Mengenakan kemeja batik, dan celana cino berwarna krem. Bastian sampai di tempat acara pertunangan salah satu sahabatnya yang bernama Gerald. Ia melepaskan kaca mata hitam yang sejak tadi bertengger nyaman di wajah tampannya.
Mengelilingkan pandangannya, berharap ada seseorang yang dirinya kenal. Kedua sudut bibirnya terangkat begitu melihat salah satu sahabatnya, berdiri bersama dengan dua orang wanita yang Bastian tebak pasti adalah istrinya dan yang satunya ... mungkin saudaranya. Bastian melangkah menghampiri.
“Hei,” seru Bastian mengejutkan orang itu dari arah belakang yang membuat ketiga orang di sana menoleh serempak ke arahnya.
Sepersekian detik, Bastian terkejut bukan main saat melihat wanita yang ada di samping Abimanyu
Bagaimana dia bisa bersama dengan Abimanyu? Jangan bilang kalau dia istrinya?
Namun, pandangan Bastian beralih pada wanita lainnya yang digandeng oleh sahabatnya.
Ah, bukan istrinya, kan? Atau jangan bilang kalau Syifa...
“Hei, Bro!” Orang yang bernama Abimanyu itu juga tersenyum senang saat melihat Bastian, ia memeluk Bastian sekilas dan menepuk pundaknya. “Kapan lo balik ke Indonesia?”
Beruntungnya, Bastian yang terbiasa menghadapi berbagai situasi bisa dengan cepat menguasai diri hingga orang yang ada di hadapannya tidak menyadari keterkejutannya.
“Gue, gue baru sampai semalam, mendadak. Si Gerald berisik banget pas gue bilang ga bisa datang, biar nanti saja pas doi nikah. Taunya dia kirim tiket,” tutur Bastian yang sengaja tidak mengatakan kalau sebenarnya ia sudah kembali ke Indonesia beberapa hari lalu. Jika Abimanyu tahu hal itu, ia pasti akan mengintrogasinya.
Sesekali pandangan Bastian melirik gadis yang ada di sebelah Abimanyu yang sengaja mengabaikannya dan berpura-pura tidak mengenalnya. Wanita itu juga sepertinya masih tidak mempercayai keberadaannya di sana.
“Bas, kenalin istri gue, Infiera.” Abimanyu, sahabat Bastian mengenalkan wanita yang ada di sebelah kirinya. “Kalau ini adik gue, Asyifa.”
Sh*t! Umpat Bastian saat mendengar hal itu. Rupanya tebakannya benar. Tapi bagaimana mungkin?
Bukan, Bastian bukan tidak tahu kalau Abimanyu memiliki adik perempuan tapi ia hanya belum pernah bertemu dengan adiknya. Siapa sangka jika adiknya adalah wanita yang beberapa hari yang lalu menjadi kekasihnya. Ya walaupun itu karena dipaksa olehnya.
Mati gue!
Bastian tersenyum canggung memikirkan bagaimana kalau Asyifa melaporkan perbuatannya pada Abimanyu? Ia akan habis dihajar sahabatnya itu. Bastian mengulurkan tangannya yang langsung dijabat istri Abimanyu.
Akan tetapi, saat mengulurkan tangannya pada Asyifa, wanita itu berpura-pura tidak melihat sampai kakaknya menegur.
“Dek!”
Asyifa yang masih terkejut dengan kehadiran Bastian mau tidak mau menerimanya dan menjabat tangan playboy gila.
“Ayo, kita ke sana,” ajak Abimanyu menunjuk ke kursi yang sudah disediakan untuk mereka.
Keempat orang itu bergegas masuk, menghampiri Gerald yang hari ini akan melangsungkan pertunangan. Menurut kabar, mereka dijodohkan tapi Bastian tidak tahu pasti karena belum sempat bicara banyak hal dengan sahabatnya.
Melihat keberadaan Bastian, pria yang akan bertunangan hari ini langsung berkata, “Sial*n, lo, dari mana saja kalian baru datang? Jantung gue berasa mau copot!”
Asyifa tiba-tiba tertawa mendengar ucapan Gerald, membuat Bastian langsung menoleh ke arahnya. “Lebay, ah, Kak Ge.”
“Serius, Dek!”
Gerald melirik ke arah Bastian dan berkata, “Akhirnya, ya, lo, datang juga!”
“Haha, tentu saja gue datang karena sohib gue sudah ga jomblo.”
“Iya, dong, emangnya lo? Betah banget jadi jomblo!”
“Gue? Kapan gue Jomblo?”
Bastian menaik-turunkan alisnya.
“Lo lupa Ge, kalau dia tidak pernah jomblo?” tanya kakak Asyifa. “Asalkan jangan deketin adek gue saja. Atau mati lo!”
Bastian menelan ludahnya susah payah saat mendengar ucapan Abimanyu.
Gue sudah pacaran malah sama dia!
Namun, tidak mungkin Bastian mengatakannya atau dirinya benar-benar akan mati di tangan Abimanyu.
***
Dua bulan berlalu setelah pertemuannya dengan Bastian di acara pertunangan Gerald, teman kakaknya, Asyifa sama sekali tidak mendapatkan gangguan apa pun dari Bastian.
Apa yang mau diharapkan dari playboy gila kaya dia?
Sampai beberapa hari yang lalu kakaknya, Abimanyu menghubungi mengajaknya untuk berlibur.
“Dek, kamu mau ikut abang sama Kak Fiera liburan ke Bali?” tanya Abimanyu hari itu.
“Abang mau ke Bali?” tanyanya dengan ekspresi berbinar. Tentu saja, tawaran itu sangat menggiurkan. Apalagi beberapa bulan yang lalu ia gagal pergi berlibur ke Korea karena sang ibu tidak dapat menemaninya saat itu karena bertepatan dengan pelantikan ayahnya sebagai direktur rumah sakit.
“Iya, Dek, mau baby moon,” jawab Abimanyu tertawa. “Abang dapat hadiah dari Bastian,” lanjutnya lagi, membuat senyum di wajah Asyifa lenyap begitu saja.
“Ba-Bastian?”
Asyifa tidak menyangka akan mendengar nama itu lagi setelah dua bulan berlalu tanpa kabarnya.
“Iya, kita diundang di pembukaan resort barunya di Bali.”
“Ah, begitu, ya.” Ia hanya bisa menanggapi secara singkat.
“Bagaimana, Dek? Kamu mau ikut, ga? Kalau mau, abang pesankan tiket buat ke Jakarta.”
Awalnya, ajakan kakaknya memang sangat menggiurkan. Kapan lagi Asyifa bisa berlibur ke Bali gratis? Tetapi, saat tahu kalau ajakan itu berasal dari Bastian ia malah bergidig.
“Tidak bisa, Bang. Aku masih sibuk dengan tugas akhir. Sebentar lagi, kan, wisuda,” jawab Asyifa sedikit berbohong. Dia memang disibukkan dengan tugas akhir tapi tentu saja sudah sedikit longgar dan bisa pergi untuk beberapa hari jika ingin berlibur.
“Ya, sayang banget. Kapan lagi, kan, kita bisa berlibur bersama. Ya sudah kalau memang tidak bisa. Nanti saja kalau kakak iparmu sudah melahirkan kita pergi liburan. Kamu bilang mau ke Korea, kan? Kita cari waktu pas winter di sana.”
“Baiklah, Bang.”
“Ya sudah, abang tutup dulu, ya.”
Setelahnya, panggilan terputus. Asyifa meletakkan ponselnya dan menghela napas berat. “Kenapa harus sama dia, sih,” gerutunya dengan kesal. Syifa ingin merebahkan tubuh tapi suara ibunya lebih dulu terdengar. “Dek, itu temannya sudah datang,” teriak ibu dari luar kamar disusul ketukan di pintu karena dikunci.
“Iya, Bu, sebentar.”
Asyifa buru-buru meraih tas gendongnya yang berisi peralatan untuk menggambar dan kembali mengambil ponsel yang tadi diletakkan sembarangan di atas tempat tidur lalu dia buru-buru keluar dari kamar untuk menemui temannya. Ia mendapat tawaran magang dari sebuah perusahaan.
“Ayo, Del,” ajak Asyifa menghampiri temannya yang bernama Adelia, sedang duduk di ruang tamu setelah berpamitan dengan ibunya.
“Fa, kamu tahu ga kalau yang merekrut kita itu perusahaannya berpusat di Australia?”
Asyifa mengangkat bahunya. “Bagaimana aku tahu? Kau, kan, yang menawarkan pekerjaan ini.”
Adelia tertawa karena menanyakan sesuatu yang sudah jelas. “Benar juga. Maaf, maaf.”
Asyifa hanya bisa menggelengkan kepalanya karena temannya satu ini sedikit lemot.
“Aku juga dapat tawaran ini dari saudaraku. Dia bilang perusahaannya berpusat di Australia tapi pemiliknya orang Indonesia.”
“Baguslah, kita jadi tidak akan kesulitan kalau begitu.”
Adelia setuju dengan temannya lalu dia teringat sesuatu. “Ngomong-ngomong, bagaimana dengan pria yang kamu ceritakan waktu itu? Apakah dia masih mengganggu.”
Mendengar pertanyaan itu, Asyifa kembali teringat pada Bastian. Kenapa hari ini sudah dua orang yang membahasnya?
“Tidak, dia tidak pernah mengganggu dan jangan sampai dia melakukan itu,” ucapnya kesal.
“Haha ... jangan terlalu membenci, mungkin saja suatu hari nanti kau akan menjadi istrinya,” ucap Adelia memperingati.
“Itu tidak mungkin!”
“Awas kamu ketulah ucapan sendiri.”
Adelia tertawa dengan hal itu, membuat Asyifa jengkel dibuatnya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar, membuat Asyifa mau tidak mau melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya. Keningnya berkerut karena nama yang tertera dilayarnya sama sekali tidak terduga.
“Playboy gila!”
Nama itulah kini yang terlihat.
“Sampai bertemu nanti, Sayang.”
Dasar gila! Siapa yang mau bertemu dengannya?
Tanpa membalas pesan tersebut. Asyifa memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan bergegas pergi bersama dengan temannya untuk interview.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰
2024-11-20
0
ᥫᩣ 🕳️ Chusna
dan rencana itu terjdi karna Abimanyu 🤣🤣🤣☺️
2024-03-16
0
ᥫᩣ 🕳️ Chusna
seriuss bas🤣🤣🤣
2024-03-16
0