Ikuti Saja Takdir Membawa

Ikuti Saja Takdir Membawa

Bab 1 Ketahuan kamu

Ketahuan kamu

Tap!

Tap!!

Tap!!!

Terdengar suara hentakan langkah kaki keluar dari lift menuju kamar dua kosong sembilan. Seorang wanita dengan jantung berdegup berjalan menyusuru lorong hotel. Yang diduga tujuan suaminya menginap disana.

"Awas aja kalau beneran dugaanku selama ini... Awas kalian!!! gumam arvita menatap pintu kamar hotel sambil menyiapkan HP untuk merekam kejadian didalam"

Dengan perasaan yang was-was tegang, terus berdoa dan menyiapkan mental untuk melihat kejadian di dalam kamar tersebut. Wanita itu mengetuk pintu. Namun saat akan mengetuk pintu tiba-tiba ada yang menghentikan langkahnya.

"Tunggu dulu, jangan gegabah!!" Ucap seorang pria sambil memegang tangan Arvita

"Siapa anda??? Arvita"Jawab Arvita

"Kita buat rencana dulu penggrebekan ini." Jawab pria tersebut

"Lepasin tangan saya... Awas minggir, jangan ikut campur!!! Ketus Arvita"

"Oke oke, bentar biar saya yang pegang HPnya." Jawab si pria sambil ngambil alih HP dari Arvita.

Arvita segera membuka pintu hotel. Karena sebelumnya sudah minta kunci cadangan di receptionis.

Ceklekk...

__________ Flashback On ____________

Di sebuah rumah lumayan mewah di tengah kota.

"Sayang,, hari ini aku ada meeting di luar kota. Ucap Heri suami Arvita sambil makan sarapannya di meja makan"

"Tumben dadakan ngomongnya.. Biasanyakan jauh hari minta ijinnya., patut dicurigai ini. Batin Arvita"

Memang beberapa minggu terakhir ini kelakuan suaminya agak aneh dan sangat mencurigakan. Suaminya sering pulang telat dan sering tanpa kabar. Bahkan di hari libur juga sering pergi tanpa pamit.

"Iya mas... Berhati-hatilah disana, jangan lupa untuk selalu berkabar.! " Jawab Arvita sambil tatapan menyelidik

"Kali ini aku tidak boleh kecolongan... Aku akan ikuti terus kemanapun kau pergi, gumam Arvita didalam hati

"Papa mau pergi ya?.. " Tanya Rika anak Heri dan Arvita

"Iya sayang.. anak papa yang paling cantik... Nanti papa beliin oleh-oleh buat kamu. " Jawab Heri

"Beneran pa... Rika mau oleh-oleh dari papa. " Jawab Rika sambil menampilkan senyum gembiranya

"Beneran cantik... Kamu dirumah jangan nakal ya, jagain mama kamu."ucap Heri

" Iya pa... Rika selalu jagain mama kok. " Jawab Rika sambil menyelesaikan sarapannya

Selanjutnya susana hening di meja makan tidak ada obrolan lagi. Mereka sibuk dengan menghabiskan makanan di piring meraka sendiri. Setelah selesai makan mereka bersiap untuk berangkat. Rika berangkat ke sekolah diantar sopir pribadinya dan Heri berangkat kerja yang katanya mau ke luar kota.

Heri berjalan masuk ke mobilnya dan mulai mengemudi keluar dari rumahnya. Sedangkan Arvita segera mengambil tasnya keluar rumah dan naik ojol yang sudah di pesannya tadi sebelum keberangkatan suaminya. Rencananya Arvita akan membuntuti suaminya dan memantau aktivitasnya hari ini. Ia sudah bertekad sejak dia hari yang lalu karena kecurigaannya akhir-akhir ini kepada suaminya. Ia sering melihat noda lisptick di baju suaminya yang diyakini milik perempuan diluar sana.

Arvita terus membuntuti mobil suaminya menyusuri jalanan di tengah Kota. Alangkah terkejutnya saat mobil suaminya memasuki sebuah hotel di kota tersebut

"Kenapa dia malah ke hotel... Katanya mau keluar kota.... Semakin mencurigakan saja, awas kamu mas jika berani maen dibelakangku. Gumam Arvita didalam hati"

"Mas berhenti didepan Hotel didepan ya. " Ucap Arvita pada pengemudi ojol

"Baik mbak." Jawab pengemudi ojol

Setelah sampai di depan hotel, Arvita segera masuk kedalam dan langsung menanyakan keberadaan suaminya kepada receptionis. Hal mudah bagi seorang Arvita untuk mendapat info dari pegawai hotel karena hotel tersebut salah satu usaha milik sahabatnya. Dengan bantuan sahabatnya Arvita mudah untuk mendapat info dan kunci cadangan dari pihak hotel.

Selanjutnya Arvita segera mencari keberadaan suaminya yang masuk ke salah satu kamar hotel tersebut. Dengan langkah tegap ia menyusuri lorong dan masuk ke dalam lift untuk mencapai lantai dimana kamar suaminya.

Disisi lain

Seorang pemuda tampan memakai pakaian santai tapi berkelas masuk ke hotel. Keberadaannya tidak lain hanya untuk memastikan keberadaan istrinya berdasarkan pelacakan GPS nya. Pemuda itu terlihat santai memasuki hotel dan segera menuju kamar dua kosong sembilan tempat keberadaan istrinya berdasarkan lokasi yang ia dapatkan.

Saat hendak menuju kamar yang dimaksud langkahnya terhenti karena ia melihat sosok wanita yang terlihat anggun dan cantik berasa didepan kamar dua kosong sembilan namun anehnya wanita itu terlihat tegang dan gelisah entah apa yang sedang dipikirkan. Pemuda itu menghampirinya dan mencegah tangannya yang hendak membuka pintu kamar tersebut.

______________ Flashback off _____________

Shittt

Suara pintu dibuka, namun beberapa detik kemudian terdengar suara aneh yang tidak asing bagi Arvita dan pemuda tersebut

"Ahhh... Sedikit lagi sayang uhhhhh... Tahan sebentar lagi.. Suara di dalam kamar dua kosong sembilan"

"Uhhh.... Bentar lagi sampe sayang."

Shittttt

"Apa-apaan ini.. Menjijikkan sekali kalian." Terdengar kemarahan Arvita sambil masuk dan menarik rambut wanita yang ada di dalam kamar tersebut.

"Auwww.... Sakit.. Lepaskan... Bangsattt." Erang si wanita tersebut yang wasih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang di tubuhnya.

Deg

"Kau ngapain Arvita.. Lepaskan dia." Teriak Heri suami Arvita

"Asyik...akhirnya ketahuan kamu lisa. Gumam pemuda sambil merekam adegan penggrebekannya"

"Ngapain kamu bilang mas, kurang ajar kamu mas... Berani-beraninya maen dibelakangku." Sanggah Arvita kepada suaminya masih sambil menarik rambut si Sei

"Lepasin dia Arvita... " Teriak Heri yang sudah memakai boxernya sambil melerai pertengkaran Arvita dengan Seli

"Awas kau jalang sialan.. Akan aku botakin kapala kau." Ucap Arvita

"Aku bilang lepasin dia Arvita." Teriak Heri sambil mengangkat tangan kanannya yang akan memukul wajah Arvita istri sahnya itu

Tetapi tangannya terhenti saat akan menyentuh wajah Arvita karena dipegang oleh seseorang yang tak lain pemuda perekam adegan tersebut

Buggh

"Beraninya anda main kasar sama perempuan, sangat menjijikkan sekali kelakuan anda ini!" Ucap pemuda itu sambil mendorong Heri hingga terjungkal di lantai

"Sialan... Awas kau. Bang***." Balas Heri sambil berdiri dan hendak memukul pemuda tadi.

Terjadilah sedikit perkelahian sengit antara Heri dan pemuda yang bersama Arvita tadi. Sementara Arvita mengambil alih HP yang digunakan untuk merekam kejadian tadi. Sedangkan lisa berusaha untuk bangkit memungut pakaian dan memakainya.

Buggh

Buggh.

Buggh.. 

"Awww.." Pekik Heri mendapat bogem mentah dari pemuda tadi

" Rasain... Makanya jangan sok jagoan? Beraninya sama perempuan. "Seringgai pemuda tersebut sambil membenahi pakaiannya yang agak awut-awutan karena perkelahian tadi.

" Heri. mulai hari ini jangan cari aku lagi dan tunggu surat panggilan perceraiannya karena aku akan segera menggugat cerai di pengadilan, aku gak sudi lagi hidup sama penghianat sepertimu!!! "Ucap Arvita sambil menatap tajam pada calon mantan suaminya

"Iya silakan gugat cerai, aku tunggu surat panggilannya dan mulai saat ini Saya Heri Winanto men talak tiga Arvita Yunisari kau bukan lagi istriku dan selanjutnya segera kemasi barangmu untuk meniggalkan rumah! " Nyalang Heri

Bersambung.... 

Cerita bakal update tiap hari,

1-3 bab per harinya

Jangan lewatkan kelanjutannya ya

Episodes
1 Bab 1 Ketahuan kamu
2 Bab 2 Tinggalkan aku
3 Bab 3 Tentang Arvita Yunisari
4 Bab 4 Tentang Reno Sasongko
5 Bab 5 Perjodohan
6 Bab 6 awal pernikahan Reno
7 Bab 7 Harus kuat
8 Bab 8 Kondisi Arvita
9 Bab 9 Ketemu Sahabat
10 Bab 10 Time Zone
11 Bab 11 time zone 2
12 Bab 12 Kehidupan Reno pasca perpisahan
13 Bab 13 Bekerja
14 Bab 14 Hari pertama kerja
15 Bab 15 POV Arvita
16 Bab 16 POV Reno
17 Bab 17 Di bandara
18 Bab 18 pertemuan tidak terduga
19 Bab 17 Di bandara
20 Bab 18 Pertemuan tidak terduga
21 Bab 21 SAH juga
22 Bab 21 SAH juga
23 Bab 22 Tidur seranjang
24 Bab 23 Di kamar
25 Bab 25 Ke kantor dengan status baru
26 Bab 26 Kepo Jesi
27 Bab 27 Kedatanga mantan istri
28 Bab 28 Mencoba romantis
29 Bab 29 perseteruan diruang CEO
30 Bab 30 Menenangkan
31 Bab 31 Kepribadian Reno
32 Bab 32 Penghasutan dan Drama
33 Bab 33 kedustaan
34 Bab 34 Habis meeting
35 Bab 35 Bikin anak
36 Bab 36 Terungkapnya sifat seli
37 Bab 37 Baju baru di rumah Reno
38 Bab 38 Kemarahan papa Reno
39 Bab 39 Bertemu mertua
40 Bab 40 Kelicikan Seli dan heri
41 Bab 41 Makan dipinggirang
42 Bab 42 Cemburu
43 Bab 43 olah raga malam, malam pertama
44 Bab 44 Lanjut ronde 2
45 Bab 45 Rutinitas
46 Bab 46 ngobrol di telepon
47 Bab 47 kemarahan Mama papa Reno
48 Bab 48 Gosip mulai menyebar
49 Bab 49 Gosip mulai berkembang
50 Bab 50 Cecar orang tua Seli
51 Bab 51 Publikasi
52 Bab 52 Persiapan makan malam
53 Bab 53 Makan malam bersama
54 Bab 54 Bertemu lagi
55 Bab 55 Aktivitas dikantor
56 Bab 56 Jesi dan Arman
57 Bab 57 Kegembiraan Arman
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 Ketahuan kamu
2
Bab 2 Tinggalkan aku
3
Bab 3 Tentang Arvita Yunisari
4
Bab 4 Tentang Reno Sasongko
5
Bab 5 Perjodohan
6
Bab 6 awal pernikahan Reno
7
Bab 7 Harus kuat
8
Bab 8 Kondisi Arvita
9
Bab 9 Ketemu Sahabat
10
Bab 10 Time Zone
11
Bab 11 time zone 2
12
Bab 12 Kehidupan Reno pasca perpisahan
13
Bab 13 Bekerja
14
Bab 14 Hari pertama kerja
15
Bab 15 POV Arvita
16
Bab 16 POV Reno
17
Bab 17 Di bandara
18
Bab 18 pertemuan tidak terduga
19
Bab 17 Di bandara
20
Bab 18 Pertemuan tidak terduga
21
Bab 21 SAH juga
22
Bab 21 SAH juga
23
Bab 22 Tidur seranjang
24
Bab 23 Di kamar
25
Bab 25 Ke kantor dengan status baru
26
Bab 26 Kepo Jesi
27
Bab 27 Kedatanga mantan istri
28
Bab 28 Mencoba romantis
29
Bab 29 perseteruan diruang CEO
30
Bab 30 Menenangkan
31
Bab 31 Kepribadian Reno
32
Bab 32 Penghasutan dan Drama
33
Bab 33 kedustaan
34
Bab 34 Habis meeting
35
Bab 35 Bikin anak
36
Bab 36 Terungkapnya sifat seli
37
Bab 37 Baju baru di rumah Reno
38
Bab 38 Kemarahan papa Reno
39
Bab 39 Bertemu mertua
40
Bab 40 Kelicikan Seli dan heri
41
Bab 41 Makan dipinggirang
42
Bab 42 Cemburu
43
Bab 43 olah raga malam, malam pertama
44
Bab 44 Lanjut ronde 2
45
Bab 45 Rutinitas
46
Bab 46 ngobrol di telepon
47
Bab 47 kemarahan Mama papa Reno
48
Bab 48 Gosip mulai menyebar
49
Bab 49 Gosip mulai berkembang
50
Bab 50 Cecar orang tua Seli
51
Bab 51 Publikasi
52
Bab 52 Persiapan makan malam
53
Bab 53 Makan malam bersama
54
Bab 54 Bertemu lagi
55
Bab 55 Aktivitas dikantor
56
Bab 56 Jesi dan Arman
57
Bab 57 Kegembiraan Arman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!