Bab 10 - Mengemis Cinta

Sejak terjadinya masalah pengakuan Alana di depan umum, hubungan Angkara dan Alana pun kian meregang. Jika biasanya gadis bar-bar itu mendapatkan makanan di atas mejanya saat siang hari, maka kali ini tidak lagi. Bahkan untuk hukum menghukum pun, Angkara tak pernah berurusan dengan Alana.

Tiara, ya gadis itu lah yang selalu memberikan sangsi pada Alana jika berbuat ulah di sekolah. Seperti saat ini, lima inti Avegas yang terkenal dengan kecantikan dan ketampanannya sedang berdiri di tengah lapangan. Mereka berlima terlambat datang dan kedapatan memanjat tembok.

"Tiara cantik, gue hampir gosong loh ini dijemur mulu," celetuk Jayden.

"Diam lo, ini akibatnya kalau kalian berani terlambat dan memanjat tembok." Tiara bersedekap di tempat yang teduh.

"Bu Ketua diam-diam bae dah sejak tadi. Ada apa sih?" Roy mencolek lengan Alana. Baru kali ini gadis itu tidak membalas setiap ucapan sarkas Tiara.

"Keknya datang bulan dia," timpal Gio yang berdiri tepat di samping Alana.

Namun, celetukan para inti Avegas tak Alana hiraukan. Tatapan gadis itu sejak tadi tertuju pada Angkara yang sedang berjalan bersama beberapa anak osis di lantai dua.

Ada rasa sesal di hati Alana telah menempatkan Angkara dalam masalah hingga berakhir dijauhi seperti ini.

"Apa sikap gue kali ini keterlaluan hanya untuk mengambil perhatian kak Kara?" batin Alana. "Senyumnya manis banget, sayang bukan buat gue. Kenapa sih kak kamu sering buat gue terbang lalu dijatuhkan begitu saja?"

Batin Alana terus bermonolog. Sikap Angkara sering kali membuat Alana berasumsi bahwa lelaki itu mencintainya. Tetapi di sisi lain, Angkara seolah menyuruhnya mundur lewat isyarat yang tak menentu.

"Bu Ketu, hukumannya selesai," bisik Jevian.

"Oh oke." Alana pun berlari meninggalkan lapangan basket, membuat empat inti Avegas menatap dengan heran.

"Alana keknya ada masalah deh, baru kali ini gue liat dia nggak banyak bicara," lirih Jevian.

"Masalahnya banyak, salah satunya tuh!" Roy menunjuk Alana yang ternyata menghampiri Angkara di depan perpustakaan.

"Kak Angkasa, aku mau bicara," ucap Alana dengan wajah seriusnya.

"Bicaralah!"

"Tapi nggak di sini, aku mau bicara berdua saja."

"Di sini atau nggak sama sekali."

Alana menghela napas panjang. "Kenapa kak Angkasa seolah menjauh? Apa karena kesalahan aku saat di kantin? Jika iya, tolong maafkan aku kak. Aku benar-benar nggak bermaksud buat kak Angkasa dalam masalah. Aku hanya ingin kak Angkasa selalu melihatku."

"Aku nggak marah, dan kamu nggak perlu melakukan apapun untuk menarik perhatianku." Berlalu begitu saja.

"Aku benar-benar mencintai kak Angkasa, bukan hanya sekedar kagum atau pun bahan candaan saat gabut!" teriak Alana tetapi tak sekalipun Angkara menoleh.

"Kenapa sih mengejar sampai segitunya, Al? Jangan merendahkan harga diri lo dengan mengemis cinta kak Kara," celetuk Gio yang menghampiri Alana.

"Lo harusnya buktikan kalau lo itu berharga. Lo ketua Avegas nggak boleh menye-menye kayak gini," lanjut Gio.

"Lo benar." Alana tersenyum pada Gio, melingkarkan lengannya di leher Gio dan berjalan ala laki-laki menuju kelas. Bersikap seolah hatinya baik-baik saja.

"Gue kangen deh lawan Mr.K, kali ini gue yakin menang."

"Perlu dicoba bu Ketu. Kita tantang dia ntar malam."

Alana dan Gio menyeringai, bermain dengan Mr.K harus menunggu waktu yang pas. Mr. K akan aktif jika di atas jam sepuluh malam.

....

"Al, All Star mengacak-acak markas dan keyboard lo rusak," lapor anggota Avegas saat Alana dan inti Avegas lainnya baru saja mendaratkan kakinya di markas.

"Maksud lo?"

"Pagi-pagi banget setelah kita berangkat ke sekolah. All Star datang dan menghancurkan semuanya."

Tangan Alana terkepal, keyboard adalah benda yang sangat berharga untuknya. Tanpa keyboard dan mouse mereka tidak akan bisa bermain.

"Anjing lo Devano!" teriak Alana.

Gadis itu kembali naik ke motornya dan melajukan di atas rata-rata. Di belakangnya ke empat ini Avegas menyusul. Alana adalah orang yang sangat berbahaya jika sedang marah.

Gadis berambut panjang itu akan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan risiko, jika sedang diliputi emosi.

Bukannya memelankan laju motor setelah sampai di markas All Star, Alana malah kembali menambah kecepatan hingga berhasil memasuki markas dengan motornya. Itu semua karena pagar dan pintu markas All Star tidak tertutup tadi.

"Lo nantangin gue?!" Terlihat jelas dari wajahnya bahwa Devano marah karena Alana menerobos begitu saja bahkan menjatuhkan sesuatu yang sangat berharga di atas meja.

"Bukannya lo yang nantangin? Lo yang menjual dan giliran gue yang membelinya." Alana tersenyum tipis. Turun dari motornya yang telah berada di tengah-tengah ruangan.

"Maksud lo apa menghancurkan barang berharga gue anjir?!" bentaknya dengan mata memerah. Melempar helmnya tepat mengenai wakil All Star

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

betul.tuh kata gio jangan ngemis cinta kaya gt ke Angkara rendahin harga diri lu jd lah dirimu sendiri buatlah kara cinta dengan segala yg ada dlm.diri.lu Alana
Alana kl.lagi marah serem jg yah 😬

2024-02-08

2

Nena Anwar

Nena Anwar

bener Al kalo bisa kamu menjauh dan menghindar dulu dari Angkara

2024-02-06

2

Aqil Aqil

Aqil Aqil

jual mhl dkt bs ngga sich al

2024-02-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!