Kembali ke indonesia

Seorang pria baru saja keluar dari Bandara, menuju mobil yang sudah menjemputnya. Pria tinggi, putih dengan rahang tegas, begitu mengagumkan bagi kaum hawa yang melihatnya. Dengan kacamata hitam yang bertenger di hidungnya, dia melangkah dengan dengan percaya diri.

Dia adalah Arga Pratama, putra semata wayang Surya Pratama. Pewaris Pratama Grup. Pria dingin dan semaunya sendiri itu lah Arga. Bagi orang tua Arga, anaknya adalah anak yang susah di atur. Semua yang di kerjakan sesuai keinginannya sendiri tanpa peduli sekitar.

"Pagi, Tuan muda," sapa Pak Rudi supir keluarga Pratama seraya membukakan pintu mobil untuk Arga.

"Pagi juga, Pak." Arga memasuki mobilnya.

Setelah Arga masuk, sopir langsung beralih ke kursi kemudi, melajukan mobilnya menuju kediaman Pratama. Melalui jalan tol, perjalanan menjadi lebih cepat. Dan sampailah mobil di depan rumah kediaman Pratama. Bundanya yang dari tadi menunggu putranya, sudah menyambut putra kesayangannya di depan pintu.

"Arga ... anak bunda sayang." Marya memeluk putranya. Dia melepas rindu pada putra semata wayangnya.

"Bunda, aku sudah besar kenapa di peluk-peluk?" Arga merajuk saat bundanya begitu erat memeluknya layaknya anak-anak.

"Bagi bunda anak bunda tetaplah anak kecil yang nakal." Marya terkekeh mendengar rajukan dari Arga.

"Ya sudah ayo masuk istirahatlah dulu, pasti kamu sangat lelah." Marya meminta putranya masuk ke dalam rumah.

Arga pun menuruti bundanya, masuk ke dalam rumah. Dia langsung melangkahkan kakinya, menaiki tangga dan menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya, setelah memutar kunci kamarnya. Dalam hatinya, kamarnya tidak ada perubahan apa-apa, tetap sama dengan saat dia tinggalkan.

Arga langsung berlalu ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Dia menikmati guyuran air melalui shower yang mengalir di tubuhnya. Rasanya lelah akibat perjalanan panjang seketika sirna.

Setelah selesai membersihkan diri, dia pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Rasanya jet leg akibat perjalanan London menuju Indonesia, membuat dirinya perlu istirahat. Akhirnya Arga pun memejamkan matanya.

**

Malam hari nya keluarga Pratama makan malam bersama. Setelah sekian lama Arga tidak pulang ke rumah, hari ini mereka bisa menikmati moment makan bersama kembali.

Arga begitu betah di luar negeri, hingga membuat dirinya jarang sekali mengunjungi orang tuanya. Dan saat orang tuanya rindu, meraka yang akan menemui anak mereka.

Setelah cukup beristirahat, Arga keluar dari kamar, dan menghampiri orang tuanya yang sudah menunggunya di meja makan.

"Malam, Ayah, Bunda," sapa Arga seraya mencium bundanya.

"Malam sayang, sini duduk! Bunda sudah memasak makanan kesukaanmu." Marya sungguh senang putranya sudah di rumah. Dari tadi dia sibuk memasak untuk anak semata wayangnya itu.

"Setelah makan ayah ingin bicara denganmu, Ar." Surya menatap pada Arga.

Arga sudah bisa menebak untuk apa ayahnya mengajaknya untuk bicara. Apalagi kalau bukan soal pernikahan, yang akan diadakan dua hari lagi, batin Arga.

"Iya." Arga hanya menjawab singkat ucapan ayahnya, dan melanjutkan makan.

Setelah selesai makan malam. Mereka semua di duduk bersantai di ruang keluarga, sambil menikmati kopi.

"Ar, acara pernikahanmu akan diadakan dua hari lagi, jadi ayah harap kamu bersiap-siap. " Surya memulai pembicaraan di ruang keluarga, dan langsung mengatakan tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

"Setelah menikah ayah mau kamu membantu ayah mengurus perusahaan. Kamu tau ayah sudah tua, sudah saatnya kamu yang mengambil alih." Surya melanjutkan ucapannya.

Inilah yang tidak di suka oleh Arga saat kembali ke rumah. Dia tahu betul ayahnya akan memintanya untuk mengurus perusahaan. Mau tidak mau, suka atau tidak, sebagai anak semata wayang dia mempunyai tanggung jawab besar, yang harus dia harus kerjakan.

"Ayah rasa kamu sudah belajar banyak disana dengan Paman Erik. Jadi kamu bisa mengembangkan perusahaan, dengan kemampuan yang sudah kamu miliki," sambung Surya kembali.

Surya yang mengirim anaknya untuk kuliah di London juga menitipkan Arga pada adiknya. Surya ingin di sana Arga belajar bisnis di sela-sela kuliahnya, dan semua dikerjakan oleh Arga sampai dia lulus kuliah.

"Baiklah, Yah."

"Nak, besok kamu jemput calon istrimu ya. Bawalah dia mencari cincin pernikahan kalian." Marya membelai punggung putranya.

"Baik Bun, besok aku akan menjemput calon istriku, sekarang aku ingin istirahat." Arga memilih mengakhiri obrolan dengan ayah dan bundanya. Dia tahu, akan menjadi panjang jika Arga masih di ruang keluarga. Arga pun berdiri melangkahkan kakinya menuju kamar.

Merebahkan diri di tempat tidur sambil memandangi langit-langit kamar, dia memikirkan semua keputusannya. "Apa keputusanku sudah benar menerima pernikahan ini," gumam Arga.

Arga mengingat bagaimana pertemuan terakhirnya dengan wanita yang menjadi kekasihnya itu.

"Ambil semua fasilitas yang telah aku berikan kecuali apartemennya, biarkan dia tempati sampai dia lulus kuliah," perintah Arga pada asistennya.

Saat Arga sedang berbicara dengan Asistennya. Tiba tiba seorang wanita masuk ke ruangan Arga.

"Maaf Tuan, Nona ini memaksa masuk," sekertaris Arga menjelaskan.

Arga yang mendengar penjelasan dari sekertarisnya, akhirnya memerintahkan asisten dan sekertarisnya untuk keluar.

"Ar, beri aku kesempatan untuk menjelaskan," pinta wanita itu di hadapan Arga.

Arga hanya menatap dingin pada wanita di hadapannya. "Sudahlah aku tak perlu penjelasan apapun. Semua sudah jelas bukan?"

"Ar, aku benar-benar mencintaimu, kemarin aku hanya terkena bujuk rayu saja," ucap wanita itu sambil menangis, dia tau Arga tak akan pernah tega melihatnya menangis.

Arga yang melihat wanita di hadapannya, tahu bahwa itu hanya sandiwara. "Sudahlah pergilah sebelum aku benar-benar murka, kamu mengenalku bukan?" Arga berkata sedikit membentak.

Wanita itu benar-benar sudah tahu betul, seperti apa saat Arga marah. Air matanya benar-benar tidak mempan membuat Arga luluh. Akhirnya dia memilih mengalah untuk sementara waktu. Menunggu sampai amarah Arga mereda. Dia pun meninggalkan ruangan Arga. Tapi belum sempat dia membuka pintu, langkahnya terhenti, karena Arga memanggilnya.

"Tunggu," panggil Arga.

"Kamu masih bisa pakai apartemen itu sampai kamu lulus kuliah." Arga bicara tanpa melihat wanita itu sama sekali

Wanita itu membuka dan pergi berlalu dari ruangan Arga.

"Achhh .... " Arga kesal saat mengingat semuanya. Mengingat wanita yang sudah ada bersamanya selama satu tahun ini.

Dan sekarang dia memilih menikah dengan wanita lain.

Selain untuk memenuhi keinginan orang tuanya yang selalu mendesaknya. Tujuan Arga menyetujui menikah, untuk menghindar dari mantan kekasihnya. Arga tau betul, kalau dia tetap memilih untuk tetap tinggal di London, wanita itu tak kan berhenti menganggunya.

Tapi kembali ke Indonesia, Arga tau konsekuensi yang harus di hadapi .yaitu pernikahan dengan anak sahabat orang tuanya dan mengurus perusahaan, dan itu yang dipilih oleh Arga.

Terpopuler

Comments

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

jet lag

2023-06-04

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2022-10-27

0

BINTANG PENGHACUR

BINTANG PENGHACUR

alurnya bolak balik mulu

2021-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!