Perpustakaan ....
Merasakan getaran ponselnya di atas meja, Angkara segera melihat siapa yang baru saja mengirim pesan di jam istirahat seperti ini. Keningnya mengerut melihat jika pengirim tersebut tidak lain adalah Tiara.
📩Tiara: Sekarang aku mengerti kenapa Alana nggak pernah mengejar-ngejar kamu lagi Kara. Lihat, dia sudah berpindah ke lain hati
📩Tiara: Send foto
📩Tiara: Murahan ya dia? Aku kira Alana cewek baik-baik.
Angkara kembali meletakkan ponselnya setelah membaca sederet pesan dari Tiara. Ia sama sekali tidak tertarik untuk membalasnya. Bagi Angkara itu sangat tidak penting.
....
Suara deruman motor terdengar silih berganti di jalan raya saat sore hari menjelang. Tetapi itu tidak membuat pengendara lain emosi atau pun terganggu, lantaran tertibnya anggota Avegas berbaris di jalan raya. Sementara inti mereka sedang naik mobil dan berada di bagian paling depan.
Ada beberapa orang sedang melihat Avegas berada di jalanan, bahkan sebagian sengaja meminta foto di lampu merah, tetapi ditolak dengan alasan akan mempengaruhi lalu lintas.
Tak ada drama yang serius, mereka pun akhirnya sampai di warnet yang memang dikhususkan untuk para pemain yang ingin ikut bertanding. Hari ini terbagi menjadi dua tim. Geng Atlas tim A bersama Avegas. Sementara tim B, dihuni oleh All Start dan satu geng motor yang sedang bermasalah dengan Atlas.
Jika Avegas dan Atlas berhasil mengalahkan tim B, maka jalanan yang pernah diklaim oleh mereka akan bebas digunakan oleh geng motor mana saja.
"Kecelakaan lo?" Devano tersenyum kala melihat Alana baru saja memasuki warnet dan duduk di hadapan tim B. Putaran pertama, Avegas melawan All Star.
"Kok tahu ketua kita kecelakaan, dukun lo?" Roy menaikkan alisnya.
"Bukan dukun bukan cenayang, mungkin saja dia penyebabnya." Jevian terkekeh kecil dan itu berhasil membuat Devano marah. Lelaki itu bangkit dari duduknya dan hendak menghampiri Jevian, tetapi ditahan oleh yang lain.
"Ingat, kita disini bertarung melalui komputer, bukan fisik yang bisa membuat sakit," peringatan ketua Atlas.
"Sok bijak lo!" Devano kembali duduk, begitupun dengan Alana yang duduk di kursi penonton bersama ketua Atlas.
Jantung Alana berdetak tidak karuan kala permainan di mulai. Ia sangat khawatir tim Avegas kalah dan menggagalkan perjanjian.
Suasanya yang lumayan tegang, membuat mereka tidak menyadari bahwa orang yang mereka semua incar ikut hadir menonton pertandingan tersebut.
Mr.K, lelaki itu datang dan duduk di bagian paling belakang. Menyaksikan pertandingan melalui layar lebar yang sedang menayangkan pertandingan. Lelaki itu tersenyum kala strategi All Star dan Avegas sama-sama kuatnya.
Merasa permainan hampir selesai, Mr.K pun meninggalkan warnet lantaran tidak ingin ada yang mengetahui dirinya.
"Aaaakkkkkhhhhh sial!" teriak Gio ketika mereka berhasil dikalahkan oleh All Star. Kurangnya ke kompakkan membuat mereka sulit menang.
"Gue juga bilang apa, lo tuh nggak ada apa-apanya tanpa Alana," cetus Devano meremahkan. "Woi Atlas maju lo!" serunya.
Inti Avegas mengeram kesal, bukan karena kalah, tetapi ucapan Devano yang sangat mengesalkan. Ia pun berganti posisi dengan Atlas. Gio duduk di samping Alana.
"Sorry," lirih Gio.
"Sorry juga bu ketua, gue nggak bisa mengimbangi kekuatan mereka," ucap anggota Avegas yang menggantikan Alana.
"Bukan salah kalian, namanya juga usaha. Kalah dan menang soal biasa." Alana tersenyum, meski hatinya sangat panas karena kalah dari Devano.
Jika benar apa yang dikataka Gio, dia benar-benar akan memberikan pelajaran pada orang yang membuat tangannya terluka. Karena pelaku tersebut, niat mulianya terancam tidak berjalan dengan baik.
Setelah berjam-jam berada di dalam warnet, sorakan kemenangan pun terdengar dari mulut All Star bersama yang lainnya. Di mana artinya Avegas dan Atlas kalah kali ini.
Mereka semua keluar dengan raut wajah kekecewaan, terlebih untuk para inti yang telah mati-matian latihan jauh-jauh hari. Gagal mendamaikan, gagal mendapatkan uang, gagal pula ikut bertanding secara internasional.
"Sorry Bro, kita gagal mengambil jalanan yang diklaim oleh mereka seenak jidat, padahal lahan itu tempatnya para pedagang di malam hari," ucap Alana pada ketua Atlas.
"Santai saja, kita bisa merebutnya dengan cara lain. Terlebih karena mereka nama anak motor dicap nggak baik sama para orang tua. Beberapa anggota gue mundur karena berita nggak mengenakkan di Tv itu. Orang tuanya mengancam akan mengusir mereka.
Memang benar, baru-baru saja ada berita tentang geng motor yang mengacak-acak pedagang kaki lima karena mengklaim jalanan itu milik mereka untuk nongkrong atau pun konvoi. Dan semuanya berimbas pada semua geng motor.
"Btw, kalian nggak ada niatan menyelidiki kecelakaan Alana? Ganjal banget loh, masa kecelakaannya harus di waktu mepet pertandingan."
"Sudah, dalam proses, kita nggak akan membiarkan mereka lolos begitu saja kalau memang kecelakaannya disengaja," celetuk Jayden.
...****************...
Avegas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Arsyad Al Ghifari 🥰
Jayden benar . kecelakaan Alana emang harus di selidiki
2024-02-10
1
Yunia Afida
jayden gercep juga
2024-02-10
1
Hafifah Hafifah
law cemburu bilang dong g usah memfitnah orang
2024-02-09
3