Bab 12 Fitnah

"BERHENTI! SIAPA KAMU?"

Tante Oky menoleh ke belakang. Seorang pria berwajah rupawan berjalan mengarahnya. Dengan senyuman pria itu menyapa.

"Maaf siapa Anda? Apa yang Anda lakukan di sini?"

"Maaf, saya hanya ingin mencari seseorang." Jawab Tante Oky.

"Siapa dia?"

"Seorang wanita yang tersesat, Suaminya sudah lama mencarinya." Tante Oky memperhatikan sekeliling.

"Apakah Anda melihatnya di sini?" Elzin tersenyum.

"Bolehkah saya mencarinya di sini?" Tante Oky dengan sopan meminta ijin.

"Silakan." Elzin membuka penutup ghaib yang menutupi alam ini.

Tante Oky masuk ke dalam, terus berjalan, tempat itu begitu luas tidak mungkin tante Oky menelusurinya. Tante Oky menggunakan mata batinnya untuk mencari Sheva. Sheva tidak berada di tempat ini.

"Maaf, orang yang saya cari tidak ada di sini. Saya permisi." Tante Oky berpamitan dan kembali ke dunia nyata.

Elzin menyeringai, Elzin berhasil menyembunyikan Sheva. Sebenarnya Sheva dari tadi duduk di sebuah batang pohon matanya menatap kearah pohon besar berdaun rindang di depannya, pikirannya tengah kosong, Tante Oky sama sekali tidak merasakan kehadiran Sheva yang persis bersebelahan dengannya. Sheva juga begitu karena hatinya sedang berkelana dia juga tidak merasakan kehadiran Tante Oky.

Sheva mengelus lembut perutnya. Apa yang akan terjadi dengan anaknya. Seandainya Sheva melahirkan bagaimana Sheva menjelaskan kepada anaknya dimana ayahnya berada. Sheva bingung, apakah ini adalah keputusan yang tepat untuk meninggalkan suaminya. Sheva belum mengingat siapa dirinya. Bagaimana dengan Elzin? Sheva juga tidak mengenalnya. Apakah dia orang yang baik atau hanya memanfaatkannya.

Sheva bimbang, Sheva galau, Sheva berdiri, berjalan sendiri mengikuti langkah kaki. Dalam diam Sheva memikirkan nasib pernikahannya yang baru beberapa hari. Dia sangat bersyukur memiliki suami dan mertua yang baik hati. Tapi setelah kejadian tadi siang entah kenapa hatinya masih belum terima kalau Arkan bersama Elvira.

"Sheva, apa kamu sudah mengambil keputusan? Aku tidak mau menunggu." Tanya Elzin.

"Iya." Jawab Sheva.

"Apa kamu mau tinggal bersamaku?" tanya Elzin lagi.

"Maaf Elzin, aku tidak ingin menyeretmu dalam masalahku. Aku ingin hidup sendiri." Jawab Sheva.

"Tapi aku yang menginginkan mu. Aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan juga anakmu," kata Elzin.

"Aku ingin mandiri." Jawab Sheva.

"Bagaimana kamu hidup? Kamu akan tinggal dimana?" Elzin berusaha membujuk Sheva.

"Elzin boleh aku minta tolong?" Sheva ragu-ragu wajahnya memerah.

"Apa?" tanya Elzin.

"Dengan keadaan ku yang seperti ini, mungkin tidak ada yang mau menerimaku bekerja. Hmmm, bisakah aku meminjam uang? Aku ingin membuka usaha kecil-kecilan." Sheva sebenarnya merasa enggan berucap tapi dengan keadaan yang seperti ini Sheva membuang rasa malunya.

Elzin tersenyum, "Kamu akan bekerja di tempat ku dan aku akan menyewakanmu sebuah rumah. Ingat ini tidak gratis. Kamu bisa membayar tiap bulan dengan uang gajimu."

"Baiklah." Sheva menyetujuinya.

Di dunia nyata Elzin seperti manusia normal, dia memiliki perusahaan sendiri yang berada jauh dari kota tempat tinggal Arkan. Kota yang tidak begitu familiar sehingga Elzin lebih leluasa menyembunyikan Sheva. Dia juga makan dan minum seperti manusia biasa tapi Elzin sama sekali tidak pernah tidur. Makanan utama Elzin adalah ketamakan, kemunafikan, kemarahan, kelicikan, kesombongan manusia.

Detik, menit, jam berlalu. Hari, minggu, bulan pun berganti. Tak terasa kandungan Sheva sudah berusia 4 bulan. Selama itu pula Sheva masih belum ditemukan keberadaannya. Arkan mengalami sindrom couvade selama 3 bulan terakhir. Arkan mengalami gejala seperti ibu hamil. Di pagi hari Arkan merasakan mual yang luar biasa, perutnya kembung. Mama Hilla dan Kak Lina yang selama ini mengurusnya. Arkan selama itu pula tidak ke kantor, pekerjaannya digantikan Ahsan Assisten pribadinya.

Sedangkan Sheva selama 3 bulan terakhir bekerja di kantor Elzin, sebagai karyawan administrasi. Sebagai karyawan yang baru Sheva sama seperti karyawan lain tidak dibedakan hanya saja karena sekarang Sheva sedang mengandung pekerjaannya tidak terlalu berat.

Tapi tidak semua orang berlaku baik kepada Sheva. Salah satunya Aqila, yang merasa cemburu melihat Elzin selalu memperhatikannya. Aqila yang sudah bertahun-tahun bekerja, sama sekali tidak pernah diperhatikan oleh Elzin padahal Aqila termasuk gadis tercantik di kantor Elzin. Aqila gadis yang pintar, semua pekerjaannya selalu rapi.

Tanpa sepengetahuan Elzin, Aqila sering memberikan pekerjaan lebih kepada Sheva. Aqila sering menanyakan dimana suami Sheva. Sheva mengatakan suaminya bekerja di luar negeri. Dan Sheva seorang yatim piatu tidak memiliki keluarga. Aqila sering berghibah bahwa Sheva sengaja memanfaatkan kesusahan hidupnya untuk mendapatkan belas kasihan Bos Elzin.

Akibatnya semua orang di kantor menatap sinis ke arah Sheva. Mereka termakan omong kosong Aqila. Sheva merasa sendirian, tidak ada yang menemani.

Jam makan siang, waktunya semua karyawan makan di kantin Perusahaan. Seperti biasa Sheva makan sendirian. Entah kenapa hari ini Elzin ingin sekali makan di kantin. Elzin selalu merubah wajahnya menjadi orang lain. Tujuannya supaya dia lebih leluasa berbaur dengan karyawan dan juga mencari tahu gosip yang lagi panas di antara karyawannya.

Elzin mengambil makanan prasmanan dan menaruhnya di tray piring saji. Setelah dirasa cukup, Elzin duduk di samping jendela kantin. Di sudut sana terlihat Sheva makan sendiri dengan perut yang semakin membesar. Aqila dan teman-temannya asik berfoto sebelum menikmati makanan mereka. Aqila memposting ke media sosialnya, baru saja fotonya diunggah langsung mendapatkan like dan komentar dari netizen.

Aqila tersenyum membaca komentar-komentar di media sosialnya. Wajahnya berubah ketika banyak dari mereka memuji seseorang yang yang sedang makan di belakang Aqila. Ada yang bilang cantik, ada yang pengen kenalan. Aqila merasa kesal.

"Apa coba kelebihan dari Sheva. Mereka semua gak tau aja. Dia itu memanfaatkan kisah pahit hidupnya demi mendapatkan simpati dari Bos Elzin." Aqila melirik sinis ke arah Sheva.

"Kenapa?" tanya temannya yang duduk di hadapan Aqila.

"Gue baru aja posting foto ke medsos, eh malah si dia yang dikomentarin. Di bilang cantik lah, manis lah. Mereka gak tau aja kelakuannya." Tunjuk Aqila ke arah Sheva.

"Jangan-jangan suaminya ninggalin dia karena gak tahan dengan kelakuannya yang suka meminta iba kepada Bos Elzin. Bisa aja kan!" sahut yang lain.

"Apa benar?" bisik yang lain.

"Masa? Kalo dilihat dia wanita baik-baik," kata seseorang.

"Weiiiiiii! Jangan percaya wajah polosnya!" Aqila berdiri dari kursinya.

Sheva merasa sedih, mengapa semua orang memandang rendah kepada dirinya. Padahal semua yang diucapkan Aqila itu tidak benar. Itu fitnah.

"Kamu! Sheva! Jangan-jangan kamu belum menikah. Apa kamu wanita gatal yang suka merayu suami orang. Dan apakah di dalam kandunganmu itu anak haram!" Aqila setengah berteriak dan membuat seisi kantin memandang ke arah Sheva.

BRAAAAKK!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Queen

Queen

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

2024-02-22

1

Queen

Queen

mantap 👍

2024-02-22

1

Queen

Queen

omg

2024-02-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!