Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?

Azka mengerutkan keningnya ketika kembali ke ruangannya, mendapati Angkara duduk dengan tenang di sofa sambil menundukkan kepalanya. Ia pun ikut duduk di hadapan sang putra, meski lelah setelah menghadiri rapat tahunan di lantai 2.

"Tumben sekali putra papa datang ke kantor," ucapnya.

"Kenapa harus Alana, Pa?" Angkara mendongak. Ada rasa kecewa yang terdapat di manik hitam Angkara.

"Karena dia mencintaimu Nak. Papa yakin Alana bisa membuatmu sembuh dan perlahan-lahan jatuh cinta tanpa rasa takut."

"Kara nggak akan menikah!" Angkara bangkit dari duduknya.

"Papa dan om Dito sudah mengatur pertunangan kalian."

Angkara tak penyahut, lelaki yang masih memakai seragam sekolah itu meninggalkan perusahaan besar papanya. Saat ini saja tubuhnya telah mengeluarkan keringat dingin ketika tahu akan menikah dan menjalin sebuah hubungan.

Ia berusaha menghindari semua orang yang bisa saja membuatnya jatuh cinta, tetapi kenapa sang papa malah akan melibatkannya dengan Alana?

Angkara merogoh saku celananya ketika mendapatkan panggilan dari sang mama.

"Di mana, kok belum pulang?" tanya Salsa.

"Angkara ada tugas kelompok Ma, mungkin pulang malam," ucapnya berbohong.

"Kalau begitu hati-hati di luar sana, usahakan pulang cepat ya Sayang." Salsa memaksakan senyumnya di seberang telepon. Wanita itu baru saja mendapatkan telepon dari sang suami agar menyuruh Angkara pulang.

"Iya Ma."

....

"Al, kenapa lo sejak tadi diam saja?" tanya Gio, ikut duduk di samping ketuanya.

"Gue bingung, Yo."

"Bingung kenapa sih? Kek orang benar aja lo."

"Ck, gue serius ini."

"Apa memangnya?"

"Gue dijodohkan sama kak Kara dan akan bertunangan atau mungkin menikah. Gue senang banget dong, tapi sikap kak Kara semakin beda sama gue."

Hening, Gio tak menyahuti curhatan Alana. Lelaki itu sedikit terkejut tahu ketuanya akan dijodohkan, terlebih pada Angkara. Bukankah artinya Alana akan memundur dari Avegas setelah menikah?

"Yo?"

"Harus banget gitu, lo menerima permintaan daddy? Lo masih muda, kalau nikah otomatis pergerakan lo terbatasi."

"Lo benar." Alana mengangguk. "Btw anak-anak ke mana? Gue nggak liat satu pun di bawah."

"Kan hari Jumat, mereka ke panti bagi-bagi in makanan."

"Hampir lupa. Nyusulin yok!" Alana bangkit dari duduknya yang sejak tadi menggayungkan kakinya di roftop markas tanpa takut terjatuh.

"Boleh."

Alana dan Gio pun melajukan motor kesayangan masing-masing menuju panti asuhan yang biasa mereka kunjungi jika hari Jumat seperti ini. Meski anak geng motor dan sedikit nakal, mereka tidak lupa berbagi pada orang yang membutuhkan.

Membagikan makanan setiap hari Jumat seolah sudah menjadi kewajiban anggota Avegas. Itu pun mereka menggunakan iuran atau hadiah dari bermain game dan balapan liar.

"Kak Lana!" teriak anak kecil langsung menghampiri Alana setelah mendaratkan kakinya di panti asuhan.

Alana tersenyum. "Sudah makan?"

"Sudah, dan kami sedang menunggu kak Lana dan kak Gio."

"Mau apa memangnya sampai menunggu kakak?" Gio berlutut untuk mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil yang memeluk kaki jenjang Alana.

"Mau foto."

"Boleh."

Alana pun memanggil anggota Avegas yang duduk di motor masing-masing setelah membagikan nasi kotak. Berbaris rapi di mana Alana berdiri di tengah-tengah inti Avegas, dan di belakang mereka anggota Avegas juga mengambil posisi. Anak-anak panti tentu saja berada di bagian paling depan.

Setelah mengabadikan beberapa gambar, mereka pun membubarkan barisan.

"Besar nanti aku mau seperti kak Lana. Cantik, baik dan kuat!"

"Aku juga!" sahut beberapa gadis kecil.

"Jangan kayak kakak. Jadi diri sendiri saja." Alana tersenyum.

Mereka pun meninggalkan panti asuhan ketika selesai dengan urusan masing-masing. Berbaris rapi di jalan raya agar tidak mengganggu pengendara lainnya.

Di bawah kepemimpinan Alana kali ini, yang wajib mereka lakukan adalah, membuat kota tempat tinggal mereka aman dari geng motor yang hobinya hanya membuat keributan di jalanan.

Avegas tidak akan berbuat ulah, sebelum ada yang memulai. Bahkan satu tahun menjabat sebagai ketua, Alana telah mendamaikan dua geng motor yang sempat heboh karena kesalahpahaman.

"Pertandingan dua hari lagi, kalian harus hati-hati dan jaga diri. Gue yakin, All Star akan melakukan sesuatu demi mencegah kita ikut!" teriak Alana.

"Siap bu ketua."

"Tangan kalian harus sehat!"

"Tentu saja, bu ketua juga jangan sampai ceroboh!" sahut Roy.

Inti Avegas lainnya tertawa menanggapi celetukan Roy yang memang sering kali meledek Alana tanpa ada takut-takutnya.

"Kira-kira Mr.K ikut nggak?" tanya Jayden.

"Keknya nggak deh, Mr.K kan nggak punya tim. Buktinya setiap main dia pilih tim acak."

"Berarti ketua kita aman dong." Lagi, Roy mengejek Alana yang selalu kalah menghadapi Mr.K.

"Lama-lama gue santet lo Royko."

Terpopuler

Comments

pipi gemoy

pipi gemoy

😂😂😂😂😂😂

2024-03-26

0

Teh Yen

Teh Yen

hahaha royko.ada" aj deh ,, knp.tiap.baca nama Lo.gue.kok keinget sayur SOP yah 😅😅maaf

2024-02-08

1

Yunia Afida

Yunia Afida

Alana coba menjauh aja

2024-02-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!