keseimbangan. Dia terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Enovia Harnita

Enovia Harnita

buat raina jadi wanita yg kuat thor...bukti kan suatu saat nero aka menjilat ludah nya sendiri

2025-03-17

1

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

kamohon othor jangan jadiiin Raina wanita lemah dan bodoh😭😭

2024-12-27

1

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

Raina pingsan.. 😭😭😭😭😭😭

2024-06-06

4

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Sikap
2 Alat Untuk Membalas Dendam
3 Ava Ollivia
4 Alasan di Balik Dendam
5 Darah
6 Kenyataan di Luar Nalar
7 Sangkar Dendam
8 Drama Keguguran
9 Ciuman Pagi
10 Senyum Penuh Arti
11 Kau Milikku!
12 Rahasia Ava
13 Tergoda Lagi
14 Senyum Tipis Nero
15 Nomor Asing
16 Rencana Licik Ava
17 Sempat Curiga
18 Kerja Sama
19 Kenangan Kelam Nero
20 Kalung Untuk Raina
21 Setangkai Mawar Putih
22 Membawa Wanita
23 Menyerah
24 Kejutan Untuk Ava
25 Kehancuran Ava
26 IKTN 26
27 IKTN 27
28 IKTN 28
29 Sedikit Petunjuk
30 Mencintai Diri Sendiri
31 IKTN 31
32 IKTN 32
33 IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34 IKTN 34
35 IKTN 35
36 IKTN 36
37 IKTN 37
38 IKTN 38
39 IKTN 39
40 IKTN 40
41 IKTN 41
42 IKTN 42
43 IKTN 43
44 IKTN 44
45 IKTN 45
46 IKTN 46
47 IKTN 47
48 IKTN 48
49 IKTN 49
50 IKTN 50
51 IKTN 51
52 IKTN 52
53 IKTN 53
54 IKTN 54
55 IKTN 55
56 IKTN 56
57 IKTN 57
58 IKTN 58
59 IKTN 59
60 IKTN 60
61 IKTN 61
62 IKTN 62
63 IKTN 63
64 IKTN 64
65 IKTN 65
66 IKTN 66
67 IKTN 67
68 IKTN 68
69 IKTN 69
70 IKTN 70
71 IKTN 71
72 IKTN 72
73 IKTN 73
74 IKTN 74
75 IKTN 75
76 IKTN 76
77 IKTN 77
78 IKTN 78
79 IKTN 79
80 IKTN 80
81 IKTN 81
82 IKTN 82
83 IKTN 83
84 IKTN 84
85 IKTN 85
86 IKTN 86
87 IKTN 87
88 IKTN 88
89 IKTN 89
90 IKTN 90
91 IKTN 91
92 IKTN 92
93 IKTN 93
94 IKTN 94
95 IKTN 95
96 IKTN 96
97 IKTN 97
98 IKTN 98
99 IKTN 99
100 IKTN 100
101 IKTN 101
102 IKTN 102 (Happy Ending)
103 IKTN 103 (Bonus Chapter)
104 One Day In London
105 DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106 Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107 Promo Novel Baru—Fifty Days
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Perubahan Sikap
2
Alat Untuk Membalas Dendam
3
Ava Ollivia
4
Alasan di Balik Dendam
5
Darah
6
Kenyataan di Luar Nalar
7
Sangkar Dendam
8
Drama Keguguran
9
Ciuman Pagi
10
Senyum Penuh Arti
11
Kau Milikku!
12
Rahasia Ava
13
Tergoda Lagi
14
Senyum Tipis Nero
15
Nomor Asing
16
Rencana Licik Ava
17
Sempat Curiga
18
Kerja Sama
19
Kenangan Kelam Nero
20
Kalung Untuk Raina
21
Setangkai Mawar Putih
22
Membawa Wanita
23
Menyerah
24
Kejutan Untuk Ava
25
Kehancuran Ava
26
IKTN 26
27
IKTN 27
28
IKTN 28
29
Sedikit Petunjuk
30
Mencintai Diri Sendiri
31
IKTN 31
32
IKTN 32
33
IKTN 33 (Dua Tahun Berlalu)
34
IKTN 34
35
IKTN 35
36
IKTN 36
37
IKTN 37
38
IKTN 38
39
IKTN 39
40
IKTN 40
41
IKTN 41
42
IKTN 42
43
IKTN 43
44
IKTN 44
45
IKTN 45
46
IKTN 46
47
IKTN 47
48
IKTN 48
49
IKTN 49
50
IKTN 50
51
IKTN 51
52
IKTN 52
53
IKTN 53
54
IKTN 54
55
IKTN 55
56
IKTN 56
57
IKTN 57
58
IKTN 58
59
IKTN 59
60
IKTN 60
61
IKTN 61
62
IKTN 62
63
IKTN 63
64
IKTN 64
65
IKTN 65
66
IKTN 66
67
IKTN 67
68
IKTN 68
69
IKTN 69
70
IKTN 70
71
IKTN 71
72
IKTN 72
73
IKTN 73
74
IKTN 74
75
IKTN 75
76
IKTN 76
77
IKTN 77
78
IKTN 78
79
IKTN 79
80
IKTN 80
81
IKTN 81
82
IKTN 82
83
IKTN 83
84
IKTN 84
85
IKTN 85
86
IKTN 86
87
IKTN 87
88
IKTN 88
89
IKTN 89
90
IKTN 90
91
IKTN 91
92
IKTN 92
93
IKTN 93
94
IKTN 94
95
IKTN 95
96
IKTN 96
97
IKTN 97
98
IKTN 98
99
IKTN 99
100
IKTN 100
101
IKTN 101
102
IKTN 102 (Happy Ending)
103
IKTN 103 (Bonus Chapter)
104
One Day In London
105
DI ATAS RANJANG DOKTER DINGIN
106
Promo Novel Baru—Belenggu Masa Lalu
107
Promo Novel Baru—Fifty Days

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!