Pertemuan

Pagi ini sesuai permintaan bundanya. Arga menuju apartemen calon istrinya untuk mengajaknya mencari cincin. Setelah melewati kemacetan Jakarta yang sudah menjadi hal lumrah, dia sampai di alamat yang dituju.

Sesampainya di aparteman, Arga mencari nomer unit apartemen yang sudah di beri tahu oleh bundanya. "Ini dia, kata bunda tadi nomer 244." Arga yang dari tadi mencari alamat apartemen, akhirnya menemukan apartemen calon istrinya.

Arga langsung menekan bel, dan menunggu beberapa saat. Selang beberapa saat pintu pun dibuka.

"Kamu!" pekik Arga kaget. Kedua bola mata Arga membulat sempurna saat melihat wanita yang ada di hadapannya. Seketika Arga langsung mencari ponselnya dikantung sakunya. Arga menyetuh layar ponselnya dan mencari nomer bundanya. Arga langsung mengusap nomer yang tertera diponselnya, untuk menghubungi bundanya. "Halo Bunda, siapa nama calon istriku?" tanya Arga langsung tanpa memberi salam terlebih dahulu. Dia langsung pada tujuannya yaitu menanyakan nama calon istrinya.

"Oh ... Zia nak namanya, Zia Archana Kusuma," ucap bunda dari seberang sana.

Arga yang mendapati jawaban ibunya hanya bisa menerima, bahwa yang dilihatnya sama dengan yang diucapkan bundanya. "Baik Bun, aku cuma memastikan saja." Akhirnya Arga mematikan sambungan telepon, dan memasukan ponselnya dalam kantung celana.

"Apa kamu tak mempersilakan untuk masuk," tanya Arga yang melihat Zia diam saja.

Zia yang tadi di kabari oleh Bunda Marya, kalau calon suaminya ke apartemen pun sudah menduga siapa yang datang, dan menekan bel. Tapi saat dia membuka pintu, dia benar-benar kaget saat mendapati Arga lah yang di depan pintu. Zia memperhatikan Arga yang mencoba menghubungi bundanya, untuk menanyakan siapa calon istrinya. Dari raut wajah Arga saat berbicara di telepon, sudah di pastikan bahwa memang Arga lah calon suaminya. Zia hanya masih mematung tak percaya, pria di hadapanya itu adalah calon suaminya.

"Halo ... apa sebegitu terpesonanya dirimu melihatku!" seru Arga melihat Zia tidak bergeming sama sekali.

Zia yang mendengar ucapan Arga langsung tersadar dari lamunannya. "Ahh ... maaf," ucapnya. "Silakan masuk." Zia mempersilahkan Arga untuk masuk ke dalam apatemennya.

Arga yang dipersilahkan masuk ke dalam apartemen Zia, langsung melangkahkan kakinya. Dia memandangi sekitar apartemen Zia. Apartemen kecil dengan dua kamar terlihat terawat dan bersih. Bila dibanding apartemennya di London, sangat jauh dari kata mewah.

"Silahkan duduk, aku akan ambilkan minum." Zia pergi ke dapur untuk mengambil minum

Sebenarnya Arga masih sangat terkejut, karena wanita yang dijodohkan dengannya adalah gadis anggota osis jaman SMA. Karena kepintaran dan ketegasannya Zia. Dia terpilih menjadi anggota osis. Tapi sikapnya yang diam membuat dia susah di dekati. Zia termasuk gadis cantik dan populer di sekolah, dan banyak yang mencoba mendekati. Tapi tidak bagi Arga, dia adalah musuhnya. Arga sering kena hukuman karena Ziaz dan entah bagaimana Arga tampak membenci Zia.

"Silakan di minum," ucap Zia lembut memecah lamunan Arga.

"Apa gadis seperti dirimu bisa menjadi lembut sekarang," ejek Arga.

Mendengar ucapan Arga, rasanya Zia benar-benar merasa kesal. "Ternyata kamu masih sama menyebalkannya dari dulu." Wajah Zia merah menahan marah.

Arga lansung tertawa saat mendengar ucapan Zia. "Kamu masih sama saja ya saat sedang marah. Wajah merah kamu tidak berubah," ucap Arga saat melihat wajah Zia merah, dan mengingat bagaimana Zia dulu waktu sekolah.

"Ayo cepat bersiap, Bunda menyuruhku menjemputmu," ucap Arga mengajak Zia. "Apa kamu sengaja membuatku berlama-lama di apartemenmu," goda Arga.

Zia memutar bola matanya malas mendengar Arga mengatakan hal itu padanya. Zia langsung memilih berlalu ke kamarnya mengambil tas, dan pergi bersama Arga.

Di dalam mobil mereka diam saja. Tidak ada yang bicara sama sekali. Mereka sibuk dengan pikiran masing - masing. Zia yang memikirkan kenapa Arga yang menjadi calon suaminya, dan sebaliknya Arga pun sama. Dia masih bingung kenapa harus Zia yang menjadi calon istrinya.

"Ayo turun." Arga memecah lamunan Zia.

Zia yang mendengar Arga mengajanya turun, langsung membuka pintu mobil, dan berjalan mengekor Arga di belakangnya, menuju toko perhiasan.

"Selamat siang Tuan, Nona, ada yang bisa saya bantu," ucap pelayan toko.

"Kami ingin melihat cincin pernikahan," ucap Arga datar.

"Mari ini adalah koleksi terbaru, dengan mutiara yang simpel tapi elegan." Pelayan toko menjelaskan.

Zia yang melihat cincin yang di tunjukkan oleh palayan toko terpesona dengan keindahan mutiara yang menempel di cincin itu. Wah indah sekali, batin Zia

Arga melihat Zia terpesona dengan cincin itu, hanya tersenyum.

Zia pun melihat harganya. "Hah 250jt, mahal sekali," gumam Zia

Zia menarik lengan Arga dan berbisik

"Ar, harganya sangat mahal kita cari ditempat lain saja," bisik Zia.

Arga sunguh terkejut dengan penuturan gadis ini. *D*ia pikir aku tidak mampu membelinya. Apa dia lupa Arga pewaris Pratama Grup? batin Arga.

"Saya pesan yang ini," ucap Arga pada pelayan toko.

Zia menatap bingung pada Arga. Dia berpikir kenapa Arga memilih cincin itu, padahal tadi dia sudah bilang untuk tidak membelinya karena cincin itu sangat mahal.

Setelah keluar dari toko perhiasan. Arga langsung mengantar Zia pulang. Di dalam mobil Zia memberanikan diri bertanya. "Ar, tadi kan aku sudah bilang cincin itu mahal, kenapa kamu tetap membeli? Kita kan bisa cari di tempat lain yang lebih murah."

"Kenapa memangnya? Kamu pikir aku tidak sanggup beli!" seru Arga.

"Bukan begitu Ar, tapi sayang saja cincin dengan harga segitu." Zia yang terbiasa menghargai uang, merasa uang sebesar itu sangatlah berharga.

"Sudah jangan cerewet, pakai saja itu!" Arga yang malas meladeni Zia memintanya untuk diam.

Zia pun diam setelah Arga menegurnya. Dia memilih tidak memperdebatkan masalah cincin lagi. Zia berpikir, berdebat dengan Arga akan sia-sia.

"Ar," panggil Zia pada Arga.

"Hem."

Kenapa jawabannya seperti itu, batin Zia.

"Aku lapar, bisakah kita makan dulu?" pinta Zia ragu-ragu.

Arga yang mendengar permintaan Zia tersenyum. Dia berpikir, sejak kapan gadis ini berubah dari menyebalkan menjadi mengemaskan. Arga pun lansung berbelok menuju restoran terdekat. Sesampainya di restoran mereka berdua memesan makanan, dan makan bersama.

"Zi, aku menerima penikahan ini karena orang tuaku, jadi jangan berharap banyak dalam hubungan ini." Arga memecah keheningan di tengah menikmati makanan.

Zia menatap Arga sejenak saat Arga berbicara padanya, dan kembali menundukan pandangannya. Rasanya sesak di dadanya mendengar ucapan Arga. Tapi Zia sadar memang ini kenyataannya. "Aku tau, semua ini demi orang tua kita."

Setelah selesai makan, Arga mengantarkan Zia kembali ke apartemennya. "Baiklah aku pulang," pamit Arga sesaat setelah sampai di pintu apartemen Zia.

"Terimakasih, Ar."

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus semangat

2022-10-27

0

wiwied dian

wiwied dian

bilang krn orang tua tp kau nanti bucin.. arga.. arga.. 🤣

2022-02-26

0

Fad Fathoni

Fad Fathoni

sabar zia , ga kama arga akan jd bucin

2021-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!