Dirumah mertua

Zia dengan malu karena mertuanya mengoda pun, melangkah mengekor Arga menuju kamar Arga. Zia memasuki kamar Arga. Pemandangan pertama yang di lihat Zia adalah kamar dengan dominan warna hitam dan putih. Aroma khas pria menyeruak di dalam ruangan, saat pertama kali Zia masuk.

"Ar," panggil Zia pada Arga.

"Emmm."

"Ini orang jawabnya singakat amat, " batin Zia kesal.

"Apa benar kita akan cari rumah?" Zia mencoba memastiskan kembali pada Arga.

"Iya," jawab Arga singkat.

Zia bener-benar malas dengan jawaban Arga. Arga yang menjawab pertanyaan Zia dengan singkat, membuat Zia kesal.

"Ar, kalau kita tinggal di aparteman aku, apa kamu keberatan?" Tanya Zia takut-takut.

"Dari pada kita harus cari-cari lagi. Lagi pula, aku belum siap kalau tinggal di rumah, aku lebih memilih apartemen saja untuk waktu ini. Karena aku tidak akan susah untuk membersihkan," lanjut Zia mencoba mengungkapkan keinginannya.

Arga yang mendengar ucapan Zia menimbang-nimbang. Mungkin yang di katakan Zia benar juga. Mereka masih tinggal berdua dan banyak aktifitas di luar rumah. Jadi mereka belum memerlukan rumah besar untuk tempat tingga. "Iya sudah kalau kamu lebih nyaman tinggal di apartemenmu. Aku akan ikuti mau mu." Akhirnya Arga memenuhi ke inginan Zia.

"Terimakasih ar." Zia merasa senang saat Arga menerima usalannya untuk tinggal di apartemen. Dalam hatinya, dia tidak akan repot-repot untuk memindahkan barang-barang.

"Lalu kapan kita pindah ar..?" Tanya Zia memastikan kembali.

"Terserah kamu saja. Aku bisa kapan saja pindah." Arga hanya bisa memberikan keputusan pada Zia.

"Kita bicarakan ini sama Bunda terlebih dahulu ya ar. Aku takut Bunda tersingung, kalau kita tidak menuruti keinginan Bunda untuk tinggal beberapa hari disini." Zia mencoba menjelaskan permintaan Marya tadi padanya.

" Iya."

**

Malam harinya setelah makan malam mereka bercengkrama di ruang keluaga. Saling bercerita. Atau lebih tepatnya Zia dan Marya saja yang bercerita.

"Bun, Arga dengan Zia akan tinggal di apartemen Zia untuk sementara waktu, besok kita pindah kesana." Arga memulai obrolan, saat mereka di ruang keluarga.

"Iya sudah kalau begitu," jawab Marya sambil senyum.

Arga dan Zia heran kenapa bundanya bisa berubah secepat itu..Seingat mereka, tadi pagi bundanya masih merajuk meminta untuk tinggal di rumah.

Marya yang mendengar Zia dan Arga akan mencari rumah menjadi kegelisah. Dia memikirkan bagaimana cara mencegah mereka untuk pergi.

"Yah coba kamu bujuk anak kamu buat tinggal disini saja," bujuk Marya pada Surya, saat mereka berada di kamar.

"Sudah lah bun, mungkin mereka mau lebih leluasa kalau tinggal cuma berdua. Kamu seperti tidak pernah muda saja." Surya mencoba mencari alasan yang masuk akal untuk istrinya.

Marya yang mendengar ucapan suaminya mencerna dengan baik. "Oh ya ...ya...aku tidak terpikir yah. Kalau seperti itu aku akan setuju untuk mereka tinggal sendiri. Secepatnya akan lebih bagus. Karena kita akan lebih cepat mendapatkan cucu kalau mereka tinggal sendiri." Marya begitu antusias membahas tentang cucu

"Iya."

Akhirnya setelah mendapat izin daei orang tuanya. Zia dan Arga merasa sangat lega. Karena bundanya tidak marah saat mereka akan pindah.

Setelah mereka mengobrol sebentar di ruang keluarga. Zia dan Arga kembali ke kamar mereka.

***

Pagi ini Zia bangun tidur langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia turun ke bawah menuju dapur, untuk membuat sarapan untuk keluarga barunya.

"Pagi bi," sapa Zia pada Bi Inah, asisten rumah tangga di rumah Arga.

"Pagi juga Nona, kenapa Nona sudah bangun?" Tanya Bi Inah pada Zia.

"Panggil Zia saja Bi," ucap Zia pada Bi Inah. "Saya mau membuat sarapan, apa boleh hari ini saya yang masak? " Tanya Zi.

"Tentu saja boleh non, tapi apa nanti den Arga tidak marah istri cantiknya kotor-kotoran di dapur," goda bi Inah pada Zia.

"Tidak Bi, Arga tidak akan marah." Zia tersenyum pada Bi Inah.

Zia yang di izinkan untuk memasak, langsunh memulai, memasak sarapan dengan menu nasi goreng. Setelah selesai Zia menyiapkan di atas meja makan.

Marya dan Surya yang baru saja menuruni anak tangga, melihat Zia yang sedang sibuk menata makanan di meja sangat senang.

"Pagi zi, wah kamu pagi-pagi dah sibuk masak untuk sarapan saja." Marya yang begitu senang, memuji Zia.

"Ya bun, mumpung aku disini," ucap Zia dengan memberikan senyum pada mertuanya

"Yaudah, kamu bangunin Arga sana biar bunda yang lanjutin."

Zia menuju kamar untuk membangunkan Arga. Zia membuka pintu kamar melihat Arga masih meringkuk di tempat tidur. Zia berjalan mendekat ke sisi tempat tidur. Walau mereka tidur satu ranjang tapi mereka terbiasa tidur membelakangi punggung masing-masing, disisi ranjang yang telah mereka bagi dengan guling di tengah.

"Ar...bagun," Panggil Zia, tapi tidak ada sautan.

Zia memberanikan diri lebih dekat, dia melihat wajah Arga yang begitu mempesona seketika di terhipnotis. Bentuk rahang yang tegas dengan hidung mancungnya, bibir ranum Arga pun terpampang nyata. Biasanya Zia hanya melihat lukisannya di apartemen, dan sekarang dia melihatnya nyata di depan mata.

Saat Zia memperhatikan Arga tiba-tiba Arga membuka mata, mereka saling berpadangan. Zia langsung salah tingkah kepergok mencuri padangan melihat wajah Arga.

"Sudah puas memandangiku?" Tanya Arga dengan suara serak khas bangun tidur

"Emm, maaf tadi aku hanya ingin membangunkanmu, tapi aku panggil-panggil kamu tidak bangun-bangun, makanya aku mendekat," elak Zia

"Cih padahal tadi aku lihat di memperhatikan ku," batin Arga mencibir Zia.

Arga pun menyibak selimutnya dan melangkah menuju kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.

Zia yang melihat Arga sudah pergi langsung merapikan tempat tidur. Saat dia masih merapikan tempat tidur. Zia melihat Arga yang keluar kamar mandi hanya memakai handuk, Zia langsung berbalik karena kaget.

"Kamu masih disini, aku pikir kamu sudah turun," ucap Arga datar, saat tahu Zia masih ada di kamarnya.

"Emm, aku sedang membersihan tempat tidur," jawab Zia gugup.

Arga hanya tersenyum melihat Zia yang gugup saat melihat dirinya yang keluar dari kamar mandi.

"Berbaliklah aku sudah selesai memakai baju." Arga yang tahu kalau Zia sengaja berbalik karena melihatnya hanya memakai handuk pun, memintanya kembali ke posisi awal.

Zia yang mendengar Arga sudah selesai, langsung berbalik, dan mendapati Arga sudah memakai baju santai dengan kaos dan celana pendek. Bagi Zia milihat Arga dengan pakaian apa pun akan terlihat begitu mempersona.

Setelah Zia selsai merapikan tempat tidur. Zia dan Arga melangkah menuju keluar kamar, dan menuju meja makan.

Terpopuler

Comments

afrena

afrena

😄😄 istri & mantu idaman pagi udh buat sarapan.
😆😆 abg suami seneng banget usilin istri was nanti cinta lho

2021-08-20

2

Lasmi Kasman

Lasmi Kasman

laki2 oon TDK melihat kebaikannya Zia

2021-07-04

0

Putri Firdaus

Putri Firdaus

hai author ...apa hy zi aja yg terpesona cih jiwa wanita ku meronta ronta dong kayak dak di anggap aja

2021-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!