Perjanjian perjodohan

"Sudah lama Dhi? Maaf jalanan macet," ucap Surya yang baru datang.

"Tidak aku baru sampai juga," jawab Adhi sambil meminum kopi yang sudah di pesannya.

Adhi Kusuma adalah sahabat waktu kuliah. Mereka berempat adalah teman waktu kuliah. Surya, Adhi, Marya, dan Mirna.

Bila perusahaan Surya di bidang pariwisata,

perusahaan Adhi di bidang konstruksi.

Mereka sama sama dua perusahaan besar, di Indonesia.

"Ada apa kamu menyuruhku kemari, Surya?" tanya Adhi penasaran, karena temannya menghubunginya tiba-tiba.

"Aku hanya ingin memberi tahu anakku telah setuju untuk menikah, aku ingin acaranya di adakan seminggu lagi." Surya mencoba menjelaskan.

"Kenapa secepat ini, apa tidak terlalu terburu-buru dalam seminggu?" tanya Adhi benar-bebar heran dengan sahabatnya ini.

"Ayolah Dhi, jangan berpikir ini buru-buru, bahkan kita sudah merencanakan ini sejak kita kuliah." Surya tak mau kalah menjawab.

"Ya, aku tau ini memang sudah rencana kita, apalagi dulu Mirna begitu bersemangat menginginkan pernikahan anak kita." Dengan raut sedih adhi mengingat mendiang istrinya.

"Sudahlah jangan sedih, kita kan sedang berusaha mewujudkan keinginan Mirna juga." Surya mencoba memberi semangat.

"Ya sudah, aku secepatnya akan bicarakan dengan putriku. Aku mau kamu merahasiakan ini semua sampai hari pernikahan tiba. Aku tak mau Lidia mengacaukannya," pinta Adhi

"Baiklah." Surya menyangupi permintaan sahabatnya.

Bukan karna alasan Adhi meminta merahasiakan dulu rencana pernikahan putrinya. Lidia selalu mengacaukan hidup putrinya. Dulu Adhi mencoba menikahi Lidia, berharap Lidia akan mencintai putrinya, tapi ternyata semua salah, yang dicintai Lidia hanya dirinya.

Setelah tau janji perjodohan putrinya dengan anak sahabatnya, dia selalu berusaha memutuskannya. Sebenarnya Adhi bukan tidak tahu apa yg dilakukan istrinya, tapi dia diam untuk menjaga keutuhan rumah tangganya. Selama putrinya masih aman dia akan mencoba diam.

***

Setelah bertemu dengan Surya. Adhi langsung menuju apartemen putrinya. Dilangsung menekan bel apartemen.

"Ayah." Zia membuka pintu mendapati ayahnya yang datang ke apartemennya. Zia yang melihat ayahnya langsung memeluknya.

"Apa kau akan memeluk ayah terus, dan tidak mengizinkan ayah masuk." Adhi terkekeh melihat putrinya memeluknya, menyalurkan rindunya

"Ayah ... " rajuk Zia. "Baiklah ayo masuk." Zia mempersilakan ayahnya masuk.

Zia Archana Kusuma adalah anak Adhi Kusuma dan mendiang Mirna. Zia tinggal di apartemen setelah masuki bangku kuliah, lebih tepatnya setelah ayahnya menikah lagi. Zia adalah seorang desainer, dia memiliki butik lumayan terkenal di ibu kota. Bukan karna dia anak seorang pengusaha, butiknya bisa terkenal, tapi karna hasil karyanya yang begitu hebat. Hobinya mengambar dia tuangkan dalam karya, menciptakan gaun-gaun indah.

"Ada apa ayah kemari? Kenapa tidak menghubungi aku? Aku kan bisa datang ke kantor ayah," tanya Zia.

"Apa ayah tak boleh berkunjung ke apartemen mu?" Adhi berpura pura marah.

"Bukan begitu ayah." Zia berglayut di lengah sang ayah, agar sang ayah tidak marah dengan ucapannya.

Adhi langsung tertawa melihat anaknya merajuk. "Kamu ini masih manja saja." Adhi mencubit hidung putrinya.

Zia langsung mecebikkan bibirnya saat ayahnya bilang kalau dia manja.

"Sudah, jangan merajuk terus. Ada yang akan ayah bicarakan dengan mu." Adhi memulai membicarakam rencananya pada Zia

Zia yang mendengar ayahnya, ingin bicara padanya, di buat heran, karena ayahnya jauh-jauh ke apartemennya untuk membicarakan sesuatu. Zia hanya bisa menebak, yang ayahnya ingin bicarakan adalah hal penting.

"Zi, ayah mau kamu menikah." Adhi mulai memulai menyampaikan keinginannya pada Zia.

Zia yang mendengarkan, ayahnya memintanya menikah, hanya bisa menautkan alisnya, Zia sedikit bingung dengan ke inginan sang ayah. "Kenapa ayah meminta Zia untuk menikah? Zia belum kepikiran yah. Lagi pula Zia nggak punya pacar, bagaimana bisa menikah." Zia sedikit kesal dengan permintaan ayahnya, dan menjawab dengan beberapa pernyataan.

"Zi, dulu ibumu, aku, dan sahabat kami sepakat ingin menjodohkan putra putri kami, dan disini ayah meminta kamu untuk menikah dengan putra sahabat ayah." Adhi mulai menjelaskan maksud dari permintaannya.

Zia membulatkan matanya mendengar apa yang di ucapkan ayannya, Zia sedikit keget dengan penuturan ayahnya. "Ayah, ini sudah bukan zaman Aiti Nurbaya, kenapa harus di jodoh-jodohkan. Lagi pula Zia mau menikah dengan orang yang Zia cintai yah." Zia mulai kesal mendengar permintaan ayahnya, dan mencoba untuk menolaknya.

"Zi, semua ini adalah keinginan mendiang ibumu juga. Dulu ibumu sangat bersemangat dengan rencana ini. Dan ayah di sini hanya ingin memenuhi janji ayah pada ibumu." Adhi begitu sedih mengingat mendiang istrinya, dan mengingat keinginannya untuk menikahkan anaknya dengan anak sahabatnya

"Ayah .... " Zia melihat ayahnya yang begitu sedih mengingat ibunya, Zia tak bisa pun merasa tidak tega melihat ayahnya, tapi berat untuk Zia menikah, dengan seseorang yang dia tidak kenal, dan tidak dia cintai.

Zia menimbang semua yang di katakan ayahnya padanya. "Baiklah Zia setuju yah." Akhirnya Zia memilih menyetujui demi ayah dan mendiang ibunya.

"Benarkah nak, kamu mau?" tanya Adhi memastikan, dan Zia mengangguk tanda setuju.

Mir lihatlah, aku akan mewujudkan keinginanmu. Dalam hati Adhi merasakan bahagia.

"Kapan penikahannya, Yah?"

"Seminggu lagi," jawab Adhi

"Hah ... Ayah bercanda, kenapa secepat ini?" Zia benar- benar tak habis pikir dengan ayahnya ucapkan, kalau pernikahan akan di selengarakan dalam seminggu.

"Dengar, kita hanya mengundang keluarga, acaranya ijab qobul saja. Jadi tak masalah di laksanakan lebih cepat. Masalah resepsi nanti kalian tentukan sendiri kapannya. Yang penting sah dalam agama dan hukum dulu." Adhi menjelaskan pada putrinya rencana yang sudah dia siapakan.

Zia yang mendengar ayahnya sudah merencanakan semua hanya bisa menuruti semuanya. "Baiklah kalau itu yang terbaik menurut Ayah, Zia ikut saja." Akhirnya Zia memilih pasrah dan mengikuti semuanya.

"Calon suamimu akan datang sehari sebelum pernikahan. Nanti kalian bisa mencari cincin bersama, saat dia datang."

Hih ... apa-apan pria aneh, mau menikah tapi datangnya terlalu dekat dengan waktu pernikahan, batin Zia kesal mengingat ucapan ayahnya.

"Ya sudah aku ikut ayah saja."

Setelah Adhi menyelesaikan tugasnya untuk memberi tahu Zia, Adhi pun memilih pulang.

Setelah ayahnya pulang Zia cuma diam merenungi. Menikah dengan orang yang tidak di kenal akan jadi apa pernikahannya nanti. Jangankan cinta kenal saja tidak, itulah yang di pikirkan oleh Zia.

Achhhh ....

Zia benar-benar frustasi membayangkan semua yang akan terjadi ke depan.

"Bu, Zia akan menikah dengan pilihan ibu, apa ibu akan senang." Zia berucap seraya melihat foto ibunya. Tidak terasa air matanya mengalir. Zia hanya bisa pasrah menjalani semua yang sudah di siapkan oleh ayahnya. Demi ke dua orang tuanya Zia rela menerima pernikahan perjodohan ini.

Terpopuler

Comments

Sofia Pontoh

Sofia Pontoh

Aq penggemarmu Thor.. aq dah baca karyamu yg ke 3.. My Babay Ceo.. my Perfeck daddy dann lnnjut yg skrg..😁👍 kereenn..karya2mu thor..

2022-09-26

2

Kiki Rezki Hamriani

Kiki Rezki Hamriani

mampir dari rumah mas duda🥰🥰

2022-09-10

0

RestuFebri Ae

RestuFebri Ae

aku penggemarmu thor♥️♥️

2021-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 Setuju untuk menikah
2 Perjanjian perjodohan
3 Kembali ke indonesia
4 Pertemuan
5 Ternyata cintaku
6 Bertemu teman
7 Zia bertemu dave
8 Hari sebelum pernikahan
9 Pernikahan
10 Malam pertama
11 Diawali pertemanan
12 Dirumah mertua
13 Sarapan buatan zia
14 Bertemu dion
15 Dion lagi
16 Kembali ke rutinitas
17 Penyewa villa
18 Kembali ke kantor dan boutique
19 David
20 Arga sakit
21 Rahasia
22 Berangkat sama aku
23 Reuni (part1)
24 Reuni (part 2) game bisik-bisik
25 Reuni (part 3) berhenti berharap
26 Reuni (part 4) ungkapan cinta
27 Ternyata cinta
28 Pagi yang indah
29 Masih terasa sakit
30 Siapa byan
31 Morning kiss
32 Persiapan ulang tahun kesya
33 Ulang tahun kesya
34 Di antar David
35 Kecelakaan Zia
36 Di rawat
37 Arga tahu
38 Pulang
39 Kepanikan Bunda
40 David mengetahui semua
41 David dan Arga
42 Testpack
43 Kembali berkerja
44 Arga memasak
45 Undangan dari Lidia
46 Di sambut dua wanita
47 Makan malam
48 Akan mengantarmu
49 Jangan mendiamiku!
50 Jadikan aku istri keduamu
51 Jangan cepat menjadi tua
52 Ziga
53 Lupakan perkerjaan
54 Berusaha mengenggam mu
55 Aku hanya mengingatkan
56 Dapat bekas
57 Maaf
58 Aku akan membencimu
59 Jangan mengancamku
60 Kamu akan memukulnya?
61 Suami Zia
62 Pulanglah
63 Sebaiknya kamu mencari tahu
64 Aku bahagia
65 Anak kecil
66 Tidak punya kakek nenek
67 Melepaskanmu
68 Izinkan aku memelukmu
69 Kecuali kamu menyakitiku
70 Mengantar kamu
71 Belum menghubungi
72 Melewatkan kesempatan
73 Aku merindukan mu
74 Rahasia
75 Membujuk ayahmu
76 Kembali ke rumah
77 Positif
78 Menyusun rencana
79 Ini aku
80 Aku akan buktikan
81 Jangan sentuh aku
82 Penyelamat
83 Jangan hukum aku
84 Menerima dirimu
85 Memberikan waktu
86 Apa kamu mau?
87 Apa ini?
88 Kebahagiaan (Tamat)
89 Info Novel
90 Novel Baru Labuhan Cinta
91 Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92 Novel Baru Rilis Di noveltoon
93 Bos Duda Kesayangan
94 PO Labuhan Cinta
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Setuju untuk menikah
2
Perjanjian perjodohan
3
Kembali ke indonesia
4
Pertemuan
5
Ternyata cintaku
6
Bertemu teman
7
Zia bertemu dave
8
Hari sebelum pernikahan
9
Pernikahan
10
Malam pertama
11
Diawali pertemanan
12
Dirumah mertua
13
Sarapan buatan zia
14
Bertemu dion
15
Dion lagi
16
Kembali ke rutinitas
17
Penyewa villa
18
Kembali ke kantor dan boutique
19
David
20
Arga sakit
21
Rahasia
22
Berangkat sama aku
23
Reuni (part1)
24
Reuni (part 2) game bisik-bisik
25
Reuni (part 3) berhenti berharap
26
Reuni (part 4) ungkapan cinta
27
Ternyata cinta
28
Pagi yang indah
29
Masih terasa sakit
30
Siapa byan
31
Morning kiss
32
Persiapan ulang tahun kesya
33
Ulang tahun kesya
34
Di antar David
35
Kecelakaan Zia
36
Di rawat
37
Arga tahu
38
Pulang
39
Kepanikan Bunda
40
David mengetahui semua
41
David dan Arga
42
Testpack
43
Kembali berkerja
44
Arga memasak
45
Undangan dari Lidia
46
Di sambut dua wanita
47
Makan malam
48
Akan mengantarmu
49
Jangan mendiamiku!
50
Jadikan aku istri keduamu
51
Jangan cepat menjadi tua
52
Ziga
53
Lupakan perkerjaan
54
Berusaha mengenggam mu
55
Aku hanya mengingatkan
56
Dapat bekas
57
Maaf
58
Aku akan membencimu
59
Jangan mengancamku
60
Kamu akan memukulnya?
61
Suami Zia
62
Pulanglah
63
Sebaiknya kamu mencari tahu
64
Aku bahagia
65
Anak kecil
66
Tidak punya kakek nenek
67
Melepaskanmu
68
Izinkan aku memelukmu
69
Kecuali kamu menyakitiku
70
Mengantar kamu
71
Belum menghubungi
72
Melewatkan kesempatan
73
Aku merindukan mu
74
Rahasia
75
Membujuk ayahmu
76
Kembali ke rumah
77
Positif
78
Menyusun rencana
79
Ini aku
80
Aku akan buktikan
81
Jangan sentuh aku
82
Penyelamat
83
Jangan hukum aku
84
Menerima dirimu
85
Memberikan waktu
86
Apa kamu mau?
87
Apa ini?
88
Kebahagiaan (Tamat)
89
Info Novel
90
Novel Baru Labuhan Cinta
91
Pengumuman Pre Order Novel My Baby CEO Versi Cetak
92
Novel Baru Rilis Di noveltoon
93
Bos Duda Kesayangan
94
PO Labuhan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!