Masuk ke kandang musuh tak membuat Alana gentar sama sekali, terlebih ia sedang kehilangan akal karena diliputi amarah. Gadis itu terus menjatuhkan barang meski dicegah atau berusaha dipukul oleh Devano. Untungnya ke empat inti Avegas datang lebih cepat sehingga Alana tidak begitu terluka.
"Sekali lagi lo menginjakkan kaki di markas Avegas. Gue rata in markas kumuh lo ini!" teriak Alana sebelum meninggalkan markas All Star dengan wajah luka-luka.
Untung saat di dalam markas hanya ada Devano dan dua orang anggota lainnya, jadi Alana bisa keluar hidup-hidup.
"Sial, semuanya rusak!" Devano menendang angin sakin kesal. Kekacauan yang dibuat oleh Avegas jauh lebih parah yang dia lakukan tadi pagi. Ada pertandingan game antar geng di warnet beberapa hari lagi, itulah mengapa Devano menghancurkan keyboard Alana, dan ujung-ujungnya dia yang rugi sendiri.
"Bagaimana sekarang, tiga komputer rusak," lirih anggota All Star.
"Perbaiki lah malah nanya lo." Devano pun meninggalkan markas. Sampai saat ini Devano sedang mencari siapa pemilik akun Mr.K. Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Alana jika bermain.
"Gue harus rekrut dia jadi anggota All Star," gumam Devano.
....
Cafe ....
Dito, daddy Alana. Pria itu tersenyum ketika melihat sahabatnya duduk dengan tenang sambil menikmati kopi di atas meja.
"Sorry, aku tadi terjebak macet," ucap Dito. "Btw tumben kamu punya waktu untuk bertemu, ada hal penting apa?" lanjutnya.
"Aku mau minta tolong ...." Azka menjeda kalimatnya. "Izinkan aku menjadikan putri mu menantu."
"Alana jadi menantumu? Yang benar saja." Dito tertawa. Rasanya sangat lucu mendengar mantan ketua Avegas angkatan satu melamar putrinya menjadi menantu.
"Aku serius Dito."
"Aku juga serius Azka. Kamu tahu sendiri Alana nakalnya nggak main-main. Dia seperti Aron, akan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa berpikir. Nggak mungkin putramu yang sempurna mau pada putriku, Azka. Angkara dia pintar dan punya segalanya."
"Jangan terlalu memuji putraku Dito."
"Halah bilang saja kamu bangga mendengarnya. Tapi serius, aku sangat terkejut mendengar permintaanmu itu."
"Angkara Philophobia." Tenggorokan Azka sedikit tercekat saat mengatakan itu pada sahabatnya.
"Azka kamu nggak bercanda?"
"Untuk apa aku bercanda Dito. Alasan aku meminta putrimu karena aku tahu dia sangat mencintai Angkara. Aku ingin putraku sembuh di tangannya."
"Dengan mempertaruhkan batin putriku?"
"Aku tahu perempuan menginginkan cinta yang besar dari pasangannya. Aku juga tahu permintaanku ini saat egois. Sebagai daddy kamu pasti nggak setuju. Makanya aku jujur sejak awal."
"Dito, Angkara nggak suka bermain fisik sepertiku, dia akan memilih menyendiri jika sedang dalam masalah. Aku akan menjamin kebahagiaan putrimu."
Dito bergeming, sekarang ia dilema antara sahabat dan putrinya. Ia ingin membantu agar Angkara bisa sembuh dengan mengenalkan cinta, tapi apa dia rela jika putrinya tidak akan mendapatkan cinta dalam rumah tangganya? Tidak ada yang tahu bukan Angkara bisa keluar dari masalahnya atau tidak?
"Jangan berat untuk menolak kalau memang kamu nggak bisa."
"Aku akan membicarakan dengan Aurora, bagaimana pun dia harus tahu ini. Aku akan mengabarimu."
"Nggak masalah, terima kasih Dito. Tolong jangan beritahu siapa pun tentang Angkara selain Aurora, bahkan pada Alana sekalipun."
"Tentu saja."
....
"Tada .... Keyboard nya kembali seperti semula!" seru Gio yang mati-matian memperbaiki keyboard kesayangan ketuanya, lantaran tidak ingin sang ketua bersedih.
"Serius?" Mata Alana seketika berbinar. Ia yang sejak tadi duduk di halaman depan sambil memainkan gitar, sangat senang tahu kesayangannya telah kembali. "Terima kasih Gio." Ia lantas berdiri dan memeluk wakilnya penuh senyuman.
"Sekarang waktunya cari perhatian dengan Mr.K."
"Go!" seru Alana melayangkan kepalan tangannya ke udara.
Gadis itu pun duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka berlima jika sedang bermain game. Di belakang kursi, Giovandra, Roy Koandra, Jevian, dan Jayden akan menjadi tim hore. Melihat apakah kali ini ketua mereka akan menang melawan orang misterius itu
"Halo bro, malam ini ketua kita akan bermain dengan Mr.K. Kira-kira siapa yang menang?" tanya Roy pada fans-fans yang sedang menonton live yang baru saja dia mulai.
Sesekali Roy mengarahkan ke wajah temannya, sengaja mengzoom untuk mencari aib mereka agar yang terlihat ganteng hanya ia seorang.
Waktu begitu cepat berlalu, permainan pun semakin seru antara Alana dan Mr.K.
"Akkkhhh sial, dia makan apa sih?" teriak Alana kesal. Lagi-lagi ia dikalahkan orang misterius itu. "Pengen banget gue nikahin tuh Mr.K."
"Sabar bu ketua, jangan mau nikahin begitu saja, nggak lucu kalau dia cewek," ucap Jayden.
"Noh Mr, Mr kan lakik anjir!" kesal Jevian menggeplak kepala Jayden.
"Ia juga sih."
"Ck kalian berdua, makan yuk gue lapar nih." Alana pun beranjak tetapi urung melangkah mendapatkan telepon dari sang daddy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Parno Parno
Mr. K itu mungkin Mr. Kara.....
2024-12-23
0
Athallah Linggar
🤣🤣🤣🤣tim hore
2024-03-26
1
Qaisaa Nazarudin
Pasti MR.K itu Angkara..😄
2024-03-23
1