Bab 5

Masih tentang Tania.

Tania memang benar-benar membuktikan ucapan nya. Setelah hari itu, ia benar-benar belajar dan mengambil kembali apa yang menjadi milik nya.

"Hari ini Ibu yang ngambil raport Tania ya? "

"Kan biasanya kakak kamu yang ngambil." Ucap Naina dengan enteng nya.

"Nggak bisa sayang. Ibu mewakili Andi."

"Kan bisa sekalian ambil punya Tania juga."

"Masalah nya nanti kamu kan nggak mungkin pulang dengan kami Tania. Nanti setelah habis ambil raport Ibu dan Andi langsung mau jemput ayah Jaka."

"Trus, Tania nggak boleh ikut?"

"Tania, jangan gini ya nak. Ibu udah janji sama Andi dan Ayah Jaka untuk jalan-jalan bareng."

"Terus, jalan-jalan bareng kami kapan? Tania ini yang anak Ibu tapi selalu di sisihkan. Ibu nggak adil."

Tania menangis masuk ke dalam kamar nya. Ia sangat sedih. Apa salah nya coba kalau dia juga ikut. Ibu nya selalu saja membawa Andi jalan-jalan dan mengacuhkan anak-anak nya yang lain.

"Kamu kenapa Tania?" Tanya Talita saat melihat adik nya menangis.

"Ibu nggak mau ngambil raport Tania kak. Ibu lebih memilih Andi."

"Tapi kan kalian sekelas. Ibu bisa sekalian ambil punya kamu. Soal nya kakak juga harus ambil raport hari ini."

"Ibu nggak mau. Kata nya nanti nggak ada yang nganterin aku pulang. Mereka mau jalan-jalan kak. Cuma bertiga tanpa kita." Ucap Tania yang masih sesenggukan.

Talita tidak habis pikir dengan sikap Ibu nya, harus nya sang Ibu harus lah adil. Mengharapkan ayah mereka, itu sama saja mustahil. Dari dulu mana pernah Anton peduli.

" Yasudah, nanti biar kakak ke sekolah kamu dulu. Trus nanti kita ke sekolah kakak, gimana?"

"Tasya mau ikut juga dong. Di rumah di tinggal sendirian kan takut."

"Oke deh. Sekarang kalian siap-siap ya."

"Iyaa kakak ku tersayang!" Ucap mereka bersamaan.

Mereka bertiga pergi bersama menggunakan taksi online. Sebenarnya Talita memiliki sepeda motor roda dua nya. Namun, tidak mungkin ia membonceng kedua adik nya sekaligus.

"Nah, kita udah sampe di sekolah kak Tania."

Seketika wajah Tania dan Tasya murung saat melihat Ibu mereka bergandengan tangan dengan Andi. Air mata langsung lolos begitu saja dari mata mungil itu.

"Kak, kok Ibu tega sama kita."

"Udah jangan nangis lagi. Nanti cantik nya hilang. Kan kita mau ambil raport nya kamu. Yuk semangat rangking 1."

Akhirnya Tania mau di bujuk oleh Talita. Mereka bertiga masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan.

"Tahun ini kita lagi-lagi di beri kejutan ya. Ibu kira sang pemenang sudah menyerah. Akan tetapi ia telah kembali lagi. Selamat untuk ananda kita Tania Sudrajat."

Riuh tepuk tangan membahana di seluruh kelas. Tampak wajah Andi tidak baik-baik saja saat itu. Dia langsung memasang wajah kesal nya. Dan Naina, seperti biasa akan mencoba menenangkan anak tiri kesayangan nya itu.

" Mana ni wali dari Tania? "

Saat Naina akan maju, Tania melihat tangan Naina di pegang erat oleh Andi. Andi tidak membiarkan Naina mengambil raport milik Tania.

"Bu guru, hari ini ibunya Tania berhalangan hadir. Apa boleh kalau kakak perempuan Tania yang mengambil rapotnya?"

"Wah sayang sekali ya ibunya Tania melewatkan kesempatan mengambil raport seorang anak yang begitu membanggakan."

Bukannya guru Tania tidak tahu, hanya saja sebenarnya guru Tania ingin menyindir Naina. Selama menikah lagi, Naina sudah jarang terlihat bersama Tania. Yang ia pikirkan hanyalah Andi anak tiri nya.

Sebenarnya Tania sering curhat kepada gurunya. Karena pada saat itu Tania sering sekali murung saat di sekolah, ibu guru pun menanyakan mengapa Tania tidak bersemangat seperti dulu.

"Nggak papa kok Bu guru. Ini saya Talita kakaknya Tania. Terima kasih ya, bu telah membimbing adik saya selama ini. Saya sangat bangga memiliki adik yang pintar seperti Tania. Dia ini bukan hanya pintar tapi jenius."

"Wah, Talita kamu beruntung memiliki adik seperti Tania."

Setelah Talita dan Tania menyalami ibu guru, mereka pun langsung pergi dari sana. Tak mereka hiraukan lagi Ibunya yang datang bersama Andi.

"Tania, Talita tunggu!" Naina memanggil anak-anak nya yang akan pergi.

Tania sangat senang. Ia berpikir mungkin ibunya akan mengucapkan selamat kepada dirinya. Namun, semua itu hanyalah khayalannya saja.

"Kok bisa sih kamu rangking satu lagi?"

"Ibu jauh-jauh berlari dan mengejar kami, hanya untuk menanyakan hal yang tidak penting itu? Sudah jelas bukan bahwa adikku Tania adalah anak yang pintar dan cerdas." ucap Talita

"Bukankah waktu itu kamu sudah berjanji akan mengalah. Mengapa sekarang malah kamu mendapatkan ranking 1 Kembali?"

"Tania hanya berjanji untuk sekali saja mengalah demi Andi. Tapi ibu malah lupa dan mengatakan kalau Andi memang pintar. Dan sekarang Tania membuktikan, bahwa Tania memang lebih pintar dari Andi. Dan sampai kapanpun, Andi tidak akan pernah bisa menyaingi Tania."

" Sudah ya Bu. Kami mau jalan-jalan dulu. Silahkan urus anak tiri kesayangan ibu itu. Oh ya, jangan lupa hadiah untuk Tania karena sudah mendapatkan rangking 1. Ibu harus adil. "

Setelah mengatakan hal itu, mereka bertiga pun pergi mengunjungi sekolah Talita. Tania tidak ikut masuk ke dalam kelas karena harus menjaga Tasya di kantin.

Walaupun hanya di traktir jajanan di kantin, Tania sudah sangat senang.

" Terima kasih kak Talita." Gumam nya lirih sambil menghapus air mata.

Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata kali ini Andi mendapat kan rangking 5. Ia merasa sombong karena waktu itu mendapatkan rangking 1, sehingga tidak belajar lagi dirumah. Al hasil saat ujian ia tidak mampu menjawab beberapa soal yang ada.

Bukan nya mendapat hadiah, Jaka bahkan mengurung Andi seharian di dalam kamar. Jaka sangat marah karena Andi bisa dikalahkan oleh Tania si anak tiri.

"Jangan gini dong sayang. Kok kamu sampai mengurung Andi. Kan kasihan dia."

"Biar dia belajar dari pengalaman Naina!"

"Tapi, kasihan Andi. Aku bukain pintu nya ya."

"Tidak, dia harus aku beri pelajaran."

"Sayang, Andi masih kecil loh."

"Diamlah Naina! Kamu bisa bicara seperti ini karena anak-anak mu selalu mendapat kan peringkat 1 bukan."

"Aku nggak bermaksud apapun."

"Ah, sudahlah."

Naina sangat kesal saat ini. Mengapa dia yang disalahkan jika memang Andi tidak bisa mendapatkan peringkat 1 lagi.

"Tania! Puas kamu hah! Gara-gara kamu Andi sekarang di kurung sama Ayah Jaka."

Tania dan Tasya yang sedang tertawa dan bercanda pun akhirnya diam saat melihat Naina tiba-tiba datang dan marah-marah.

"Kok Ibu marahin kak Tania sih. Harus nya kan sekarang kak Tania dapat hadiah dan kecupan dari Ibu karena udah berhasil dapat rangking 1. Waktu Andi aja Ibu ngasi banyak kado."

"Tasya, nggak baik ikut campur urusan orang tua. Sekarang kamu keluar dulu. Ibu mau bicara dengan kak Tania."

"Nggak mau. Nanti Ibu pasti mau memarahi Kak Tania."

"Tasya! Keluar!"

Suara Naina yang keras menggema di dalam kamar itu. Selama ini Tasya tidak pernah di bentak apalagi di perlakukan seperti ini. Ia sangat sedih. Dan langsung menangis.

Talita yang masih di dapur langsung berlari ke kamar nya dan melihat Ibu nya sedang berdiri di depan Tania dan Tasya.

"Tasya kenapa?"

"Ibu jahat. Ibu marahi kak Tania dan Tasya."

"Bu, apa yang Ibu lakukan?"

"Gara-gara adik mu sekarang Andi di kurung di kamar nya. Harus nya adik mu bisa lebih mengalah sekali lagi."

"Kenapa harus Tania yang mengalah? Ibu sudah lupa ingatan kah? Apa Andi lahir dari rahim mu? Apa dia juga yang Ibu su sui? Tidak kan. Jadi kenapa hanya karena orang asing Ibu bertingkah seperti ini."

"Talita! Jaga bicara mu."

"Seharusnya Ibu yang harus menjaga sikap. Mana hadiah untuk Tania bu? Mana? Selama bertahun-tahun ia mendapatkan rangking 1, jangankan hadiah ci uman kasih sayang dari Ibu saja tidak pernah ia dapatkan."

"Kalian ini, benar-benar membuat Ibu kesal. Tidak seperti Andi yang penurut."

"Jangan bandingkan kami dengan orang asing itu. Darah Ibu mengalir di dalam tubuh kami. Tapi di dalam tubuh nya, kita tidak tahu."

Naina pergi dengan amarah yang ada. Ia banting pintu kamar anak-anak nya dengan kuat sehingga membuat mereka terkejut.

Setelah hari itu, Naina mulai bersikap dingin di depan anak-anak nya. Hanya Andi lah yang selalu ia perhatikan. Sampai hari anak-anak itu pergi dari rumah.

Terpopuler

Comments

Zieya🖤

Zieya🖤

nanti kalau anak2 suda dewasa dan sukaes, jangan cari perhatian mereka ya.... dan jangan bilang anak derhaka kerna mengabaikan tanggungjawab anak, tanggungjawab kamu saja kamu abaikan. Istilah orang tua derhaka juga ada loh...

2024-11-14

1

Aghnianovianti22

Aghnianovianti22

sekejam kejamnya harimau gak akan memakan anaknya sendiri. Tapi sebaik baiknya manusia, bisa membunuh anak sendiri.. ibunya Tania gak malu apa sama harimau

2024-12-15

0

Lena Sari

Lena Sari

apa yg kau tabur itu yg akan kau tuai naina,bisa2nya ibu kandung jahatin ank sendiri.

2025-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!