Malam pertama

Arga dan Zia yang sampai di depan kamar, langsung memasukin kamar di hotel, yang sudah di sediakan oleh bundanya.

Saat memasukin kamar, dan menyalakan lampu. Mereka berdua melihat mawar di atas tempat tidur berbentuk love. Seolah sedanh menyambut kedatangan mereka berdua.

Kecangungan di rasakan sepasang pengantin baru ini. Berada di dalam kamar yang sama adalah hal baru untuk mereka.

"Aku akan mandi lebih dulu." Arga memecah keheningan di kamar, dan berlalu ke kamar mandi.

Zia hanya diam tanpa menjawab ucapan Arga. Rasanya dia berat sekali mengatakan iya untuk ucapan Arga. Zia yang melihat Arga sudah berlalu pun, melangkah menuju meja rias. Zia menarik kursi dan duduk di meja rias membersihkan make up yang menempel di wajahnya.

Arga yang sudah selesai mandi, keluar dari kamar mandi, dengan mengosok-gosok rambutnya dengan handuk kecil. Arga yang keluar dari kamar mandi sudah dengan memakai piyamanya.

Zia menatap lekat Arga, walaupun bukan seperti cerita novel, yang bercerita seorang pria keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang dan memperlihatkan perut six pack nya, serta drama jeritan karena melihat keseksian seorang pria. Tapi bagi Zia melihat Arga dengan rambut basah berantakan sudah membuat terlihat mempesona.

"Apa kamu tidak akan mandi dan hanya menatapku." Arga membuyarkan lamunan Zia yang memperhatikan Zia

"Siapa yang menatap mu," elak Zia seraya berjalan menuju kamar mandi.

Rasaanya Zia malu sekali saat Arga memergokinya yang menatap wajah Arga. Walau pun Zia mencintai Arga, tapi Zia tidak mau terlihat jelas di mata Arga.

Zia yang berlalu ke kamar mandi langsung menyiapkan air di bath up. Dia berpikir akan sedikit berendam untuk membuat tubuhnya lebih segar. Rasa pegal begitu menderanya tubuhnya karena seharian menjalani proses untuk pesta pernikahannya.

Zia yang sudah mengisi air dan aroma terapi, memasukan tubuh lelahnya di dalam bath up.

"Emm..nikmatnya, aroma bunga lili begitu menenangkan," gumam Zia merasakan dalam-dalam setiap aroma yang tercium di indra penciumannya.

Setelah sekitar tiga puluh menit Zia masih di dalam kamar mandi, menikmati berendamnya.

"Kemana gadis itu, apa dia tidur di kamar mandi, apa jangan jangan dia pingsan," gumam Arga. Arga yang dari tadi di sibukkan dengan ponselnya, tidak menyadari Zia sudah lama tidak keluar dari kamar mandi.

Arga pun beranjak dari temoat tidur dan melangkah menuju kamar mandi. Dia menempelkan telinganya mendengar apa suara apa yang berada di balik pintu. Tapi saat di menempelkan telinganya dia tidak mendengar suara apapun.

Akhirnya Arga memilih untuk mengetuk pintu, agar tahu apa yang terjadi di dalam. "Zi..." Panggil Arga seraya mengetuk pintu.

"Zi..." Arga mencoba memanggil Zia. Tapi tidak ada sautan dari Zia.

"Apa yang terjadi did alam kenapa dia tidak menjawab." Arga mulai panik, saat tidak ada jawaban dari Zia.

"Zi, buka pintunya apa kamu baik baik saja?" Teriak Arga sembari mengetuk lebih keras pintu kamar mandi. Rasanya dia benar-benar merutuki dirinya yang terlalu sibuk dengan ponselnya, hingga tidak tahu bahwa Zia sudah lama tidak keluar dari kamar mandi.

Zia mendengar ada orang berteriak, dan mengetuk keras dari balik pintu kamar mandi begitu kaget. Dirinya yang sempat tertidur di buat terperajat saat mendengar suara dari luar kamar mandi.

"Ya ar, aku baik baik saja," ucapnya menjawab Arga yang di balik pintu. Zia benar-benar tidak menyangka dirinya bisa tertidur di bath up. Zia sedikit bergidik membayangkan kalau sampai dirinya tenggelam di dalam air saat tertidur.

Arga mendapat jawaban dari Zia dari kamar mandi merasa lega. Dia pun kembali melangkah menuju ke tempat tidur.

Zia yang sudah selesai langsunh keluar dari kamar mandi dengan piyama yang sudah dia pakai.

"Kamu di dalam tidur?" Tanya Arga saat Zia keluar dari kamar mandi.

"Iya," jawab Zia malu.

Arga benar-benar merasa heran. Bagaimana Zia bisa tertidur di dalam kamar mandi. "Tempat tidur ini masih luas jika kau tau, jadi tidak perlu kamu harus sampai tidur di kamar mandi," cibir Arga yang sedikit kesal.

"Siapa yang mau tidur di kamar mandi, aku hanya ketiduran," elak Zia.

Arga yang mendengar elakan dari Zia hanya mendesis. "Sudah tidurlah di sebelah situ." Arga menunjuk sisi lain tempat tidurnya untuk Zia tidur.

Zia hanya mematung memikirkan harus berbagi ranjang dengan Arga.

"Kamu mau berdiri disitu sampai besok pagi?" Tanya Arga yang melihat Zia masih mematung di depan kamar mandi.

Zia yang mendengar ucapan Arga tidak punya pilihan. Dia melangkah menuju tempat tidur, yang berada tepat di samping Arga. Zia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.

"Tenanglah aku tak kan berbuat apa apa, jadi kau tak perlu takut. Aku tak kan melakukaannya karena tidak ada cinta di antara kita." Arga berkata dengan senyum mengejek, dan meletakkan guling di tengah tengah.

Bukan apa-apa Arga berkata seperti itu. Dia tau Zia begitu takut untuk berbagi ranjang dengan dirinya. Tapi yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata tidak ada cinta di antara mereka.

Sebenarnya kata-kata itu hanya untuk menutupi debaran hatinya saat di dekat wanita yang sudah dia nikahi. Bukan karena Arga sudah jatuh cinta, tapi ini pertama kalinya bagi Arga tidur dengan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.

Zia seketika terpaku dengan kata-kata Arga. Ada sedikit sakit di hatinya mendengar Arga berkata kalau dia tidak ada cinta. Zia sadar betul pernikahan ini tanpa cinta bagi Arga, hanya sekedar perjodohan. Tapi bagi Zia, dia memiliki cinta di sudut hati Zia untuk Arga.

"Sadarlah Zia, walaupun kau dapat raganya tapi tidak dengan hatinya. Jangan berharap lebih," batin Zia menyadarkan dirinya.

Akhirnya mereka berdua memejamkan matanya menuju alam mimpi masing masih.

Terpopuler

Comments

Murni Aneka

Murni Aneka

banyak banget kata2 yg di ucapin kurang las thor di bab sblm nya juga🙏🏻

2023-01-23

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus lancar rejekinya

2022-10-27

0

Sofia Pontoh

Sofia Pontoh

Tunggu Arga bucin Zi..🤩

2022-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!