Chapter 2

Darrel mendatangi sebuah club malam terkenal di kota itu. Beberapa temannya sudah menunggu di sana. Dalam ruangan VIP. Ada beberapa perempuan juga yang menemani mereka. Tentu saja perempuan yang dibayar mahal.

"Yo, lihat siapa ini." seru salah satu temannya berambut cokelat.

"Kenapa kau sangat lama? Kami sudah menunggu lebih dari dua jam."

"Aku sibuk kerja," jawab Darrel terkesan cuek. Kemudian seorang wanita penghibur naik ke atasnya. Duduk di pangkuannya, tanpa permisi.

Darrel menatap wanita itu dengan sorot mata tajam. Dia memang sering ke club dengan teman-temannya. Tapi dia tidak pernah main wanita. Juga tidak pernah suka di sentuh oleh para wanita murahan itu.

Darrel ke club hanya untuk minum. Terutama menghindari isterinya yang ada di rumah,

Hope.

Mereka memang sudah menikah. Tapi Darrel belum pernah menyentuhnya sekalipun. Karena pernikahan itu bukanlah pernikahan atas dasar cinta. Memang dia pernah memiliki sedikit rasa terhadap Hope, tapi jauh sebelum mereka jadi suami istri.

Setelah menikah, Darrel menjadi dingin pada wanita itu. Dimatanya, Hope setuju menikahinya karena uang dan nama besar keluarganya. Darrel benci kenyataan itu. Jadi selama dua tahun ini, lelaki itu kebanyakan pulang tengah malam untuk menghindar.

"Hai tampan, kau mau aku menemanimu bermain sebentar?" tanya sih wanita penghibur dengan nada menggoda. Tangannya memainkan dasi Darrel, dan menyentuh dadanya yang keras.

Makeup-nya terlalu tebal hingga Darrel jijik melihatnya. Perempuan menor. Ia heran kenapa banyak temannya menyukai perempuan-perempuan berpenampilan aneh begini.

"Turun." ucap Darrel. Suaranya rendah. Ia menatap wanita itu dingin.

"Loh, kenapa? Aku sangat pandai memberi anda kepuasan tuan, mau coba? Mau di sini langsung atau ke kamar?"

Brengsek.

Apa-apaan ini? Darrel menatap salah satu temannya yang duduk di sebelahnya.

"Bukankah sudah pernah kuingatkan jangan pernah ada ja-lang satupun yang menggangguku?!" sentaknya kasar hingga semua yang berada dalam ruangan itu kaget.

"Dan kau sialan, turun sekarang sebelum aku membuat kaki dan tanganmu tidak bisa bergerak lagi!" 

Wanita itu pun turun dengan lutut bergerak ketakutan. Laki-laki itu berubah menjadi sangat menakutkan sehingga semua yang berada di dalam sana terdiam. Suasana berubah tegang.

Dengan marah Darrel meneguk segelas kokain yang belum tersentuh di atas meja. Teman-temannya saling bertukar pandang.

"Darrel itu ..."

Minuman itu akan diberikan ke salah satu wanita penghibur yang akan menari untuk mereka malam ini, dan sudah dicampur dengan obat perangsang.

"Kenapa?" Darrel menatap temannya yang bernama Keno, sekaligus sekretarisnya.

"Ada perangsang dalam minuman yang kau telan tadi." kata Keno.

"Sial," maki Darrel. Tapi dia sudah menghabiskan semuanya. Rasa panas mulai menjalar ke tubuhnya. Keno mendekatinya.

"Jenisnya obatnya sangat kuat, kau mungkin tidak bisa menahannya meski kau mandi. Hanya bisa dengan ..." ucapan Keno tertahan.

"Lalu?" Darrel mulai merasa tersiksa. Obat itu mulai bereaksi. Ia melonggarkan dasi dan membuka satu kenop kemeja paling atas.

"Apa kau ingin aku mencarikan-mu wanita untuk mengobatimu?" tawar Keno. Darrel mendesis,

"Tidak perlu. Aku akan pulang sekarang juga."

Darrel berdiri meninggalkan ruangan itu. Keno ingin mengantarnya tapi ia menolak.

Sepanjang perjalanan pulang Darrel sangat tersiksa. Ia gelisah.

Begitu tiba di rumah, lelaki itu langsung menuju dapur dan meneguk segelas air dingin yang diambilnya dari dalam kulkas. Rumah sudah sepi, semua orang tampaknya sudah tidur.

Habis minum, bukannya semakin reda, Darrel malah semakin kehausan. Rasa hausnya makin menjadi-jadi. Ia merasa gelisah, panas, dan sangat kehausan.

Darrel pun naik ke lantai dua menuju kamarnya dan Hope. Ia masuk ke dalam kamar bertepatan dengan sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi. Wanita itu hanya mengenakan handuk. Dan terlihat begitu seksi di mata Darrel.

Pria itu berusaha menjernihkan pikirannya, tapi pengaruh obat itu begitu kuat, ia tidak mampu menguasai dirinya. Begitu tatapan mereka bertemu, ia melihat ekspresi kaget Hope. Wanita itu cepat-cepat berbalik lagi hendak masuk kembali ke kamar mandi.

"Berhenti!"

Perintah Darrel langsung. Otomatis Hope berhenti. Ia paling penurut apalagi sama Darrel.

Tapi Hope malu. Karena Darrel tiba-tiba muncul di waktu yang tidak tepat. Saat dia baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk.

Kenapa Darrel pulang jam segini? Biasanya kan pria itu pulang tengah malam, untuk menghindarinya. Hope tahu itu. Tapi sekarang baru jam sepuluh.

Sebenarnya Hope sudah mandi tadi, tapi karena Aurel menyuruhnya membeli keperluannya di supermarket, waktu pulang tubuhnya merasa gerah dan berkeringat. Jadi dia mandi lagi.

"M ... Mas sudah pulang?"

Darrel mendengus. Pertanyaan bodoh. Jelas-jelas dia sudah berada dalam kamar ini, masih ditanya lagi sudah pulang atau belum. Pria itu duduk di sofa, menahan kegelisahan akan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Masih bisa dia tahan sebentar.

Pandangannya mengarah lurus ke Hope. Tubuh wanita itu saat memakai handuk sungguh seksi.

"Kenapa ... mandi malam-malam begini?"

Walau tubuhnya sudah dikendalikan oleh obat sialan itu, Darrel masih sadar sepenuhnya. Hanya saja ia merasa amat tersiksa. Butuh pelampiasan dan pelepasan.

Hope mengerutkan kening. Aneh. Ia merasa ada yang aneh dengan suaminya. Gerakan-gerakan pria itu yang seperti cacing kepanasan membuatnya berpikir keras.

"Mas kenapa, sakit?" tanyanya dengan polosnya. Satu-satunya yang ada dalam pikirannya ya itu. Tidak ada yang lain.

Hope itu masih polos, tidak pernah bergaul dengan dunia malam. Kesehariannya dari kecil hanya sekolah, dan langsung pulang.  Jarang bergaul dengan teman-teman sekolahnya. Tidak pernah dengar tentang obat perangsang dan cara kerja obat itu.

Di sekolah, mereka tidak pernah di ajarkan hal-hal seperti itu. Hanya ada pelajaran biologi yang sedikit menjurus ke hal-hal dewasa. Itu pun dia tidak terlalu mengerti, karena tidak suka dengan pelajaran biologi.

Umur Hope sekarang baru sembilan belas tahun. Tidak kuliah. Hanya tinggal di rumah dan mengabdi sebagai istri Darrel yang usia mereka terpaut tujuh tahun. Waktu menikah dengan Darrel, usianya tujuh belas tahun.

Darrel tidak menjawab pertanyaan Hope. Pria itu berdiri dari sofa dan berjalan mendekati isterinya yang masih muda. Hope refleks mundur karena tubuh Darrel tiba-tiba menjadi sangat dekat dengan tubuhnya. Tangannya meremas kuat-kuat handuk yang ia kenakan. Tubuhnya kini bersandar di tembok dekat kamar mandi.

"Aku butuh obat ..." gumam Darrel dengan tatapan sayu. Kedua tangannya berpegangan di bahu telan-jang Hope.

"Ma ... Mas sakit apa?" tanya Hope terbata. Ia bisa merasakan hembusan napas Darrel di wajahnya.

"Aku mau kamu ..." Darrel pun langsung mengangkat tubuh Hope dan membawanya duduk di atas meja.

Hope kaget. Jantungnya berdegup kencang.

"M ... Mas Darrel ..."

"Layani aku malam ini," gumam Darrel lagi. Kali ini melepaskan handuk yang terlilit di tubuh Hope dan dilempar ke lantai.

"Mas!" kedua tangan Hope buru-buru menutupi aset bawa dan atasnya mengenakan tangannya. Wajahnya sudah memerah seperti tomat.

Terpopuler

Comments

Taryumi 2003

Taryumi 2003

knp ga dipupuk ,.. setelah menikah, harusnya rasa itu lebih ketara...

2025-01-15

0

英

kewajipan harus dlm keadaan sesama ingin bukan sbb ubat sialan 😒

2024-11-18

0

Taryumi 2003

Taryumi 2003

bener darrel .. mending pulang ... lampiasin ke istri sendiri...

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87 End
88 i'm sorry i love you
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87 End
88
i'm sorry i love you

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!