Saat Zia sedang menunggu bersama ayahnya. Tiba tiba pintu terbuka. "Zi..." Nia membuka pintu untuk melihat Zia.
"Apa kamu sudah siap?" Tanya Nia Seraya melangkah menghampiri Zia. Nia melihat wajah cantik Zia yang tidak biasa. Dengan gaun yang di rancangnya. Zia tampak mempesona. "Kamu cantik sekali zi, " puji Nia pada Zia.
Zia yang di puji tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
"Mari kita ke depan pengantin pria mu sudah menantimu." Adhi memberi uluran tangan pada Zia. Mengantarkan Zia ke tempat ijab qobul.
Zia mengandeng lengan ayahnya menuju tempat ijab qobul. Zia melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju temapat di adakannya pernikahannya.
Semua mata tertuju pada Zia yang begitu cantik, tak terkecuali Arga. Dengan polesan make up dan gaun cantik, Zia bagai putri kerajaan yang akan melangsungkan pernikahan. Arga begitu terpesona melihat Zia dengan gaun cantik dan make up yang tak pernah dia lihat. Karena selama ini Zia tak pernah memakai make up tebal.
"Tutup mulut loe biar nggak ada lalat masuk." Dave menegur seraya menyenggol Arga dengan lengannya saat melihat Arga terpesona melihat Zia.
Arga yang di tegur oleh Dave, menatap tajam pada Dave. Rasanya Dave benar-benar menganggu kesenangannya melihat kecantikan Zia.
"Lihat dia nanti sepuas loe pas di kamar, sekarang fokus sama ijab qobul. Kalau loe sampai salah, loe nggak bakal jadi nikah." Dave terkekeh mengoda Arga
Ayah Adhi membawa Zia untuk duduk tepat di sebelah Arga, dan di depan penghulu. Jantung Zia seketika berdebar begitu kencang. Rasanya iramanya begitu tak bisa Zia artikan. Sunguh ini pengalaman yang begitu tidak pernah di bayangkan, bersanding dengan Arga, pria yang dulu dia pernah di cintai dalam diam.
Arga tidak kalah grogi menikah dengan Zia. Zia adalah orang yang yang selama ini dia hindari. Tapi kenyataan takdir membawa Zia kembali padanya.
Arga langsung berpikir untuk fokus pada acara yang ada di hadapannya dari pada, membayangkan apa yang terjadi padanya. Arga ingin mengucap ijab qobul dengan benar, karena rasanya lidahnya kelu.
Tapi dia harus bisa menyelesaikan ijab qobul ini. Untuk memulai semuanya bersama dengan Zia.
"Saya terima nikahnya Zia Archana Kusuma binti Adhi Kusuma dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Arga dalam satu tarikan nafas
"Sah?" Tanya penghulu.
"Sah," jawab para saksi dan undangan.
Rasanya Zia benar-benar merasa lega saat Arga mengucap ijab qobul. Walaupun Zia masih tidak percaya, bahwa sekarang dia sudah sah menjadi istri dari Arga.
Arga tak kalah lega saat dia bisa mengucap ijab qobul yang dari tadi membuat jantungnya berdebar. Dengan satu tarikan nafas dengan lancar dia mengucapkan janjinya pada Tuhan untuk menjadikan Zia istrinya.
Arga dan Zia berdiri, dan Arga langsung memasangkan cincin pada jemari Zia.
Sebaliknya Zia memasangkan cincin pada jemari Arga. Zia mencium tangan Arga setelah memasangkan cincinya. Untuk pertama kalinya Zia menyentuh tangan Arga. Ada perasaan bahagia yang terselip dalam kegugupan Zia saat menyentuh tangan Arga. Dan Arga membalas dengan mengecup kening Zia untuk mengakhiri proses pemasangan cincin. Zia merasakan desiran di dalam hatinya saat Arga mengecupnya. Rasanya dia benar-benar merasa mimpi.
"Selamat ya sayang sekarang kamu udah jadi menantu bunda," ucap Marya memeluk Zia.
" Terimakasih bun." Zia merasa sangat senang saat mertuanya itu memelukanya. Rasanya kerinduan terhadap ibunya terobati dengan adanya mertuanyanya.
Marya beralih ke Arga. "Ingat jaga Zia dengan baik ya nak," pinta Marya pada putranya.
"Iya Bunda." Arga memeluk Marya.
"Selamat ya nak semoga kalian jadi keluarga sakinah," ucap Surya menantu dan anaknya.
"Iya yah," jawab Zia dan Arga bersama sama.
"Selamat ya sayang." Ayah Adhi memeluk Zia begitu erat. Rasanya dia begitu bahagia melepas putrinya.
"Mir, aku harap kamu disana bahagia melihat putri kita," batin Adhi.
"Ayah, terimakasih." Zia menatap ayahnya, dan Zia melihat ada guratan kesedihan di wajah ayahnya. Dia tau ayahnya pasti mengingat ibunya di saat seperti ini.
"Jadilah istri yang baik untuk suamimu. Sekarang tangung jawab ayah telah beralih pada Arga. Menurutlah dengan Arga, dengarkan kata-katanya seperti kamu mendengarkan kata kata ayah." Ayah Adhi membelai lembut pipi Zia dan memberi nasehat untuk putrinya
" Baik yah."
Ayah Arga beralih memeluk Arga
"Jaga putriku ar, ayah titip pada mu. Jangan sakiti dia," pinta Adhi pada Arga. Dengan penuh harap Adhi meminta pada Arga.
"Baik yah, aku tidak akan menyakitinya." Janji yang di ucapakan oleh Arga pada ayah Zia. Arga yang melihat mertuanya begitu berharap padanya, berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Zia.
Setelah keluarga memberi ucapan selamat. Dave dan Nia melangkah menghampiri sepasang pengantin baru.
"Selamat ya bro, selamat ya Zia." Dave memberi ucapan selamat pada Arga, dan melirik menatap Zia saat berucap.
"Terimakasih," ucap Zia dengan senyumnya.
"Zi, selamat ya." Nia tak kalah heboh memeluk sahabatnya. Rasanya Nia begitu senang saat Zia menikah dengan orang yang begitu di cintainya dulu.
"Terimakasih Nia."
"Akhrinya kamu menikah, aku masih tidak percaya kamu meninggalkanku menikah duluan," rajuk Nia.
"Cepatlah menyusul." Zia tertawa mengoda Nia. Mereka tertawa bersama, merasakan kebahagiaan yang hanya mereka yang tahu apa penyebabnya.
***
Setelah melayani ucapan selamat dari sahabat dan keluarga acara pun sudah selesai. Para tamu sudah pergi meninggalkan tempat pesta pernikahan. Dan hanya tersisa keluarga inti saja yang di tempat pesta pernikahan.
"Ayah, akan langsung pulang, istirahatlah." Ayah adhi memeluk Zia seraya berpamitan pada Zia.
"Ayah akan sangat merindukanmu zi," ucap Ayah Adhi masih dalam pelukan Zia.
"Ayah, aku tak pergi kemana mana. Aku akan selalu mengunjungi ayah." Zia tersenyum pada ayahnya, memberi ketenangan pada ayahnya.
Selama ini Zia selalu mengunjungi ayahnya di kantornya, atau sebaliknya ayahnya akan mengunjungi Zia bersama dengan Kaisar. Setelah Zia memutuskan untuk meninggalkan kediaman Adhi, tidak pernah sekalipun dia menginjakkan kaki di rumah ayahnya lagi.
"Baiklah, ayah akan selalu menunggu putri ayah yang cantik ini, dan cepatlah berikan ayah cucu agar ayah bisa bermain dengan cucu ayah nanti," goda Adhi pada Zia.
Seketika pipi Zia merona mendengar ucapan ayahnya tentang cucu, dan Arga yang melihat hanya tersenyum, mendapati pipi merona Zia akibat godaan ayahnya.
Semua keluarga berpamitan pada Zia dan Arga. Ayah Surya dan Bunda Marya, memlilih pulang dari pada menginap di hotel miliknya.
Dan tinggallah sepasang suami istri yang baru saja menikah tinggal di hotel. Dengan kecangungan mereka melangkah menuju kamar hotel. Tak ada sepatah kata pun terucap dari mereka saat menuju kamar hotel
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Happy Kids
ya ayahnya aja ga selektif nyari ibu sambung.
2025-03-16
0
fifid dwi ariani
trus berusaha
2022-10-27
0
BINTANG PENGHACUR
pasti seru Thor kalau cuman sampai sini novelnya 🤣 pasti banyak komen yakin dah...
2021-12-15
0