"Kekasihku?"
"Iya, kita sudah lama menjalin hubungan, tapi kamu lebih memilih dia yang baru kamu kenal. Aku juga bisa seperti dia, yang mau menerimamu apa adanya. Aku juga bisa mengakui anak yang di dalam kandunganmu itu adalah anakku." Elzin menjentikkan jarinya, memberikan ingatan palsu kepada Sheva.
Sheva merasakan kepalanya berdenyut, terlintas diingatannya Sheva sedang masuk ke dalam sebuah kamar dan melakukan hubungan layaknya suami isteri tapi dengan siapa Sheva tidak jelas melihatnya. Sheva memegang kepalanya dan membuka matanya.
"Siapa itu? Siapa yang bersamaku?" tanya Sheva.
"Itu orang yang telah merampas kesucianmu." Jawab Elzin.
"Siapa?" Sheva masih tidak mengerti.
"Sheva, ada orang yang berbuat jahat padamu. Dan orang itu telah menebar benih di dalam rahimmu. Dan anak itu bukan anak dari suamimu. Suamimu tidak mengetahui itu. Seandainya Suamimu tahu apa yang akan dia lakukan. Mengusirmu? Menceraikanmu? Atau dia akan membunuhmu?" Elzin menabur ketakutan kepada Sheva berharap Sheva tidak kembali kepada Arkan.
"Aku tidak percaya, ini pasti anak dari suamiku." Sheva memegang perutnya.
"Itu semua kecelakaan. Aku percaya padamu. Apa kamu ingin kembali kepada suamimu?" Elzin sengaja membuat Sheva ragu.
"Aku tidak tahu diriku ini siapa. Aku tidak tahu keluarga atau rumahku dimana. Kemana aku mengadu? Kemana aku berteduh? Saat ini hanya suamiku yang bisa menampungku." Jawab Sheva sedih.
"Aku masih seperti dulu. Aku akan menjagamu dan anakmu. Aku juga akan menyayangi kalian." Elzin dengan wajah yang penuh dengan ketulusan tapi palsu.
"Akan aku pertimbangkan. Bolehkah malam ini aku tinggal di tempatmu." Pinta Sheva.
Akhirnya Sheva malam ini tinggal di tempat Elzin.
Sheva berjalan sendiri menyusuri jalan yang sepi. Sheva tidak pernah tahu saat ini Sheva berada di dimensi lain bukan alam manusia. Sheva bisa melihat orang lain, tapi orang lain tidak merasakan kehadiran dirinya. Sheva melihat dari kejauhan Arkan duduk termenung sendiri, wajahnya menunjukkan kesedihan di bangku panjang dekat Villa. Sheva baru menyadari ternyata saat ini dirinya dekat sekali dengan Villa suaminya.
Sheva berniat mendekati Arkan. Tapi langkahnya terhenti ketika seorang wanita berjalan ke arah Arkan. Wanita yang sangat cantik, wanita itu memanggil Arkan dan mereka berpelukan. Arkan seolah menceritakan keluh kesahnya kepada wanita itu. Terlihat sekali mereka sangat dekat. Wanita itu mengusap punggungnya dan menjadikan bahunya tempat air mata Arkan.
Lagi-lagi Sheva merasakan dadanya terasa sesak, hatinya terasa nyeri, Sheva marah, benci karena Arkan sama sekali tidak mencarinya. Dia malah bermesraan dengan wanita lain yang lebih cantik dari dirinya. Mungkin saja saat ini Arkan menceritakan kedatangan Elvira mantan kekasihnya. Sheva tidak dapat lagi membendung air matanya yang mengalir deras, bahkan air matanya bisa menenggelamkan tempat dimana Sheva saat ini berdiri. Darahnya mendidih kala Arkan tidak melepaskan pelukan hangat wanita yang bersamanya.
Elzin tersenyum puas, saatnya dia menaruh garam di atas luka.
"Sheva lihatlah Suamimu. Belum 24 jam kamu pergi dia sudah bersama dengan wanita lain. Apa mungkin wanita ini orang yang dia cintai? Tadi siang sang mantan, setelah isterinya menghilang kini siapa lagi yang datang?" bisik Elzin.
"Elzin, apa tawaran mu masih berlaku?" tanya Sheva.
"Apa kamu ingin hidup bersamaku?" Elzin tersenyum menatap Sheva.
"Apa kamu mau menerima ku dan juga anakku?" Sheva penuh pengharapan kepada Elzin, satu-satunya orang yang Sheva kenal saat ini.
"Iya, sepenuh hati aku menerima kalian. Ikutlah bersamaku. Aku akan membawamu pergi jauh kemanapun kamu suka." Elzin mengulurkan tangannya memberi isyarat kepada Sheva untuk turut serta bersamanya.
Sheva kembali menatap Arkan yang masih berpelukan dengan wanita itu, dengan mantap Sheva membalikkan badan dan membalas uluran tangan Elzin. Mereka berdua pergi menjauh di dalam keheningan malam. Sheva berharap Elzin akan membawanya pergi sejauh mungkin agar Sheva dapat melupakan Arkan.
- Di sudut taman dekat Villa.
Arkan sama sekali tidak mengetahui kehadiran Sheva waktu berada di taman. Arkan, Ahsan dan beberapa pengawal berpencar mencari Sheva. Tapi tetap saja Mereka tidak menemukan Sheva. Sheva menghilang bersama makhluk astral. Mereka menduga ini ada hubungannya dengan Elvira. Ternyata setelah diselidiki Elvira tidak ada hubungannya dengan hilangnya Sheva. Elvira memang mengakui dia berniat jahat kepada Sheva, tapi Elvira tidak ada hubungannya dengan kepergian Sheva kali ini. Arkan sangat putus asa. Arkan merasa lelah dan duduk beristirahat di kursi taman.
Hari ini Arkan kedatangan tamu dari jauh. Yaitu Kakak perempuan Arkan yang pertama bersama keluarganya. Mereka ingin memberikan kejutan kepada Arkan dan Sheva. Sekian lama mereka tidak bertemu karena Kakak Arkan yang bernama Lina tinggal di luar negeri.
Arkan tidak kuasa menahan air matanya, Arkan langsung memeluk Kak Lina. Di saat seperti ini pelukan hangat yang diperlukan Arkan. Lina yang baru saja tiba masih tidak mengerti apa yang terjadi.
Arkan pun menceritakan awal mula pertemuan Arkan dengan Sheva sampai terjadinya pernikahan kilat. Arkan menceritakan betapa rapuhnya Sheva hingga Sheva nyaris bunuh diri. Untungnya Sheva masih diberikan kesempatan untuk hidup. Saat ini Sheva mengalami amnesia. Arkan juga menceritakan kejadian tadi siang kedatangan Elvira dan menghilangnya Sheva.
"Arkan, apa katamu? Ada kuyang? Apa saat ini Sheva sedang hamil?" tanya Kak Lina.
"Iya Kak, itu anak Arkan. Tapi sebelum Sheva menghilang, Sheva sempat kesurupan. Makhluk yang menempel di tubuh Sheva bilang saat ini Sheva sakit hati karena melihat Arkan berciuman dengan Elvira. Sumpah Kak, ini murni perbuatan Elvira." Arkan mengangkat jarinya membentuk angka dua.
"Awas kamu ya. Berani kamu bermain di belakang Kaka, kamu tanggung akibatnya!" Ancam Lina.
"Kak, Sheva menghilang. Bagaimana caranya Arkan menemukannya. Arkan yakin Sheva masih berada di tempat ini." Arkan memegang tangan Kak Lina.
"Bisakah kamu ceritakan bagaimana caranya Sheva tersadar dari koma?"
"Arkan masuk ke dunia lain, saat itu jiwa Sheva dikurung oleh sosok makhluk astral. Dan Arkan berhasil membujuknya kembali." Jawab Arkan.
"Siapa orang yang mengantarmu ke dunia lain? Gak mungkin kan kamu punya kuncinya."
"Kak Lina, di saat seperti ini masih bisa bercanda!" Arkan mulai kesal.
"Hmm, iya. Hanya orang itu yang bisa menemukan Sheva. Segera hubungi!" kata Kak Lina.
Arkan dan Kak Lina kembali ke dalam Villa. Arkan meminta Ahsan untuk menghubungi tante Oky dan menceritakan semua yang terjadi hari ini kepada tante Oky. Setelah mendengar cerita dari Ahsan, tante Oky mulai menerawang.
Tante Oky memejamkan mata, dalam hati membacakan doa-doa. Tante Oky mencari keberadaan Sheva. Tibalah tante Oky di sebuah tempat yang jauh. Tante Oky tidak tahu dimana tempat ini berada. Yang jelas tempat ini begitu luas, ada dua alam terdapat di dalamnya. Tante Oky tidak dapat menembusnya, karena tempat ini terhalang kekuatan yang besar.
"BERHENTI! SIAPA KAMU?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Queen
tuh kan saudaranya
2024-02-21
1
Queen
nah lo
2024-02-21
1
Queen
betul sekali
2024-02-21
1