Bab 9 Kedatangan Mantan

DEG!

DEG!

Jantung Sheva berdetak sangat kencang. Nafasnya menderu, terdengar jelas oleh Arkan. Arkan tersenyum dan kembali melumat bibir Sheva. Yang tadinya pelan kini semakin dalam. Arkan perlahan merebahkan Sheva di atas tempat tidur empuk bertaburkan kelopak bunga. Arkan membawa tangan Sheva yang semula menyatu dengan jemarinya kini melingkar di lehernya. Sedangkan kedua tangan Arkan menyangga tubuhnya di samping kiri dan kanan tubuh Sheva.

Arkan turun ke leher Sheva, mencium, menggigit, menghisap serta meninggalkan tanda cinta dimana-mana. Tubuh Sheva mulai menggeliat manja, Sheva melenguh tanpa sadar kini tangannya berani mengacak-acak rambut Arkan. Arkan mulai memainkan lidahnya di puncak tertinggi gunung keramat Sheva. Arkan juga aktif meremas-remas daerah sensitif Sheva.

Entah sejak kapan, tubuh mereka berdua tidak tertutupi kain yang membungkus setiap lekuk tubuh kedua insan yang sedang di mabuk asmara. Arkan terus menggencarkan senjatanya. Tembakan mautnya berhasil menembaki goa cinta Sheva. Sheva memejamkan mata merasakan kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Meskipun ini yang kedua kalinya, tapi bagi Sheva ini seperti pertama baginya. Sheva merasakan perih di bagian kewanitaannya.

Arkan menyadari itu, Arkan kembali melahap bibir Sheva, menyesapnya lebih dalam. Kali ini Sheva membalas ciuman Arkan, Sheva sudah belajar dari Arkan. Sheva seperti orang yang kesurupan, dengan rakusnya melahap mulut Arkan, memainkan lidahnya dan menyesapnya lebih dalam. Hingga akhirnya mereka berdua sampai di puncak asmara. Arkan membenamkan kepalanya ke dada Sheva. Sheva memeluk erat suaminya. Hingga akhirnya mereka berdua terlelap dalam mimpi indah.

Mentari pagi bangun dari tidurnya. Ayam-ayam bernyanyi menyambutnya. Nyiur melambai-lambai di pinggir pantai. Ombak bergemuruh saling berkejar-kejaran. Arkan dan Sheva selesai sarapan mereka duduk di atas pasir putih sambil menikmati pemandangan yang tidak pernah mereka temui di kota.

"Suamiku, aku ingin minta penjelasan yang terjadi di hari resepsi perkawinan kita?" Sheva dalam pelukan suaminya.

"Sayang, aku akan menceritakan semuanya. Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita." Arkan kemudian mulai bercerita.

"Di hari pernikahanku, seperti yang sudah-sudah Elvira melarikan diri. Di saat itu aku sangat terpuruk, kecewa, putus asa. Percintaan kami yang sudah lama dibina tidak pernah ada ujungnya. Di saat itu aku sangat mengharapkan cintaku berakhir dalam suatu pernikahan. Mungkin aku dan Elvira memang ditakdirkan untuk tidak bersatu. Dan pada malam harinya di hari yang sama, ada seorang gadis masuk ke dalam kamarku. Dan orang itu adalah kamu. Kamu pingsan di kamar ku." Kali ini Arkan tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.

"Orang itu adalah aku, dan siapa orang yang ingin menjual ku kepada buaya darat?" mata Sheva menyipit.

"Orang itu adalah ayahmu." Jawab Arkan.

Bagaikan tersambar petir, Sheva merasakan saat ini hatinya sakit. Kok bisa seorang ayah menjual anaknya sendiri. Dengan berat hati Arkan juga menceritakan caranya untuk mendapatkan Sheva. Arkan ingin membebaskan Sheva dari seorang ayah yang ingin mendapatkan keuntungan dari anaknya. Dengan kata lain Sheva dimanfaatkan ayahnya untuk membayar hutang-hutangnya. Maka dari itu Arkan mengadakan pernikahan kilat, melakukan perjanjian agar Sheva segera terbebas dari ayahnya.

"Sayang, maafkan aku. Aku berani bersumpah aku melakukan itu karena aku tidak ingin kamu menderita. Kamu jangan salah paham. Aku tidak membelimu. Tahukah kamu apa yang membuatku semakin membenci ayahmu? Dia ingin kamu memberikan ginjalmu kepada anaknya. Dia tidak perduli kepadamu. Dia hanya menginginkan kebahagiaan anaknya." Wajah Arkan penuh dengan kebencian.

"Ka, begitu pahitnya kisah hidup ku. Apa Kak Arkan tulus mencintaiku ataukah hanya perasaan iba yang Kak Arkan rasakan?" tanya Sheva.

"Sayang, jika aku tidak tulus mencintaimu, untuk apa aku menunggu mu. Aku pasti akan mencari wanita lain di luar sana yang dengan rela menyerahkan segalanya padaku." Jawab Arkan.

"Kak kepalaku sakit, aku ingin beristirahat." Pinta Sheva.

Arkan membawa Sheva kembali ke kamar mereka. Sheva tidak beristirahat, dia hanya ingin sendirian. Sheva duduk di balkon kamar mereka. Dari atas balkon Sheva melihat Arkan bicara dengan seseorang. Sheva mengintip dari sela-sela pagar besi di balkonnya. Ternyata Arkan bicara dengan wanita yang hadir di perkawinan mereka. Iya itu Elvira mantan kekasih Arkan suaminya. Arkan terlihat emosi, sesekali tangan Arkan seperti memberi isyarat kepada Elvira untuk pergi. Elvira melirik ke atas balkon memergoki Sheva yang lagi mengintip.

Tiba-tiba Elvira mencium paksa bibir Arkan dan memeluknya erat. Sheva tertegun, diam, tangannya tak sengaja menyenggol pot bunga dan jatuh persis di samping Arkan berdiri. Arkan mendorong tubuh Elvira dan berlari menuju lantai dua. Elvira tersenyum puas menatap arah balkon dimana Sheva masih berdiri menatapnya.

"Sayang, aku bisa jelasin." Arkan dengan nafas yang terengah-engah berdiri di samping Sheva.

Sheva menatap tajam ke arah Elvira yang masih berada di bawah. Sheva mengambil tisu basah kemudian mengelap bibir Arkan. Dengan percaya diri Sheva menarik tengkuk Arkan sedikit berjinjit Sheva mencium bibir Arkan dengan rakusnya. Arkan pun membalasnya, bibir mereka berpagutan. Elvira meradang berlari masuk ke dalam Villa langsung menuju lantai dua balkon kamar Sheva dan Arkan. Elvira mengenal betul setiap sudut Villa ini karena Elvira pernah tinggal di Villa itu bersama Arkan.

"Apa yang kamu lakukan!" Elvira terpancing cemburu.

Sheva tidak menghiraukan Elvira, Sheva malah memperdalam ciuman. Elvira menarik tangan Arkan hingga Arkan dipaksa mundur ke belakang.

PLAK!

Elvira menampar pipi kanan Sheva.

PLAK!

Sheva membalas tamparan Elvira, pipi kanan Elvira bertanda bekas tangan Sheva.

"HENTIKAN! Elvira kamu sudah keterlaluan! pergi kamu dari sini!" Arkan dengan paksa menarik tangan Elvira.

Elvira berontak melepaskan cengkraman kuat tangan Arkan. Arkan mengangkat tubuh Elvira bak karung beras menuruni anak tangga. Arkan menurunkan Elvira dengan kasar.

"Pergi dari kehidupanku! jangan pernah muncul di hadapan ku! BRAK!" Arkan membanting pintu.

"Pak Satpam, tolong usir wanita yang ada di depan pintu. Pastikan dia jauh meninggalkan tempat ini." Suara Arkan dari balik jendela.

Dua orang Satpam yang menjaga Villa segera mengusir Elvira. Elvira berontak berhasil melepaskan diri. Elvira melarikan diri dari kejaran satpam. Elvira masih menatap ke arah Sheva yang masih berdiri memperhatikannya. Elvira menghilang dari pandangan mata Sheva. Sheva merasa tidak tenang.

"Sayang, aku ingin menjelaskan sesuatu." Tapi Sheva tidak menghiraukan Arkan.

"Sayang, tadi Elvira datang. Dia ingin mengajak aku kembali. Tapi aku menolaknya. Dan Elvira tiba-tiba menciumku."

"Dan kamu menyukainya kan?" Sheva tersenyum sinis ke arah Arkan.

"Sayang, kamu salah." Arkan melihat cahaya yang berkilau di balik pohon.

"Kak Arkan, jika Kak Arkan masih mencintai Elvira, aku ikhlas."

"SHEVA!" bentak Arkan.

Tubuh Sheva terhentak, tubuhnya bergetar.

DOR!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Queen

Queen

cemburu dong liat suami sama mantannya.

2024-02-19

1

Queen

Queen

😱😱😱

2024-02-19

1

Queen

Queen

bilang az malam panas kita gitu 🤣🤣🤣

2024-02-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!