Diawali pertemanan

Keesokan harinya Zia bangun lebih awal. Di dapatinya guling masih di posisi tengah dan tidak bergeser sedikit pun. Mereka tidur dengan tenang, tidak ada banyak bergerakan saat mereka tidur.

Zia menuju kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi, dia mendapati Arga baru membuka mata, dan langsung masuk kamar mandi. Berjalan melewati Zia dan tidak ada sapaan selamat pagi.

Setelah mereka selesai bersiap, mereka memesan makanan dan sarapan di dalam kamar hotel.

"Kita akan ke rumah Bunda setalah sarapan." Arga membuka obrolan makan pagi mereka.

"Iya."

" Zi, kita memang menikah karena di jodohkan, tidak ada cinta dalam pernikahan ini. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa termasuk cinta, tapi aku berjanji akan menjagamu seperti janjiku pada ayahmu. Aku harap kamu menghargai pernikahan kita, dan mungkin kita bisa memulai hubungan ini dengan pertemanan." Kata-kata yang panjang terucap dari bibirnya Arga.

Zia benar-benar kaget, dia tau Arga adalah tipe yang irit bicara. Tapi dia mengatakan sebuah kalimat panjang dari bibirnya. Yang lebih mengagetkan dia tak bisa menjanjikan cinta untuk Zia. Sakit mungkin bagi Zia, karena itu artinya Arga tidak akan berusaha belajar mencintainya.

"Teman." Zia mengulurkan tangannya.

Zia mencoba untuk tersenyum. Tidak apa bila cuma dia yang mencintai, tidak apa bila Arga meminta Zia untuk menjadi temannya. Mungkin ini awal yang lebih baik dari pada, Arga menganggapnya musuh seperti waktu sekolah.

"Teman." Arga membalas uluran tangan Zia.

Mereka berdua memulai hubungan mereka dengan pertemanan.

***

Setelah selesai sarapan mereka menuju ke rumah Arga. Perjalanan di tempuh dengan keheningan oleh keduanya. Setelah menempuh perjalanan menuju kediaman orang tua Arga. Arga sudah memberi tahu bundanya, kalau mereka akan kesana hari ini. Jadi saat mereka sampai di rumah Arga, mereka sudah di sambut oleh Marya.

"Menantu bunda." Marya memeluk menantunya dan membawanya ke dalam rumah.

Arga yang melihat aksi dari bundanya, memutar bola matanya malas. Walaupun dia sudah biasa melihat aksi bundanya, tapi tetap saja menjadi hal baru saat melihat bundanya mempelakukan Zia istimewa. Arga pun memilih berlalu, meninggalkan dua wanita di depan rumah yang sibuk bercerita.

Arga berjalan menuju ruang keluarga, di ikuti oleh Zia dan bundanya yang berjalan tepat di belakang Arga. Saat di ruang keluarga, disana sudah ada Ayah Surya yang sedang menikmati kopinya.

"Pagi yah," sapa Arga seraya mencium tangan ayahnya. Di ikuti Zia dari belakang bergantian mencium tangan mertuanya.

"Kenapa sudah kembali kemari, kenapa tidak menginap lebih lama di hotel?" Tanya Marya begitu kesal karena anaknya sudah kembali.

Zia bingung mau menjawab apa, akhirnya dia melirik Arga meminta bantuan untuk menjawabnya.

"Arga harus mambantu Zia memindahkan barang-barangnya kesini hari ini. Sementara besok, Arga ingin mengajak Zia mencari rumah atau apartemen untuk kami tinggal," jelas Arga pada bundanya.

"Kenapa harus mencari rumah, kenapa tidak tinggal disini. Apa kalian tidak suka tinggal dengan bunda," ucap Marya dengan sedih.

Zia benar-benar bingung, dari kemarin Arga tidak pernah membicarakan hal ini. Jadi Zia pun tidak punya jawaban atas pertanyaan bundanya. Zia merasa benar-benae kesal pada Arga yang benar-benar seenaknya mengambil keputusan, tanpa mendiskusikan dulu dengannya.

"Ya Tuhan bun, jangan drama deh. Aku dan Zia mau mandiri. Kita kan dah nikah, dengan tinggal sendiri akan membuat kami lebih mandiri. Lagian juga, kita akan sering kesini. " Arga benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran bundanya.

"Sudahlah bun, yang Arga bilang benar. Dengan tinggal sendiri mereka akan mandi." Surya mencoba membela Arga.

"Tapi biarkan Zia tinggal disini beberapa hari sebelum kalian dapat rumah, bunda mau merasakan di rumah ada menantu," pinta Maria dengan merajuk.

"Ya bun, Zia akan tinggal disini, " ucap Zia menenangkan mertuanya

"Itu Zia sudah mau, sudah jangan merajuk begitu. Bunda tambah jelek kalau begitu." Arga berkata seraya berdiri meninggalkan menuju kamarnya.

"Enak aja jelek, Bunda cantik kan yah?" Tanya Marya menatap Surya.

"Iya Bunda cantik." Surya menenangkan istrinya, kalau sampai dia mengatakan tidak akan bisa jadi masasalah nantinya.

Zia melihat interaksi mereka hanya tersenyum. Sudah lama dia tidak merasakan di tengah tengah keluarga, karena sudah cukup lama Zia tinggal sendiri. Ada rasa hangat di hati Zia melihat keluarga yang saling menyanyangi.

"Sudah sana zi istirahat, susul suami kamu." Maria mengedipkan matanya mengoda Zia.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sehat

2022-10-27

0

♕FiiStory_

♕FiiStory_

saya masih singgah di sini Thor, semangat 💪 mampir juga di Karyaku ya😊

2021-09-10

1

afrena

afrena

yg sabar y zia hdpi abg suami, perlakukan dia dg lembut penuh love bertebaran dg bunga setaman lengkap ama air terjun & sungai mengalir indah....
kenapa abg suami selalu bersikap gitu y dlm bersikap tanpa peesetujuan istri...🙄🤔

2021-08-20

1

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!