Bab 10

Talita berusaha memesan taksi online saat itu. Namun, setelah menunggu beberapa lama, tidak ada satu taksi pun yang tersedia. Tiba-tiba sebuah mobil yang sangat ia kenali berhenti tepat di depan nya.

"Bagas?"

"Yuk, aku anterin. Nggak usah kebanyakan mikir."

Talita tidak menunggu lama, ia langsung duduk begitu saja di sebelah Bagas. Pikiran nya melayang kepada kedua adik-adik nya. Banyak pertanyaan muncul di benak nya.

Bagaimana cara mereka ke sana. Apa jalan kaki. Atau ada yang menolong, atau, atau, pertanyaan itu terus saja membuat Talita memijit dahi nya.

"Kita mau kemana?"

"Kantor polisi."

Tanpa banyak tanya, Bagas langsung meluncur ke arah tujuan mereka. Talita masih diam dengan sejuta pertanyaan di benak nya.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di kantor polisi itu. Talita melihat tidak ada tanda-tanda kehadiran adik-adik nya.

" Maaf pak, apa ada dua orang anak kecil yang datang ke sini?"

"Oh, tadi ada dek. Di antar sam bapak-bapak, trus nggak tahu lagi deh kemana."

"Itu adik-adik saya pak. Apa bapak bisa membantu saya untuk melihat Cctv yang ada di sini? Mereka sekarang hilang dan tidak tahu ada dimana."

"Bagaimana ya dek. Saya tidak berani."

"Saya Bagas, anak nya Sudiro. Tolong lakukan apa yang di inginkan oleh nya. Saya yang akan bertanggung jawab."

Polisi itu langsung mengangguk. Siapa yang tidak tahu Sudiro Mulyo. Salah satu pengusaha terkenal di kota itu. Ia juga sangat dekat dengan seorang mafia berhati dingin.

Tidak ada yang berani menentang keputusannya, seluruh kota, berada di bawah genggaman nya saat ini. Begitu pula dengan anak nya Bagas Sudiro.

Seorang Remaja yang pendiam dan dingin. Lelaki berparas layak casanova itu sebenarnya telah memiliki perusahaan nya sendiri di bidang IT. Dari kecil, otak jenius nya memang sudah di akui.

Tidak ada yang tahu sepak terjang seorang Bagas selama ini. Yang banyak orang tahu, ia adalah seorang remaja yang suka tidur di kelas.

"Apakah ini adik-adik mu?"Tanya petugas kepolisian itu.

"Benar. Tapi laki-laki ini?"

"Apa kamu mengenal nya?"

"Dia adalah Ayah tiri ku. Tapi, mau di bawa kemana adik-adik ku. Bagas, tolongin aku."

"Kamu tenang dulu ya. Kita tanya sama semua polisi yang ada di sini. Mungkin mereka tahu kemana Ayah tiri mu membawa mereka."

"Kita tidak bisa menunggu lama Bagas. Laki-laki mesum itu bahkan hampir memper kosa ku. Dia juga sudah menuduh ku mencuri dan memasukkan aku ke pen jara. Dan sekarang, ia malah membawa adik-adik ku. Aku tidak bisa menunggu lagi Bagas."

"Talita, jika kamu tidak tenang kita tidak akan bergerak. Memang nya kamu tahu mereka di bawa kemana?"

Talita hanya menggeleng lemah. Bagaimana mungkin ia tahu apa niat Ayah tiri nya itu.

"Tolong aku bagas."

"Baik, tapi kamu harus tenang. Aku akan secepat nya menemukan mereka."

Bagas dengan seluruh koneksi nya mencoba mencari dimana adik-adik Talita berada. Ia mengerahkan seluruh kemampuan nya untuk itu. Seorang Bagas yang merupakan seorang hacker handal pasti akan dengan mudah menemukan mereka.

" Ketemu. Adik-adik mu sekarang ada di dermaga. Ayo kita segera ke sana sekarang."

Tanpa menunggu Talita langsung naik ke mobil Bagas. Tidak ada percakapan di antara mereka. Berbagai macam dugaan bermunculan di dalam kepala nya.

"Talita, apapun yang terjadi kamu harus tenang dan jangan gegabah. Serahkan seluruh masalah ini padaku. Kamu harus percaya padaku ya."

"Apa kamu bisa membantu ku Bagas?"

"Itu sih tergantung kamu."

"Bagas Sudiro, aku percaya padamu. Tolong bantu aku."Ucap Talita sambil meneteskan air mata.

Bagas kemudian langsung menambah kecepatan pada laju kendaraan nya. Talita tidak berkomentar apa-apa. Kali ini ia akan menyerahkan segalanya pada Bagas. Ia tidak mau lagi gegabah dan membuat adik-adik nya dalam bahaya.

Bagas dan Talita akhirnya tiba di sebuah dermaga yang sudah lama terbengkalai. Entah untuk apa adik-adik nya di bawa ke sini. Talita pun sama sekali tidak tahu.

Beberapa mobil dan sepeda motor milik kenalan Bagas pun terus berdatangan. Talita sampai takjub melihat semua bantuan ini. Entah bagaimana Bagas mengumpulkan mereka dalam waktu yang bersamaan.

"Kita bagi tugas ya. Kita harus berpencar untuk menemukan dua anak kecil ini. Tania berumur 11 tahun dan Tasya berumur 4 tahun."

Setelah berkata demikian, mereka pun mulai berpencar mencari keberadaan Tasya dan Tania. Namun, setelah beberapa jam mencari, mereka tidak juga menemukan dua anak kecil itu.

" Bagas, apakah belum ketemu? Dimana adik-adik ku sebenarnya." Ucap Talita sambil menutup wajah nya.

"Bukan kah kamu percaya padaku Talita."

"Aku percaya Bagas. Aku percaya."

Air mata terus saja jatuh tanpa bisa dikomando. Talita benar-benar tidak bisa menahan nya lagi. Ia sangat takut kehilangan adik-adik nya. Mereka lah keluarga yang tersisa saat ini.

"Bagas , sepertinya ada lorong rahasia di sini. Coba kerahkan anak-anak untuk masuk lebih dalam ke gudang yang ada di dekat mobil mu."

"Baik. Kawan-kawan, sepertinya Jack menemukan sebuah lorong rahasia. Segera meluncur ke sana."

"Siap!"

Tidak perlu menunggu waktu, mereka semua menelusuri sebuah lorong rahasia yang ada di sana. Bau pesing dan kotoran semakin lama semakin tercium. Membuat siapapun yang mencium pasti akan memuntahkan isi perut nya.

"Ini sih benar-benar gi la." Ucap salah satu teman Bagas.

"Ada apa?"

"Kamu harus kesini. Gi la nggak sih. Ini udah kayak panti asuhan."

Talita dan Bagas pun pergi melihat ke dalam. Talita sempat beberapa kali muntah. Bukan karena jijik, namun aroma pesing dan kotoran manusia membuat lambung nya yang belum di isi langsung memberontak.

Apalagi sebentar lagi akan malam. Berarti sudah sejak pagi ia belum memasukkan makanan apapun kedalam lambung nya.

"Tania, Tasya."

Suara Talita menggema ke seluruh penjuru ruangan. Ruangan itu seperti penjara yang di isi oleh banyak anak-anak kecil. Entah apa motif dari sang empunya.

"Kak Talita,,"

"Tania. Ini kakak sayang. Kalian baik-baik saja kan." Tania mencoba meraba tubuh adik-adik nya yang sudah berubah bentuk.

Mereka pun berpelukan dan saling menangis bersama. Namun, ada yang lain dengan Tasya. Dari tadi ia tidak bangun dan hanya diam saja.

" Tania, Tasya kenapa?"

" Nggak tahu kak. Dari tadi Tasya nangis terus. Lalu di suntik sama Om ja hat."

"Talita, sekarang kita keluar dulu dari sini. Kita bantu semua anak-anak ini keluar. Aku sudah menghubungi polisi."

"Kita ke rumah sakit dulu ya Gas. Aku takut Tasya kenapa-napa."

Bagas dan teman-teman nya menolong anak-anak itu untuk keluar dari sana. Ternyata, menurut pengakuan anak-anak itu ada yang sudah satu bulan berada di dalam sana.

Polisi datang langsung mengamankan tempat kejadian perkara. Seluruh anak-anak telah di bawa ke rumah sakit, dan polisi akan menangani kasus ini lebih lanjut.

****

"Breng sek! Bagaimana polisi bisa sampai ke sana!"

"Maaf tuan, hal ini ada hubungan nya dengan tuan Bagas anak tuan Sudiro."

"Bagaimana mungkin ia berani menggangu bisnis ku."

"Seperti nya ia tidak sengaja karena ingin menemukan dua orang anak kecil. Begitu lah pengakuan teman-teman nya Bagas."

Henri Borison adalah seorang mafia yang paling di takuti di kota itu. Ternyata, bisnis nya kali ini di gagalkan oleh anak teman nya sendiri.

Tut...

Tut..

Henri mencoba menghubungi Sudiro.

" Iya Henri, ada apa?"

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

nampknya author mulai menaikan tensi cerita mntap thor!"..LANJUT...

2025-02-04

0

Sri Astuti

Sri Astuti

astaga.. seorang ibu yg durhaka membuat anak" nya nyaris celaka

2024-10-25

0

Olie Anggoronggang

Olie Anggoronggang

Ooooo Henry Borison rupanya mafia penjual anak kecil

2024-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!