Ch 9

Haris pun membuka pintu depan rumahnya.

  "Assalamualaikum" salam haris

  "Waalaikumsalam, kamu dari mana aja loh ris sore gini bru pulang" tanya pak harun.

  "Haris abis ikut dulu kak lana pak bu, baru kak lana antar haris pulang" jawab haris sambil menyalami bapak dan ibunya.

Lana yang melihat kondisi rumah dan keadaan pak harun merasa kasian apalagi ia melihat bu risti terbaring di atas kasur lantai yang telah usang.

  "Maaf pak bu tadi lana ada keperluan terlebih dulu jadi baru bisa anterin haris sekarang" ucap lana.

  "Iya nak lana gpp tdi bapak bilang katanya ada yang mau di obrolin sama bapak ibu" tanya bu risti.

  "Iya bu lana berniat membantu untuk menyekolahkan haris, karna lana liat haris anak yang pintar sayang kalau putus sekolah bu" ucap lana.

Perkataan lana membuat pak harun dan bu risti terharu pasalnya mereka pun ingin haris sekolah tapi ada daya ekonomi tidak mendukung. Untuk berobat bu risti saja pak harun harus meminjam pada juragan bawang yang bunganya sangat besar.

  "Apa yang nak lana bilang benar?" Tanya pak harun dengan mata berkaca kaca menahan tangis.

  "Iya pak tentu saya akan membantu menyekolahkan haris dan saya juga akan membantu biaya pengobatan ibu" ucap lana

Mereka bertiga kembali terkejut termasuk haris, ia mengira lana hanya akan menyekolahkan nya saja ternyata lana juga akan membantu biaya pengobatan ibunya tangis pun pecah.

Tangis keluarga pak harun pecah mereka saling berpelukan ternyata tuhan mengirim seorang malaikat kepada keluarganya. Lana yang melihat itu merasa ikut bahagia.

Bu risti pun berusaha menghampiri lana untuk memeluk lana entah mengapa ia merasa ada sebuah kepedihan yang lana pendam sendiri. Sebagai seorang ibu ia bisa merasakannya.

  "Sini nak lana" ucap bu risti sembari merentangkan tangannya.

Lana yang melihat hal itu merasa sangat sedih, perlakuan yang selalu ia ingin dapatkan dari orangtuanya tapi tak pernah terwujud tapi saat ini ia di perlakukan layaknya seorang anak oleh orang asing.

Seketika tangis lana pecah, lana pun memeluk bu risti dengan erat bu risti yang tau lana menangis dan memendam perasaannya ikut menangis.

  "Sudah nak kau tak perlu memendamnya sendiri kau anak yang kuat kalu telah melewati semuanya dengan baik" ucap bu risti sambil mengusap punggung lana untuk menenangkannya.

Lana merasa nyaman dalam pelukan bu risti ia seperti sedang di peluk oleh orang tuanya. akhirnya acara tangis telah usai mereka berbincang hingga langit telah berubah gelap. Lana pun pamit pada keluarga pak harun.

  "Pak bu lana pamit dulu ya" ucap lana

  "Iya nak hati hati nanti di antar haris sampe depan" ucap pak harun.

  "Gak usah repot repot pak lana bisa sendiri" tolak lana.

  "Gak usah nolak toh nak, anak gadis gak boleh jalan malem malem sendiri" timpal bu risti.

  "Iya bu lana nurut aja ya udah lana pamit ya pak bu" ucap lana

  "Ya udah haris nganter kak lana smpe depan gang dulu ya pak bu" ucap haris pamit.

  "Iya ris kamu jagain kakak kamu nanti di gangguin sama anak cowo sini" timpal bu risti.

  "Siap bu" jawab haris.

Haris pun mengantar lana sampai ke depan gang menuju rumahnya.

  "Ris besok nnti ada orang suruhan kakak buat ngurus berkas berkas sekolah kamu sama berkas berobat ibu ya" uacap lana.

  "Iya kak, sekali lagi makasih ya" jawab haris

Lana pun bergegas berjalan menuju supermarket dimana ia menitipkan motornya karna jam sudah menunjukan pukul 9 malam.

Saat sampai di area parkir supermarket lana melihat penjaga parkir masih setia memarkirkan kendaraan yang akan masuk maupun keluar supermarket.

  "Maaf ya pak lama, tadi saya bilangnya sebentar" ucap lana sambil tersenyum.

  "Iya non gpp kan non bayarnya juga banyak banget" tawa penjaga parkir.

  "Ya Udah saya pamit dlu ya pak, makasih udah di jagain motor sayanya" pamit lana.

  "Iya non sama sama, hati hati non jangan ngebut" ucap penjaga parkir.

  "Siap pak" sembari memakai helm full facenya.

Lana pun menyalakan motornya dan segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Ia memilih jalan tikus agak lebih cepat sampai di mansion mahendra tetapi di tengah jalan iya melihat sebuah perkelahian yang tak seimbang.

Lana menghentikan motornya dan memperhatikannya, ternyata laki laki yang melawan ke tujuh orang tersebut telah mengalami luka tusuk dia harus segera di bawa ke rumah sakit untuk di tangani. Akhirnya lana pun turun tangan membantu pria yang sedang di keroyok.

  "Gak papa deh itung itung pemanasan hehehe" gumam lana .

Lana membuka helmnya dan langsung maju menendang salah satu orang dri belakang hingga tersungkur.

Perkelahian terhenti karna mereka melihat temannya tersungkur mereka melihat ke arah lana.

  "Wah ada cewek cantik nih" ucap pria berambut cepak tersenyum mesum.

  "Anak kecil mending pulang cuci tanga cuci kaki bobo " ucap pria lain tertawa.

  "Lumayan nih bos cewek buat mainan nanti di markas" ucap pria lain pada ketuanya yang berambut gondrong.

  "Gue emang mau pulang tapi loe pada halangi jalan gue anj*ng" ucap lana menatap tajam segerombolan pria tersebut.

Lana mulai menghampiri seorang pria yang terlah mengeluarkan banyak darah..tiba tiba lana membantu pria tersebut bangun dan mendudukkannya di tepi jalan. Ia harus menyelesaikan ini dengan cepat.

Setelah lana menepikan pria yang sedang terluka itu ia kembali mendekati segerombolan pria itu

  "Sini om kalau mau bawa aku ke markas" ucap lana genit.

Pria berambut cepak mendekati lana ia berniat akan merangkul lana tapi sebelum tangannya sampai, tangannya telah patah terlebih dahulu.

Semuanya terkejut karna mendengar suara tulang yang patah

Krekk ..

  " Kurang ajar nih bocah .. serang" ucap bos gerombolan tersebut. Perkelahian tak dapat di hindari lagi sekarang lana melawan 5 orang berbadan tinggi besar sendirian.

BUGH

BUGH

KREKK

KREKK

BUGH

KREKK

Lana membuat gerombolan tersebut babak belur tak segan sega lana mematahkan tangan atau kaki gerombolan tersebut. Gerombolan tersebut terkapar tak berdaya.

Bos gerombolan tersebut tak percaya anak buahnya di kalahkan oleh seorang gadis SMA. Bos gerombolan tersebut mulai terduduk lemas di atas jalan lana mulai berjalan ke arah bos gerombolan tersebut.

  "Katakan padaku kalian gerombolan mana" ucap lana tajam.

  "Kau tak pantas tau" teriak bos tersebut.

  "Apa kau lupa apa yang bisa aku lakukan padamu saat ini" tegas lana.

  "Jika kau tak memberi tahu dari man kalian berasal akan ku bunuh kau" ucap lana mengambil belati kesayangannya.

Bos gerombolan itu mulai ketakutan saat melihat lana mengeluarkan belati ia yakin lana tak akan bermain main dengan ucapannya.

  "Kami anggota mafia black moon" jawab bos gerombolan tersebut.

  "Bagus" ucap lana sembari mematahkan tangan kanannya.

Bos tersebut merasa sangat kesakitan ia tak mengira gadis SMA yang mereka kira tak bisa apa apa ternyata sangat mengerikan.

Lana merogoh saku untuk mengeluarkan ponselnya dan menekan satu nomor.

  "Cari keberadaan black moon dan habisi sampai ke akar akar" ucap lana langsung memutuskan telpon dan memasukan kembali ke dalam sakunya.

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

Alana is rhe best pokoknaa maaah

2025-02-13

1

Ds Phone

Ds Phone

habis semua nya buat jahat lagi

2024-11-25

0

Faridah

Faridah

mafia kebaikan ni

2025-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Ch 1
2 Ch 2
3 Ch 3
4 Ch 4
5 Ch 5
6 Ch 6
7 Ch 7
8 Ch 8
9 Ch 9
10 Ch 10
11 Ch 11
12 Ch 12
13 Ch 13
14 Ch 14
15 Ch 15
16 Ch 16
17 Ch 17
18 Ch 18
19 Ch 19
20 Ch 20
21 Ch 21
22 Ch 22
23 Ch 23
24 Ch 24
25 Ch 25
26 Ch 26
27 Ch 27
28 Ch 28
29 Pengumuman Update.
30 Ch 29
31 Ch 30
32 Ch 31
33 Ch 32
34 Ch 33
35 Ch 34
36 Ch 35
37 Ch 36
38 Ch 37
39 Ch 38
40 Ch 39
41 Ch 40
42 Ch 41
43 Ch 42
44 Ch 43
45 Ch 44
46 Ch 45
47 Ch 46
48 Ch 47
49 Ch 48
50 Ch 49
51 Ch 50
52 Ch 51
53 permohonan maaf
54 Ch 52
55 Ch 53
56 Ch 54
57 Ch 55
58 Ch 56
59 Ch 57
60 Ch 58
61 Ch 59
62 CH 60
63 Ch 61
64 Ch 62
65 Ch 63
66 Ch 64
67 Ch 65
68 Ch 66
69 Ch 67
70 Ch 68
71 Ch 69
72 Ch 70
73 Ch 71
74 Ch 72
75 Ch 73
76 Ch 74
77 Ch 75
78 Ch 76
79 Ch 77
80 Ch 78
81 Ch 79
82 Ch 80
83 Ch 81
84 Ch 82
85 Ch 83
86 Ch 84
87 Ch 85
88 Ch 86
89 Ch 87
90 Ch 88
91 Ch 89
92 Ch 90
93 Ch 91
94 Ch 92
95 Ch 93
96 Ch 94
97 Ch 95
98 Chh 96
99 Ch 97
100 Ch 98
101 Ch 99
102 Ch 100
103 Ch 101
104 Ch 102
105 Ch 103
106 Ch 104
107 Permohonan maaf
108 Ch 105
109 Ch 106
110 Ch 107
111 Ch 108
112 Ch 109
113 Ch 110
114 Ch 111
115 Ch 112
116 Pengumuman
117 Ch 113
118 Ch 114
119 pemberitahuan
120 Ch 115
121 Ch 116
122 Ch 117
123 Ch 118
124 Ch 119
125 Ch 120
126 Ch 121
127 Ch 122
128 pemberitahuan author
129 Ch 123
130 Ch 124
131 Ch 125
132 Ch 126
133 Ch 127
134 Ch 128
135 Ch 129
136 Ch 130
137 Ch 131
138 Ch 132
139 Ch 133
140 Ch 134
141 Ch 135
142 Ch 136
143 Ch 137
144 Ch 138
145 Ch 139
146 Ch 140
147 Ch 141
148 Ch 142
149 Ch 143
150 Ch 144
151 Ch 145
152 Ch 146
153 Pemberitahuan
154 Ch 147
155 Ch 148
156 Ch 149
157 Ch 150
158 Ch 151
159 Ch 152
160 Ch 153
161 Ch 154
162 Ch 155
163 Ch 156
164 Ch 157 18+
165 Ch 158
166 Ch 159
167 Ch 160
168 Ch 161
169 Ch 162
170 Ch 163
171 Ch 164
172 Ch 165
173 Ch 166
174 Ch 167
175 Ch 168
176 Ch 169
177 Ch 170
178 Ch 171
179 Ch 172
180 Ch 173
181 Ch 174
182 Ch 175
183 Ch 176
184 Ch 177
185 Ch 178 18+
186 Ch 179
187 Ch 180
188 Ch 181
189 Ch182
190 Ch 183
191 Ch 184
192 Ch 185
193 Ch 186
194 Ch 187
195 Ch 188
196 Ch 189
197 Ch 190
198 Ch 191
199 Ch 192
200 Ch 193
201 Ch 194
202 Ch 195
203 Ch 196
204 Ch 197
205 Ch 198
206 Ch 199
207 Ch 200
208 Ch 201
209 202
210 Ch 203
211 Ch 204
212 Ch 205
213 Ch 206
214 Ch 207
215 Ch 208
216 Ch 209
217 Ch 210
218 Ch 211
219 Ch 212
220 Ch 213
221 Ch 213
222 Pengumuman.
223 Ch 214
224 Ch 215
225 Ch 216
226 Ch 217
227 Ch 218
228 Ch 219
229 Ch 220
230 Ch 221
231 Ch 222
232 Ch 223
233 Ch 224
234 Ch 225
235 Ch 226
236 Ch 227
237 Ch 228
238 Ch 229
239 Ch 230
240 Ch 231
241 Ch 232
242 Ch 233
243 Ch 234
244 Ch 235
245 Ch 236
246 Ch 237
247 Extra
Episodes

Updated 247 Episodes

1
Ch 1
2
Ch 2
3
Ch 3
4
Ch 4
5
Ch 5
6
Ch 6
7
Ch 7
8
Ch 8
9
Ch 9
10
Ch 10
11
Ch 11
12
Ch 12
13
Ch 13
14
Ch 14
15
Ch 15
16
Ch 16
17
Ch 17
18
Ch 18
19
Ch 19
20
Ch 20
21
Ch 21
22
Ch 22
23
Ch 23
24
Ch 24
25
Ch 25
26
Ch 26
27
Ch 27
28
Ch 28
29
Pengumuman Update.
30
Ch 29
31
Ch 30
32
Ch 31
33
Ch 32
34
Ch 33
35
Ch 34
36
Ch 35
37
Ch 36
38
Ch 37
39
Ch 38
40
Ch 39
41
Ch 40
42
Ch 41
43
Ch 42
44
Ch 43
45
Ch 44
46
Ch 45
47
Ch 46
48
Ch 47
49
Ch 48
50
Ch 49
51
Ch 50
52
Ch 51
53
permohonan maaf
54
Ch 52
55
Ch 53
56
Ch 54
57
Ch 55
58
Ch 56
59
Ch 57
60
Ch 58
61
Ch 59
62
CH 60
63
Ch 61
64
Ch 62
65
Ch 63
66
Ch 64
67
Ch 65
68
Ch 66
69
Ch 67
70
Ch 68
71
Ch 69
72
Ch 70
73
Ch 71
74
Ch 72
75
Ch 73
76
Ch 74
77
Ch 75
78
Ch 76
79
Ch 77
80
Ch 78
81
Ch 79
82
Ch 80
83
Ch 81
84
Ch 82
85
Ch 83
86
Ch 84
87
Ch 85
88
Ch 86
89
Ch 87
90
Ch 88
91
Ch 89
92
Ch 90
93
Ch 91
94
Ch 92
95
Ch 93
96
Ch 94
97
Ch 95
98
Chh 96
99
Ch 97
100
Ch 98
101
Ch 99
102
Ch 100
103
Ch 101
104
Ch 102
105
Ch 103
106
Ch 104
107
Permohonan maaf
108
Ch 105
109
Ch 106
110
Ch 107
111
Ch 108
112
Ch 109
113
Ch 110
114
Ch 111
115
Ch 112
116
Pengumuman
117
Ch 113
118
Ch 114
119
pemberitahuan
120
Ch 115
121
Ch 116
122
Ch 117
123
Ch 118
124
Ch 119
125
Ch 120
126
Ch 121
127
Ch 122
128
pemberitahuan author
129
Ch 123
130
Ch 124
131
Ch 125
132
Ch 126
133
Ch 127
134
Ch 128
135
Ch 129
136
Ch 130
137
Ch 131
138
Ch 132
139
Ch 133
140
Ch 134
141
Ch 135
142
Ch 136
143
Ch 137
144
Ch 138
145
Ch 139
146
Ch 140
147
Ch 141
148
Ch 142
149
Ch 143
150
Ch 144
151
Ch 145
152
Ch 146
153
Pemberitahuan
154
Ch 147
155
Ch 148
156
Ch 149
157
Ch 150
158
Ch 151
159
Ch 152
160
Ch 153
161
Ch 154
162
Ch 155
163
Ch 156
164
Ch 157 18+
165
Ch 158
166
Ch 159
167
Ch 160
168
Ch 161
169
Ch 162
170
Ch 163
171
Ch 164
172
Ch 165
173
Ch 166
174
Ch 167
175
Ch 168
176
Ch 169
177
Ch 170
178
Ch 171
179
Ch 172
180
Ch 173
181
Ch 174
182
Ch 175
183
Ch 176
184
Ch 177
185
Ch 178 18+
186
Ch 179
187
Ch 180
188
Ch 181
189
Ch182
190
Ch 183
191
Ch 184
192
Ch 185
193
Ch 186
194
Ch 187
195
Ch 188
196
Ch 189
197
Ch 190
198
Ch 191
199
Ch 192
200
Ch 193
201
Ch 194
202
Ch 195
203
Ch 196
204
Ch 197
205
Ch 198
206
Ch 199
207
Ch 200
208
Ch 201
209
202
210
Ch 203
211
Ch 204
212
Ch 205
213
Ch 206
214
Ch 207
215
Ch 208
216
Ch 209
217
Ch 210
218
Ch 211
219
Ch 212
220
Ch 213
221
Ch 213
222
Pengumuman.
223
Ch 214
224
Ch 215
225
Ch 216
226
Ch 217
227
Ch 218
228
Ch 219
229
Ch 220
230
Ch 221
231
Ch 222
232
Ch 223
233
Ch 224
234
Ch 225
235
Ch 226
236
Ch 227
237
Ch 228
238
Ch 229
239
Ch 230
240
Ch 231
241
Ch 232
242
Ch 233
243
Ch 234
244
Ch 235
245
Ch 236
246
Ch 237
247
Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!