ledekan part 1

"Hey.......," sambut Kaysar dengan kekehannya ketika melihat kedatangan Fazza lagi ke hotel tempat pesta yang masih berlangsung.

Fazza menatapnya heran. Bukan hanya Kaysar yang tanpak senang menyambut kedatanganya. Ada juga Eriel yang sedang terkekeh. Sedangkan Nathan, Zayn dan Jeff sedang menahan senyumnya. Mereka semua sudah berkumpul ternyata dalam formasi lengkap tanpa istri.

Feelingnya mengatakan kalo mereka sudah menunggunya dengan ngga sabar.

"Ada apa?" benaknya diliputi kecurigaan.

"Jadi sudah lama naksir sama anak SMA?" gelak Eriel. Kali ini ketiga sahabatnya yang dari tadi menahan kedut di bibir, meledak sudah. Walau tawa mereka masih cukup sopan di bandingkan Eriel dan Kaysar yang ngakak habis habisan.

"Kinara pintar juga, ya, deketin temannya ke sepupunya," sambar Kaysar. Tawanya masih menguar.

"Memang kalo sering ketemu, lama lama bisa jatuh cinta," tukas Zayn mengemukakan pendapatnya.

"Sampai nurut diminta cossplay jadi anak magang," cuit Jeff dengan seringai bercandanya.

"Berarti waktu kamu umurnya tujuh atau delapan tahun, si Vanda baru lahir, Fazz. Jodohmu punya jeda waktu yang lama juga ," analisa Nathan. Kembali mereka tertawa kesenangan. Seolah mendapatkan temuan baru yang paling spektakuler.

Fazza mengerti kini, Dewin sudah membuka rahasianya. Dia pun hanya bisa mengumpat dalam hati. Siap siap dia akan menerima ledekan ber part part.

"Nanti pesta nikahnya lulus SMA atau pas dia umurnya tujuh belas tahun?" tanya Zayn dengan mimik seriusnya, walaupun sisa tawa masih ada di bibirnya.

"Iya, Fazza. Dari sekarang harusnya kamu sudah mikir," timpal Eriel mengingatkan.

"Kita dukung sejuta persen," tukas Eriel sambil menepuk berulang kali bahu Fazza dengan lengkungan sempurna di bibirnya.

"Kita semua dukung kamu," sambung Kaysar, tetap dengan wajah sumringahnya.

"YES!!"

Fazza terpaksa tertawa mendengarnya.

*

*

*

"Fazz, kalo suka sama anak SMA, kamu harus lebih sabar dan ngemong," nasihat Opa Alva ketika Fazza meninggalkan sahabat sahabatnya yang masih saja tertawa membahas pernikahannya.

Apesnya malah ketemu rombongan Opa Alva. Opa Kiano juga ada bersama Opa Aries yang sedang melayangkan tatapan jahil mereka.

"Biasanya kalo masih SMA bakal egois, mau menang sendiri," kompor Reno.

"Ngga semua begitu. Mungkin kamu dan Alva, iya," sarkas Regan.

"Tambah satu, Reno," sambung Alva tergelak.

"Kurang Glen," sambung Arga menambahkan

Mereka kembali tertawa bersama.

"Jangan dengerin mereka." Walaupun bermaksud menenangkan cucunya, tapi Fazza tetap saja kesal.melihat tawa tertahan dari opanya.

"Intinya kamu harus lebih sabar, Faz," tukas Glen.

"Jangan salah, kan, Devin, ya, Faz. Dia ngga ngasih tau, Opa. Tapi Opa lihat sendiri waktu dia kayaknya mau menghilangkan bukti dari kamu," kekeh Aries membela cucu kesayangannya.

Hampir saja Fazza mendengus saking kesalnya, Tapi untung saja dia masih bisa mempertahankan wajah datarnya.

"Kamu nyuruh orang yang tepat buat nyari tau siapa anak SMA itu," ucap Arga ngga bermaksud meledek. Tapi dalam situasi ini, kata katanya jadi murni ledekan.

"Tau sendiri Kinara gimana wataknya. Fazza ngga mungkin, kan, nanya nanya sama.dia," kekeh Kiano.

"Anda benar sekali tuan Kiano." Glen yang menyahut sambil ngakak Cucu mereka yang satu itu memang sangat spesial.

Kembali mereka tergelak.

Fazza menghembuskan nafas perlahan dengan sabar.

Ya, dia harus menerima semua ledekan ini karena rahasianya sudah menjadi konsumsi umum.

Fazza pun mendapatkan wejangan yang kurang lebih hampir sama, seperti yang sahabat sahabat tengilnya katakan tadi.

"Kalo boleh tau, apa yang membuat kamu suka dengan sahabat Kinara itu. Siapa namanya? Lupa aku," ucap Alva penasaran.

"Vanda. Namanya Vanda," tukas Kiano memberitau.

"Ooh iya, iya," Alva manggut manggut.

"Opa Regan juga penasaran."

"Ayo, kasih tau, Fazza," todong Opa Reno ngga ngasih kesempatan buat Fazza meninggalkan mereka sebelum kasih tau alasannya.

Fazza hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan opa opanya.

Kini semua laki laki tua itu menatapnya sangat fokus dan serius.

Fazza tanpa sadar tertawa perlahan.

"Cucumu udah gila, Kiano, Regan," cuit Alva gemas.

Kiano dan Regan pun tergelak.

"Karena dia cantik, opa. Juga tenaganya kuat," jawab Fazza akhirnya terus terang.

Dia suka melihat Vanda saat bermain voli. Saat servis, smash, bahkan ngeblok bola, Vanda terlihat sangat keren di matanya.

"Seperti tante Salma ya, atau oma Tamara?" Reno mengajukan pilihan.

"Begitulah."

"Ya, ya. Kamu memang butuh perempuan yang kuat untuk berada di samping kamu," tukas Opa Arga mengerti.

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

fazza d ledekin habis²am sm sahabat dan opanya. yg sabar fazza buat vanda jd yg terhebat biar yg sdh ngledekin kamu malu.

2024-03-05

3

Rahmawati

Rahmawati

sabar ya fazza jd bahan ledekan

2024-03-05

1

Zea Rahmat

Zea Rahmat

kasian. fazza paling kalem dapetnya bocillll😂😅paling beruntung si nathann dpt zoya🤣

2024-03-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!